Saat Lapar Asuh Kiano, Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo

"Saat Lapar Asuh Kiano, Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo!"

Well Genks...., itu bukan judul sebuah sinetron terbaru ataupun judul caption akun perlambean yang ituuuuh. Karena, ini fakta yang sebenarnya! Bisa disaksikan di video terbaru di kanal YouTube Baim Paula. Dimana di sana ada Paula sedang asyik menyuapi Kiano dengan makanan favoritnya.

Serunya, Kiano yang usianya belum genap satu tahun tampak lahap menyantap makanan kesukaan yang telah disiapkan oleh Mama Paula. Beneran pinter deh maemnya, bikin gemesh saja lihatnya!

Nah, sambil menyantap makan malamnya, Kiano pun terlihat ceria dan terus mengoceh dengan suara dan ekspresinya yang sangat lutjuuu.

Kemudian, setelah Kiano kenyang dan menghabiskan makanannya, Paula merasa lapar dan mengajak Kiano untuk menemaninya makan malam.

Dan, ternyata pemirsaaaah, sama kek Raffi-Gigi dan Ria Ricis, makanan favorit Paula kala lapar di malam hari adalah mie instan Lemonilo!

Kata Paula sih karena mie instan Lemonilo  itu praktis, enak, dan nyaman dimakan!


Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo


Tentang Paula Verhoeven dan Baim Wong


Paula Verhoeven Wong, lahir di Semarang, 18 September 1987, adalah seorang model dan aktris berkebangsaan Indonesia. Putri pasangan Eddy Verhoeven, keturunan Belanda-Tionghoa dan Herlina T. Verhoeven, asli Jawa dari Semarang, Paula lulus dari Jurusan Public Relations, London School of Public Relations (2005-2009)

Pada 21 Juli 2018 Paula Verhoeven bertunangan dengan Baim Wong lalu menikah dengannya pada 22 November 2018, dan dikaruniai anak pertamanya yaitu Kiano Tiger Wong yang lahir pada 27 Desember 2019.

Sementara Baim Wong, bernama asli Muhammad Ibrahim, adalah anak bungsu dari 5 bersaudara dari pasangan pengusaha Johnny Wong dan Kartini Marta Atmadja. Baim pertama kali berkarier tahun 2001 sebagai pemain sinetron.  

Setelah sempat vakum, Baim memutuskan serius di dunia sinetron lagi pada tahun 2005. Pertama kali berperan dalam sinetron Cinta Hilang Cinta Kembali dan kemudian banyak berperan dalam sinetron lainnya.

Film perdananya adalah Dilema pada tahun 2012, di mana lewat film debutnya itu ia langsung diganjar penghargaan Aktor Pendatang Baru Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2012. Sejak itu tawaran bermain film mulai berdatangan pada Baim Wong. 

Meski demikian Baim juga tetap setia bermain sinetron dan mematahkan anggapan bahwa pemeran Indonesia hanya dapat condong sebagai pemain film atau sinetron saja.

Nah, pada tahun 2016, ia dan Paula membuat kanal Youtube Baim Paula (Bapau) yang kini sudah meraih lebih dari 16,8 juta subscriber.

Bahkan pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven berhasil membawa pulang piala METUB WebTVAsia Awards 2019 lantaran channelnya terpilih sebagai Breakout Chanel of the Year di METUB WebTVAsia Awards 2019 digelar Kamis (5/12/2019) di Gem Center, Ho Chi Minh, Vietnam dengan tema "Celebrate Asia: Rise of Vietnam". 


Kiano Tiger Wong


Paula Verhoeven-Baim Wong: Couple Goals yang Uwuuu!!


Memang, Paula Verhoeven, model sekaligus istri Baim Wong, tampak sangat menikmati perannya sebagai ibu setelah melahirkan Kiano Tiger Wong pada 27 Desember 2019 lalu.

Dalam unggahan di media sosial Instagram maupun kanal YouTube Baim Paula, Paula kerap membagikan aktivitas sehari-harinya bersama sang buah hati.

Paula pun tampak selalu bersemangat menemani segala aktivitas Kiano dan mendampingi tumbuh kembang anak semata wayangnya ini. Demikian juga Baim Wong yang selalu siaga di antara Kiano dan Paula. Beneran family man dah Baim ....!

Nah yang terbaru, pada 22 November 2020, pasangan artis Paula Verhoeven dan Baim Wong memperingati ulang tahun kedua pernikahan mereka. Di hari spesial itu, Paula memberikan pesan romantis untuk sang suami lewat media sosial Instagram-nya @paula_verhoeven. Paula mengunggah foto dirinya bersama Baim Wong saat menjalani ijab kabul. 

"Masya Allah Tabarakallah, Happy 2nd Anniversary sayang.. 2th pernikahan rasanya kita sudah melewati banyak sekali tantangan hehe dan sepertinya akan selalu terus ada pembelajaran penyesuaian saling pengertian dalam sebuah pernikahan," tulis Paula di caption-nya

Paula berharap di dua tahun pernikahannya ini, dia dan Baim makin saling menguatkan cinta mereka di tengah tantangan yang ke depannya pasti akan dijalani. Tak lupa juga ia sisipkan doa agar Tuhan terus membimbing Paula dan Baim dalam setiap lika-liku rumah tangganya. 

Sementara, di momen istimewanya, Baim mengingat almarhumah ibunda, Kartini Martaatmadja yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2020. Sang ayah mengirimkan foto pernikahannya yang mana sang ibu ada di dalam potret itu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya, Baim membagikan potret yang memperlihatkan dirinya bersama mendiang ibunda, sang istri dan ayah tercintanya tersebut.

Bersama unggahan itu, Baim mengucapkan selamat ulang tahun pernikahan ke Paula. Selain itu, ia juga mengumumkan tengah membangun pesantren untuk mengenang ibundanya.

"Selamat ulang tahun pernikahan paula sayang.. Tahu enggak? Foto ini yang kirim papa. Liat foto ini jadi ingat mama," tulis Baim Wong di situ.

Tuh, so sweet banget kan mereka!! Beneran couple goals...eh enggak ding, Bapau menolak dijuluki demikian karena kata dia berat bebannya. Pasalnya mereka masih sama kayak pasangan lainnya, berantem, adu argumen, eyel-eyelan dan sejenisnya...Hanya saja katanya enggak banyak nampak di kamera hahaha

Apapun...semoga pernikahannya Sakinah Mawaddah Warahmah ya, Baim-Paula! Aamiin!


Paula Verhoeven


Tentang Paula Verhoeven dan Mie Instan Lemonilo Favoritnya


Nah, Paula Verhoeven, tampak sangat menikmati perannya sebagai ibu. Seperti yang bisa kita saksikan di video channel Youtube Bapau, salah satunya yang berjudul: 

"KIANO KESAYANGAN UDAH PINTER NGELUKIS TERNYATA ‼️ MAMAH BANGGA LIAT LUKISANNYA KIANO PICASSO WONG ‼️"



Terlihat, setelah selesai menyuapi Kiano, Paula merasa lapar dan mengajak Kiano untuk menemaninya makan malam.

Paula menyiapkan sepiring mie instan Lemonilo dengan telur rebus untuk makan malamnya. Paula mengatakan, mie instan Lemonilo adalah makanan favoritnya karena praktis, enak, dan nyaman dimakan

“Terus yang bagusnya lagi karena mie ini tanpa penguat rasa, pengawet, dan juga pewarna buatan,” ujar Paula.

Jika biasanya mie instan tidak seharusnya dikonsumsi setiap hari, mie sehat Lemonilo nyaman dikonsumsi setiap hari karena kandungannya yang aman.

Proses pembuatan mie instan Lemonilo pun tidak melalui penggorengan sehingga air rebusan mie Lemonilo tampak jernih, tidak keruh seperti air rebusan mie instan lainnya.

Karena diproses dengan pemanggangan, proses memasak mie instan Lemonilo harus sedikit lebih lama, yaitu sekitar 5 menit.

“Jadi, warna hijaunya ini dibuat dengan saripati bayam sehingga seratnya lebih tinggi,” kata Paula lagi.

Paula pun tak mempermasalahkan harga mie Lemonilo yang sedikit lebih mahal karena ada lebih banyak manfaat dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Mie instan Lemonilo ini juga tidak sulit didapat. Berbagai minimarket dan supermarket di banyak wilayah di Indonesia telah menyediakan mie Lemonilo sehingga tidak lagi sulit dicari, begitu Paula menjelaskan.

Usai menghabiskan mie instan Lemonilo, Paula melanjutkan kegiatannya bersama Kiano dengan bermain sekaligus belajar menggambar dan mewarnai, meski hasilnya ternyata belum sesuai ekspetasi. 

Karena Kiano belum tertarik berlama-lama menggambar dan mewarnai. "Tunggu Kiano agak besar ya, Bosque!" demikian Paula berpamitan di videonya.


Paula Verhoeven


Mie Instan Lemonilo = Mie Sehat 


Nah, memang mie instan dikenal sebagai makanan yang nikmat dan murah. Tapi, tanpa kita sadari banyak bahaya dan racun yang terkandung di dalam sebungkus atau semangkuk mie instan yang kita nikmati. Namun, kini kita tidak perlu khawatir lagi dalam mengonsumsi mie instan ini. Karena, Lemonilo memiliki solusi Mie Instan Lemonilo yang dibuat dari bahan-bahan alami. 

Mie Instan Lemonilo akan memberikan kepuasan makan mie instan tanpa perlu khawatir akan efek sampingnya. Selain itu, Mie Instan Lemonilo dibuat tanpa bahan 3P (Pengawet, Perasa, dan Pewarna buatan), Monosodium Glutamate (MSG), dan Hydrolyzed Vegetable Protein (HPV) sehingga jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dan karena dibuat dengan bahan-bahan alami, Mie Instan Lemonilo ini harus dikonsumsi dalam waktu 7 bulan sejak masa produksi. 

Tak hanya itu, Mie Instan Lemonilo juga dibuat dengan cara yang jauh lebih sehat! Ya, berbeda dengan mie instan biasa yang melalui proses penggorengan, mie instan Lemonilo dibuat dengan teknik pemanggangan. Karena tidak digoreng inilah, maka kadar lemak mie instan Lemonilo lebih aman dan rendah.

Nah, gimana, dirimu sudah coba mie instan Lemonilo juga seperti Paula?πŸ’–


Be Happy

signature-fonts

Pencegahan Pneumonia pada Anak

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang memiliki gejala: batuk berdahak, demam, bernapas cepat dan sesak napas yang disertai cekungan dinding dada. Pneumonia menjadi pembunuh anak nomor dua di Indonesia dan merupakan penyebab kematian anak nomor satu di dunia.
 
Sungguh, sebuah kondisi nyata yang mengkhawatirkan baik di Indonesia maupun global di mana masih banyak anak-anak yang meninggal akibat pneumonia. Padahal penyakit yang menular melalui udara, batuk dan bersin, juga benda pribadi ini bisa dicegah dan ditangani. 

Meski untuk itu dibutuhkan pendekatan terpadu demi suksesnya pelaksanaan strategi kampanye perubahan perilaku untuk mengatasi pneumonia pada anak ini. Sebuah kampanye terintegrasi yang memerlukan kerjasama antara pemangku kepentingan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, juga semua, termasuk saya dan Anda.

Ya, kita bisa menjadi agen perubahan untuk membantu mengatasi pneumonia pada anak di Indonesia. Diantaranya dengan cara mendukung Save The Children lewat kampanye STOP Pneumonia!




Apa Itu Pneumonia pada Anak?


Well, sejatinya saya pernah dibuat sangat cemas oleh pneumonia. Pasalnya gejala yang hampir sama dulu pernah menyerang anak sulung saya.

Ceritanya, setelah melahirkan si sulung di Kediri, tiga bulan kemudian saya dijemput suami kembali pulang ke Langkat, tempat tinggal kami. Perjalanan panjang dari Kediri via darat, lanjut pesawat dan nyambung lagi sampai ke Kabupaten Langkat, membuat bayi saya rewel sejak di perjalanan. Dia nangis kencang, sedikit demam, enggak mau menyusu dan napasnya memburu. Sesampainya di rumah kondisinya makin parah karena ada batuk, pilek, demam bertambah tinggi juga sesaknya makin menjadi.

Saya yang sudah pernah kehilangan bayi pertama di usia 13 hari (karena ketidaksempurnaan organ), khawatir luar biasa dengan kondisi ini. Sehingga segera membawanya ke rumah sakit di dekat rumah di mana dokter umum di sana merujuknya ke dokter anak di Medan.

Yang bikin saya cemas, waktu dokternya berkata, "Semoga bukan pneunomia!" 

Ha! Pneumonia? 

Duh, jangan sampai deh ya!

Saya takut anak kedua pun tak selamat seperti kakaknya. Sungguh, saat itu saya sedih luar biasa, apalagi saya pernah baca, pneumonia bisa mengakibatkan kematian!

Meski akhirnya saya bisa bernapas lega. Setibanya di Medan, setelah ditangani dokter anak, diminta rawat inap dan menjalani sejumlah pemeriksaan, terbukti si sulung bukan menderita pneumonia. Melainkan croup sydnrome, infeksi pernapasan pada anak, yang membuat saluran napasnya terhalang.

Sujud syukur, Alhamdulillah! 

Sebuah pengalaman yang membuka mata saya, untuk lebih menjaga anak tak hanya dari pneumonia tapi juga penyakit lainnya.

Memang, gejala yang dialami anak saya hampir sama dengan gejala pneumonia pada balita. Di mana gejala pneumonia pada balita adalah:

  • Batuk
  • Napas cepat: <2 bulan: 60x atau lebih per menit | 2 bulan - <12 bulan: 50x atau lebih per menit | 12 bulan - 59 bulan: 40x atau lebih per menit
  • Napas sesak

Nah, gejala-gejala ini terjadi karena terinfeksinya paru-paru yang disebabkan oleh kuman, bisa bakteri, virus, atau jamur, dan parasit pada salah satu atau kedua belah jaringan paru-paru. Yang mana kantong udara atau alveoli pada paru-paru yang seharusnya berisi udara menjadi berisi cairan atau nanah yang menyebabkan kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen yang masuk ke tubuh.

Well, yang lebih memprihatinkan lagi, menurut data-data terkini dari Kemenkes, WHO, UNICEF dan Save The Children ada fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan terkait pneumonia pada anak ini. 

Diantaranya pneumonia akan membunuh 11 juta anak di tahun 2030, jika tak dicegah segera. Sementara disebutkan juga setengah dari kematian anak akibat pneumonia berhubungan dengan polusi udara, terutama polusi dalam ruangan. Pneumonia juga menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita. Di mana setiap 1 menit 2 balita meninggal, atau 2.500 setiap harinya, karena pneumonia. 

Disebutkan juga, pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dari AIDS, malaria dan campak sekaligus. Sedangkan di Indonesia sendiri, dari lima kematian balita, satu di antaranya disebabkan pneumonia. Bahkan setiap tahunnya, terdata pneumonia telah membunuh 1,4 juta balita di seluruh dunia. 

Sehingga, mengingat semua fakta yang ada, menghentikan pneumonia adalah aksi yang harus dilakukan dengan segera!!



Tentang Kampanye STOP Pneumonia 


Maka, tepat kiranya jika Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) sebagai organisasi lokal Save the Children di Indonesia meluncurkan kampanye yang dinamai STOP Pneumonia di bulan November tahun lalu yang dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Menular Langsung dan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI. 
 
YSTC melalui kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil, akademisi, organisasi profesi, pemerintah dan pihak swasta baik di tingkat nasional maupun di wilayah dampingan Save the Children di Kabupaten Sumba Barat, NTT dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat melanjutkan kampanye STOP Pneumonia untuk penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat. 

Nah,  peringatan Hari Pneumonia Dunia (HPD) pada 12 November tahun 2020 ini merupakan momentum yang sangat penting untuk melanjutkan Kampanye STOP Pneumonia, terkait kondisi:

  1. Dampak COVID pada anak yang dapat meningkatkan kasus pneumonia karena virus corona menyerang paru-paru. Anak berada dalam situasi rentan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan dan gizi dalam situasi pandemi. Kasus anak dengan pneumonia diperkirakan akan bertambah karena COVID-19 yang sampai tanggal 5 Oktober 2020 terdapat 31.633 anak yang terindeksi virus corona (10,3% dari total) 8 dan 191 diantaranya meninggal (1,7%). 
  2. Kementerian Kesehatan telah menandatangani Kerjasama dengan UNICEF untuk pembelian vaksin dan obat yang terjangkau pada tanggal 16 September 2020 termasuk dalam hal ini vaksin PCV untuk pneumonia. Kerjasama ini dapat menyelamatkan 10.000 anak tiap tahun dari pneumonia. Kemajuan langkah ini perlu diiringi dengan upaya masyarakat untuk dapat mengakses layanan vaksinasi yang telah disediakan pemerintah. 
  3. Program Kampanye STOP Pneumonia dapat turut serta menurunkan stunting melalui satu pesan kunci STOP Pneumonia yaitu peningkatan praktek pemberian ASI esklusif dan asupan gizi yang baik bagi anak anak Indonesia dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupannya (HPK)



Well, Save the Children, mulai 2019 hingga 2021 menjalankan strategi kampanye STOP Pneumonia secara terintegrasi dengan menggiatkan kampanye ke target khalayak, sosialisasi intensif dengan pemangku kepentingan, mobilisasi sosial, dan kampanye parenting untuk menguatkan peran ayah di dalam keluarga.

Save the Children, bekerja sama dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra lainnya, melaksanakan strategi kampanye perubahan perilaku untuk mengatasi pneumonia pada anak melalui langkah-langkah: meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pneumonia dan pengenalan tanda-tanda bahaya pada anak. Kemudian, pencegahan, perlindungan dan pengobatan dengan merujuk pada Kerangka Kerja Penanganan Pneumonia. Serta, membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengatasi pneumonia.

Ya, pneumonia pada anak dapat dicegah dan ditangani, melalui pendekatan terpadu penatalaksanaan pneumonia pada anak di Indonesia, yakni dengan:

  • Melindungi, dengan menerapkan praktik pengasuhan baik sejak lahir melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat setelah usia 6 bulan.
  • Mencegah, dengan imunisasi lengkap, utamanya Campak dan Rubella (MR), Diphtheria Pertussis Tetanus (DPT), dan Haemophilus Influenzae tipe B (HiB) dan PCV. Cuci tangan pakai sabun! Pastikan sirkulasi udara yang baik dan tanpa asap baik didalam rumah dan dilingkungan rumah tempat bermain anak
  • Mengobati, segera membawa anak sakit ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit atau klinik. Berikan asupan bergizi saat anak sakit.



Yuk, Jadi Agen Perubahan untuk Membantu Kampanye STOP Pneumonia!


Hampir semua penyebab penyakit pneumonia dapat dicegah namun membutuhkan perhatian dan upaya yang besar. Maka, dibutuhkan peran serta semua pihak untuk menyukseskan kampanye STOP Pneumonia pada anak. Saya dan Anda juga bisa menjadi agen perubahan untuk membantu kampanye STOP Pneumonia pada anak di Indonesia. 

Beberapa cara bisa dilakukan diantaranya:


1. Gaungkan STOP Pneumonia melalui berbagai media!

S - ASI eksklusif 6 bulan, menyusui ditambah MPASI selama 2 tahun 
T - Tuntaskan imunisasi untuk anak
O - Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit
P - Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih sehat

Penyebab pneumonia adalah bakteri, virus, jamur dan mikroba lainnya yang menginfeksi sel-sel paru yang selanjutnya membuat peradangan akut dengan gejala-gejala kesulitan bernapas ringan sampai berat bahkan kematian.

Nah, terdapat 3 Kerangka Global dalam upaya pengendalian pneumonia yaitu Perlindungan (Protection) melalui pemberian ASI eksklusif dan asupan gizi yang adekuat, Pencegahan (Prevention) melalui Imunisasi seperti Campak, Diphteri-Pertusis Tetanus (DPT), Haemophilus Influenzae tipe B (Hib) dan Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), praktek hidup bersih, menghindari polusi di dalam rumah dan pengobatan (treatment) seperti akses terhadap layanan kesehatan dan deteksi dini di tingkat keluarga. 
Mari, terapkan ini pada diri dan keluarga sendiri, teladankan ke sesama dan gaungkan lewat berbagai cara dan media yang kita punya. Yuk, bagikan dan pengaruhi sebanyak mungkin orang untuk mendukung STOP Pneumonia!



2. Sebarluaskan Pehamaman Pneumonia pada Anak ke Semua

Pemahaman pneumonia ke sesama itu utama, mengingat gejala yang memang hampir sama dengan beberapa penyakit lainnya. Apalagi mengingat pengetahuan masyarakat tentang pneumonia pun masih rendah, kualitas layanan kesehatan belum memadai, dan masalah geografis untuk menjangkau layanan kesehatan terutama di wilayah terpencil. 

Maka kuncinya ada di garda terdepan yakni melalui petugas kesehatan maupun relawan yang bergerak dalam penyebaran informasi lewat posyandu, kader PKK di desa, lewat penyuluhan di Puskesmas, juga berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Tak cukup itu, membagikan informasi seputar pneumonia secara digital juga perlu. Bisa lewat berbagai media sosial yang kita punya, Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Blog, demi tersebar luasnya info ini apalagi di situasi pandemi kontak langsung dibatasi. 


3. Perkuat Peran Ayah dalam Pencegahan Pneumonia pada Anak
Ayah dapat berperan dalam memastikan kesehatan anaknya termasuk untuk melindungi dan mencegah mereka terjangkit pneumonia. Caranya:

  • Mengikuti perkembangan anak sesuai dengan tahapannya
  • Mendukung ibu ketika memberikan ASI eksklusif
  • Memastikan anak mendapat imunisasi lengkap (membantu mengingatkan, menemani ketika imunisasi)
  • Tidak merokok di lingkungan rumah dan ketika berada di dekat anak
  • Membantu memastikan kecukupan gizi anak
  • Mengobati ketika anak sakit (membawa ke layanan kesehatan)

Mengingat pentingnya peran ayah, maka dibutuhkan pemahaman akan pneumonia yang bisa disebarluaskan dalam kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat terutama para ayah misalnya di tingkat kelurahan, di lingkungan pekerjaan juga melalui berbagai media.

Memang secara budaya pengasuhan dilekatkan pada peran ibu. Tetapi ini tidak berarti bahwa ayah tidak dapat berperan. Seorang ayah yang turut berperan dalam pengasuhan anak akan memastikan kelangsungan hidup yang baik bagi anak, melipatgandakan tumbuh kembang dan prestasi serta anak-anak terlindungi dari bahaya yang mengancam mereka.





4. Tegakkan Protokol Kesehatan
Terkait data terbaru di Indonesia tentang prosentase 64% orang memiliki fasilitas cuci tangan di rumahnya dan praktek cuci tangan yang belum efektif 49,8%, berhubungan pula dengan penegakkan protokol kesehatan dalam 3M yaitu: Menggunakan masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun, maka perlu kiranya sosialisasi akan hal ini.

Sosialisasi bisa melalui iklan layanan sosial masyarakat di media cetak, televisi atau media sosial tentang tata cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) juga pentingnya 3M, sehingga tak hanya terjaga dari penularan pneumonia tapi terhindar dari penularan COVID-19 juga.

Selain sosialisasi bisa juga digalakkan pembuatan tempat cuci tangan di masing-masing keluarga dengan koordinasi kelurahan sehingga tak hanya caranya yang benar tapi fasilitas cuci tangannya pun tersedia.


5. Mulai dari Diri Sendiri dan Saat Ini

Bakteri dan virus penyebab pneumonia ada dimana-mana. Maka mari cegah bersama penyebab dan penularannya mulai dari diri sendiri dan saat ini.

Misalnya jika ada keluarga yang batuk pilek jangan mencium bayi dan balita, pakailah masker, mencuci tangan sebelum memegang bayi dan balita, juga jika ada keluarga yang sakit obatilah segera.

Kemudian, hindari asap rokok, asap dapur dan debu yang bisa merusak saluran napas bayi dan balita karena memudahkan bakteri atau virus masuk ke paru-paru. Dan tingkatkan kekebalan bayi dengan memberikan ASI eksklusif, MPASI, jika sakit segera obati dan lengkapi imunisasi.

Lalu, efektifkan peran buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan bisa di download gratis di Google. Di mana di sana disebutkan panduan cara memberi ASI yang baik, membuat MPASI yang bernutrisi lengkap, juga status gizi dan tumbuh kembang anak. Bila ada keterlambatan, maka keluarga diajarkan cara melakukan stimulasi berdasar buku KIA atau segera bawa konsultasi untuk penanganan segera jika diperlukan.




Jadi, Pencegahan Pneumonia pada Anak Pasti Bisa Dilakukan....,


asalkan semua pihak ikut serta dalam memperjuangkan. 

Yes, Semua anak berhak untuk hidup, sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa anak bisa bertahan hidup dan tumbuh dengan sehat, seperti tercantum dalam Konvensi Hak Anak Pasal 6.

Tak hanya itu, tiap anak berhak mendapatkan standar kesehatan dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih dan aman. Pun, semua orang dewasa dan anak-anak perlu punya akses pada informasi kesehatan, seperti yang tertuang dalam Konvensi Hak Anak Pasal 24.

Maka, mari kita semua menjadi agen perubahan untuk membantu mengatasi pneumonia pada anak di Indonesia! Stop pneumonia jadi pembunuh anak nomor dua di Indonesia!

Yuk, kita dukung kampanye STOP Pneumonia, agar bayi dan balita kita menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kreatif dan berperilaku baik nantinya!πŸ’–


Bahan bacaan:
stoppneumonia.id
booklet peringatan Hari Pneumonia Dunia 2020
materi narasumber peringatan Hari Pneumonia Dunia - 12 Nov 2020



Salam Semangat

signature-fonts

Cara Mudah Mendapatkan Modal Usaha

Modal usaha menjadi komponen utama yang mesti ada sebelum kita memulai suatu bidang usaha. Modal usaha juga diperlukan sebagai dana tambahan untuk pengembangan usaha kita agar lebih maju dari sebelumnya.

Nominal modal baik ratusan ribu maupun ratusan juta, dapat digunakan untuk membangun dan mengembangkan usaha kita. Dan, meski membangun usaha dengan modal yang sedikit bukanlah tidak mungkin, tapi modal usaha yang besar memungkinkan kita bisa berinovasi dan mengembangkan usaha sesuai harapan. 

Sayangnya, tak sedikit orang yang kebingungan mendapatkan modal, meski telah merancang konsep usaha yang akan dirintisnya. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan, termasuk modal usaha tanpa jaminan.


Tunaiku Amar Bank


Tentang Modal Usaha


Well, bicara modal usaha di tengah pandemi untuk menjalankan dan mempertahankan bisnis merupakan tantangan tersendiri. Ada pebisnis yang harus memotong pengeluaran usaha dengan mengurangi jumlah karyawan, menutup cabang dan bahkan sampai menutup usahanya. Tapi ada juga yang baru memulai bisnis kecil-kecilan saat pandemi untuk mencari pemasukan tambahan.

Nah, yang dimaksud dengan modal sendiri adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital, yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Modal merupakan hal yang sangat vital dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Tanpa modal, bisnis tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari bisnis yang besar maupun bisnis yang kecil pun membutuhkan modal untuk menjalankan bisnisnya.

Lalu, darimana modal bisa kita dapatkan?

Cara Mendapatkan Modal Usaha


Banyak pebisnis pemula yang masih bingung bagaimana cara mencari modal usaha. Apalagi jika ide bisnis yang ingin dijalankan membutuhkan modal awal yang besar. 

Nah, agar bisnis bisa berkembang dan sukses, berikut 10 cara untuk mendapatkan modal usaha:

1. Tabungan Pribadi

Salah satu cara paling mudah untuk mendapat modal usaha adalah dengan menggunakan tabungan sendiri. Dengan cara ini kita bisa memulai bisnis tanpa perlu memikirkan hutang di kemudian hari. Meski, hari gini, boro-boro nyisa tabungan, yang ada sudah habis-habisan digunakan untuk bertahan, kan?


2. Modal dari Keluarga

Cara mudah lainnya, untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan meminjam dana kepada keluarga. Cara ini banyak ditempuh beberapa orang karena pada umumnya modal dari keluarga tanpa jaminan dan  bebas dari bunga, sehingga enggak berat nantinya. 

Yang utama, ingat tetap kembalikan dana yang telah dipinjam sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama. Jangan mentang-mentang karena keluarga sendiri lalu lupa diri dan bahkan saat ketemu santuy kayak enggak pernah ada utang-piutang di antara kita. Duh,  tjurhat jadinya!


3. Jual Aset

Berikutnya, untuk mendapatkan modal usaha kita bisa menjual aset berupa barang-barang berharga, perhiasan, kendaraan pribadi, dan sebagainya. Meski sebaiknya, pikirkan juga tentang untung rugi dari penjualan aset tersebut, bandingkan dengan potensi atau peluang usaha yang akan dijalankan nanti. Sepadan enggak, gituuuu...


4. Gadai Aset

Sayang jual aset? Gadai jadi solusinya! Tapi, meski cara ini dapat mendatangkan modal usaha, menggadaikan barang yang dimiliki itu artinya kita harus siap dengan segala risikonya. Jika tidak berhasil menebus aset yang telah digadaikan dalam jangka waktu tertentu, bukan tidak mungkin kita akan kehilangan barang berharga kesayangan. Hiks!


5. Pinjaman Pemerintah

Next, Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa juga jadi solusi modal usaha kita. Ini adalah sebuah program pinjaman khusus dari pemerintah untuk UMKM. Di mana kredit ini terbuka untuk berbagai jenis usaha, mulai dari pertanian, perikanan, hingga usaha jasa, dengan proses penilaian selektif untuk bisa mendapatkan kredit.


6. Penggalangan Dana

Kemudian, ada crowdfunding atau penggalangan dana modal usaha yang sudah umum dilakukan di kota-kota besar. Ada platform yang menjadi wadah bagi pebisnis pemula untuk mendapatkan modal usaha. Crowdfunding ini akan menghubungkan kita dengan orang yang mau memberikan modal usaha. Hanya saja, tetap ada perhitungan setelah proses berlangsung, termasuk tentang pembagian laba.


7. Mencari Rekan Bisnis

Jika menanggung sendiri modal usaha terasa berat, kenapa kita enggak mencari rekan bisnis saja. Siapa tahu ada teman yang kita percaya memiliki visi dan minat yang cocok buat berusaha bersama. Tapi, pastikan kalian membahas rencana secara rinci seputar usaha yang dijalani. Sehingga memungkinkan brainstorming dan mendiskusikan ide-ide untuk mengembangkan usaha dan bukan sebaliknya, terjadi sengketa jika hasil tak sesuai rencana.


8. Kredit Bank

Well, cara selanjutnya untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan mengajukan kredit atau pinjaman ke bank. Di mana untuk melakukan pinjaman modal ke bank ini biasanya dibutuhkan dokumen-dokumen usaha. Juga biasanya bank meminta jaminan atau agunan dan lebih umum untuk usaha yang sudah berjalan. Karena bank ingin melihat terlebih dahulu kondisi keuangan dan potensi usaha sebagai pertimbangan untuk memberikan pinjaman.


9. Marketplace Pinjaman Dana

Marketplace pinjaman dana bisa juga jadi tempat mendapat modal usaha. Peminjam umumnya berupa organisasi atau institusi seperti investor. Nah, melalui marketplace ini, kita bisa menemukan investor untuk mendanai usaha. Sama seperti platform pinjaman modal lainnya, akan diminta dokumen-dokumen usaha seperti laporan keuangan, cash flow, dan sebagainya


10. Financial Technology (Fintech)

Next, modal usaha juga bisa didapat lewat jasa keuangan berbasis teknologi (financial technology). Sederhananya, fintech adalah jenis perusahaan di bidang jasa keuangan yang digabungkan dengan teknologi. Sehingga, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pinjaman, pengumpulan dana, sampai dengan pengelolaan aset bisa dilakukan secara cepat dan singkat berkat penggunaan teknologi modern ini.

Proses peminjaman melalui fintech biasanya lebih sederhana. Namun, pastikan kita sudah membaca dengan jelas mengenai info dan fleksibilitas peminjaman seperti bunga, cicilan, tenggat pembayaran, dan sebagainya. Juga, pastikan lembaga yang kita pilih sudah terdaftar dan diawasai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena keamanan itu yang utama. Syukur-syukur jika tanpa perlu jaminan juga!

Well, ada kok fintech yang memberikan pinjaman dana termasuk untuk modal usaha yang fleksibel, aman, terpercaya dan tanpa jaminan. Ialah Tunaiku, fintech pertama di Indonesia yang bergerak menyediakan pinjam uang online tanpa agunan. Didukung dengan teknologi dan data analitik canggih, sehingga mampu melayani dengan cepat dan dengan persyaratan yang mudah.


Cara Mendapatkan Modal Usaha


Tunaiku Berbeda dengan Fintech dan KTA Konvensional


Yup, Tunaiku berbeda dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia terkait keamanan dan fleksibilitas yang ada. Pasalnya, Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi. 

Sementara, untuk fleksibilitas, Tunaiku juga berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang panjang, maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah tidak seperti situs fintech lainnya yang memberikan limit kecil dan tenor lebih pendek. 

Tak hanya itu, Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) konvensional yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan. Layanan kredit di Tunaiku tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit dan proses pengajuan KTA hanya bermodalkan KTP dan serta 10 menit untuk pengisian formulirnya.

WellTunaiku Amar Bank sudah berdiri sejak tahun 2014 dan merupakan salah satu produk dari Amar Bank, sebuah institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 1991 yang dinaungi bendera perusahaan multinasional yaitu Tolaram Group. 

Nah, karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya dan terjamin kemudahannya. Tak heran karena Tunaiku berpegang pada visi ingin memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga.

Nah, masih bingung dengan cara mudah mendapatkan modal usaha? 

Yang utama, tetap hati-hati dan bijak saat memilih dan menggunakan yaaa... 

Oke deh, tetap semangaaat, selalu sehat dan semoga info ini bermanfaat!πŸ’–


a big business starts small

signature-fonts

Review Buku: Pelayaran Tristan - Kumpulan Cerpen Karya Rohyati Sofjan

Pelayaran Tristan adalah sebuah buku kumpulan cerita pendek karya Rohyati Sofjan yang berisikan 13 cerita tentang warna-warni kehidupan. Aneka kisah yang tertuang merupakan cerminan realita sosial yang terjadi di sekitar kita. 

Dikemas dalam bahasa sastra sederhana dengan latar cerita yang menunjukkan keluasan wawasan penulisnya, membuat saya mendapatkan banyak pembelajaran dari buku ini.


Kumpulan Cerpen Karya Rohyati sofjan


Ya, Rohyati Sofjan tidak hanya sekedar bercerita dalam bukunya. Tapi, perempuan yang sejak kecil telinganya tak berfungsi ini, mengajak pembacanya mengembara menyelami berbagai peristiwa yang pernah terjadi lewat latar cerita. 

Menunjukkan pahit manis kehidupan melalui permasalahan yang dihadapi tokoh-tokohnya. Pun, memberikan pembaca keputusan bagaimana mengakhiri kisah sang tokoh lewat akhir cerita yang tak pernah benar-benar diakhirinya.

Tentang Buku: Pelayaran Tristan 


Judul Buku: Pelayaran Tristan 

Penulis: Rohyati Sofjan (FB: Rohyati Sofjan | IG: @rohyatisofjan)

ISBN: 978-602-73836-8-8 | Cetakan I, Juli 2020 | 124 halaman | 14 cm x 21 cm

Penyunting: Tendy K. Somantri | Tata Letak: Tim | Penata Sampul: Tim | Foto Isi: Tendy K. Somantry

Diterbitkan oleh: Media-Data Center Wanadri, Bandung 2020


Judul Cerpen:

Abu | Apa Makna Maut, Gabriel? | Baru Menikah | Lelaki di Persimpangan | Lingkaran | Kamu Harus Mati, Zan! | Kemarau Tama | Merah | Pelayaran Tristan | Poli | Ramadan di Hati Neng | Seseorang Harus Pulang Sebelum Lebaran |  Surat dalam Hujan


Blurb:

Pelayaran Tristan adalah kumpulan cerita pendek perdana Rohyati Sofjan yang "terendapkan" lebih dari sepuluh tahun. Sebagian pernah dipublikkan di media massa cetak dan siber. Nuansa muram dalam cerpen-cerpennya boleh jadi merupakan pendaman alam bawah sadar Rohyati, semacam warna jiwa yang begitu saja mencuat setelah mengalami banyak hal dalam hidupnya.

Rohyati bukanlah perempuan penulis biasa. Sejak kecil telinganya tak berfungsi. Sejak kecil dia sudah hidup dalam dunia yang sunyi. Jadi, jangan heran bila dalam cerpen-cerpennya pada buku ini dia bicara juga tentang perempuan dengan indra pendengar yang tak berfungsi.

Untuk menutupi kekurangannya merekam kosakata dari indra pendengar, Rohyati memaksimalkan matanya untuk membaca. Itu pun dijalaninya dengan jalan yang tidak mudah. dia tidak memiliki cukup uang untuk membeli banyak bahan bacaan. Suaminya adalah seorang buruh tani yang tekun dan bersahaja, lelaki desa dan pekerja keras.

Lewat Pelayaran Tristan ini kita bisa melihat keluasan wawasan dan bacaannya.

Buku Pelayaran Tristan

Buku Kumpulan Cerpen Pelayaran Tristan


Review Buku: Pelayaran Tristan

Akhir pekan lalu buku setebal 124 halaman ini tuntas saya baca dalam sekali duduk saja. Sejatinya baca kumcer alias kumpulan cerpen itu bisa diselingi ngerjain aktivitas lain. Toh, satu cerita bisa tuntas dalam beberapa halaman tidak seperti sebuah buku utuh yang kisahnya satu kesatuan.

Namun, karena penasaran dengan kesemua cerpennya, saya selesaikan saja baca yang membuat saya segera tahu keunikan buku ini, yakni:

Pertama, ketiga belas cerita pendek di buku ini ada yang berkaitan, merupakan "kelanjutan" dari cerita sebelumnya. Ini menguntungkan karena saya sebagai pembaca enggak harus mulai memahami dari nol lagi lantaran sudah kenal tokohnya. Yakni di kisah tentang pasangan suami istri Tama dan Kana. Di mana pada cerpen "Baru Menikah" dikisahkan Tama dan Kana adalah pasangan baru yang masih tinggal menumpang di rumah nenek Tama dan menghadapi problematika pasangan muda seperti kebanyakan pasangan lainnya. Kemudian ada "Kemarau Tama", saat kekhawatiran menerpa Tama memikirkan kehamilan istrinya, Kana. Dan pada cerpen "Seseorang Harus Pulang Sebelum Lebaran" yang menceritakan Tama tak bisa pulang Lebaran di tengah derunya rindu menunggu kelahiran bayi yang dikandung sang istri. Kesinambungan ini menjadikan buku "Pelayaran Tristan" berbeda dengan kumpulan cerita pendek lainnya, karena biasanya cerita masing-masing berdiri sendiri dan bukan lanjutan dari kisah sebelumnya. 

Kedua, memilih tokoh perempuan tuna rungu yang mewakili diri penulis buku ini. Di mana membuat tokoh cerita makin hidup dalam imajinasi pembaca lantaran yang digambarkan adalah apa yang menjadi kenyataan sebenarnya. Misalnya pada cerpen Lingkaran: "Seperti sore ini, saat kami membungkus leupeut untuk dijualkan Bi Popon, pedagang makanan keliling kampung, ibuku tidak bisa menahan diri untuk bercerita kepadaku. Ya kepadaku, putrinya yang tuli dan berusaha keras menyimak setiap ucapan dengan membaca gerkan bibirnya" (hal 45)

Kumpulan Cerpen Pelayaran Tristan


Ketiga, mengambil latar peristiwa yang terjadi pada masanya, seperti gempa, tsunami, juga peristiwa buruk yang mengguncang negeri ini yang terjadi di masa tahun 2000-2010, saat cerita-cerita ini ditulis. Seperti: Tsunami Pangandaran pada 2006 juga Gempa Tasikmalaya pada 2009. Mungkin bagi sebagian pembaca yang tidak mengalami masa-masa ini bakalan enggak langsung klik, beda dengan saya yang memang "sebaya" dengan penulisnya yang masih ingat dengan peristiwanya. Tapi bagusnya, latar ini jadi penguat cerita sehingga menambah wawasan pembaca yang bukan dari masanya. Seperti pada Apa Makna Maut, Gabriel?: "Senin, 17 Juli 2006. Ketika gempa itu mengguncang bagian bumi yang ia diami. Ketika air laut Pangandaran yang sedang ia renangi mendadak surut....ia menyadari harus lari sejauh-jauhnya dari sisi laut menuju tempat yang lebih tinggi sebelum ditelan tsunami."(hal 17)

Keempat, berbagai nama ternama baik itu sosok penulis, nama daerah dan tempat-tempat indah, tokoh dunia, tokoh novel terkenal...., dijadikan bagian dari kisah yang menunjukkan saat menulis, Rohyati Sofjan tidak asal-asalan. Tapi menulis berdasarkan riset yang dilakukan atau memang dia sudah tahu sebelumnya karena luasnya wawasan. Memang disebutkan, jika penulis yang juga admin komunitas Indonesia Saling Follow di Instagram ini punya hobi membaca untuk menutupi kekurangannya merekam kosakata dari indra pendengar.

Kelima, belasan cerita Rohyati dituliskan dengan lugas dan bernas. Dialog yang menghiasinya pun membawa fantasi pembaca seakan berada di dalamnya. Kosakata yang dipilih pun kadang tidak biasa, meski bukanlah padanan kata pelik yang biasa ada di karya sastra murni. Ini semua membuat jalinan kisah mudah dicerna dan sejujurnya membuat khasanah perbendaraan kata saya bertambah. Diantaranya:"Buih-buih air segera menyambutnya dan ia ekstase dialun gelombang. Bumi terasa bulat dan laut tak bertepi. Air asin menerpa mulut. Ia berenang, terus berenang ke arah tengah. Menikmati gelombang dan bermain di antaranya. Menikmati alur pikiran. (hal 25)


Kumpulan Cerpen Rohyati Sofjan


Well, "Pelayaran Tristan", kumpulan cerita pendek karya Rohyati Sofjan,


sungguh menarik untuk dibaca. Karena ada banyak makna kehidupan yang bisa saya dapatkan dari kisahnya. Begitu banyak inspirasi dan motivasi hidup yang saya dapatkan baik dari hikmah cerita yang penuh warna maupun dari sosok penulisnya. 

Nah, teman-teman penasaran ingin baca "Pelayaran Tristan"?

Hubungi langsung penulisnya, Mbak Rohyati Sofjan ya....πŸ’–



Happy Reading

signature-fonts

Kuliner Murah Meriah di Kediri

Kuliner murah meriah di Kediri enggak bakal bikin pusing saat dicari. Pasalnya, harga makanan di kota kelahiran saya ini memang masih sangat murah jika dibandingkan di Jakarta, kota tempat tinggal saya. 

Sebagai perbandingan, saat kulineran berempat dengan suami dan anak-anak di Jakarta, saya perlu mengeluarkan minimal dua lembaran merah seratus ribuan, bahkan bisa beberapa lembar jika makannya di restoran. 

Sementara di Kediri, untuk kulineran, seratus ribu masih ada kembalian, padahal itu kenyangnya dah pol-polan! 

Wah....!! 

Soto Tamanan Pak No
Soto Tamanan/Soto Bok Ijo

Sampai pernah tercetus sama suami, coba kalau gaji Jakarta, hidupnya di Kediri ya, hahaha.... 

Bisa sih, kalau pinjam bubuk Floo-nya Harry Potter  kwkw!!

Nah, seperti saat saya mudik long weekend lalu, dua kali makan malam kami habiskan uang 82 ribu di dua tempat berbeda. Entah kenapa kok bisa sama nominalnya. Padahal pesan ya pesan saja, enggak mikir kalau habisnya sama. 

Satu di Lesehan Pecel Tumpang di Jalan Dhoho dan satu lagi di Soto Tamanan (Soto Bok Ijo).

Etapii, apa saja sih yang saya makan bersama keluarga dengan uang segitu....?

Lesehan Pecel Tumpang Jalan Dhoho

Jadi, waktu malam hari kami nginep di Grand Surya Hotel Kediri, suami dah wanti-wanti, nanti enggak usah jauh-jauh cari makan malamnya. Keluar dari hotel jalan kaki saja, cari lesehan Pecel Tumpang yang memang tiap malam ada di sepanjang jalan Dhoho ini. 

Baiklah, mumpung deket banget, kenapa enggak kan?

Akhirnya kami keluar hotel pukul 9 malam. Memang jam segitu baru buka lesehannya. Karena menunggu toko-toko yang mereka tempati emperannya tutup dulu.

Lesehan ini banyak sekali jumlahnya, entah berapa enggak pernah ngitung saya, yang jelas jarak berapa meter ada yang jualan, selang-seling dengan yang jual nasi goreng (di gerobak dorong), di sepanjang satu kilometer salah satu jalan utama di Kota Kediri ini.

Karena sudah dalam kondisi capek - siangnya baru datang dari Madiun- maka kami memilih yang dekat saja dari hotel. Dan karena yang paling dekat hotel sedang ada beberapa pembeli, kami pun memilih yang setelahnya, karena sedang sepi, sehingga bisa jaga jarak, kan. Hanya ada 3 orang di situ. Kalau enggak salah di depan/emperan Toko Mentari Fashion, persisnya.

Saya pesan sego tumpang, suami sego sambel campur (pecel&tumpang) dan anak-anak sego pecel. Porsinya terdiri dari nasi, sayuran rebus, disiram sambal pecel/tumpang, sepotong tahu dan peyek. 

Sambel Tumpang Kediri
selesai makan, baru ingat pepotoan kwkw


Oh ya, kami masing-masing nambah lauk 3 jenis (bervariasi: telor, sate ati, sate usus, paru). Karena masih lapar, saya nambah satu porsi nasi pecel lagi (kwkwk..jangan heran, gini-gini saya makannya lumayan, lha daripada nanti di hotel kelaparan, yekan? )

Sementara, minumnya kami pesan es jeruk 4 (nambah 1 karena anak saya masih haus katanya, total 5) 

Terus rasanya gimana?

Ya enaklah, wong saya lagi lapar haha..lagian saya jarang masak sambal tumpang sendiri di Jakarta, karena bahan bakunya, tempe bosok (tempe yang sudah berapa hari ada di suhu ruang/di luar) enggak dijual di Jakarta. Kalau di Kediri, penjual tempe jualan 2 jenis tempe, tempe waras (tempe biasa) dan tempe bosok (untuk sayur lodeh, sambal tumpang, trasi dele (sejenis lauk). 

Jadi bagi saya sih enak-enak saja rasanya, lebih bahagia lagi saat bayar selesai makan.

"Pinten, Bu"
"Rp 82.000, Bu"

Kaget...enggak salah itung nih, batin saya, karena ada 5 porsi nasi plus lauk pauk dan 5 minuman.

"Sedaya, sampun diitung?"
"Sampun, Bu"
"Oh nggih sampun" (saya serahkan selembar 100 ribu-an) "Kersane susuke, Bu"
"Matursuwun nggih, Bu...Matursuwun, berkah nggih!"

Nyess hati rasanya, kembalian 18 ribu saja, didoakan dengan tulus sama penjualnya...! 

Aamiin, semoga berkah juga buat penjualnya, karena saya lihat sepi, padahal itu malam di libur panjang yang biasanya ramai sekali lesehan di sepanjang Jalan Dhoho ini (dulu sebelum pandemi)

Semoga semua lekas pulih seperti sedia kala, biar ramai lagi yang makan ya.... Aamin!

Lesehan pecel tumpang Jalan Dhoho Kediri
Lesehan Pecel Tumpang Jalan Dhoho


Soto Tamanan/Soto Bok Ijo

Kemudian, malam kedua di Kediri, sebenarnya sudah kenyang sekali, karena di rumah Bapak Ibu sudah makan malam bareng keluarga besar. 

Tapi karena sulung saya, nggegeri minta ke Soto Bok Ijo/Soto Tamanan, ya sudah pukul 9 malam kami pun ke sana.

Lokasinya di Terminal Bis Kota Kediri yang hanya berjarak 1 km saja dari rumah orangtua saya. Dulu jaman saya kecil, sebelum tempat ini jadi terminasl bis Kediri, ada sebuah bok (semacam tugu/gapura sebuah jembatan) berwarna hijau. Maka daerah ini dinamai Bok Ijo, yang membatasi wilayah desa saya Campurjo dan Tamanan, desa sebelahnya. 

Nah, di Desa Tamanan ada penjual soto ayam khas Kediri dari generasi ke generasi. Jumlahnya banyak, ada yang jualan di sekitar Bok Ijo ini, atau berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Semua pakai gerobak dorong. 

Soto Tamanan ini adalah soto ayam dengan kuah santan yang gurihnyaaaa..mantap jiwa!

Dan, karena diresmikan terminal bisnya, maka Bok Ijo pun dirubuhkan, penjual soto diberi area di sisi terminal, berderet rapi ada beberapa gerai dengan pemilik berbeda. 

Saya mengunjungi kios soto yang paling pinggir, Soto Tamanan "Pak No". Penjualnya adalah ipar teman SMP saya, mewarisi Ayah teman saya yang juga penjual soto dulunya.

Saya pesan 3 soto ayam (tanpa nasi) buat anak-anak dan suami dan soto ayam dengan nasi untuk saya (hahaha, jangan diledekin ya, saya makannya banyak ternyata). 

Terus 4 ayam bakar kecap, 4 teh botol (tambah 1, suami nambah tehnya, jadi 5)

Soto dengan nasi datang duluan, dengan irisan kol dan taburan toge kedelai/toge pendek di atasnya dan suwiran ayam, disiram kuah soto panas dan perasan jeruk nipis...wah enak tenan!

Sementara soto tanpa nasi datang hanya kuah dan suwiran ayam, dengan sayuran dan jeruk nipis yang disajikan terpisah, masing-masing semangkok ngasihnya...

Kenyang makan soto, akhirnya, pulanglah kami...

Saat bayar, kaget saya.....lha kok totalnya sama dengan kemarin, Rp 82.000. Wah!!

Beneran deh, kuliner murah meriah di Kediri bikin happy!!

Pengin juga? Yuk kapan-kapan main ke Kediri!😍


*Maaf minim foto, karena saat kondisi tangan bersih, berusaha enggak pegang-pegang HP. Karena saat makan masker dilepas..hehe

Sto Tamanan Kediri
Soto Tamanan/Bok Ijo "Pak No"



Happy Tummy Happy Me

signature-fonts

Pengalaman Makan di The Duck King Saat Pandemi

The Duck King, saya pilih jadi tempat makan malam bersama keluarga hari Minggu lalu saat ada perlu mengunjungi Living World Alam Sutera. Dine-in? Yes! Meski, karena kondisi pandemi, saya dan suami lebih selektif memilih lokasi pergi juga tempat makan kami. Bukan mengabaikan himbauan untuk di rumah saja ya, karena perginya memang ada perlu. Jadi teteup, kami berusaha memilih tempat yang menerapkan protokol kesehatan, memastikan diri sedang dalam keadaan sehat dan terapkan prokes di semua tempat.

Seperti saat di Living World Alsut, kami sempat berkeliling sebentar di lantai dasar mengingat pilihan tempat makan di sini beragam. Melihat The Duck King dengan area yang luas, petugas  pakai masker + face shield, tempat duduk terlihat berjarak aman, maka fixed kami putuskan memasukinya. 

Ketika masuk ditanya mau duduk di sisi yang mana, karena ada pilihan jenis dan lokasi kursinya. Oh ya di tiap meja - meski sekeluarga - tetap ada jaraknya, di mana bagian yang tidak boleh diduduki diberi tanda silang. 

Lalu, bagaimana dengan menunya? Apakah komplit tersedia seperti saat sebelum pandemi....?

Yuk, lanjut baca ya!

Pengalaman Makan di The Duck King


Tentang The Duck King

The Duck King memiliki reputasi tinggi sebagai restoran Cina asli Indonesia yang paling populer di Indonesia sejak awal berdirinya di tahun 2003. Dengan gerai tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Makassar, The Duck King telah memantapkan dirinya sebagai rumah makan casual yang populer untuk pertemuan atau kulineran. 

Oh ya, ada aneka pilihan menu yang ditawarkan di sini dan hidangan wajib yang harus dicoba, sesuai nama restorannya, adalah Bebek Panggang. Kabarnya sih Nasi Hainam, Udang Goreng Telur Asin, dan Iga Sapi dengan Saus Madunya juga juwaraa. Dim sum juga tersedia yang baru disiapkan saat memesan. Tak ketinggalan deretan daftar makanan penutup yang bikin ngiler di buku menunya.

Well, The Duck King Restaurant pertama kali dibuka pada tahun 2003 di Jakarta Selatan. Kini telah berkembang menjadi jaringan restoran Cina terbesar di Indonesia yang mengoperasikan 33 cabang dalam 5 segmen berbeda; yaitu, The Grand Duck King Signature dengan mengusung ciri khasnya, The Grand Duck King yang bersegmen khusus, The Duck King sebagai konsep inti, Imperial Chef sebagai konsep restoran berbasis pork, dan The Duck King Noodle and Kitchen yang mengkhususkan diri dalam menu Lamian.

Dan FYI, pada Mei 2018, PT Jaya Bersama Indo (JBI) yang bertindak sebagai pengelola restoran ini sudah melakukan Initial Public Offering (IPO) alias melantai di bursa saham. Padahal, dulu resto ini cuma tempat makan dengan kapasitas maksimal 90 orang. Mereka juga enggak pernah pasang iklan pas awal buka. Tapi kemudian berkembang hingga (sebelum pandemi) pengunjungnya saja meski antri agar bisa makan di sini.

Lalu, apakah kondisi saat ini sama adanya?

The Duck King Alam Sutera

Living World Alam Sutera


Pengalaman Makan di The Duck King Alam Sutera 


Jadi setelah kami dipersilakan duduk, waiter dengan ramah memberikan buku menu. Sementara kami memilih, seorang waitress mengantarkan piring, saus, tisu dan sendok/garpu/sumpit yang direndam air panas di gelas untuk tujuan sterilisasi.

Setelah pilah-pilih kami pun memesan makanan. Sayangnya saat memesan si Mas waiter yang taking order, meminta maaf kalau ini enggak ada itu enggak tersedia. Maklum saja pandemi jumlah tamu pasti berkurang sekali, jadi ada menu yang ditiadakan atau hanya menyajikan menu yang ada bahan bakunya saja.

Akhirnya, sebagai pelanggan yang baik, ramah dan suka menolong kami pun setuju saja saran si Mas memilih menu yang ada, biar cepat dan memudahkan mereka. Karena empati saat pandemi penting sekali...

Kemudian, sambil menunggu pesanan tiba, saya memandang sekeliling, hanya ada 2 keluarga sebelum saya yang hampir selesai makan dan satu keluarga yang baru datang saat saya sudah selesai. Padahal itu hari minggu sore yang biasanya Living World ini ramai sekali. 

Yup, saya memang sering ke sini sebelum pandemi, jadi tahu benar kondisi Living World Alam Sutera dan The Duck King ini. Kalau lihat sepi begini, nyesek rasanya...Hiks!

Tak putus doa agar semua segera membaik seperti sedia kala. Aamiin!

Dan, lamunan saya pun buyar saat makanan datang...Siap disantap dan rasanya... mantap!


Menu The Duck King


Makanan di The Duck King


Nah, sesuai nama restorannya, maka saya memesan untuk berempat yang ada bebeknya. Set 3 makanan yang saya pilih seharusnya berisi: bebek, ayam dan ubur-ubur panggang. Tapi, berhubung ubur-uburnya out of stock, saya pun dobel-in si bebek. 

Kemudian sebagai pendamping saya pesan juga sapo tahu dan baby buncis bumbu XO dan 2 nasi goreng (teri dan Yang Chow). Sementara untuk minum, saya pilih Chinese Tea, suami dan anak-anak pesan jus.

Oh ya, maaf ya...saya enggak ingat nama makanan/minumannya juga memotretnya. Soalnya tangan sudah bersih siap untuk makan enggak pengin pegang-pegang buku menu dan HP lagi hihihi...Maklum pandemi mesti jaga diri.

Well, untuk kuantitas menu, nasgornya banyak! Jadi pesan dua cukup buat kami berempat - apalagi ini makannya jam 4, alias makan malam yang terlalu cepat!

Oh ya, di rumah saya, memang tak banyak mengonsumsi karbohidrat ya...Makan nasi hanya secukupnya, tak berlebihan mengonsumsi. Bukan diet apapun, tapi membiasakan diri makan seimbang, ada lauk, sayuran dan buah-buahan. Bahkan kadang kalau sudah ada pengganti nasi/menu karbohidrat yang lain, enggak ambil nasi lagi. Dan, itulah salah satu resep badan ideal saya (dan suami) #eh kwkwwk

Nah, kita ulas roasted duck & chicken-nya ya....

Mantap jiwa, pokoknya terjawab sudah kenapa antrian orang makan di The Duck King selalu mengular saat dulu sebelum negara api menyerang. Enggak salah kalau rencana ekspansinya sampai ke luar negeri. Semoga saja terwujud setelah pandemi usai nanti.

Kemudian nasgornya, asli enak, enggak berminyak dan bumbunya yang terasa bukan micinnya. Kalau sayuran, beneran kress buncisnya, bumbu meresap dan segar terhidangnya. Sapo tahu juga gitu, mantap jiwa. 

Sedangkan untuk minuman, selalunya kalau makan di restoran Cina saya pesan Chinese Tea yang memang baik untuk kesehatan. Dan seger bener, hangat di perut teh Jasmine yang saya pilih. Sedangkan untuk minuman lainnya kalau kata anak-anak dan suami sih standar aja rasanya. 

Kami makan hingga selesai dan tak bersisa saking puasnya hahaha....Dan saat ingin memesan pencuci mulut, ternyata juga enggak tersedia, yo wis pulang saja kalau gitu ya...

Review The Duck King

The Duck King Living World


Jadi, The Duck King...


bisa jadi pilihan tempat makan saat pandemi karena memberlakukan protokol kesehatan yang baik dan benar. Layanannya ramah dengan tempat yang nyaman. Untuk makanan mantap meski selama pandemi jenis menu dibatasi.

Dan, akhirnya saya sekeluarga pun pulang dan happy setelah makan di The Duck King ini. Makin bahagia setelah ternyata hanya cukup membayar hampir setengah dari tagihan saja, karena suami memakai point reward dari kartu debitnya...Yeayy!

Semoga semua segera pulih seperti semula, sehingga kita bisa bebas kemana-mana dan menyantap hidangan istimewa yang kita inginkan. 

Tetap semangat jaga kesehatan yaaa!πŸ’–


Happy Tummy Happy Me

signature-fonts