Allianz Indonesia Luncurkan Program Tukar Sampah dengan Asuransi




"Bumi memberikan kita kehidupan, tetapi apa yang telah kita lakukan untuk senantiasa merawatnya? Begitu pula keluarga kita tercinta. Sudahkah kita benar-benar melindunginya?" (Allianz Indonesia)


Bumi kita kian renta tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk menjaganya. Yang kita perlukan adalah kesediaan untuk memulainya dari sekarang bahkan dari hal sederhana yang tak pernah terbayang. 

Sama halnya dengan orang-orang yang kita cintai. Kita tak pernah tahu kapan kebahagiaan dan ujian menghampiri. Yang dapat kita upayakan hanya mempersiapkan dengan sebaik-baiknya sebelum saat itu tiba nanti.

Hm..., tapi bagaimana cara mewujudkannya ya?

Nah, dalam mewujudkannya, Allianz dengan produk terbarunya bisa membantu kita, menjadi sahabat masyarakat Indonesia dalam mencintai bumi dan keluarganya tercinta.




Ya, kepedulian Allianz didasarkan akan fakta bahwa masyarakat menengah ke bawah di Indonesia masih belum menjadikan asuransi sebagai kebutuhan yang tergolong utama. Padahal risiko bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja tanpa memandang status sosial ekonominya.

Sementara di sisi lain, Indonesia saat ini dihadapkan pada kenyataan bahwa sekitar 65 juta ton sampah dihasilkan di setiap harinya. Yang mana hanya 7 persen saja yang didaur ulang, sementara 69 persen sisanya berakhir di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Padahal sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat, jika dipilah dan dikelola dengan tepat.

Karena itulah bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan dan Hari Asuransi yang diperingati pada bulan Oktober 2019 ini, Allianz Indonesia melakukan perluasan segmen pemasaran untuk tiga produk asuransinya, meliputi:
  1. Produk Asuransi Jiwa Mikro
  2. Produk Asuransi Kecelakaan Diri
  3. Produk Asuransi Jiwa Berjangka melalui Program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu" dan Program "Allianz Uang Duka"


Allianz



Peluncuran Buku MoneySmart Parent





"Saat ini, anggapan banyak anak banyak rejeki sudah enggak relevan lagi. Karena yang tepat adalah banyak anak, perbanyak investasi!" (Nadia Mulya dan Prita Ghozie)


Jleebb! Saya merasa tertohok saat mendengar pernyataan ini. Kek disentil beneran rasanya. Meski anak saya cuma dua, langsung ngitung deh dalam hati, sudahkah saya memiliki cukup investasi untuk masa depan mereka nanti? Tepatkah apa yang saya (dan suami) lakukan selama ini berkaitan dengan perencanaan keuangan keluarga kami? Dan apa yang harus dibenahi agar ke depan pengelolaan keuangan kami bisa lebih baik lagi?





Memang, hari gini jadi orangtua itu enggak sesederhana jaman orangtua kita. Dulu kala, orangtua mungkin hanya memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan anak-anak dari sisi pangan, sandang dan papannya. Sementara kebutuhan penyerta seperti pendidikan dan kesehatan sepertinya let it flow saja, enggak perlu disiapkan pun tak apa.

Tapi kini, para orangtua tentu berkeinginan anak-anak mereka lebih sejahtera dan mampu beradaptasi dengan jamannya. Apalagi di era serbamahal ini, tentu menambah anak (lagi) mesti dipersiapkan sejak dini. Meski, selama direncanakan dengan baik, kehadiran anggota keluarga baru tentu tak bakal bikin panik tapi bisa dijadikan momentum untuk menata kehidupan menjadi lebih apik.

Nah, concern tentang perencanaan keuangan bagi orangtua baru ini memberi ide seorang Nadia Mulya di kehamilan (((keempatnya))) yang kemudian mengajak Prita Ghozie, untuk berkolaborasi dalam sebuah buku yang berisi panduan bagi orangtua baru maupun orangtua yang punya anak kesekian seperti dirinya.

Hingga keduanya pada hari Rabu, 16 Oktober 2019 kemarin, meluncurkan buku panduan praktis perencanaan keuangan orangtua baru yang bertajuk "MoneySmart Parent".


Review Buku MoneySmart Parent


Lalu, apa sajakah isi bukunya? Beneran praktis enggak sih panduannya? Apa memang perlu sampai sedetil itu persiapan jadi orangtua baru? Kemudian, apa saja yang perlu ditata ulang buat orangtua yang punya anak kesekian?

Kuy, kita ulas sama-sama!😍


Review: Perawatan Wajah di  Eterna Derma Beauty Clinic 




Saat pertama membuka fitur baru Traveloka yaitu Traveloka Xperience saya terpana begitu tahu di kategori Spa dan kecantikan ada perawatan seharga 99 ribu saja. Apalagi setelah saya cek lokasinya yang hanya 2,5 km dari rumah saya. Maka enggak pakai lama saya pun memesan satu paket perawatan di sana. Meski, ada sedikit ragu, masak iya klinik kecantikan di pertokoan menawarkan harga semurah itu? Hmmm

Tapiiii, ternyata memang benar adanya. Di luar beberapa kekurangan, Eterna Derma Beauty Clinic bisa jadi pilihan perawatan kecantikan dengan layanan memuaskan dan harga sesuai harapan.



Rian dan Buah Durian






Coba kamu tanya Rian, apa buah kesukaannya. Jawabannya pasti, strawberry! Lalu, tanyakan pula, buah yang paling tidak disukainya. Rian pasti dengan tegas menjawab, durian!

Rian, anak kelas 4 SD yang sehat dan pintar. Sejak kecil ia tak pernah pilih-pilih makanan. Semua makanan sehat nan lezat yang disajikan Ibu, dilahapnya. Macam-macam sayur, berbagai jenis lauk pauk, aneka camilan, juga beragam buah-buahan. Semuanya enak dimakan bagi Rian, kecuali satu, yaitu buah durian.

Entah sejak kapan Rian membenci durian. Mungkin sejak dia mampu mengatakan bahwa bau durian itu menyengat, menusuk hidung dan membuat pusing kepala kalau lama-lama di dekatnya.

Ah, mana mungkin makan sesuatu yang membuat kita mual dengan mencium baunya saja!” Begitu yang selalu ia katakan tiap kali ditanya alasan kenapa benci pada durian.


Jadi YouTuber Itu Enggak Mudah Lho, Masih Mau?




"Jadi Youtuber itu enggak mudah lho. Butuh proses, modal di awal dan ketekunan. Pokoknya enggak seindah yang dibayangkan. Jadi, masih mau jadi YouTuber nih?" (Jefferly Helianthusonfri - penulis buku "Yuk Jadi YouTuber")

"Mauuuuuuuuuuu"


Begitulah jawaban kompak para peserta Workshop "Yuk Jadi YouTuber" terdengar di sela keramaian pengunjung Gramedia Mall Kelapa Gading Jakarta pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 yang lalu.

Ya, antusiasme peserta senada dengan kesuksesan buku karya Jefferly Helianthusonfri yang bertajuk "Yuk Jadi YouTuber" yang memang Best Seller di Gramedia saat ini dan telah dicetak ulang sebanyak empat kali.

Beruntung, tak hanya lewat buku, penulis juga mau membagikan ilmu lewat sebuah workshop sederhana tapi sarat guna yang sungguh saya beruntung bisa mengikutinya. Paling tidak saya yang saat ini menekuni dunia blogger bisa melengkapi karya lewat platform sosial media lainnya yakni YouTube nantinya. Juga bisa membagikan pada dirimu (iya ..kamu) yang sedang membaca artikel ini hingga punya nyali untuk mengembangkan potensi menjadi next YouTuber yang mumpuni!

Siyaaap??



Mau Glowing Ala Artis Korea, Pakai Traveloka Saja!





Suatu siang saat jemput sekolah, saya bertemu sobat akrab sesama macan ternak,

"Bun, dikau kusam banget sih. Enggak seger gitu. Lagi sakit?"

"Enggak sih, cuma kecapekan aja kali. Lagian, panasnya kek gini. Tiap hari setor muka ke matahari. Hiks!"

"Makanya, pakai masker lah kalau naik motor, sarung tangan juga. Apalagi tabir surya, jangan lupa!"

"Huu, kayak dirimu juga gitu!"

"Hahaha, iya sih kadang ku juga lupa. Saling ngingetin kan kita. Eh, ngomong-ngomong dikau enggak rutin perawatan lagi ya? Perasaan enggak pernah lagi cerita-cerita perawatan glowing ala Koreyaaah."

"Duh, gimana mau perawatan, buat sekolah anak-anak ini. Enggak ada bajet lagi."

"Yaelah, pilih yang hemat ada kok. Itung-itung enggak usah ngemil cilok sebulan atau jajan es kopi!"

"Emang ada? Berapaan?"

"Cepek, Bun! Malah masih susuk seribu rupiah! 99 ribu pas nya!"

"Seriusan? Enggak salah apa? Di mana?"




"Di Traveloka!"

"Jangan bercanda! Traveloka? Memang mau liburan apa?"

"Eits, dikau kemana aja. Sekarang semua di Traveloka ada."

"Beneran, Bun, ku belom tahu..."

"Hadeeeh. Yo wis, ku kasih tahu. Aku dah coba. Nanti kapan-kapan kita perawatan berdua ya. Atau dirimu mau me time sendiri aja? Gampil kok! Aku jelasin ya.."


Gerakan Indonesia Bersih, Saya Sudah Ikutan, Kamu Kapan? 




"Langkah sederhanaku, keluar rumah selalu bawa tumbler berisi air minum. Nanti diisi ulang kalau perlu. Ini sudah menyatu dengan aku, kayak sudah jadi kostum aku sehari-hari. Sehat, hemat dan peduli bumi!" (Kaka Slank - Musisi - Aktivis Pandu Laut Nusantara)


Temans..Indonesia memanggil semua kaum muda untuk memimpin perubahan dan bergerak bersama demi #IndonesiaBersih.

Bayangkan, bila kamu sudah mulai mencoba untuk tidak membuang sampah sembarangan, juga dengan #kurangipenggunaanplastik dan mengajak teman-teman, keluarga serta orang di sekitarmu untuk berbuat hal yang sama. 

Wah.. kita semua bisa menjadi #impactfluencerindonesia!

Etapiii, apaan sih Gerakan Indonesia Bersih?


Gerakan Indonesia Bersih, Saya Sudah Ikutan, Kamu Kapan?


OJJU K-Food, Restoran Korea Halal di Jakarta


Sabtu siang, setelah jemput si Adik dari ekskul di sekolah, saya dan keluarga melipir ke Grand Indonesia. Ini tumben-tumbennya kami jalan ke arah pusat kota. Pasalnya, suami yang setiap hari sudah eneg sama macetnya Jakarta memang kalau weekend, malez jalan ke arah-arah kantornya. Mending pergi ke sekitar rumah aja di seputar Jakarta Barat (baca: Joglo dan sekitarnya). Atau ke Bintaro dan Serpong yang tinggal masuk tol keluar tol aksesnya. Tapi, karena anak sulung saya lagi butuh sepatu sekolah dan nyari ukurannya agak susah, jadilah ke GI nge-mall-nya.

Memang ukurannya berapa?

45!!

Lha, kenapa harus ke GI yaa?

Di sono kan banyak gerai sepatu kek Nike, Adidas, New Balance, Reebook...you name it, yang pasti menyediakan "ukuran bule" kek gini karena banyak ekspatriat atau WNA yang mengunjungi GI. 

Dan benar adanya, cari ukuran sepatu ini di GI adalah langkah yang tepat. Maka, setelah dapat, sekalian lah kami cari maksi. As usual, kalau bawa si sulung yang seleranya dah kebarat-baratan, kejepang-jepangan dan kekorea-korean tapi menu kesukaannya tetap Masakan Jawa Timuran ala Ibuk, pilihan pun jadi selera dia. Dan jatuh pada OJJU K-Food, sebuah restoran makanan Korea yang....infonya sih halal!



OJJU K-Food, Restoran Korea Halal di Jakarta


Serba-serbi Kanker Serviks




Teman, sudah tahu kan ya kalau kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua perempuan di negara berkembang, termasuk Indonesia, setelah kanker payudara? Ya, kanker yang terjadi di daerah serviks (leher rahim) yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina ini memang sungguh berbahaya. Karena fungsi, lokasi dan sifat selnya, serviks menjadi rentan terhadap infeksi Human Papilloma Virus (HPV), jenis virus penyebab kankernya.

HPV sendiri adalah sekelompok virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vulva dan vagina, kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan, kutil kelamin, dan penyakit terkait HPV lainnya.

Sementara gejala kanker serviks yang mesti kita kenali, yakni:
  • Keluar darah dari vagina (setelah berhubungan seksual saat tidak dalam masa haid)
  • Nyeri panggul ketika berhubungan intim
  • Keputihan berlebih, berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk
  • Sulit dan sakit saat buang air kecil

Meski demikian, kabar baiknya, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker selain kanker liver yang bisa dicegah.

Lalu, adakah cara mendeteksi kanker serviks ini dan bagaimana cara pencegahannya?


Pencegahan Kanker Serviks

Review Buku: Lovaudit



Unik!! Begitu kesan pertama saya pada buku bersampul depan warna putih dengan ilustrasi dominan hijau pupus ini. Pasalnya, dari judulnya saja, Lovaudit, membuat saya penasaran dan bertanya-tanya, apa maksudnya yaa? Jika ditilik dari asal katanya sih, dari love dan audit, yang kalau diterjemahkan artinya mengaudit cinta. Hm, tapi mengapa juga cinta pakai diaudit segala? Biasa kan yang diaudit itu semacam laporan keuangan di mana ada pengumpulan berbagai dokumen terus diperiksa apakah sesuai dengan standar dan kriteria yang seharusnya. Lalu, ada enggak ketidakwajaran di sana. Setahu saya kek gitu itu pengertian audit. Lha, kalau ini audit cinta, terus gimana caranya? Buat apa juga cinta diaudit segala? Terus tujuan auditnya apa?

Yaaa, Lovaudit karya San Hanna, dari judulnya saja memang sudah bikin kepo (calon) pembaca!



San Hanna


Mengatasi Balita Susah Makan



Saat balita, anak-anak saya pernah mengalami fase susah makan. Disodori makanan ini enggak mau, dikasih yang itu nolak, dicoba yang lainnya masih ngatup juga mulutnya. Duh! Rasanya sampai pusing kepala cari ide mau bebikinan apa lagi buat asupan mereka. 

Dan ternyata, saya enggak sendiri. Banyak sekali Ibu di luar sana yang juga mengalami. Balitanya susaaaah bener makannya. Sampai cemas dan kesabaran jadi di ambang batas. Hiks!

Maka, pas sekali jika WAG HaloMoms dari Halodoc membahas tema tentang "Mengatasi Balita Susah Makan" ini bersama dr. Rizki Rina Furi pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 di sesi Tanya Dokter.

Nah, agar bisa diambil manfaatnya, kulwap dan sesi diskusi akan saya rangkum dalam tanya jawab di artikel ini.

Kuy, kita simak bersama!!



Mengatasi Balita Susah Makan



Mau Lihat Hiu Dikasih Makan Tanpa Kerangkeng Pengaman? Ke Seaworld  Saja!



Seorang penyelam dengan berbaju khusus muncul dari permukaan dan berdiri di atas sebuah peti yang ada di dasar akuarium. Di tangan kirinya ada sebuah tongkat, sementara sebuah ember berada di tangan kanannya. Dengan gerakan pelan dia mengambil potongan ikan yang berada di dalam ember tadi dengan tongkat yang ternyata meruncing di ujungnya.

Kemudian disodorkannya potongan ikan kecil tadi ke ikan berukuran lebih besar yang wara-wiri di sekitarnya. Ada ikan yang dengan sigap langsung menyambar, tapi ada juga yang tak peduli. Suasana di dalam akuarium kelihatan biasa saja, nampak ikan-ikan berenang dan seorang penyelam yang memberi mereka makan.

Tapiiii, berbeda dengan penonton yang menyaksikan dari luar akuarium.

Semua tegang!!!


Live Feeding Shark: Face to Face di Seaworld Ancol

Yeeaay, Buka Gudang Gramedia Datang!!



Teman, pagi saya hari ini sungguh berseri! Ya, saya hepii bener bisa ke acara Buka Gudang Gramedia dan melihat timbunan buku di sana yang waaah, bikin saya mupeng bawa pulang semua. Hahaha. Gimana enggak kepengin coba, wong harganya semua jadi diskon 50%. Malah, yang buku komik tuh, harganya tinggal S E R I B U!!

Seriusan?

Iya cuss deh ke sana juga. Saya aja rencana ke sana lagi ngajak anak dan suami nanti. 

Terus yang menarik apa lagi? 

Banyaaak!! Yuk, simak!