Peringatan Milad ke-74 YPI Al Azhar: Beradab Berkemajuan Gemilangkan Indonesia
Acara milad berlangsung hangat dan penuh makna sejalan dengan komitmen yang diteguhkan oleh YPI Al Azhar untuk mendidik dengan hati, membangun dengan visi, dan melangkah untuk masa depan negeri.
Milad Ke-74 YPI AL Azhar
“Kita harus kembali ke khittah Al Azhar, yaitu dakwah, sosial, dan pendidikan. Itulah yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri, pejuang, dan penerusnya,” ujar beliau.
“Tantangan baru banyak sekali, supaya terus gemilang, kita harus mengikuti kemampuan beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan yang baru,” ujar beliau.
Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif
Mengawali Tabligh Akbar, Ustadz Das'ad Latif menekankan rasa syukur yang mesti dipanjatkan oleh hadirin sekalian karena bisa menghadiri Tabligh Akbar. Pasalnya, setan seringkali berusaha mencegah orang menghadiri pertemuan keagamaan dan mendengarkan khotbah dengan mengalihkan perhatian lewat ponsel mereka.
Beliau menyoroti bahwa hadir dalam kajian bagi orang-orang beriman sejati, seperti ikan di dalam air yang menemukan kedamaian di masjid, dan mereka yang tidak mampu melawan setan, secara spiritual "sedang mati."
Ustadz yang ternama karena gaya ceramahnya yang karismatik, komunikatif, dan diselingi humor khas Makassar ini lalu menceritakan sebuah kisah tentang Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril. Di mana seorang malaikat yang bertugas menghitung tetesan hujan tidak dapat menghitung berkah dan pahala yang diberikan kepada orang-orang yang berkumpul termasuk mengirimkan shalawat kepada Nabi. Ini menggambarkan manfaat spiritual yang sangat besar dari amalan ini.
Kemudian penceramah asal Sulawesi Selatan ini mengingatkan bahwa orang bisa masuk surga bukan karena mereka tidak berdosa, sebab semua manusia, termasuk para nabi, telah berdosa. Sebaliknya, masuk surga ditentukan oleh apakah amal baik seseorang lebih besar daripada dosa-dosanya.
Karenanya Ustads Das'ad mengajak semua untuk meningkatkan amal baik, seperti mengikuti kajian dan menghindari dosa-dosa tambahan.
Terkait dosa, Ustadz menekankan istilah "Jahiliyah" (ketidaktahuan) itu adalah sebuah masa yang sejatinya bukan periode sejarah, tetapi sebagai sifat karakter yang ditandai dengan kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran. Di mana ada empat penyebab kesombongan: jabatan, ilmu, kekayaan dan popularitas. Ustadz membandingkan hal ini dengan peradaban sejati, di mana peningkatan pengetahuan mengarah pada kerendahan hati yang lebih tinggi
Ustadz Das’ad Latif yang merupakan seorang ulama, akademikus, dan dosen ilmu komunikasi yang aktif mengajar di Universitas Hasanuddin ini selanjutnya menyoroti bahwa perintah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah "Iqra" (bacalah).Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak tidak memiliki makna. Teknologi seperti AI memang mampu mengolah berbagai informasi, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan buruk. Dalam konteks ini, agama memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang utuh.
Terkait keunggulan pengetahuan atas kekayaan, Ustadz lalu mengutip preferensi Imam Ali bahwa pengetahuan sebagai kekayaan sejati yang menuntun pada kemuliaan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Pengetahuan dapat mengarah pada kekayaan, tetapi kekayaan tidak menjamin pengetahuan.
“Puncak dari peradaban itu adalah akhlak,” ujar Ustadz Das’ad Latif yang dikenal sebagai sosok yang berani dalam beramar makruf nahi mungkar dalam ceramah-ceramahnya.
Dalam upaya membangun peradaban yang beradab dan berkemajuan, Ustadz lalu mengingatkan akan tiga prinsip utama, yaitu memperkuat ilmu, menjaga tutur kata, dan mempererat silaturahmi. Tutur kata yang baik mencerminkan kualitas peradaban, sehingga kritik perlu disampaikan secara santun dan konstruktif.
Menutup Tabligh Akbar, Ustadz yang menegaskan bahwa akhlak merupakan hasil akhir dari proses pendidikan.
Peran pendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, sehingga proses mendidik menjadi investasi jangka panjang yang terus mengalir pahalanya.
Selamat Milad ke-74 Yayasan Pesantren Islam Al Azhar
📅 7 April 1952 – 7 April 2026
Selama lebih dari tujuh dekade, Al Azhar terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang istiqamah dalam membina generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Semoga Al Azhar senantiasa menjadi cahaya peradaban, melahirkan insan unggul yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, dan kejayaan di setiap langkah pengabdian.
YPI Al Azhar Beradab, Berkemajuan, Gemilangkan Indonesia.💗
Salam
Dian Restu Agustina



Mbak Dian, saya bacanya pas belum sarapan, jadi salfok sama tumpengnya yang kondimennya berlimpah, hiasannya menarik dan size-nya mantep banget itu. Yg diukir jadi logo mesjid dan ucapan itu buah apa yah?
BalasHapusBaru ngeh Al Azhar afiliasinya ternyata menjangkau wilayah Nusantara dengan jumlah yayasan, sekolah dan siswa yang cukup banyak. Semoga dengan pertambahan usia semakin maju dan menghasilkan banyak tokoh-tokoh nasional yang bisa ikut memberi sumbangsih bagi kemajuan negeri. Aamin YRA.
Buah semangka, Mba...
HapusAamiin...
baru tau kalo Bapak Jimly Asshiddiqie jadi Ketua Pembina YPI Al Azhar
BalasHapusAnak sulung saya juga dulu SDnya di Al Azhar Cirebon
Sempat bingung apakah ini Al Azhar "asli" atau enggak, karena banyak sekolah menggunakan nama Al Azhar, kami diberitahu bahwa yang asli harus merupakan bagian dari YPI Al Azhar, selain itu bukan
Slogannya bikin merinding Mbak. "Beradab Berkemajuan Gemilangkan Indonesia" Salut untuk YPI Al-Azhar yang mengutamakan adab selalu di depan. Ini yang membuat saya dulu menyekolahkan si sulung di institusi pendidikan ini. Alhamdulillah Mbak Dian, adab selalu dia jaga dengan baik dan selalu teringat dengan pesan seluruh gurunya.
BalasHapusSemoga Al-Azhar senantiasa berkembang dan membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Aamiin Yaa Rabbalalaamiin.
Ukiran yang ada di buah semangkanya bikin aku mengingat salah satu konten kreator favoritku. Kebetulan, dia dulu sering membagikan konten mengukir buah gitu pas masih kerja di hotel.
BalasHapusAnyway, sukses selalu buat Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. 74 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk bertumbuh.
Masya Allah...ada Ustadz Das'ad Latif, salah satu ustadz favorit nih sejak di Makassar dulu. BTW, gak tahan pengen komentarin nasi tumpengnya, kelihatan enak dan rapi bener itu penataannya. Ya ampun jadi pengen, karena nasi tumpeng too much, endingnya daku ngenasi kuning ini mbak hahaha
BalasHapusSubhanallah, jadi teringat dengan kegiatan Milad rutin pondok saya dulu. Begitu penuh antusiasme, khusuk, dan tentunya momen melepas rindu dengan rekan sejawat yang dulu menimba ilmu pengetahuan bersama di bangku sekolah dan pesantren.
BalasHapusBarakallah YPI Al Azhar yang berulang tahun ke-74 dengan beragam kegiatan akbar, semoga selalu jaya dan menebar kebaikan aamiin. Rangkaian acara milad dengan meriah, diikuti tabligh akbar, serta peluncuran buku autobiografi sekretaris pembina, ceramah dan sebagainya, sungguh menambah khazanah keislaman. Setuju sekali dengan 3 prinsip utama tentang memperkuat ilmu, menjaga tutur kata, dan mempererat silaturahmi, insya allah mesti dijaga dan dipraktikkan dengan baik.
BalasHapusPeringatan milad seperti ini terasa penuh makna karena bukan hanya sekadar perayaan, tapi juga refleksi perjalanan panjang. Aku suka bagaimana momen seperti ini bisa mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan tujuan awal berdirinya sebuah institusi
BalasHapusSelamat untuk YPI Al Azhar yang berulang tahun ke 74! Saya malah jadi salfok sama tumpeng mini dan hiasan-hiasan makanannya <3 kondimennya banyakk dan unikk, malah saya tertuju ke sini ketimbang tulisan lain yang membicarakan rangkaian acara T.T
BalasHapusMaafkan sayaaa
MasyaAllah watabarokallah. Rangkaian acara milad YPI Al-Azhar ke-74 ini penuh dengan makna dan juga meriah, karena selain ada sirahan rohani dari Ustadz Das'ad Latif ada juga tampilan kreasi seni dari murid-murid Al-Azhar mulai dari tingkat TK sampai SMA.
BalasHapusMudah-mudahan YPI Al-Azhar semakin maju dan berkembang dalam bidang-bidang yang dikelolanya, termasuk dalam pendidikan. Semoga juga para siswa yang menempuh pendidikan di sana dapat menjadi out put yang memperlihatkan wajah Islam bukan semata simbol, tetapi sebagai entitas hasil didikan yang baik. Aamiin
Seru banget baca pengalaman di acara Milad ke-74 YPI Al Azhar ini. Nggak cuma sekadar perayaan, tapi juga penuh makna tentang kebersamaan, nilai adab, dan semangat untuk terus berkembang. Vibes kekeluargaannya juga kerasa banget hangat dan inspiratif.
BalasHapusselamat Milad ke-74 untuk YPI Al Azhar! Di era AI sekarang, pengingat beliau bahwa teknologi tak punya nurani itu sangat menyentuh. Senang sekali melihat Al Azhar tetap istiqamah menjaga khittah pendidikan dan dakwahnya hingga tersebar luas. Semoga terus gemilang melahirkan generasi yang cerdas intelektual sekaligus santun berakhlak bagi Indonesia!
BalasHapusWah, milad ke-74 YPI Al Azhar ini terasa hangat dan penuh makna, ya. Senang lihat acaranya bukan cuma seremonial, tapi juga jadi ajang silaturahmi dan semangat memajukan pendidikan.
BalasHapusSelamat Milad ke-74 untuk YPI Al-Azhar! Usia yang sangat matang dan membuktikan dedikasi yang luar biasa dalam dunia pendidikan kita. Angka 74 tahun itu bukan waktu yang sebentar, dan melihat konsistensinya sampai sekarang itu luar biasa.
BalasHapusAl Azhar saya tahu sejak era 80'an tidak terasa saat ini sudah 74 tahun. Perguruannya saat ini tersebar di Indonesia, pernah mengunjunginya saat di Surabaya.
BalasHapusTak terduga ternyata udah lansia aja YPI al-azhar. Lansia yang kian menyala sih tepatnya. Semoga kian banyak menebarkan manfaat.
BalasHapusbarakallah, yayasan al-azhar ini sama gak dengan yang di medan mbak, saya pernah mengajar juga sebentar sbg guru teater di al-azhar medan mbajk, sungguh lingkungan sekolah yang prestise, dan juga unggul dalam pembelajaran, tahniah
BalasHapusNama Sekolah Al Azhar yang berada di bawah YPI Al Azhar diikuti angka lalu area, misalnya untuk wilayah Jakarta Barat, YPI Al Azhar bekerja sama dengan Yayasan Al Ihkwan Meruya mengelola: TK Islam Al Azhar 9, SD Islam Al Azhar 8, SMP Islam Al Azhar 10 dan SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan
HapusSeru membaca pengalaman menghadiri Milad ke-74 YPI Al Azhar ini. Selain suasana yang penuh kebersamaan, pesannya juga kuat tentang pentingnya membangun generasi beradab dan berkemajuan. Bener sih mbaa, aku juga ngerasa bersyukur banget tiap diberi kesempatan menghadiri kajian semacam Tabligh Akbar. Rezeki lho bisa hadir dalam majelis ilmu gini. Setuju deh kalau generasi muda emang unggul secara intelektual namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kekuatan adab.
BalasHapusMasyaAllah, Al Azhar ini sudah memasuki 7 dekade ya usianya pastinya telah banyak menghasilkan lulusan terbaik tidak hanya segi ilmu saja tapi juga mencetak akhlak mulia.
BalasHapusKeknya Mbak Dian salah satu walmur yang aktif nih di sekolah anaknya :D
BalasHapusWow ultah ke-74, ternyata yayasannya sudah berdiri selama itu ya mbak? Agenda ultahnya selain launching buku, juga ada tauziah2 yang berarti dari para pengurus sekaligus pemuka agama ya. Menarik sekali terutama bagian tentang karakter dan mengingatkan soal kesombongan itu.
Ada pengumuman lomba2 juga pastinya dinanti oleh mereka yang beberapa waktu lalu ikutan berkompetisi :D
Sangat aktif sekali Mbak Dian, keren deh. Tema yang diusung pada acara miladnya pun jempolan. Beneran representatif sekali ya.
BalasHapusMilad ke-74 Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, acaranya bermanfaat dan bermakna banget. Semoga semakin sukses dan melahirkan generasi cerdas, berakhlak baik, dan beradab.