Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tetap Produktif Saat Ramadan

Hari ini adalah batas waktu pembayaran kegiatan Amaliah Ramadan yang diadakan oleh Jamiyyah SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini adalah agenda rutin yang dihelat setiap bulan Ramadan tiba yang melengkapi kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah.

Nah, Jamiyyah bertugas mengkoordinir pengumpulan dana yang akan digunakan untuk kegiatan bakti sosial pembagian sembako dan santunan untuk yatim/duafa, serta bingkisan lebaran guru/karyawan.

Per paket seharga Rp 250.000, Orang Tua Murid boleh membayar lebih dari 1 paket. Peruntukan dana untuk paket sembako senilai Rp 100.000 yang terdiri dari: 
  • minyak goreng premium 1 liter
  • gula pasir 1 kg
  • tepung terigu 1 kg
  • teh celup 1kotak
  • bihun jagung 1 pak
  • margarin 1
  • kecap 1 botol
  • frisian flag 1 renteng

Juga, ada santunan tunai untuk yatim dan duafa (jumlah masih didata) dan bingkisan lebaran guru/karyawan.

Saya yang dua tahun ini diamanahi menjadi Ketua Jamiyyah SMAI Al Azhar 20 Kembangan, sedang sibuk mempersiapkan kegiatan ini bersama teman-teman. Insya Allah ini adalah sebuah kegiatan positif yang kami usahakan, agar tetap produktif saat Ramadan.


Tetap Produktif Saat Ramadan

Tetap Produktif Saat Ramadan dan Bukan Bermalas-malasan

Jadi, agar anak-anak tetap produktif saat Ramadan, selama bulan puasa di sekolah anak saya ada kegiatan Amaliah Ramadan. Sekolah masuk pukul 07.30-13.00 dengan diisi kegiatan belajar mengajar separuhnya. Sisanya ada Salat Dhuha & Kultum. Lanjut Halaqoh bersama guru pendamping: murajaah, hafalan, dzikir, doa harian dan keagamaan.

Anak-anak juga dihimbau menyisihkan uang saku untuk kotak amal, yang mana nantinya pada acara bakti sosial dipakai untuk santunan anak yatim/duafa. Selain itu ada pula pengumpulan ZIS - zakat, infaq, sodaqoh, dengan besaran zakat fitrah Rp 60.000/jiwa.

Nah, nantinya pada hari terakhir masuk sekolah tanggal 10 Maret 2026, akan ada:
  • Pembagian sembako dan santunan tunai untuk duafa di sekitar sekolah, dikoordinir Jamiyyah, dengan sistem kupon yang telah dibagikan lebih dulu. Sembako senilai Rp 100.000 + tunai Rp 50.000
  • Takjil On The Road: membagikan takjil di jalan raya depan sekolah untuk pengendara, dikoordinir OSIS
  • Ceramah agama
  • Pembagian sembako+santunan tunai+bingkisan sekolah untuk anak yatim 
  • Bukber murid/guru/jamiyyah bersama anak yatim dan pendamping
  • Salat tarawih
Tak hanya kegiatan belajar mengajar, ibadah dan beramal kegiatan ekskul pun masih jalan. Dengan catatan boleh ikut atau tidak, karena tidak semua anak punya kekuatan fisik yang sama teruatama saat berpuasa.

Pokoknya, enggak ada cerita berpuasa jadi alasan untuk malas-malasan, rebahan, mabar atau tidur seharian. Jadi anak-anak disibukkan dengan kegiatan belajar, ibadah juga sosial.

Well, tetap produktif saat Ramadan memang bermanfaat untuk menjaga stamina dan energi harian, meningkatkan fokus dan kreativitas, serta melatih kedisiplinan dan manajemen waktu. Produktivitas yang terjaga akan membantu memaksimalkan ibadah, meningkatkan kesehatan, dan mengurangi stres, sekaligus menjadikan bulan suci ini lebih berkesan, sehat, dan berkah,

Karenanya, tak boleh kalah dengan anaknya, malu kalau rebahan mulu saat puasa. Saya pun berusaha tetap produktif saat Ramadan dengan memulai hari lebih awal. Menyiapkan sahur tanpa terburu-buru, lalu memberi waktu sejenak untuk diri sendiri — entah membaca buku, menonton lanjutan serial yang saya tunggu, merapikan pikiran, atau sekadar menarik napas panjang. Setelahnya baru mengelompokkan aktivitas sesuai energi: yang berat dikerjakan pagi, yang ringan disimpan untuk sore hari. 

Penutup: Tetap Produktif Saat Ramadan


Nah, terkait tetap produktif saat Ramadan, saya kali ini juga menantang diri dengan ikutan "Challenge Menulis IIDN". Sebuah kegiatan bertajuk "10 Hari Konsisten Ngeblog" yang diselenggarakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis.

Sudah lama sekali saya tidak konsisiten mengisi blog ini. Paling banter seminggu 1-2 kali. padahal dulu saat rajin-rajinnya saya bisa posting 2 hari sekali, atau bahkan setiap hari saat ikut One Day One Post.

Untuk itu saya bertekad menyelesaikan tantangannya, demi menumbuhkan lagi semangat ngeblog saya sekalian mengisi waktu agar tetap produktif saat berpuasa,

Well, Ramadan adalah momen untuk menata ulang ritme hidup. Di tengah peran sebagai istri dan ibu, saya belajar menjaga produktivitas tanpa memaksakan diri. Kuncinya ada pada tiga hal: mengatur energi, menyederhanakan pekerjaan, dan menjaga hati tetap tenang.

Ramadan mengingatkan saya bahwa produktivitas bukan hanya tentang banyaknya tugas yang selesai, tetapi tentang hadir sepenuhnya dalam setiap peran yang dijalani. Mengurus keluarga dengan hati lapang, menjaga ibadah tetap berjalan, dan tetap merawat diri.

Akhirnya, Ramadan bukan perlombaan. Ini tentang menemukan ritme paling nyaman agar saya bisa tetap bermanfaat, tanpa kehilangan ketenangan yang justru menjadi inti dari bulan suci ini.

Kalau teman-teman bagaimana, apa trik menjaga produktivitas di bulan puasa?💕


"Challenge Menulis IIDN"



Salam Semangat


Dian Restu Agustina








Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

Posting Komentar untuk "Tetap Produktif Saat Ramadan"