Yuk Awali Hari dengan Semangkuk Sarapan Sehat, Lezat dan Praktis dari Nestum!

Yuk Awali Hari dengan Semangkuk Sarapan Sehat, Lezat dan Praktis dari Nestum! Teman...Sejak kecil saya dibiasakan oleh Ibu untuk sarapan. Tiap pagi, Ibu saya yang Ibu Rumah Tangga sudah siap sedia dengan sajian sarapan untuk Bapak dan keenam putrinya. Pasalnya kami bertujuh mesti pagi-pagi berangkat dari rumah untuk bekerja dan bersekolah. Hingga, bagi Ibu sarapan buat kami itu wajib hukumnya. Kata Ibu karena sarapan adalah modal utama bagi kami agar bisa berkegiatan di luar sana.


Cerita Anak: Bolu Keju Buatan Ryu

Cerita Anak: Bolu Keju Buatan Ryu

Genks....

Sebelum ngeblog yang isinya dominan artikel non-fiksi, saya mengawali menulis dari genre fiksi. Seperti menulis cerita anak untuk dikirimkan ke media ataupun diikutkan seleksi antologi ke penerbit yang mengadakannya.

Seperti sebuah proyek antologi yang diadakan FAM Publishing dengan judul Buku "Dunia Kata" - Antologi Cerpen Anak Nusantara ini.





FAM Indonesia - Komunitas Penulis dari Pare Untuk Dunia



FAM Publishing adalah divisi penerbitan dari FAM (Forum Aktif Menulis) Indonesia, sebuah komunitas kepenulisan yang berlokasi di Pare, Kediri yang tepatnya beralamat di:

FAM Indonesia
Jalan Mayor Bismo 28, Pare, Kediri, Jawa Timur
081259821511
email: aktifmenulis@gmail.com

FAM Indonesia ini mewadahi bagi sesiapa saja yang suka menulis (mostly fiksi). Nah, buat dirimu daripada galau bin mellow-nya dicurahkan ke status di sosial media lebih baik gabung dan aktif ke komunitas menulis saja biar tersalurkan, ye kan?

Oh ya, ada banyak ilmu yang bisa didapatkan dan beragam​ lomba penulisan yang tidak dipungut bayaran. Seperti lomba cipta puisi/cerpen/kata mutiara dan lainnya. Silakeun gabung saja yaaa. Biar curhatnya bermanfaat, tulis saja kisahmu, siapa tahu hadiah lomba jadi milikmu. 

Dan FAM juga membuka kesempatan penerbitan buku solo atau antologi puisi juga cerpen. Tinggal kirim karyamu. Jika layak cetak, jadi deh buku!

Bagi yang tertarik langsung gabung ke komunitasnya saja, ikuti lomba atau tulis bukumu segera yaaaa... 

Sementara, saya yang kini banyak nulis non-fiksi memang sudah enggak aktif lagi di sana. Hiks! Tapi enggak apa-apa yang penting FAM Indonesia pernah menjadi bagian dari kisah hidup saya..#halah.


Buku Dunia Kata - Antologi Cerpen Anak Nusantara



FAM Indonesia



Nah, sekitar Bulan Oktober 2016, FAM Indonesia mengumumkan adanya seleksi antologi untuk cerpen anak bertema "Dunia Kata". Saya pun mengirimkan karya dan Alhamdulillah bisa lolos seleksi.

Akhirnya terbitlah buku Dunia Kata ini pada Mei 2017. Buku dicetak terbatas dan dijual secara indie. Meski demikian saya sudah super hepi karena akhirnya punya buku meski baru antologi. 😍


Oh ya, buku ini setebal 83 halaman dan ditulis oleh 14 penulis yakni:

  • Aisya Alifya Azzahra (Pena Ajaib)
  • Amrin Tambuse (Melepas Sahabat Sejati)
  • Andias Abdillah Ridho (Rindu Ayah)
  • Dian Restu Agustina (Bolu Keju Buatan Ryu)
  • Eko Januarsyah Putra (Mengejar Senja)
  • Haya Najma Putiah ( Boneka Catty)
  • Haya Najma Tsabita (Terima Kasih Ratu)
  • HM Supriyono (Elena:Kuncup Mawar di Bukit Wabigoon)
  • Meike Sumeler (Semurni Kasih Ibu)
  • Mutiara Permata Sari (Siput yang Malang)
  • Nuha Fidaraini (Impian Seorang Azam)
  • Resi Susanti (Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya)
  • Syakira Nabilla Azzahra (Si Kitty Kesayanganku)
  • Walrina ( Gundu Si Gundul)

Buku seharga 45 ribu itu terjual beberapa ratus eksemplar. Dan meski tak seheboh antologi saya Ceria Ramadhan di 5 Benua - 25 Negara yang tembus 30.000 atau 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia yang cetak 3.000 eksemplar tapi sungguh ada yang bikin beda di buku ini.

Inilah pertama kali saya punya antologi yang hampir berbarengan dengan antologi hasil lomba penulisan puisi dari FAM juga yang lebih dulu terbitnya.

Juga pertama kali "jualan" buku ke kerabat dan teman-teman saya. Dan ternyata benar adanya seperti kata banyak penulis pemula lainnya, kebanyakan mereka minta gratisaaan..Hiks!

Ada yang bercanda dan ada pula yang serius minta. Hahaha. Tapi ya sudahlah, memang perlu kesabaran ya mengedukasi bahwa penulis buku itu kerjanya pakai otak dan dapat duitnya enggak banyak (kecuali sudah sekelas Dee, JK Rowling,..) Jadi, kalaupun enggak niat beli ya mending muji terus kasih ucapan dan doa selamat agar terus semangat.

Duh jadi #curcol gini...🙈

Nah baiklah, karena buku ini sudah tidak dijual lagi, maka silakan ceritanya dinikmati!

Selamat Membaca!



FAM Indonesia




Bolu Keju Buatan Ryu


Pulang sekolah, begitu masuk rumah, Ryu melihat ada bolu keju kesukaannya di atas meja makan. Langsung diambilnya sepotong dan dimasukkan bulat-bulat ke mulutnya. Hmmm, enak!

“Ryu…!” teriak Ibu dari arah dapur.

“Cuci tangan dulu!” tegur Ibu.

“Ok Bu, maaf,” sambil mengunyah, Ryu berlari menuju kamar mandi.

Bolu keju, memang salah satu camilan kesukaan Ryu. Kalau ingin tahu apalagi yang Ryu suka, jawabannya : banyak! Ia suka semua makanan yang dimasak Ibu bersamanya. Ya, Ryu sejak kecil sudah terbiasa membantu Ibu di dapur. Dari situ, lama-lama Ryu jadi hobi memasak. Ibu dan Ryu bisa betah berlama-lama di dapur untuk mencoba resep ini-itu.

Semua resep yang sudah dicoba, dicatatnya dengan rapi. Dengan tekun Ryu juga 
memperhatikan saat Ibu mengajarinya hal-hal baru. Selain itu, Ryu juga ikut membacatabloid wanita langganan Ibu, yang banyak mengupas tentang dunia masak-memasak.

Ryu dan Ibu sering berdiskusi tentang resep dan tips memasak yang baru. Ayah dan Mas Ryo kadang heran dengan kekompakan keduanya. Meskipun begitu, mereka senang-senang saja, karena pasti akan ada sajian lezat terhidang di meja, hasil racikan Ibu dan Ryu.

Suatu hari sepulang sekolah.

“Bu, ada tugas untuk Selasa depan. Bu Hera meminta kami, menceritakan hobi masing-masing. Juga membawa benda yang berkaitan dengan hobi itu,” cerita Ryu saat makan siang.

“Tugas yang mudah itu. Hobimu kan memasak. Kamu bikin saja kue kesukaanmu. Nanti bisa kamu ceritakan dan peragakan cara membuatnya.”

“Hmm, tapi Bu..,” Ryu nampak tidak setuju.

“Kenapa Ryu?”

“Ryu malu. Tadi di sekolah, Ira cerita tentang hobinya menari balet. Katanya ia akan memakai kostum balet dan memperagakan gerakan tariannya. Terus si Nia yang hobi melukis, akan membawa kanvas dan peralatan lukisnya lalu melukis di kelas. Kalau Ical, katanya sih mau pakai kostum sepak bola, membawa bola dan memamerkan beragam gerakannya. Wah, keren-keren kan Bu! Lha aku, masak bawanya alat-alat dapur sih!”

“Kenapa harus malu Ryu, Orang punya bakat dan hobi masing-masing. Memasak juga hobi yang menarik lho. Tidak semua orang bisa telaten untuk memasak. Ide Ibu, kamu bikin saja bolu keju. Kamu bawa bahan-bahannya, mikser, cetakan, juga oven listrik Ibu. Resepnya kan mudah, sehingga bisa dipraktekkan sendiri oleh teman-temanmu di rumah. Selesainya nanti, bolunya bisa bersama-sama dinikmati.”

“Tapi, Ryu khawatir ditertawakan teman-teman nanti. Anak kecil kok hobinya memasak!” Ryu masih ragu dengan ide Ibu.

“Kamu lihat saja nanti, bisa saja hobimu nanti yang paling dikagumi,” kata Ibu meyakinkan Ryu.

Hari Selasa pun tiba.

Ryu ke sekolah diantar Ibu, dengan membawa bahan-bahan bolu keju. Ada tepung terigu, keju parut, telur, gula, margarin dan pengembang kue. Tak lupa ia membawa mikser, cetakan dan oven listrik.

Satu persatu, murid-murid menceritakan hobinya di depan kelas. Ada Budi yang membawa gitar sambil bernyanyi. Lalu, Rafi yang memakai baju pencak silat dan memperagakan gerakan ilmu bela diri. Juga, Bella yang membawa pianika dan memainkan dua buah lagu untuk teman-temannya. Penampilan mereka diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari semua penonton.

Tiba giliran Ryu.

Di depan kelas, setelah menghela napas,

“Hobiku memasak. Kali ini, aku akan membuat bolu keju,” kata Ryu memulai.

Dengan terampil Ryu mencampurkan bahan-bahan yang sudah disiapkannya dari rumah.

“Kita mulai dengan mengocok gula dan telur,” Ryu mulai mengaduk.

”Lalu masukkan keju parut. Setelah halus dan rata, masukkan tepung terigu dan pengembang kue. Semua diaduk sambil memasukkan margarin cair sedikit demi sedikit. Masukkan adonan ke dalam loyang, taburi keju parut, dan panggang selama lebih kurang 20 menit,” tutup Ryu sambil memasukkan loyang berisi adonan ke oven.

Ryu benar-benar lancar menceritakan cara pembuatan bolu kejunya, Ia juga terampil mempraktekkannya. Karena memang sudah berkali-kali ia membuat sendiri bolu keju itu di rumah.

“Jadi, kita tunggu 20 menit dulu, baru bolu kejunya bisa kita serbu.” canda Ryu seraya tersenyum lega mengakhiri penjelasannya.

Semua yang ada di kelas bertepuk tangan meriah. Mereka terlihat kagum akan kepandaian Ryu memasak.

“Hebat Ryu!” puji Bu Hera sambil mengangkat kedua jempol ke atas.

“Wah, hebat sekali!”

“Bravo Ryu!” Bersahutan pujian datang dari teman-temannya.

Dua puluh menit kemudian.

Bau harum yang menyelimuti ruangan, menambah rasa penasaran semua orang. Ryu mengeluarkan bolu keju dari loyang. Bolu dengan warna yang cantik dan mengembang sempurna, akhirnya terhidang di meja.

Bu Hera membantu memotong kue itu. Sesaat setelah dibagikan, komentar pun bersahutan.

“Ryu, lembut banget ini bolunya!” kata Arum kagum.
“Manis dan gurihnya pas Ryu!” Rizki menimpali.
“Benar-benar ..Maknyuuss Ryu!” Dijah tak mau kalah.

Ryu tersipu malu mendengar pujian dari teman-temannya.

“Wah Ryu, hebat kamu! Kamu sudah bisa nih ikut kompetisi koki cilik di televisi. Suatu saat nanti, kamu pasti bisa punya restoran atau toko kue yang terkenal. Atau menjadi chef di hotel berbintang. Terus berlatih ya, Ryu!” puji Bu Hera sambil menyemangati.

“Oh ya, kamu terima pesanan kan? Ibu pesan dua loyang untuk hari Minggu, ya?” lanjut Bu Hera.

“Aku juga, bulan depan waktu ulang tahunku, aku pesan kuenya ke kamu ya Ryu,” imbuh Galuh.

“Aku juga, Ryu!”

”Catat aku, Ryu!”

Teman-temannya berebutan memesan, membuat Ryu tersenyum kegelian.

“Iya,iya sabar! Nanti kucatat ya.. Sekarang mari kita santap dulu bolu kejunya!”

Ryu senang. Ternyata Ibu benar, hobi memasaknya dikagumi teman-teman dan gurunya. Diam-diam Ryu membayangkan, jumlah uang tabungannya yang bertambah hasil dari terima pesanan. 

Ternyata kata Ibu benar, ketekunan akan membuahkan keberhasilan.💕


FAM Indonesia




Love,

Dian Restu Agustina

Mari Mengasihi Ibu Menyusui Demi Kelangsungan Pemberian ASI






"Breastfeeding is not a Choice, it's a Responsibility"


*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Esai yang diselenggarakan oleh sebuah RS pada tahun lalu. Ternyata oh ternyata lomba dibatalkan secara sepihak oleh panitia tanpa ada penjelasan resmi dari mereka. Jadi di re-write di blog saja ya buat obat kecewa hahaha. Selamat Membaca!😍

Yuk #BebasMainTanpaNyamuk Bersama MY BABY Minyak Telon Plus!




"Prevention is Better than Cure"


Malam itu, anak sulung saya demam lagi. Rentang suhunya 39-40 dercel saat saya ukur dengan termometer digital kami.

Duh, tinggi ini!! 😭

Dan, ini sudah hari ke tiga sementara obat penurun panas tak mempan adanya. Belum lagi lemasnya badan juga kehilangan nafsu makan. Membuat saya memutuskan membawanya ke Rumah Sakit keesokan harinya.

Eh tapi, mengapa sih ke RS, bukannya ke praktik dokter saja?

Ya, karena saya mesti bersiap juga jika dokter menyarankan dilakukan pemeriksaan darah nantinya. Kalau di RS kan semua lengkap ada, jadi enggak perlu lagi kemana-mana! 

Training @Joeragan Artikel - Solusi Training Menulis yang Praktis dan Ekonomis






"Sebuah langkah harus diambil saat ini juga, enggak boleh lagi ditunda!"

Begitu tekad saya saat mulai menulis di blog ini dua tahun lalu. Satu keinginan yang saya pendam entah sejak kapan. Semangat yang turun naik enggak karuan. Juga mimpi yang kadang memuncak tapi lebih sering jatuh dan berserak. Akhirnya semua itu mampu saya rengkuh dan membawanya menjauh meninggalkan segala ketidakpercayaan, keraguan dan ketakutan.

Ya, saya berniat ingin kembali menulis lagi....!!

Cendra, Si Cendrawasih Merah yang Tak Sombong Lagi

Cendra, Si Cendrawasih Merah yang Tak Sombong Lagi 

Teman.....Pada bulan Oktober tahun 2017 silam, saya mengikuti kelas menulis dongeng anak online yang diselenggarakan oleh Mbak Wulan Mulya Pratiwi. Beliau adalah seorang penulis buku produktif yang kemudian mendirikan Wonderland Publisher yang mengelola kelas menulis dan penerbit buku indie.



Resep Cheesecake Sederhana dengan Rasa Istimewa




"Life tastes better after a slice of cheesecake" (Jason Shaw)


Genks...

Kalau Minggu pagi biasanya ngapain? Olga? Belanja? Jalan sama keluarga? Atau di rumah kruntelan saja?

Saya sih pernah semua, tergantung pada kondisi badan dan keuangan.. 🙈

Tak Ada Libur Hari Raya di Amerika

Tak Ada Libur Hari Raya di Amerika, buku antologi yang bermula pada sekitar bulan Agustus 2017 saya mendapat pesan pribadi dari seorang teman dunia maya, Efa Refnita. Mbak Efa yang sedang bermukim di Australia mengajak saya untuk ikut serta dalam proyek antologi buku cerita anak dengan tema Ramadan di luar negeri. Beliau rupanya tahu dari media sosial kalau saya pernah tinggal di Amerika, maka saya diajak gabung dalam proyek ini.

Rencananya, penulis menceritakan pengalaman Ramadan penduduk setempat berlatar tempat yang pernah ia kunjungi/tinggali. Dan proyek ini akan melibatkan 25 penulis dengan latar 25 Negara dan 5 benua yang berbeda.



Jumatan di Masjid, Parkirnya di Gereja

Jumatan di Masjid, Parkirnya di Gereja

"Tolerance is giving every other human being every right that you claim for yourself" (Robert Green Ingersoll)



*pic by: pluralism(dot)org

Selama tinggal di Amerika di kurun waktu tahun 2009-2011, saya dan keluarga tinggal di Metairie, Louisiana. Sebuah kota kecil yang masuk ke wilayah Greater New Orleans yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota New Orleans. LA.

Saya lansir dari Wikipedia, luas Metairie ini 60 km² dan berpenduduk sekitar 138.000 jiwa dengan komposisi: pemeluk agama Katolik (41,4%), Protestan (12,7%), Islam (0,64%), Jewish (0,61%), sementara sisanya aliran Kristen lainnya dan yang tidak teridentifikasi agamanya.

Menginap di Hotel Grand Zuri BSD City

14 Jam Menginap di Hotel Grand Zuri BSD City...Singkat amat? Hiks, iyaaa!! Ingat quote berikut: "Chilling out on the bed in your hotel room watching television, while wearing your own pajamas, is sometimes the best part of a vacation." (Laura Marano)

Senin pagi,

"Aku ada meeting Jumat ini, nginep!"
"Di mana?"
"Grand Zuri BSD"
"Jadi..?"
"Ntar siangnya aku jemput ke rumah..ikut semua aja!"
"Yesss...!"




Saya kegirangan mendengar ajakan suami nginep di hotel. Meski enggak jauh-jauh amat dari rumah, alias cuma di kota sebelah, yang penting pergiii.. hihihi. 

Maklum perempuan rumahan macam saya yang seharian ditinggal suami kerja- kadang ke luar kota, juga seharian ditinggal anak sekolah, kalau pergi sejenak dari rumah tercinta rasanya ya hepii aja. Hitung-hitung ngilangin suntuk, karena cucian yang numpuk. kwkw

Bayangan saya, ah bisalah males-malesan di kamar hotel sambil nonton tipi saja, berlama-lama mandi di shower air hangatnya atau nungguin anak-anak berenang sambil pepotoan. 

Tapi....

Ternyata, si Mas masih ada kegiatan di sekolah sampai jam 4 sore di hari Jumat itu. Juga, saat kami bertiga sejak sore sudah siap sedia, ternyata si Bapake baru kelar meeting jam 7 malamnya. Dan ternyata ada acara makan malam di Chakra Hall & Lounge The Breeze BSD yang notabene lokasinya berbeda dengan hotelnya. 

Duh!

Jadilah...setelah melewati semuanya, kami baru masuk kamar jam 10 malam. Langsung tepar tanpa sempat lagi realisasi rencana males-malesan tadi hiks..


Hotel Grand Zuri BSD City



Grand Zuri BSD City
Lobby Area


Hotel Grand Zuri BSD City ini berlokasi di Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang Selatan. Berjarak sekitar 25 km dari kediaman saya di Joglo, Jakarta Barat. 

Hotelnya berdekatan dengan Ocean Park Water Adventure-tepat seminggu lalu saya mengantar adik tanding silat di sini, juga Teras Kota Mal-saya pernah ketemuan sama teman di sini, juga enggak jauh-jauh amat dari AEON Mal dan ICE BSD yang sering saya dan keluarga kunjungi.

Letak hotelnya agak nyempil dan bukan di jalan utamanya, itu yang bikin saya baru paham kalau ada Hotel Grand Zuri BSD City di sana.

Nah, memasuki gerbang, memang seperti tak terlalu luas areanya. Di bagian depan tersedia beberapa lot parkiran yang sepertinya selalu penuh saja. Tapi tak perlu khawatir karena ada tempat parkir lainnya di basement yang lumayan juga luasnya. Di mana di tempat yang sama tersedia juga musholla yang melengkapi fasilitas hotelnya.

Hotel Grand Zuri BSD City yang memiliki 132 kamar ini menyasar berbagai acara pertemuan sehingga bisa dikategorikan sebagai hotel bisnis. Mengingat adanya tempat dan fasilitas yang dimiliki yang saya baca infonya di brosur yang ada di lobby.


Cerenti Restaurant


Ya, Grand Zuri BSD City yang berlantai 12 ini memang dilengkapi dengan 8 function rooms dan Business Center yang akan membantu terselenggaranya beraneka acara yang dihelat tamunya. Juga ada Cerenti Restaurant, Zuri Lounge, Pool&Spa, Gym Childen Palyground dan Zuri Terrace yang melengkapinya.

Tapi, lebih lanjut untuk function room-nya saya enggak tahu seperti apa penampakannya, karena yang meeting di sini bukan saya hahaha...

Jadi yuks mari, kita meninjau kamarnya saja yaa... 


Kamar Hotel Grand Zuri BSD City



Grand Zuri BSD City
Area Penyimpanan


Setelah dari parkiran kami masuk area hotel melalui tangga menuju lobby. Tapi karena suami tadi siang sudah check in maka berbekal key cards kami langsung menuju kamar yang ada di lantai 9 di Hotel Grand Zuri BSD City ini.

Nah, karena kami berempat dan anak-anak sudah besar, maka kamarnya yang family friendly yakni 2 kamar yang disambung dengan pintu penghubung atau connecting door.

Hati saya tenang kalau kayak gini. Karena kadang kami terpaksa mengambil dua kamar yang bersebelahan jika memang connecting room tidak tersedia. Dengan risiko masing-masing harus bolak-balik jika ada perlu ini itu.

Tapi kenapa sih kok enggak kruntelan sekamar berempat saja?

Eits..sesuai aturan, kamar hotel itu hanya untuk 2 dewasa atau boleh ada anak di bawah 12 tahun (di beberapa hotel dan di luar negeri ada aturan di bawah 6 tahun) Jadi ya memang harusnya kalau anak saya umur 14 dan 9 tahun ya ambil kamar 1 lagi atau nambah ekstra bed. Lagian kalau kamarnya kecil alangkah tidak nyamannya.

Selain itu biar enggak ribet di masalah breakfast, karena 1 kamar hanya dapat jatah sarapan 2 orang, terus yang 2 lagi gimana coba?

Makanya beberapa waktu terakhir, saat traveling saya sekeluarga memilih untuk nginep di apartemen, karena jatuhnya lebih murah dan bisa berempat "serumah". 


connecting door


Grand Zuri BSD City
Superior Twin Room


Oh ya, kamar yang satu adalah tipe Superior King dengan 1 queen bed dan satunya adalah kamar  Superior Twin dengan  2 single beds. Yang membedakan kedua kamar hanyalah jenis tempat tidurnya. Sedangkan untuk luasan dan fasilitas di dalamnya sama saja. 

Nah, begitu membuka pintu kamar seluas 24 m² ini saya temui cloth & suitcase area di sisi pintunya yang dilengkapi dengan beberapa gantungan baju, rak penyimpanan dan safe deposit box.


Grand Zuri BSD City
Bath Room


Sementara di sisi lainnya ada bath room area yang dilengkapi dengan wastafel, closet, shower dan perlengkapan penunjangnya. Tersedia toilettries (pasta gigi+odol, sabun mandi, shampoo, body lotion dan shower cap). Ada juga 2 mineral bottle as complimentary. Juga 2 handuk bersih dan hair dryer yang melengkapi peralatan kamar mandi.

Kemudian di bed area, tergantung lukisan yang menambah manis suasana dan 2 side table yang mempercantiknya. Kasur - yang saya baca di brosur hotel adalah merek King Koil, memang empuk dan nyaman. 


Hanya sayang sarung bantal dan bed covernya agak bau. Mungkin karena musim hujan ya, enggak ada matahari jadi nyucinya enggak bisa kering hahaha (memang cucianmu, Dian..) 




Grand Zuri BSD City


Selanjutnya di TV area, ada tipi layar datar dengan channel berbayar (saya enggak tahu apa saja - karena enggak sempat nontonnya). Dilengkapi dengan water heater jika ingin bikin secangkir dua teh atau kopi yang memang tersedia

Di sudut ruang tersedia working area dengan sebuah kursi kerja. Juga ada single sofa + meja yang ada di dekat jendela untuk menikmati suasana Bumi Serpong Damai alias kota mandiri BSD City di Tangerang Selatan ini.

Dan....ada sebuah pintu yang terkoneksi dengan kamar sebelah yang baru bisa dibuka jika sisi lainnya juga terbuka.




Sarapan di Hotel Grand Zuri BSD City



Karena sudah kenyang dan waktu pun telah larut, kami pun langsung melaut ke alam mimpi hingga pagi.

Setelah bebersih diri, paginya cusss sarapan di Cerenti Restaurant yang terletak di dekat lobby hotel Grand Zuri BSD City ini.

Kami turun makan sekitar pukul 8. Bayangan saya restoran sudah sepi dong yaaa...Eh ternyata saya salah pemirsaaah, karena banyak yang lapar di waktu yang sama hahaha

Jadilah sempat nunggu meja kosong. Padahal nih, sejatinya ada tempat duduk outdoor yang saya baru tahu setelahnya. Tapi waiter/waitress-nya enggak ngasih tahu kalau ada. Sepertinya beberapa tamu lainnya juga ada yang bingung cari tempat. Meski akhirnya ya dapat...



Grand Zuri BSD City


Grand Zuri BSD City


Grand Zuri BSD City


Grand Zuri BSD City


Oh ya dari penampakan tamunya beberapa kelihatan untuk urusan bisnis. Juga ada serombongan besar keluarga pengantin dan mempelainya. Dan ada juga yang sudah siap dengan baju renangnya karena akan ke Ocean Park sama seperti saya sekeluarga.


Sedangkan untuk menu breakfastnya bervariasi dan lumayan lengkap untuk ukuran hotel berbintang 4. Di mana tersedia menu lokal dan internasional. Seperti Nasi Campur Betawi, Batagor Bandung, Ketupat Sayur, Aneka Bubur, Aneka Kerupuk, Macaroni Schootel, Assorted Sausage, Cereal Corner, Egg Corner, Assorted Fruits, Bread Corner, Jajan Pasar, Jamu Tradisional, Juice dan Tea/Coffe.

Lengkap menunya, enak rasanya dan ramah layanannya...



See You Hotel Grand Zuri BSD City!!




Grand Zuri BSD City
Swimming Pool


Nah, setelah sarapan, saya sekeluarga balik ke kamar segera karena akan jalan ke sebelah untuk keseruan selanjutnya yaitu main air di Ocean Park Water Adventure. Maka saya tidak mengunjungi bagian lain dari hotel termasuk kolam renangnya, hanya memotret kolam renang yang terletak di lantai 3 itu dari jendela kamar saja.

Setelahnya kami jalan kaki ke Ocean Park. (Saya tulis terpisah ceritanya yaaa)

Sekembalinya dari sana sempat ada drama saat tiba di hotel lagi. Kami memang baru balik ke hotel jam 11.20. Nah, saat mau pakai lift untuk naik ke kamar ternyata key card yang harusnya bisa dipakai untuk menekan tombol lantai tujuan sudah enggak bisa dijalankan. Alias sudah enggak aktif lagi.

Saya mikirnya jangan-jangan sudah teng waktunya check out ya...Karena aturan di masing-masing hotel memang berbeda, ada yang check out time-nya pukul 11 adapula yang pukul 12 siang

Kami lalu ke Resepsionis dan akhirnya mereka mengaktifkan 2 key cards kami lagi.

Dan ternyata belum lewat waktu check out yang harusnya pukul 12.00 kok. Enggak tahu ada apa dengan kartu itu. Mungkin dia lelaaah...


Grand Zuri BSD City



Dan, setelah mengemasi barang kami pun balik lagi ke lobby untuk proses check out ini. Saya pepotoan dulu sebentar untuk keperluan relawan endorse almamater saya, Warta Alumni-Media Komunikasi Alumni SMA Negeri 1 Kediri. Rencana sih mau pepotoan di sudut lobby yang lainnya tapi karena anak-anak sudah ribut minta maksi, jadilah saya enggak bisa tenang pepotoan lagi hihihi..

Dan setelah Mas & Mbak resepsionisnya yang ramah dan helpful menutup kamar kami, sejenak saya duduk di area lobby-nya yang hangat dan nyaman untuk merasakan feel-nya buat bahan tulisan #halah


Grand Zuri BSD City


Enggak terlalu luas sih lobby-nya, tapi menyenangkan. Nah, saat mata kemana-mana tertumbuklah pada sebuah meja dengan deretan cookies yang menggoda. Yang akhirnya berkurang satu untuk ngganjel perut anak-anak saya haha...Lumayan juga kok rasanya untuk harga 40 ribu/toplesnya.

Dan akhirnya kami meninggalkan hotel tepat pukul 12 siang. Ya total hanya 14 jam kami menginap di hotel Grand Zuri BSD City yang bertarif 600 rb ++ ini.

See you Grand Zuri BSD City - jaringan hotel lokal yang fasilitas dan layanannya sudah setara dengan jaringan hotel internasional, meski masih harus ditingkatkan di beberapa sisi.

Saya jadi pengin coba staycation di cabang lainnya yang menurut brosurnya sudah ada 19 hotel di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Zuri Hotel Mangement Indonesia. 

Hm..semoga!!

Dan semoga juga info ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Terima kasih sudah membaca. 

Oh ya ini alamat dan lokasi Hotel Grand Zuri BSD City yaa...

Jl. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot.6 BSD City
15322,
Serpong Tangerang Selatan, Banten
(+62) 21 2940 4955
(+62) 21 2940 4966
reservation.bsd@grandzuri.com





Grand Zuri BSD City
Istri serius ngendorse eh baca, suami urus administrasi😁



Happy Sharing 


Dian Restu Agustina 
























Warta Alumni - Media Komunikasi Alumni SMA Negeri 1 Kediri





"High School: it may be hard/annoying/awkward/irritating/etc...But, admit it you're going to miss it when it ends!"


Genks....

Tahun ini, tepat seperempat abad saya tamat SMA.

Haaa??

(Enggak usah kaget gitu, biasa aja kaliiii, memang umur saya tuh sudah uzur ini. Hihihi🙈)

Ya, tepatnya  tahun 1994 saya lulus dari SMA Negeri 1 Kediri. Setelahnya, saya langsung cuss ke Bali karena diterima kuliah di Universitas Udayana. Dan, selesai kuliah tetap stay untuk bekerja di sana sampai menikah.

Makan Malam di Chakra Hall & Lounge - The Breeze BSD

Makan Malam di Chakra Hall & Lounge - The Breeze BSD....Bagaimana kisahnya?

 "Dinner is better when we eat together"


Suatu pagi,

"Acaranya makan malam.."
"Dimana?'
"The Breeze"
"Restoran apa?"
"Enggak tahu.."

Begitu pesan singkat yang dikirimkan suami lewat aplikasi WA ke saya tentang acara makan malam yang akan kami hadiri sekeluarga. Saya tahunya The Breeze, enggak kepikiran lagi makannya di The Breeze yang mana karena memang banyak pilihan rumah makan di sana.






Sampai saat kami berangkat,

"Makannya di Chakra, itu aku dah kirim daftar menunya, Ibuk pilih aja..Nanti aku kirim ke temanku pesanannya"
"Oke.., Nih Mas, Adik, kalian pilih duluan..." (sambil nyerahin HP)

Enggak lama,

"Buk, ini dibayarin, kan? Aku pilih steak ya..?"
"Ya, boleh.."

(Tahu aja si Mas, kalau dibayarin mending pilih yang mahal aja, ...aji mumpung dia hahaha )

Jadilah saya pesankan 2 Wagyu Steak untuk suami dan si mbarep, 1 Sirloin Steak untuk si ragil dan 1 Chakra Chicken Cajun untuk saya sendiri. Sementara minumannya: Orange Juice, Pina Shine, Lemonade Virgin Mojito dan Sunrise Smoothies.

Maka, tak lama pesanan terkirim via WA saat kami berangkat ke Chakra Hall & Lounge. Dengan harapan, saat tiba, makanan sudah siap untuk disantap.

Tapi ternyataaa...

Lokasi Chakra Hall & Lounge



The Breeze BSD


The Breeze luasnya 25 ha dan berjarak sekitar 25 km dari kediaman saya di Joglo-Jakarta Barat. Berlokasi di BSD City di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan yang bisa ditempuh melalui jalan tol Jakarta-Serpong. Jadi tanpa hambatan enggak sampai 30 menit kami pun tiba di tujuan. Sebelumnya kami pernah beberapa kali ke sini untuk makan juga, cuma Chakra ada di sebelah mana saya enggak pernah tanda.

Sesampainya di sana, kami parkir di gedung parkir yang posisinya ada di paling belakang kawasan Green Office Park ini. Lalu di jalan, tanya dulu ke petugas keamanan di mana si Chakra Hall & Lounge ini tempatnya.

Ternyata oh ternyata Chakra Hall & Lounge posisinya ada di paling depan di dekat gerbang masuk tadi. Oalah, tahu gitu tadi parkir enggak jauh dari situ. Dan lebih-lebih pas sampai TKP teman suami ngasih tahu kalau makan di Chakra itu sudah termasuk free valet, jadi sebenarnya enggak perlu jauh-jauh, turun depan valet service saja bakalan diparkirin mobil kita. Tapi enggak apa-apa lah, meski jalannya lumayan, toh habis itu makan...kwkw


The Breeze BSD
salah satu private outdoor area yang ke sananya mesti melewati jembatan kecil


Nah sampai di tempat saya baru ngeh kalau ini Chakra Hall & Lounge yang biasa dipakai acara nikahan saat kapan waktu lewat situ. Tempatnya dikelilingi danau buatan, ada jembatan untuk menuju ke sana juga ada outdoor dan indoor lounge dan chapel buat wedding yang kekinian.

Pokoknya baguuus banget!

Sayang sekali saya datangnya ke sini pas malam hari jadi bagian tertentu ya nampak gelap waktu diambil gambarnya. Kalau saat terang pasti Chakra Hall & Lounge keren banget ini.

Tapi meski malam begini cantik juga Chakra Hall & Lounge dengan lampu di sana-sini dan semilir angin (di outdoor lounge). Juga ada penampilan live music di bagian luar yang cocok buat makan malam romantis.

Pas datang saya ngarepnya sih duduknya di luar, tapi karena ini acara untuk keluarga yang banyak anak kecilnya, jadi ruangan yang dipilih adalah indoor lounge-nya. Karena khawatirnya, ada danau di sekeliling Chakra Hall & Lounge ini, jika pilih outdoor bahaya buat anak-anak kami.

Ya sudah, enggak bisa puas pepotoan yang penting enggak penasaran lagi dengan makanan, ye kan?


The Breeze BSD
Aslinya indoor lounge ini temaram cahayanya- foto ini hasil editan biar kelihatan terang


Memasuki indoor Chakra Hall & Lounge, saya temui bangunan yang elegan dan klasik dengan dinding yang tinggi dihiasi lampu kristal di beberapa lokasi. Ada deretan meja marmer dengan kursi "kaca" bak Cinderella..

Ada pilihan sofa set juga di ruangan yang sama jika memang hanya berkeinginan ngopi cantik dan bukan makan steak.

Oh ya, di ruangan berkarpet tebal ini jarak antar kursi cukup jauh, sehingga privasi terjaga jika mau bicara empat mata #halah..

Tapi karena kami sudah memesan untuk sekian keluarga, maka duduknya di kursi dengan meja yang digabungkan.

Suasana Chakra Hall & Lounge ini benar-benar cozy, mewah dan elegan !


Suasana di Chakra Hall & Lounge




The Breeze BSD
Menu Makanan


Setibanya di tempat, ternyata menu yang terkirim tadi belum dipesankan karena yang lain belum mengirim menu pilihan. Huhuhu...


Moral of the story, kalau panitia meminta kita memesan menu dulu dengan menyesuaikan kapan sampai di tempat, lakukan itu. 


Karena, untuk fine dining seperti ini pengerjaan satu menu itu memerlukan waktu. Berbeda dengan fast food yang makanannya bisa disiapkan sambil ngebut. Juga lain dengan Rumah Makan Padang yang makanannya langsung dalam 1 menit bisa terhidang!

Jadilah kami harus menunggu lagi sampai menu dipesankan. Dan, bad news-nya, Sirloin Steak si Adik sold out, jadilah diganti Wagyu Steak saja. (heran sama 3 laki-laki ini, pesen makanan sering samaan, padahal kalau beda kan bisa icip-icip rasa lainnya ya..hahaha)

Maka, sambil menunggu saya mengobrol dengan teman-teman suami dan keluarganya. Sementara di luar area ada lagu-lagu manis baik Mancanegara maupun Indonesia yang disajikan oleh penyanyi dan band pengiringnya. Memang Chakra Hall & Lounge  bisa jadi tempat yang tepat untuk bermacam peringatan atau sekedar ketemuan keluarga dan teman.


The Breeze BSD
Menu Minuman



Beberapa meja memang terisi sekumpulan anak muda yang kelihatannya merayakan ulang tahun salah satunya. Ada juga serombongan keluarga besar yang sepertinya sedang makan malam bersama. Ada beberapa orang di bar area-nya. Dan di luar ada beberapa couple yang lagi candle light dinner. Hhh, bikin iri saja ngelihatnya..

Karena akhir pekan, suasana restoran memang cukup ramai...


Minuman di Chakra Hall & Lounge



Dan ...akhirnya setelah beberapa waktu ditunggu, menu yang kami pesan pun datang juga.

Pesanan datang tidak bersamaan. Yang pertama datang adalah pesanan minuman.

Ada Orang Juice si Adik yang standar saja seperti orange juice pada umumnya tapi terasa kalau terbuat dari jeruk asli. Oh ya anak bungsu saya ini memang tipe loyal. Jadi misal dia suka orange juice, ya sudah dimanapun pasti pesannya minuman ini, enggak mau ganti hihihi.


The Breeze BSD
Orange Juice


Beda lagi dengan si Mas yang memang tipe penyuka tantangan. Tambah aneh terbaca nama makanan/minuman, ya itu yang dia pesan. Seperti kali ini dia pesan Lemonade Virgin Mojito. Campuran dari lemon-lime soda, sirup gula, perasan lemon dan daun mint sebagai penyedap rasa dan wanginya. Segar rasanya!

Sementara untuk Sunrise Smoothies yang saya pesan yang merupakan perpaduan pineaplle, banana, mango dan yoghurt terasa terlalu manis. Mungkin karena saya juga sudah kekenyangan jadi rasanya minuman ini memang harusnya pas untuk dipesan dengan camilan saja, bukan makanan yang mengenyangkan biar enggak dobel kenyangnya.


The Breeze BSD
Lemonade Virgin Mojito


Yang terakhir, Pina Shine,  pesanan suami. Porsi mangkuk kecil yang juga bisa bikin kenyang ini adalah paduan blended pineapple dan  granola sebagai topping-nya. (saya lupa ambil gambar karena keburu dihabiskan berdua sama si Mas)

Dan selain minuman yang saya pesan ada juga pilihan aneka soft drink, milkshake, yakult juice, teh, kopi dan minuman beralkohol di Chakra Hall & Lounge ini.

The Breeze BSD
Sunrise Smoothies


Makanan di Chakra Hall & Lounge


Setelah minum dan ngemil...(ada cemilan dipesankan untuk sharing per 2 meja, yaitu: Onion Rings, Sausage Mozarella dan Tortilla Chips- yang enggak sempat saya foto karena keburu diserbu)

Dan, saat makanan pun tiba, keberuntungan ternyata berpihak pada saya. Karena makanan pesanan saya yang pertama diantar oleh waiter-nya yang ramah.

Chakra Chicken Cajun, itu yang saya pesan.

Alasannya, ini adalah menu khas dan istimewa di Chakra, jadi penasaran dong saya gimana rasanya.

Selain itu, ini mengingatkan saya dengan bumbu Cajun yang dulu sering saya beli untuk mengolah ayam saat tinggal di New Orleans, Louisiana.


The Breeze BSD
Chakra Chicken Cajun


Ya, bumbu Cajun, merujuk pada Cajun yakni kelompok etnis yang menetap di negara bagian Louisiana di Amerika Serikat. Nenek moyang mereka merupakan kaum Acadia yang diusir dari kediamannya di Nova Scotia, New Brunswick, Pulau Pangeran Edward, ditambah bagian timur Quebec dan Maine utara. Mereka diusir akibat permusuhan antara Prancis dengan Inggris menjelang Perang Tujuh Tahun (1756 hingga 1763).

Di mana saya lansir dari Wikipedia, sejak menetap di Louisiana, mereka mengembangkan sebuah dialek yang disebut bahasa Prancis Cajun. Juga telah mengembangkan budaya, masakan, dan gaya musiknya sendiri. Saat ini kelompok Cajun merupakan kelompok etnis yang besar di wilayah selatan Louisiana dan mereka sangat berdampak terhadap budaya negara bagian Louisiana

Nah, Chakra Chicken Cajun tersaji dalam piring segi empat dengan plating yang menarik. Ada sajian utama ayam berempah dengan bumbu cajun (campuran, bumbu bubuk: Cabe, paprika, merica hitam, bawang putih, oregano, thyme dan cabe kering).


The Breeze BSD



Nah, yang saya pesan ini ayamnya empuk, bumbunya meresap karena memang pembuatannya di-marinate dulu lalu baru di-grill. Untuk rasa Cajun-nya lebih ringan dibandingkan yang dulu saya makan saat tinggal di New Orleans. Jadi lebih nyaman buat lidah Indonesia. Dan untuk ukurannya, porsi di Chakra Hall & Lounge ini cukup besar (buat saya) apalagi ada pendampingnya..

Ya, Chakra Chicken Cajun  dari Chakra Hall & Lounge ini didampingi baby potatoes yang mengingatkan saya pada kentang campuran rendang atau sambal goreng ati. Kentang berukuran mini ini direbus dengan kulitnya sehingga warna coklat kehitamannya tampak eksotis dan menggoda. Makan ini berarti juga lebih terjaga nutrisisnya karena disertakan sekalian kulitnya.

Sementara untuk penyerta lainnya ada mixed salad yang merupakan paduan sayur segar: lettuce, lobak merah dan tomato cherry. Juga ada saus cajun yang rasanya campuran antara pedas dan kecut. Pas buat cocolan si ayam. Worth it-lah untuk harga 68 ribu di resto seperti Chakra Hall & Lounge ini


The Breeze BSD
Wagyu Steak


Lalu, pesenan anak-anak dan Bapaknya, Wagyu Steak. Steak yang disajikan di piring berbentuk setengah oval ini tertata rapi dan mengeluarkan harum khas barbeque yang wangi.

Wagyu (和牛 Wagyū, sapi Jepang) Wagyu itu asal katanya dari Wa=Jepang dan Gyu=Daging Sapi, adalah jenis sapi ras Jepang. Meski kabarnya daging Wagyu yang masuk Indonesia tidak berasal dari sana tapi dari Australia.

Wagyu terbilang mahal karena sapinya diperlakukan istimewa dari pakan, lingkungan sampai ada ada pijat-pijatan khusus agar menghasilkan daging berkualitas. Pokoknya enak tenan jadi sapinya karena beneran dimanja hahaha.

Tak heran jika tekstur dagingnya empuk dari aslinya tanpa perlu proses tenderizer sama sekali.

Nah, Wagyu ini pas sekali jika disantap pada tingkat kematangan Medium. Tapi berhubung belakangan saya agak-agak parno dengan makanan kurang matang, maka kemarin ketiganya saya pesankan Well Done atau Matang.


The Breeze BSD



Wagyu Steak di Chakra Hall & Lounge ini tersaji dalam porsi cukup besar dan tebal. Mengenyangkan jika disantap lengkap dengan sajian pendampingnya. Ada potongan kentang yang ditumis, tumisan jamur dan mixed salad (lettuce, tomat, pipilan jagung, timun) dan dilengkapi saus black pepper.

Saya icip sepotong dagingnya memang lumayan empuk, meski karena minta Well Done jadi sedikit keras dibandingkan Wagyu yang saya makan di tempat lainnya - bisa jadi ini karena proses pemasakan. Bumbunya meresap dan tambah pas disantap dengan sausnya.

Sementara dari segi harga yang 165 ribu per porsi di Chakra Hall & Lounge ini sih termasuk murah, karena di luaran sana Wagyu Steak biasanya dibandrol dengan harga lebih dari itu. Potongannya yang besar sebanding dengan harga mentah daging Wagyu yang berada di kisaran 400 ribu/kg.

Maka harga rasanya sepadan sih kalau memang dikaitkan dengan harga bahan, rasa makanan dan kenyamanan tempat makan.

Overall...


The Breeze BSD
promo maksi saat weekdays



Kalau makan di  Chakra Hall & Lounge, sebaiknya:


1. Reservasi atau cari informasi dulu untuk ketersediaan tempat

Karena kemarin saja ada yang dekor ruangan chapel untuk acara wedding esok harinya. Jika memang dipesan untuk acara pernikahan,  Chakra Hall & Lounge akan ditutup dari tamu restoran. Oh ya, infonya wedding party di sini bisa menampung 1500 tamu untuk standing party (indoor & outdoor)


2. Pakaian formal kasual

Karena ini fine dining restaurant di mana Mas & Mbak pelayannya juga pakai baju rapi jali dan Chakra Hall & Lounge tempatnya pun elegan, maka pakaian yang sopan formal kasual lebih baik yang dikenakan.


3. Perhatikan jam operasional

 Chakra Hall & Lounge buka pukul 10.00 - 24.00. Live band 19.00 -23.00.


4. Siapkan dana

Harga makanan di Chakra Hall & Lounge berkisar 20 ribu - 285 ribu. Harga belum termasuk 10 % Pajak dan 5,5% service charge. Lumayan juga harganya, meski sepadan dengan suasananya


5. Sesuaikan waktunya

Jika mau lihat indahnya pemandangan Chakra Hall & Lounge, datang saat hari terang. Kalau ingin suasana romantis, saat makan malam lebih keren habis. Kabarnya sih saat menjelang senja ketjeee sekali viewnya.


6. Jaga-jaga dari serangga

Jika memilih outdoor area, maka harus bersiap dengan nyamuk yang ada (saya cuma lewat dan berdiri di sekitar saja saja merasa ada nyamuk apalagi jika di situ duduk sekian waktu). Maka lebih baik pakai lotion atau jika tidak mau terganggu ya pilih makan di indoor saja.


7. Tanyakan menunya

Jika tak paham dengan menu jangan segan bertanya pada pelayan yang menyajikan sebelum memesan. Agar tak salah pesan nantinya.


8. Manfaatkan promosi

Ada Happy Tummy Lunch tiap weekday (dine in 11.00-14.00) seharga 50 ribu/nett dan Happy Hours for ladies tiap Jumat malam untuk free minuman (S&K)





The Breeze BSD
wedding chapel (sumber: thebreezebsdcity(dot)com)

Chakra Hall & Lounge

Chakra is a venue for creating the most unforgettable place to hold wedding ceremony, wedding reception, birthday celebration, corporate gathering, reunion place, or high tea parties with your friends and family. Chakra also becomes a perfect place to restore your positive energy, to hideaway from your busy day, and a nice place to hangout with your friends with a good meal and drinks.

Location:
The Breeze BSD City, Waterfront 4
Unit L. 05
0882 1363 999


The Breeze BSD
sumber: thebreezebsdcity(dot)com


Oke deh teman-teman semoga bermanfaat ya informasinya. Siapa tahu teman-teman berencana makan ke Chakra Hall & Lounge di The Breeze BSD, bisa siap sedia sebelumnya.

Oh ya, dari Chakra Hall & Lounge ini saya tidak pulang ke rumah melainkan langsung menginap di Grand Zuri BSD City. Hanya 14 jam saja sih nginepnya. Penasaran dengan ceritanya? Ada ...di sini😍





Eat, Drink & Be Happy

Dian Restu Agustina