Kado Hari Ibu

Kado Hari Ibu saya kali ini judulnya cuti. Pagi diawali dengan dua ucapan, tulisan tangan dari dua kesayangan. Lalu ada pesan singkat jelas padat dari pasangan dunia akhirat. Lanjut ikut Nova City Tour with Trans Jakarta. Persembahan Tabloid Nova - Sahabat Wanita Inspirasi Keluarga, untuk pembaca setianya. Para Ibu yang istimewa, sehari bergembira bersama dengan tanpa dipungut biaya.

Berawal saat dua hari yang lalu ditelpon Nova, ditawari untuk ikutan. Dan, karena anak-anak dah kelar ujian, jadi "cuti " bisa diajukan.




Acaranya seru! Kumpul di base camp Nova di Kompas Gramedia, Kebon Jeruk. Lalu naik bis Trans Jakarta Pink - khusus untuk wanita, turun di halte Balai Kota. Trip pertama ke Museum Nasional (Museum Gajah). Museumnya bagus/modern, murah tiketnya(5 ribu Rupiah saja) dan lengkap koleksinya. Bisa jadi referensi untuk liburan keluarga di Jakarta. 

Bangunan yang dikunjungi adalah bangunan baru. Bangunan lama mulai Januari 2017 akan ditutup sementara karena ada revitalisasi. Karena sudah ada yang mulai libur sekolah. Jadi, museum ini ramai pengunjung kemarin. Ada juga rombongan wisatawan mancanegara yang ingin menikmati koleksi sejarah bangsa ini.

Ada empat lantai ruang pamer yang kami kunjungi. Mulai dari lantai 1 yang memperlihatkan sejarah manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Replika manusia purba, gua tempat tinggalnya, dan replika makamnya. Juga ada urutan penemuannya. Di lantai yang sama juga ada atrium tempat diadakannya latihan menari setiap hari Sabtu Pagi juga ada pertunjukan cara membatik setiap hari. 

Di lantai dua dan tiga ada berbagai prasasti atau replikanya. Seperti Prasasti dari Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Prasasti Batu Besar, Nekara alat pemanggil hujan dari NTT dan senapan panjang peninggalan Perang Padri. Di lantai empat ada regalia/ peninggalan turun temurun kerajaan di Indonesia. Jam buka Museum Selasa-Minggu. Untuk Selasa-Jumat buka dari 08.00-16.00. Sedangkan Sabtu-Minggu 08.00-17.00. Setiap Senin dan hari besar nasional tutup. 

Selanjutnya kami belajar membuat bunga dari kain perca untuk aksesoris - bros, bando, kalung - dengan memanfaatkan limbah di sekitar kita. Tutorial disampaikan oleh Ibu Ratnawati Sutedjo, yang punya pelatihan dan menciptakan lapangan kerja untuk penyandang disabilitas. Beliau adalah pemilik dan pendiri yayasan Precious One. Cantik sekali hiasan bunga yang dibuat sendiri. Bisa menginspirasi ibu-ibu untuk mendaur ulang limbah kain, mengisi waktu luang bahkan bisa jadi peluang untuk mendulang uang.

Setelah rehat untuk Ishoma, acara disambung tur keliling kota Jakarta. Naik bis tingkat gratis  City Tour, milik pemprov DKI Jakarta, dari depan Museum Nasional. Tujuannya Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta) di Kota Tua. Bisnya keren dan ada guide yang komplit ceritanya! Jadi tau deh sejarah Jakarta!Yeaay! Seperti, kenapa dinamakan Glodok, ternyata dulu daerah tersebut adalah Gelodog/teras/pintu masuk kerajaan Sunda Kelapa. 

Lalu kawasan Harmoni, diambil dari nama Harmoni, sebuah tempat hiburan khusus untuk kaum kaya Hindia Belanda. Dimana di halamannya ada tulisan "Dilarang masuk untuk pribumi dan anjing". Ada juga cerita tentang Menara BTN yang disebut Pos Jaga Monyet. Karena kawasan itu dulu adalah hutan belantara yang banyak monyetnya sehingga harus dijaga. 

Ada lagi cerita tentang sungai yang memanjang dari Juanda ke Glodok. Yang sebenarnya adalah kanal, sepanjang 3 km dan lebar asal 15 m. Sekarang sebagian sudah diurug dan berubah fungsi jadi jalan, jadi lebarnya tinggal 5 m saja. (Pantesan, jadi banjir Jakarta ya - salah satu sebabnya mungkin ini) . Lalu Gedung Arsip, dulunya adalah Rumah Dinas Gubernur VOC. Dan, masih banyak cerita menarik lainnya.

Museum Fatahillah menyimpan cerita/benda bersejarah kota Jakarta. Ada bekas penjara bawah tanah untuk tahanan pria dan wanita, pedang pancung, meja kursi untuk rapat kaum pejabat Hindia Belanda, prasasti dan lain-lain, peninggalan dari jaman Fatahillah sampai masa penjajahan Belanda. Jam buka Selasa - Kamis 08.30 - 14.30 Jumat 08.30- 11.30 Sabtu 08.30-13.10 Minggu 08.30-14.30 Senin dan hari besar nasional tutup.

Akhirnya perjalanan berujung dengan kembali ke base camp Nova. Lalu, pulang ke rumah dengan tentengan hadiah.(Thanks๐Ÿ˜)

Hari Ibuku yang haru biru. Terima kasih untuk semua ucapan indahnya.
Selamat Hari Ibu untuk semua.
Semoga kita semua bisa jadi Ibu yang lebih baik lagi untuk keluarga, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Aamiin

Ucapan dari kesayangan


Nova City Tour
Di depan Museum Nasional


Nova City Tour



Bis Tingkat City Tour Jakarta...keren!


Bertemu teman baru....


Ibu Ratnawati Sutedjo




Meja bundar dari 1 lingkaran pohon jati. Diameter 2,5 m


Rombongan NOVA City Tour with Trans Jakarta


Ingin Tahu Hal Baru

Dulu, sebelum pernah tinggal di negeri empat musim, saya selalu ingin tahu rasa dinginnya salju. Tapi, apa daya ternyata saya tinggal di Louisiana yang berada di sisi Selatan benua Amerika yang tak ada saljunya. 


Memburu rasa ingin tahu, saat itu, saya dan keluarga, pun melakukan perjalanan ke daerah yang bersalju. Disana, saat nampak saljunya, tak sabar memegang dan merasakan sensasi ademnya...Dan, akhirnya dengan penuh perjuangan, terbayar kontan rasa penasaran. Alhamdulillah

Setahun belakangan suami dan saya menjawab rasa ingin tahu dengan mencoba belajar hal baru. Suami saya berlatih piano, dari yang tidak bisa sama sekali, belajar dari nol bareng anak-anak yang mungkin masih ngompol. Lantaran kemauan besar diiringi rutin latihan, akhirnya rasa ingin tahunya terlampiaskan. Dan, rangkaian nada lewat piano pun bisa dimainkan. 

Saya, yang merasa sok bisa menulis, terus berlatih merangkai kata baris demi baris. Menambah wawasan untuk bahan tulisan dari berbagai bacaan. Bergabung dengan komunitas dan mengikuti beragam pelatihan kepenulisan. Yang semuanya itu saya lakukan untuk menjawab rasa penasaran. 

Rasa ingin tahu akan membuat kita mencoba hal-hal baru. Yang belum pernah kita rasa sebelumnya. Yang selama ini hanya menghiasi mimpi. Yang jadi angan-angan sejak kapan-kapan. Yang dicita-citakan dan belum kesampaian.

Mau tahu cara menyetir mobil, memacu kita berlatih sampai terampil. Saat ingin lancar berbahasa asing, kita jadi rajin browsing. Bikin kue keringnya mau lihai, praktek terus sampai piawai.

Pupuk terus rasa ingin tahumu. Cobalah hal-hal baru. Keluar dari zona nyamanmu. Lihat keluar sana, agar pikiran terbuka. Belajarlah pada siapa saja, ilmu baru yang berguna. Karena Allah mewajibkan kita terus belajar, sampai tiba saatnya pulang.๐Ÿ’–



Salam Semangat

Dian Restu Agustina

Belanja dengan Bijaksana

Belanja dengan Bijaksana!! Ya, Saya memilih untuk belanja dengan bijaksana. Kalau memang di warung tetangga ada - ya beli disana, jika ternyata tak tersedia, bisa beli di tetangga dunia maya, atau di tempat lain yang menjualnya (asal ada uangnya). 


tips belanja


Saat sosial media meraja, pengertian "tetangga" memang berkembang.Tetangga bukan hanya orang yang tinggal di dekat rumah kita saja, tapi bertambah dengan orang yang ada di daftar "Teman" akun sosmed kita. 

Nah, berarti kita pun bisa membeli dari tetangga sosmed kita, jika barang yang kita butuhkan ada.


Coba lihat teman yang sering menghiasi akunnya dengan beragam barang atau makanan menarik dengan harga ciamik. Kalau tertarik, tinggal klik - inbox an - transfer uang - barang datang - teman riang - kita senang .


Bukan hanya barang, banyak teman kita yang menawarkan jasa. Jika kita perlu, kenapa tidak kita kontak dulu. Ada yang terima jasa konstruksi, sewa mobil, les private, training online, service listrik atau jasa penulisan (seperti saya ... hahaha).


Namun, berbelanja pada tetangga dunia maya pun perlu etika : 


1. Hindari menawar harga dengan mati-matian atau berharap mendapat diskon gede-gedean. Jangan mentang-mentang adik ipar, terus minta beli 1 gratis 1 (kecuali kalau dia jual sepatu - pasti kita dapat satu biji + gratis satu biji) Ingat mereka penjual bukan badan amal.


2. Membeli pada mereka berarti menyambung silaturahmi. Yang sudah bertahun-tahun ngga reuni jadi bisa saling mengunjungi (meski uang/ barangnya yang reuni duluan dan orangnya belakangan ) 


3. Berbelanja ke mereka artinya ikut mensukseskan program pemberdayaan masyarakat/usaha kecil menengah/wirausaha mandiri. 


4. Sedangkan, untuk penjual pun ada etikanya. Jangan karena yang beli teman, kirim barang kelamaan, terima kasihnya kelupaan, atau gegara nggak enak ati- padahal nggak ikhlas - tetep kasih diskonan


5. Kalau di warung tetangga barang yang dicari tak ada, tetangga sosmed pun tak punya, hak kita sebagai pembeli untuk berbelanja di mana saja, asal dengan bijaksana ( misal : utamakan produksi negeri sendiri, kalo punya uang ya belanja, kalo nggak ya hutang dulu saja..ups maksudnya tunda saja )

Percaya Saya Bisa

Saya adalah penderita Acrophobia atau takut pada ketinggian. Jika berada di tempat dengan ketinggian tertentu, saya bisa merasa tegang, mual, pusing, berkeringat dingin dan jantung deg-degan ( kayak ketemu mantan..haha)


Percaya Saya Bisa


Jika berada di ujung tangga lantai dua dan harus melihat ke dasar tangga di lantai satu, sudah bikin napas saya tak tentu ..hiks

Tapi itu dulu. Sekarang saya jauh lebih baik dari itu. Mau tau siapa yang membantu ?

Ibu!!

Waktu kecil kami pergi ke rumah kerabat yang berlantai dua. Saya takut naik tangganya. Saya digandeng Ibu cuma sampai di tengahnya karena keringat dingin mulai terasa. Beliau lalu mengajak turun dan tidak memaksa. 

Untuk menaklukkan puncak Candi Borobudur pun saya sampai harus butuh waktu 6 kali kunjungan. Kelas 2 SMP, Ibu menggandeng saya di tangga, menuju puncak stupa sambil terus menyemangati : 

" Ayo, nyawang o nduwur ae, tujuan e kae, stupa sing gede dewe, ora usah noleh nyang ngisor neh!" 

("Ayo, lihatlah ke depan, tujuannya itu, stupa terbesar, tidak usah lihat ke bawah lagi!")

Dan, akhirnya saya bisa sampai ke puncaknya! 

Sejak itu rasa takut saya pada ketinggian makin memudar. Fokus pada tujuan memang harus jadi pegangan agar hati tak gentar.

Sama halnya dalam kehidupan. Kita seringkali menilai diri tak sanggup menjalani. Padahal sebenarnya kita mampu. Atau bahkan bisa lebih dari itu

Kita takut mencoba padahal kita bisa. Kita merasa gagal sedangkan usaha belum total. Kita terlalu meremehkan diri padahal banyak potensi belum tergali. Kita maunya kerjain semua sehingga lupa fokus pada tujuan semula. Kita kebanyakan rehat sedangkan orang lain sudah hebat. Kita lebih sering bilang ntar dulu daripada terus maju. 

Aah, tapi itu dulu. Mulai sekarang kita bilang : " Percaya, Saya Bisa!"

Ingat, Kamu Perempuan Hebat !




Jangan sepelekan ~ perempuan rumahan ~ yang biasanya dasteran ~ karena sekalinya ke kondangan ~ bisa bikin kamu kliyengan! 

Pernah diabaikan? Dianggap tidak ada? Diremehkan oleh orang terdekat, terutama pasangan?๐Ÿ˜ข

Jangan kecil hati! Mungkin yang lupa kalau kamu ada di sebelahnya, sedang amnesia. Jika kamu tetap mengingatnya dimana pun kamu berada, dan dia tidak berlaku sebaliknya. Bersyukurlah, berarti ingatanmu belum lelah #Alhamdulillah ๐Ÿ‘๐Ÿ˜‰

Jangan pernah merasa kamu bukan siapa-siapa! Suami yang makin jaya karirnya, tambah lancar rejekinya, lebih kinclong sampe bikin perempuan lain terbengong-bengong. Pasti itu karena doa yang kamu pinta pada Yang Maha Kuasa. Tentu itu berkat dukunganmu saat dia jatuh dan tersedu. Yakinlah semua terjadi karena kamu mengurusi suami lebih dari diri sendiri. #Hmmmm๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜†

Jangan pedulikan cibiran, tentang apa sih yang bisa kamu lakukan! Lihat anak-anakmu. Yang tumbuh sehat karena kamu rawat. Yang pintar karena kamu ajar. Yang jadi anak baik karena kamu didik. #Wow ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘

Jangan hiraukan jika ada yang mengatakan kerjamu di rumah hanya tidur-tiduran. Coba renungkan saat akan beranjak ke peraduan. Apa saja yang telah seharian kamu kerjakan. Rumah rapi tak berantakan. Selalu ada makanan di meja makan. Suami dan anak terurus tak terabaikan. #Yesss๐Ÿ˜‹

Tetap dengar omongan yang menyakitkan hatimu? Mereka pasti tak tahu sumbangsihmu untuk keuangan keluargamu. Kamu yang mengatur uang bulanan agar cukup untuk ini itu. Pun ada yang jualan dan kerja sampingan untuk menambah penghasilan.#Hebat ๐Ÿ˜‰

Jadi usir risau dan galau! Ingat, kamu Perempuan Hebat! Sungguh, kamu Ibu Tangguh! Jalani saja peranmu sebaik-baiknya! Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.๐Ÿ˜˜๐Ÿ’

Subur = Makmur ?






Sebentar lagi, saat pulang kampung, saya harus siap dihujani komentar yang sama : " Kok kuruuu eram!" (kok kurus sekali) ๐Ÿ˜

Lalu akan berlanjut dengan kalimat seperti : "Ojo kuru-kuru, Rodok dilemokne ben seger, Wis makmur i kudune awake subur..dll, dst !"(Jangan terlalu kurus, Gemukin sedikit lah biar segar, Kalo udah makmur harusnya badannya subur....)
#glodaggg ( Alhamdulillah ada yg doain makmur, Aamiin ๐Ÿ˜ )


*Memang serba salah yaa, gemuk dikomentari, kurus dinasihati..terus pas e piye ?* ๐Ÿ˜ท๐Ÿ˜”๐Ÿ˜‚


Saat baru menikah, berat badan saya 47 kg. Selama 3 kali hamil-melahirkan-menyusui ( FYI : anak pertama saya meninggal saat umur 13 hari), berat badan sempat naik ke angka 60 kg. Biasanya setelah beberapa bulan lahiran, akan balik ke angka semula. Seperti hari ini, setelah 14 tahun berlalu, berat saya cuma naik tipis, jadi 48 kg...( sebenarnya dikasih makan nggak sih sama suami hihihi)๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜


Saya jadi bertanya-tanya, benarkah bahwa subur itu sama dengan makmur? Atau bahwa makmur itu harus subur?


1. NGGAK SAMA. Buktinya Pakdhe Jokowi badannya segitu-gitu saja. Paklik Mark Z juga sama. Kalo subur ya subur saja. Makmur? Nanti dulu. Bisa jadi dia makmur hati, artinya dia woles aja dengan hidupnya --> dinikmati - dijalani - disyukuri. Jadi meski belum makmur materi, dia nggak terlalu ambil hati #eaaaa ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ’ช


2. NGGAK USAH dipikirin kalau Anda saat ini subur duluan meski belum makmur beneran. Kalo ada yg nyindir : "Makmur bener sekarang!" Bilang Alhamdulillah dan Aamiin-in aja! Karena itu adalah sebuah doa agar pundi-pundi kemakmuran menghampiri kita #yeaay ๐Ÿ‘๐Ÿ™


3. NGGAK PERLU kecil hati kalau Anda senasib dengan saya. Kurus-kurus cabe rawit. Sekali ngletus rasanya menggigit. Ngga perlu iri hati kalau Anda berbeda nasib dengan saya. Meski subur yang penting tetap bersyukur. Memang begitulah hidup : Allah yang takdir-in, kita yang jalanin, teman sosmed yang komentarin. #haha ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜˜


4. Subur tidak sama dengan Makmur : Karena mereka adalah 2 orang yang berbeda #selesai ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘…



When Feeling Bad is not Enough



Aceh diguncang gempa. Ratusan orang tewas, terluka dan kehilangan harta benda. Suriah diguncang perang yang tak berkesudahan. Membuat ratusan ribu nyawa melayang, jutaan orang mengungsi dan beberapa kotanya beranjak mati.๐Ÿ˜ญ


Bencana seringkali terjadi di sekitar kita. Baik itu bencana alam maupun kemanusiaan. Kita ingin sekali membantu tapi apa daya jarak dan waktu tak mengijinkannya. Jadi harus bagaimana yaa? 


1. Cari informasi tentang lokasi dan keadaan terkini dari media yang terpercaya (karena banyak yang ngawur beritanya).๐Ÿ”๐Ÿ’ป๐Ÿ“บ


2. Pertimbangkan bantuan apa yang tepat untuk diberikan. Kalau kita dekat, bisa langsung dibawa ke tempat. Bawa barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan pengungsi. Seperti : baju dalam, alat sholat, peralatan mandi, makanan siap santap, popok sekali pakai, atau baju bayi.๐Ÿšผ๐Ÿฑ


3. Relawan. Jika kita seorang profesional dan bisa menjadi relawan, daftarkan diri pada organisasi resmi yang bisa menjembatani. Apakah itu petugas medis, guru, pendongeng anak, psikolog atau fotografer.๐Ÿ“ท๐Ÿ’‰


4. Bantuan uang adalah yang paling efektif untuk diberikan. Salurkan kepedulian kita lewat organisasi resmi yang memang menyalurkan bantuan ke korban. Hati-hati karena banyak lembaga bantuan yang abal-abal. Sumbangkan lewat badan resmi misalnya PMI, UNICEF atau lembaga kemanusian independen yang kredibel. Sekarang mau menyumbang itu gampang. Bisa lewat transfer bank, donasi online (tinggal klik-masukkan jenis pembayaran yang dipilih-selesai), sumbangan tunai di konter lembaga yg dibuka di pusat perbelanjaan atau jemput donasi (tinggal SMS nanti donasi diambil petugas). Berapapun bantuan kita, akan meringankan penderitaan korban.๐Ÿ’ท๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ต๐Ÿ’ณ


5. Sebarkan! Ajak saudara dan teman dalam gerakan kemanusian. Lebih banyak yang peduli akan lebih baik lagi. Tapi jangan asal menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Pikir sebelum share!๐Ÿ’๐Ÿ‘ด๐Ÿ‘ฑ๐Ÿ‘ฎ


6. Doa. Mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran. Mohon Allah SWT menjauhkan dari segala bencana dan mengakhirkan peperangan. Juga agar semua pihak yang berkepentingan terbuka mata dan hatinya bahwa perang hanyalah sebuah kesia-siaan.๐Ÿ™๐Ÿ’–

Hutang yang Tak Kunjung Padam

Hutang yang Tak Kunjung Padam? Waaah, kok bisa? Bermula dari cerita, sesudah menikah, saya pindah mengikuti suami dan tinggal di rumah dinas, fasilitas dari perusahaan tempatnya bekerja. Saya keluar dari pekerjaan dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Saat itu kami berdua memulai hidup dari nol. Modal awal kami hanya beberapa perabot rumah tangga dan sebuah sepeda. Sederhana tapi bahagia.

Tips atasi hutang



Kok tidak mencicil motor atau mobil? Jawabannya : karena kami berdua tipe yang takut berhutang. Hutang menurut kami, bisa membuat tidur tak lelap, makan pun tak lahap. Jadi, kami pun bersabar, menabung sampai sebuah motor pun bisa terbeli. Meski saat itu, mobil tetangga begitu menggoda, tapi kami berusaha menutup mata dan berpegang teguh pada keyakinan semula.

Lalu, sebuah rumah milik sendiri, kami cantumkan di daftar mimpi tertinggi. Dan itu terwujud beberapa tahun kemudian, saat harus pindah ke ibukota, dan tak ada lagi fasilitas rumah dinas. Tapi, ternyata tabungan yang digadang-gadang bisa ditukar dengan rumah impian, apa daya tak mencukupi. Jumlahnya hanya bisa menutupi uang muka saja (bahkan masih kurang). Akhirnya dengan berat hati kami pun terpaksa berhutang. Dengan satu janji, saat ada uang, hutang akan segera dilunasi.

Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan niat kami. Suami mendapat bea siswa sekolah di Amerika. Di sana, kami meneguhkan hati, menyisihkan uang untuk dua tujuan utama : bayar hutang dan.... jalan-jalan! (mumpung lagi di sana, kapan lagi ada kesempatan) Akhirnya, begitu pulang ke tanah air, hutang bisa terbayar. Meski begitu, sampai sekarang, prinsip menghindari hutang masih tetap kami pegang.

Hutang, memang seringkali diremehkan dalam keseharian. Banyak sekali dari kita yang berhutang sana-sini bukan untuk kebutuhan utama melainkan untuk memenuhi gaya hidup saja. Belum lunas yang satu, sudah ambil cicilan baru. Padahal penghasilannya tetap segitu-gitu. Ujung-ujungnya hidupnya tak tenang karena dikejar-kejar pemberi hutang. Bahkan keluarga jadi terlantar, lantaran kebutuhan hidup tak terpenuhi, gegara uang musti disetor kesana kemari.

Lalu bagaimana sebenarnya cara yang tepat untuk menyikapi hutang?

1. Pikir Panjang Sebelum Berhutang

Mau itu hutang baju 100 ribu, atau mobil keluarga seharga 100 juta. Dua-duanya sama! Pikirkan matang-matang sebelumnya. Perlu enggak sih dibeli? Cek dulu lemari, jangan-jangan saat sudah di rumah, warna baju yang sama sudah ada tiga. Pun, jika mobil ternyata hanya dipakai sekali waktu, kenapa tidak menyewa saja saat perlu. Pertimbangkan sebelum memutuskan!

2. Cek Dulu Kantongmu

Keluar rumah sebentar, melirik mobil cantik atau motor tipe terbaru yang unyu-unyu. Ketemu teman sudah tukar ponsel teranyar atau tetangga pakai gamis modis yang manis. Duh, pengen! Belum lagi iklan yang bertaburan di sosial media kita. Lalu, brosur penawaran cicilan motor, mobil,  sampai panci,... di pusat perbelanjaan. Semua disertai iming-iming bisa dicicil sekian bulan. Hingga kita tergoda, langsung beli tanpa berpikir ulang lagi. Seharusnya saat membeli mobil, meski sudah punya uang DP-nya, kita harus hitung juga biaya-biaya lainnya. Ingat, bukan hanya cicilan yang harus kita bayar. Kita juga harus mengeluarkan biaya untuk bahan bakar, biaya perawatan, parkir/tol dan pajak kendaraan. Jangan sampai kita keteteran sampai-sampai mengorbankan biaya untuk kesejahteraan keluarga.

3. Jika Hutang Sudah di Tangan

Kalau ternyata sekarang Anda adalah Hutangers (orang yang berhutang), cobalah tinjau ulang keuangan. Hitung besaran pendapatan, pengeluaran dan kewajiban apa saja yang harus dibayarkan. Prioritaskan membayar hutang. Apalagi yang ada embel-embel suku bunga yang tinggi. Tutup mata dan telinga dulu dengan rencana beli barang yang baru. Pertimbangkan menjual aset, jika perlu, untuk membayar hutang dulu. 

4. Lakukan Pembayaran Pada Waktunya

Cicilan bulanan yang lewat dari tanggalnya akan menambah besar jumlah yang harus dibayar bulan berikutnya. Belum lagi denda/penalti bahkan pencabutan kepemilikan oleh kreditor pun bisa dilakukan. Semua karena keterlambatan pembayaran. Juga tinjau kepemilikan kartu kredit Anda. Cukup punya satu kartu saja, misalnya, yang memang dipakai untuk tujuan mempermudah pembayaran. Agar kemana-mana tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Manfaatkan kepraktisan yang ditawarkan. Gunakan dengan bijak. Lakukan pembayaran tagihannya secara penuh pada waktu yang ditentukan. Karena jika hanya pembayaran minimum saja yang dibayar berarti hutang plus bunga yang harus Anda bayar makin meninggi.

5. Cari Tambahan Penghasilan

Biar hutang cepat lunas carilah tambahan penghasilan. Misalnya, daripada mobil jarang dipakai lebih baik disewakan atau dimanfaatkan untuk layanan taksi online. Rupiah datang, hutang berkurang! Atau terima pesanan kue, membuat kerajinan, jualan online, atau apapun, sesuai dengan potensi yang  Anda miliki.

6. Jangan Tambah Hutang Lagi

Belum kelar satu atau dua cicilan, sudah berencana menambah hutang baru? Tuntaskan dulu yang lama! Menambah hutang lagi, sama saja cari perkara. Ubah pola pikir, bahwa hutang adalah satu-satunya solusi akhir. Hindari berhutang! Jangan sampai Anda hidup dengan berpegang pada peribahasa baru, yaitu : "Hutang yang Tak Kunjung Padam!"






Secangkir Kopi ~ Sebaris Mimpi







Suami dan saya berasal dari keluarga yang sederhana. Jangankan untuk keliling dunia, bisa bersekolah saja bagi kami merupakan wujud impian terindah.๐Ÿ˜.

Kami berdua sama, enam bersaudara. Suami anak kelima dan saya anak bungsu di keluarga. Orang tua pun sama berprofesi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa aka Guru. Bisa sampai ke strata Sarjana itu sudah merupakan perjuangan mati-matian. Satu yang kami jadikan pedoman, pesan orang tua bahwa warisan terbaik yang bisa ditinggalkan  orang tua untuk anak-anaknya adalah adalah ilmu pengetahuan. Harta melimpah bisa habis dalam sekejap mata. Berbeda dengan ilmu yang akan kita bawa sampai maut menjemput.

Karena itu, berusaha keras adalah jawabannya. Doa di awal usaha sebagai pengingat bahwa Yang Maha Kuasa lah yang punya hak prerogatif untuk menentukan hasilnya. Tugas kita hanya berupaya sekuat tenaga. Tak ada yang bisa mengubah nasib diri selain kita sendiri. Nikmati semua prosesnya, jalani segala riaknya. Seperti saat kita menikmati secangkir kopi. Kadangkala ada rasa pahit bila kopi itu tak bergula. Lain waktu jika kelebihan takaran krimernya jadi hilang keaslian rasa kopinya. Atau kala manisnya gula malah mendominasi rasanya jadi bukan kopi lagi. Begitu juga perjalanan menuju kesuksesan. Jatuh bangun seharusnya membuat kita makin kuat dan hebat.

Alhamdulillah, berkat doa dan usaha, Allah SWT menghadiahi kami, tidak saja dengan mengabulkan, bahkan melebihkan semua impian. Membuat kami merasa bahwa sebenarnya tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa. ๐Ÿ™

Teruslah bermimpi! Jangan pernah berhenti! Teruslah mencari ilmu sampai tutup usiamu. Tambahlah wacana agar wawasanmu makin kaya. Jalin silaturahmi untuk memperpanjang umur dan meluaskan rezeki.๐Ÿ’ž

Dan, yang terpenting segera bangun dari mimpi. Karena mimpi butuh realisasi !๐Ÿ’ช๐Ÿƒ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘



Liburan Tuntas, Datanglah Si Malas



Klenteng Sam Poo Kong ~ Semarang

Libur panjang akhir pekan baru saja melenggang. Ada yang kemarin puas jalan-jalan ke berbagai tempat wisata atau pulang kampung menjenguk orang tua. Sementara yang di rumah saja, seperti saya, puas selonjoran dan bersantai sejenak dari kewajiban. 
Ketika libur usai dan rutinitas harus kembali seperti biasa, barulah terasa! Duh, malasnya! Liburnya udahan yaaa? Kok cepet banget..!๐Ÿ˜

Bad mood kembali datang. Padahal tiga hari badan dan pikiran sudah diisi ulang. Harusnya fresh malah ngeles..#Huaaaaaaa!! Terus harus bagaimana menyiasatinya?

1. Susah Tidur

Biasanya mendera saat malam terakhir libur. Terbayang esok hari setumpuk pekerjaan telah menanti. Atau banyak janji yang harus ditepati. Tidur jadi tak nyenyak dan mimpi dijamin tak enak.

Atasi hal ini dengan melakukan rutinitas menyenangkan sebelum ke peraduan. Membaca bacaan kesukaan, mengisi teka-teki silang atau menonton film jenaka yang bisa bikin hati gembira. Asalkan tidak tidur kemalaman, karena esok hari energi penuh masih dibutuhkan.

2. Bangun Tidur

Aura liburan seringkali masih menghampiri di pagi hari. Rasa enggan tak kunjung hilang. Akhirnya, bad mood pun menjemput!

Sesaat sesudah bangun tidur coba tenangkan diri. Bagi yang Muslim ambil air wudhu dan tegakkan sholat. Atau lakukan meditasi/doa pagi bagi yang beragama lain. Beberapa menit saja agar keluar spirit dari hati terdalam sehingga Anda siap menghadapi hari dengan gagah berani.

3. Tidak Sempat Sarapan

Makan yang paling utama dalam sehari adalah sarapan karena merupakan sumber energi awal bagi badan. Tapi, lantaran buru-buru dikejar waktu, sarapan pun kadang terlupakan.

Siasati dengan sarapan kilat tapi sehat. Pisang, telur orak arik, sereal, roti isi tambah segelas susu, bisa jadi pilihan karena tak perlu waktu lama penyajiannya. Ingat, tidak sarapan bisa memicu Anda menjadi uring-uringan karena kelaparan.

4. Pekerjaan Tak Terselesaikan

Karena masih dalam suasana liburan, akhirnya terbawa ke pekerjaan. Anda merasa pekerjaan begitu lama selesainya. Tumpukan file di meja seperti tak ada habisnya. Pekerjaan rumah tangga sudah dicicil belum kelar juga. Aduh, bagaimana ya?

Di awal, coba Anda susun rencana hari ini apa saja yang akan dilakukan. Dahulukan dulu yang perlu. Yang bisa ditunda dikerjakan nanti saja. Rencana akan membantu Anda merampungkan tugas sesuai prioritas. Dan, akhirnya semua bisa tuntas.

5. Coba Libur Terus, Pasti Enak Yaaa !

Sekembali dari libur panjang akhir pekan, Anda jadi baperan: "Enak benar kalau banyak libur bisa santai macam di pantai!"

Haloooo! Liburan itu perlu biaya. Lha kalau Anda enggak kerja, mau dapat duit dari mana? Ayo, sekarang kerja lagi, cari rejeki,..agar bisa pergi-pergi!๐Ÿ˜Ž


Semangat yaaaa !๐Ÿ˜‰





Ayah, di Bahumu Aku Bersandar

Ayah, di Bahumu Aku Bersandar, demikian judul Buku Antologi Puisi berisi 120 karya 60 Penulis Nusantara, diterbitkan oleh FAM (Forum Aktif Menulis) melalui divisi penerbitannya FAM Publishing. FAM ada di famindonesia.comterbit : Mei 2015/FB Forum Aktif Menulis

Di dalam buku ini ada 2 karya saya yang bertajuk "Bapak (Pahlawan Hidupku)" dan "Bapak (Belahan Jiwaku".

Dan....ini dia penampakannya:





Bapak (Pahlawan Hidupku)

Jalannya tertatih raganya mulai letih
Badannya mengurus pipi pun kian tirus
Kulit telah berkeriput, giginya hampir puput
Mata tak lagi awas, tutur tak jua lampias

Kemudaannya direnggut masa
Kegagahannya ditaklukkan kala
Kebugarannya dikalahkan lara
Kenangannya ditumbangkan lupa

Kita memang jarang punya waktu berdua
Kesibukan menyitamu dari pagi hingga senja
Tapi tak pernah kau ujar sambat
Akan tanggung jawabmu yang berat

Kau hanya ucapkan sebaris kalimat
Yang mewalikan beribu amanat
Kau cuma menatapku teduh
Namun lukaku bisa luruh

Tidaklah harta maupun banda
Atau foto bertoga di ruang keluarga
Citamu untuk keenam ananda
Jadi insan yang berguna bagi sesama

Harap terujar doa terpanjat
Semoga Bapak sehat wal afiat
Terima kasih telah berkorban jiwa raga
Yang Kuasa yang bisa membalasnya






Bapak (Belahan Jiwaku)

Sosok gagah sekala menjaga
Hati tegar senantiasa berlapang dada
Paras teduh tak suah mengeluh
Semangat membaja tak jua mengaduh

Bertaruh jasad dan hayat
Abaikan lelah dan penat
Raga berpeluh bersimbah keringat
Silapkan lara dan lasat

Pergi pagi balik petang
Di sini sering kali disana terkadang
Demi meraih sebuh impian
Keluarga yang berkecukupan

Tak lagi peduli pamrih diri
Lena pula hasrat pribadi
Tekad bulat di hati terpatri
Untuk keraharjaan anak istri

Adakalanya kau diam di sudut ruang
Berlidah kelu hampa memandang
Meski pikiran berjebah ganjalan
Tidaklah kau jadikan beban

Terima kasih telah lila mengemban
Tulus ikhlas melakoni peranan
Semoga Yang Kuasa selalu memberi Bapak perlindungan
Anak istrimu selalu mendoakan







FAM Publishing

Kumpulan Puisi


FAM Publishing

Buku Kumpulan Puisi


Salam Semangat

Apakah Pernikahan Anda Kudet (Kurang Update )?

Apakah Pernikahan Anda Kudet (Kurang Update)? Segala sesuatu perlu diperbarui untuk mengikuti era terkini. Misalnya, aplikasi ponsel pintar yang secara berkala diperbarui oleh penyedia layanan dengan fitur terakhir agar kian mutakhir. Fashion bergerak maju dengan model-model terbaru yang membuat trend lama tak lagi laku. Bermunculan penemuan terdepan dalam berbagai bidang kehidupan yang membuat hidup kita semakin dimudahkan. 

Apakah Pernikahan Anda Kudet (Kurang Update )?


Pembaruan penting agar manfaat makin dirasakan, fungsi lebih dinikmati serta kebaikan akan didapatkan. Demikian juga pernikahan. Dari tahun ke tahun jika begitu-begitu saja jalannya, lama-kelamaan akan kehilangan esensinya. Rasa jenuh bisa tumbuh. Rasa bosan pun akan datang. 


Nah, karena itu pernikahan pun perlu di update. Hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan pasangan suami istri perlu diperbarui. Antara lain : 

Dulu:Komunikasi belum semudah saat ini. Harus menelepon dulu atau berkirim surat/surel untuk bertukar kabar dengan pasangan. Susah kan? 

Kini:Teknologi telah memudahkan pasutri untuk menjalin komunikasi meski jarak memisahkan. Berbagai layanan pesan singkat di ponsel pintar, lewat sosial media yang kita rajin update statusnya, juga telepon/telepon video berbasis internet yang hemat biaya. Hanya dibutuhkan koneksi internet dan klik bisa saling tanya kabar. Manfaatkan teknologi untuk mempererat hubungan pasutri. 


Dulu:Berantem? Selesaikan saat itu juga. Jangan bawa permasalahan ke tempat tidur! 

Kini:Kadangkala pasutri perlu menenangkan diri agar menemukan solusi. Apalagi jika keduanya merasa tak bisa berpikir lagi karena seharian sudah capek berkegiatan. Buat kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan keesokan hari. Tidur saja dulu! Tubuh butuh energi untuk mencerna semuanya. Otak perlu rehat sejenak untuk mencari solusinya. 


Dulu:Waspada puber kedua pada pria! Di pertengahan usia, saat pria di puncak karirnya dan di atas tahtanya. Kabarnya, pria akan mencoba untuk berpetualang dalam hubungan terlarang. Waspadai jika hal ini menghampiri suami! 

Kini:Puber kedua bisa mendatangi siapa saja! Baik pria maupun wanita. Sosial media bisa menjauhkan yang dekat dan memupuk hubungan terlarang semakin erat. Atau, lingkungan kerja, yang membuat lebih lama waktu bertemu kolega, daripada berjumpa dengan pasangannya. Perlu komitmen pasangan suami istri agar hubungan pernikahan tetap kuat. Sediakan waktu untuk berdua. Lakukan hal-hal baru yang bisa menyegarkan pikiran dan perasaan. Jadikan agama sebagai pegangan dan tujuan awal berkeluarga menjadi pondasinya. 


Dulu:Hubungan intim sekedar dilakukan karena kewajiban. Karena sudah menikah ya, wajarlah kalau harus berhubungan suami istri. Sudah itu saja! 

Kini:Kebiasaan akan berujung pada kebosanan. Tak ada salahnya berdua membicarakan hal-hal baru yang bisa dilakukan untuk menyegarkan hubungan, dengan tetap berpegang pada agama dan norma. Pergilah menginap saat akhir pekan tanpa mengajak anak-anak untuk sebuah bulan madu singkat. Atau merubah penampilan agar lebih menyenangkan saat bersama pasangan. 


Dulu:Saat anak-anak pergi dari rumah untuk sekolah atau bekerja berarti tak ada lagi hal yang bisa mempererat hubungan suami istri 

Kini:Saat tidak ada anak lagi berarti adalah waktu bebas untuk berdua saja. Bisa berolahraga bersama, sekedar bermalas-malasan nonton TV ditemani camilan dan kopi, atau pergi ke tempat liburan yang dulu diimpikan bersama pasangan. 


Nah, kalau pernikahan Anda ternyata kudet, segera di update yaaaaa….! Selamat dan semangat mencoba!


Salam Hangat

Cantik Itu Ejaannya C A N T I K!

CANTIK Itu Ejaannya C-A-N-T-I-K!
Woman is God’s best creation!

Perempuan itu ciptaan terindah Tuhan. Begitu orang bijak bilang. Setiap perempuan terlahir cantik. Dan, cantik selalu diidentikkan dengan berkulit putih, badan langsing, rambut hitam panjang, seperti yang dipamerkan di iklan produk-produk kecantikan. Padahal, CANTIK itu ejaannya C-A-N-T-I-K, bukan P-U-T-I-H atau L-A-N-G-S-I-N-G. 


CANTIK Itu Ejaannya C-A-N-T-I-K!


Setiap perempuan pasti cantik. Meski kulitnya sawo matang, tak nampak lagi lingkar pinggang atau berambut ikal mayang.  



Cantik itu yang seperti ini :

  • Roman yang Rupawan

Rupawan itu memancarkan kebaikan, kebenaran dan kejujuran yang bersumber dari dalam hati. Melakukan kebaikan yang tulus bukan modus. Menyampaikan kebenaran yang sesuai logika bukan prasangka. Dan, menjalankan kejujuran yang ikhlas tak berbatas.

  • Mata yang Jelita

Mata yang melihat orang lain dari sisi baiknya. Tak buru-buru menilai dari tampak luarnya atau dari cap yang ditempelkan oleh banyak orang kepadanya.

  • Paras yang Berkilau

Bukanlah paras  dengan lapisan make up trend terbaru. Melainkan yang menampakkan pikiran positif dalam berbagai situasi dan kondisi. Dan, lebih memikirkan untuk memecahkan solusi daripada mengeluh sana-sini.

  • Bibir yang indah

Bukan bibir dengan polesan lipstick warna merah penuh gairah. Tapi, bibir yang mengucap kalimat yang membawa manfaat dan bukan ucapan yang menghujat. Bibir yang membicarakan keelokan hati dan menjauhi gosip yang tanpa bukti.

  • Awet Muda

Cantik yang awet muda lantaran banyak tertawa. Karena tawa adalah refleksi keceriaan, wujud  kesederhanaan dalam menyikapi masalah yang dihadapi, juga ungkapan dari kebahagiaan.

  • Tangan yang Menawan

Bukan tangan dengan kuku yang terawat dilapisi warna-warni cat. Namun, tangan yang ringan mengulurkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Mata yang Berpijar

Mata yang tak mau melewatkan kesempatan untuk peduli, bersimpati dan berbagi. Serta menebarkan suka cita pada sesama.

  • Cantik yang Menarik

Menarik bukan dari apa yang dikenakan, tapi karena tingkah laku sopan dan keramahan yang elegan.

  • Telinga yang Juita

Bukanlah yang disemati anting berlian berkarat tinggi. Tapi, yang selalu mendengarkan ilmu pengetahuan, kebaikan dan kearifan.

  • Raga yang Memesona

Bukan raga yang serupa bintang drama Korea. Namun raga yang senantiasa menghargai diri sendiri dengan mensyukuri segala nikmat Ilahi.


Nah, sudah cantikkah Anda? Semoga yaaa ^^



With Love

Ejaan Cantik

5 Makanan yang Bisa Menetralkan Tubuh Setelah Makan Berlebihan



Akhir pekan kemarin judulnya makan! Sabtu siang, undangan pertama ke resepsi pernikahan teman. Ambil menu lengkap dari meja prasmanan. Lalu, lanjut menuju menu gubukan. Antri gulai kambing, coba sate ayam, icip siomay, ditutup es krim dan jajanan pasar. Malam harinya, pergi ke hajatan pernikahan anak saudara. Menu kurang lebih sama, dan langsung santap semua! 

Esoknya, Minggu siang datang ke undangan reuni sekolah dengan berbagai menu asal kampung halaman yang berlimpah. Ah, lupa diri, akhirnya semua diicipi. Malam harinya, hadir di arisan RT. Ada soto Betawi komplit jeroan yang menggoda iman. Makan lagi sampai kekenyangan! Saat di rumah menjelang tidur, badan mulai kliyengan, kaki dan tangan seperti kesemutan, perut mual, kepala pusing tujuh keliling. Aduh, setelah dua hari makan besar, badan rasanya seperti dihajar!

Apakah Anda pernah mengalaminya? Saat akhir pekan makan gila-gilaan dan setelahnya Anda merasa badan tak karuan? Nah, berikut ini makanan yang bisa membantu menetralkan sistem tubuh setelah pesta makan yang Anda lakukan :

1. Air

Minum air yang cukup akan membantu proses pencernaan, mulai dari membantu memproduksi air liur, melarutkan makanan dan melumasi makanan masuk ke kerongkongan. Air juga merupakan media eliminasi dari sisa metabolisme, dimana sisa itu dikeluarkan lewat saluran kemih, saluran cerna, saluran napas dan kulit. Selain itu, air juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas keluar tubuh.

2. Teh hijau

Teh hijau akan membantu menurunkan kadar LDL / kolesterol jahat dalam tubuh dan menjaga kadar kolestorel baik/HDL, membantu menurunkan tekanan darah darah, membantu mengatur kandungan kadar gula dalam darah.

3. Pisang

Kaya Potassium yang berguna untuk melancarkan peredaran darah dan kalium yang membantu mengatur tekanan darah. Pisang juga mengandung serat yang baik untuk mengurangi resiko sembelit.

4. Jahe

Membantu relaksasi otot di saluran pencernaan sehingga melancarkan gas agar bisa keluar dari tubuh. Teh jahe atau jus jahe juga akan mencegah kemungkinan sakit perut, karena sifatnya yang mengurangi peradangan.

5. Jeruk

Kandungan vitamin C pada jeruk akan meningkatkan metabolisme dan mempercepat proses pencernaan makanan. Buatlah segelas jus jeruk atau makan buah jeruk yang segar.

Nah, coba saja beberapa makanan/minuman di atas untuk mengurangi efek akibat berlebihan makan. Dan ingat, kalau lagi hadir di perjamuan, kontrol diri itu perlu. Berhentilah makan sebelum kenyang! Makan secukupnya, daripada berlebihan lalu menyesal sesudahnya.

KASADA

KASADA, sebuah cerpen saya yang memenangi juara II Lomba Cerpen Islami Tema Ramadhan 2012 yang diselenggarakan IMSA (Indonesian Muslim Society in America) - 8 Sept 2012


Bulan Kasada, saat purnama ada di atas kepala, ribuan wong Tengger, laki-laki, perempuan, tua, muda, besar, kecil, bersama-sama menggotong ongkek menuju kawah Bromo. Dua ratus lima puluh anakan tangga dipijak sampai ke puncak. Beriringan pula tetamu ikut mengarak sesajen itu.

Di tengah dingin yang tak main-main, menyerbu hingga ke tulang dan membekukan malam. Tandur tuwuh Tengger dan hewan ternak siap dilarung ke dalam salah satu pusaran bumi, kawah Gunung Bromo. 

Meski sesaji tak serta merta kandas ke dasarnya. Akan ada orang-orang yang membentangkan jaring di tepian kawah yang mengaisnya. Lalu, semua ongkek pun akan dilempar sampai tak bersisa. 

Pertanda tunai sudah persembahan sedekah bumi sebagai wujud pengorbanan leluhur Suku Tengger dan ucapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widi Wasa.


IMSA
Sumber: https://travel.tempo.co/read/598745/mengenal-upacara-yadnya-kasada-di-bromo



***
Usai Shubuh, tubuh kecilku meringkuk di dingklik di depan prapen, berbalut sarung menangkis dinginnya pagi.

“Isun, kasih namamu Bilal Romadhon itu ada maksudnya” kisah Mak selagi sibuk menambah kayu ke dalam prapen. “Bilal itu nama sahabat Rasulullah, pengumandang azan pertama di bumi. Budak berkulit hitam yang tetap teguh memegang iman meski disiksa majikan, pun sampai saat sudah dibebaskan". 

"Sebesar itulah harapan Mak dan Bapak agar kelak kamu bisa meneladaninya. Lalu, kenapa Romadhon, karena kamu Isun lahirkan di bulan Ramadan. Bulan suci saat bercermin diri, bertaubat memohon limpahan rahmat, juga berpuasa agar peka berzakat, infak dan sedekah pada sesama.”

Entah sudah berapa kali Mak menceritakan hal yang sama, tapi aku tak pernah bosan mendengarnya. Bangga rasanya menyandang nama itu. Apalagi tak banyak yang bernama sepertiku di Desa Wonokitri ini.

Tiap pagi, usai sholat Shubuh berjamaah, Bapak dan Mak menceritakan berbagai kisah Islami dengan kesahajaan bahasa mereka. Sambil menghangatkan diri di depan prapen sebelum mereka bersiap ke tegalan dan aku bersiap ke sekolah. Juga sembari menikmati nasi aron dan sambal krangean untuk sarapan pagi. 

Kisah favoritku saat itu adalah sejarah para nabi, juga cerita tentang kehidupan Rasulullah. Selain itu, selepas Maghrib, Bapak rutin mengajariku mengaji. Semua kebiasaan tersebut membuatku sadar bahwa ada perbedaan antara aku dan sebagian besar teman-temanku.

Perbedaan yang tidaklah mudah, seperti untuk menjalankan kewajibanku menunaikan sholat fardu sehari lima waktu, sementara temanku menjalankan sembahyang tri sandya tiga kali dalam sehari. 

Sulit juga buatku untuk tak ikut merayakan dua hari raya yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Karo. Dikarenakan dua-duanya berlimpah makanan, mainan, baju baru dan dedolan. Belum lagi godaan saat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

Terkenang di suatu Ramadan, sepulang sekolah, diam-diam aku minum air pancuran. Kutadahkan di tangan dan kureguk habis. Leganya! Panas sekali hari ini, Ramadan saat ketigo, musim kering yang terik dan berdebu. 

Sebuah perjuangan bagi anak seusiaku untuk berpuasa juga harus pergi pulang sejauh 6 kilometer menuju sekolah, disaat sebagian besar temanku tak berkewajiban menjalankannya.

Sesampainya di rumah Mak menatapku dengan curiga.

“Sira, minum di pancuran tadi?”

“Ngga Mak..cuci muka saja.”

“Bilal, Allah itu Maha Melihat! Tidak ada manusia yang mampu menyembunyikan perbuatannya dari penglihatan Allah SWT, baik yang dilakukan di tempat ramai maupun sepi Kalaupun kamu diam-diam minum saat sedang puasa dan isun ngga lihat, Allah yang Melihat.!.”

“Ya Mak, maaf…reang tadi haus sekali”

“Ingat Bilal, biasakan jujur. Jadilah wong Tengger yang prasaja, prayoga, pranata, prasetya, dan prayitna. Berwataklah jujur, bijaksana, patuh pada aturan,setia dan waspada.. Ya sudah sana, ambil wudhu, Sira sholat Zuhur dulu!”

Begitulah Mak yang selalu mengingatkanku untuk teguh menjaga akidah juga mengingat kearifan perilaku leluhurku.

***
Pukul tiga dinihari. Hardtop sudah siap kukemudi. Tamu nusantaraku kali ini pasangan muda dengan dua buah hatinya. Membuatku terkagum sesaat. Mengenang begitu banyak insan negeri ini yang telah mengabaikan kemolekan bumi pertiwi. 

Dimana negeri tetangga lebih banyak mereka sambangi dibandingkan menjelajah nusantara. Pun budaya luar makin dipilih hingga karya anak bangsa sendiri tersisih. Sedih!

“Malam, Pak! Reang Bilal, lare Tengger!” Itulah sapaan khas untuk para tamuku.

Dan, obrolan pun dimulai, mengalir dan cair. Aku tak pernah pelit berbagi kisah seputar tanah kelahiranku. 

Meskipun tak ada keharusan untuk itu, toh aku bukan pemandu wisata. Tapi bagiku bercerita pada tetamu adalah bagian dari suka cita atas kedatangan mereka. Tak berharap lebih. Hanya rasa yang membuncah saat mereka berucap puas dengan kunjungannya ke bumi Tengger.

Hardtop pun kupacu. Kelokan jalan terjal yang kulewati bagai di luar kepala buatku. Kapan saatnya aku membanting stir ke kiri, menghindari lubang di sebelah kanan, pun menjauhi jurang menganga lebar di sepanjang arah Puncak Penanjakan.

Sembari mengemudi, kuurai legenda tentang asal muasal nenek moyangku pada tamuku. Roro Anteng, sang putri Raja Majapahit yang bersuamikan Joko Seger, putra seorang Brahmana.

Mereka adalah pasangan penguasa Tengger yang budiman, tapi sayangnya tak jua dikaruniai keturunan. Sampai di tengah pertapaan saat memohon kepada Sang Pencipta, terucaplah janji, jika mereka berputra, akan dikorbankannya kelak sang putra bungsu ke kawah Bromo. 

Janjipun diikat. Sementara waktu berlalu dan janji itu tak bertepi. Sang Pencipta murka dan menjilat si bungsu Kesuma serta menelannya ke dalam bumi.

Titah terucap : “Hiduplah damai dan tenteram. Dan ingat akan persembahan tiap purnama di bulan Kasada”

***
Puncak Penanjakan. Di atas menara pandang, dalam remang, berpendar jutaan bintang di awan. Mewakili betapa tiada berartinya diri di hadapan Illahi. Subhanallah! Maha Suci Allah!

Semua orang tekun menunggu. Tetamu nusantara dan mancanegara bersiap menanti semburat merah kejinggaan nun jauh di ufuk Timur. Setiap orang sabar bertahan dalam helaan nafas panjang, untuk menyaksikan pertukaran singgasana antara rembulan dan sang surya. Sementara mentari pun naik perlahan. Tampak paling jauh, Semeru berdiri dengan gagah menjulang di pelukan awan. 

Lebih dekat tampak bentuk pertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera lautan pasir yang maha luas, ada Gunung Bromo dikelilingi Gunung Batok, Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan. Eksotik! Memukau! Cantik! Hamparan lautan pasir Nampak dengan malu-malu memantulkan bias mentari. 

Benar-benar lukisan abadi keindahan mayapada dari Sang Pencipta. Takjub! Meski telah berkali-kali kunikmati keindahan itu. Dalam bisikku, syukurpun teruntai akan kebesaran Al Khaliq.

***
Ramadan tahun ini, wong Tengger menyambut gawe besar Kasada. Mendhak tirta di sejumlah sumber air di kawasan Gunung Bromo mengawali ritualnya. Sementara di balai desa masing masing, warga melakukan mepak. 

Melengkapi perhelatan, pentas berbagai kesenian tradisional diadakan, tayuban, remo, reog, juga upacara penyambutan tamu yang digelar di Pendapa Agung Wonokitri untuk Brang Wetan dan Pendapa Agung Cemorolawang untuk Brang Kulon. 

Sampai menjelang tengah malam wong Tengger dengan baju adatnya turun untuk puncak upacara Kasada di Pura Agung Poten. Sebagai pendahuluan buka lawang digelar yang disusul dengan ujian dan pelantikan dukun adat. 

Lalu ongkek yang berisi berbagai hasil bumi dimantrai. Dan, Kasada pun berakhir saat hadirin berbondong-bondong melarung ongkek ke kawah gunung Bromo.

Sementara, di sebuah musala sederhana, beberapa kilometer dari ritual Kasada , aku sedang memimpin tadarus bersama kaum Muslimin di sekitarku. Sejak lama, diantara kesibukanku menjadi petani sayur dan pengemudi kendaraan wisata Bromo, aku mengenalkan Islam di lingkunganku. 

Bukanlah secara ekstrim, tapi dengan mudah dan lunak. Tak ada pembicaraan monoton mengenai konsep halal dan haram. Pun, jika mereka memilih jadi mualaf itu bukan karena paksaan. 

Meskipun uniknya saat Syahadatain telah terlafal,tak jarang kebiasaan setiap harinya belum mencerminkan sebagai seorang Muslim. Bersyukur banyak bantuan yang kami terima. Sebuah organisasi Islam membantuku mengoordinir kegiatan sunatan massal untuk kami. 

Ada pula wakaf mushaf Al Quran untuk masing-masing keluarga. Pun, nikah massal bagi pasangan suami istri Muslim yang masih terkendala aspek legalisasi dari pemerintah.

Ada haru biru di benakku jika kaum mualaf itu satu demi satu makin kokoh imannya dan tambah kuat pengamalan agamanya. Setiap selepas Ashar ada kegiatan mengaji bagi anak-anak agar mereka menjadi Muslim yang tangguh sejak dini. 

Seminggu sekali mushala kecil ini juga diramaikan dengan acara pengajian bagi bapak-bapak dan ibu-ibu secara terpisah. Berbekal tekad kami untuk bersama-sama membentengi diri agar menjadi Muslim yang lebih baik lagi. Tentu saja dengan tetap hidup berdampingan dengan masyarakat di sekitar kami.

Begitulah hidupku menjadi bagian dari Suku Tengger yang damai dan makmur. Bersama dalam perbedaan kami akan menjunjung budaya ini selamanya. 

Barakallah!

Hong Ulun Basuki Langgeng.

“Reang Bilal. Lare Tengger”

***


Indonesian Muslim Society in America
saya menjadi anggota IMSA saat tinggal di Amerika dan mengikuti  Lomba Cerpen Ramadan IMSA 1433 H. Alhamdulillah jadi juara 2 - hadiahnya sertifikat dan uang $75



Catatan:
Kasada : upacara adat suku Tengger yang diadakan pada hari ke 14 dan 15 pada bulan Kasada penanggalan Tengger.
Wong: orang
Ongkek : aneka sesaji hasil bumi dan hewan ternak yang dipikul untuk dilarung ke kawah Bromo
Tandur tuwuh : hasil bumi
Reang : aku (laki-laki)
Isun: aku(perempuan)
Sira: kamu
Lare: anak
Dingklik ; bangku kecil dari kayu
Prapen : perapian
Tegalan : ladang
Nasi Aron: nasi jagung khas Tengger
Sambal Krangean: sambal terasi ditambah buah krangean yang tumbuh di Tengger(seperti merica)
Tri Sandya : sembahyang 3 kali sehari (pagi, sore, malam)
Karo : upacara yang digelar setiap tahun pada bulan kedua/Karo kalender Tengger
Ketigo : kemarau dedolan: jalan-jalan
Mendhak Tirta : mengambil air suci mepak:ritual di masing-masing desa
Brang Kulon :warga suku Tengger yang bermukim di sisi Barat (Pasuruan,Malang)
Brang Wetan : warga suku Tengger yang bermukim di sisi Timur ( Probolinggo,Lumajang)
Buka Lawang ; ritual awal Kasada untuk meminta ijin leluhur sebelum digelar upacara.
Hong Ulun Basuki Langgeng : Semoga Tuhan memberkati dan makmur selamanya