Traktiran di Tanggal Tua? Coba Temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats Saja!

Traktiran di Tanggal Tua? Coba Temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats Saja! 

"Yeayy, hari ini UCUN-nya selesai!"
"Iya, UCUN-nya, tapi masih ada Gladi Bersih UN minggu depan dan UN April nanti, kan?"
"Iya sih, Buk! Duh, puyeng belajar tiap hari. Hhhh! Sabtu nanti kita pergi yuk, Buk!"
"Mau kemana?"
"Makaaan!!"
"Ya udah, boleh!"

Sulung saya, kelas IX SMP sedang disibukkan dengan rangkaian persiapan Ujian Nasional. Mulai dari Try Out di tingkat sekolah maupun propinsi, Uji Coba Ujian Nasional (UCUN) di tingkat nasional, Gladi Bersih UN hingga UN pada 20-23 April 2020 nanti. Maka, tak heran setiap hari dia disibukkan dengan pendalaman materi di sekolah juga setumpuk latihan soal yang harus dikerjakan di rumah. Hingga di akhir pekan, dia saya biarkan gegoleran, mengistirahatkan badan dan pikiran. Atau kalaupun dia minta pergi, sebisa mungkin saya turuti. Meski, kalau tanggal tua begini dia minta makan-makan, puyeng juga saya hahaha. Pasalnya, ini anak seleranya seperti kebanyakan anak milenial lainnya, kalau enggak makanan Barat, Jepang ya Korea. Pokoknya prinsip dia, makan di luar itu yang enggak biasa dimakan di rumah. Jadi ya dia main tunjuk saja mau makan apa, sementara Ibunya tinggal berdoa semoga enggak mahal saat bayarnya.

Tapi...., itu dulu, saat saya belum mengenal Treats by Traveloka Eats.
Kalau sekarang, traktiran di tanggal tua, saya pakai Treats by Traveloka Eats saja!
Enggak bakal lagi pusing kepala! Apalagi jika nemu Hidden Gems-nya! Yihaaa!!





Tentang Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats



Yup, Treats by Traveloka Eats adalah fitur terbaru dari Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi kita untuk menemukan Hidden Gems (permata tersembunyi) berupa promo dan diskon terbaru di lokasi-lokasi makan dan minum yang terdaftar di Traveloka Eats.

Jadi, ketika mengunjungi restoran atau kafe pilihan, kita bisa melihat apa saja promo terbaik dengan melakukan bookmark atau save lokasi tersebut. Kemudian, tinggal tunjukkan Treats yang diinginkan pada staf restoran. Lalu tinggal tap Get Deals atau Scan QR Code-nya dan kita bisa membayarnya!

Mudah dan muraaah!
Hingga, mau tanggal muda maupun tua, makan-makan tetap jalan sesuai rencana!
Happy!!
Apalagi kalau Hidden Gems-nya itu di restoran kesukaan, Rasanya seperti nemu permata punyanya Avengers Infinity War saja haha

Nah, kehadiran Treats by Traveloka Eats ini menjadi fitur yang makin melengkapi aplikasi Traveloka yang saya miliki. Seriusan, enggak rugi memang percaya pada aplikasi yang satu ini. Gimana enggak cobak, mulai dari beli paket wisata ke luar negeri, pesan villa saat ingin menjauh sejenak dari rutinitas Ibukota, beli tiket wahana wisata sampai cara hemat glowing-in muka....!

Semua ada di Traveloka!

Beneran, lama-lama jadi aplikasi palugada dah Traveloka, apa yang lu cari, di Traveloka gue.... ada! 


Cara Menemukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats



Maka, bersyukur saya punya aplikasi Traveloka di smartphone saya. Jadi ketika anak minta traktiran di tanggal tua, saya cuss...ngulik saja Traveloka Eats di aplikasinya, karena memang sudah biasa pakai sebelumnya. Eh enggak nyangka nemu fitur baru di situ, Treats.

Langsung deh cari-cari, pilihan menu favorit dia pasti. Dan,...ternyata ada 'Japanese Picks' di sana. Enggak pakai lama ketemu Special Price Zenbu 3 Package di Zenbu yang gerainya ada di daerah Puri dekat rumah saya. Dan, enggak pakai ragu langsung saya 'Save Restaurant' untuk nantinya saya tunjukkan ke staf restorannya.

Kaget saya lihat harganya. Saya memang sudah pernah makan di restoran ini sebelumnya, tapi di mal yang berbeda. Gimana saya enggak bahagia lihat harganya. Untuk paket yang terdiri dari Chicken Mozaru + Salmon Makimono, dari harga normal Rp 91.052,- gara-gara masuk Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats harga menjadi Rp 64.913,- nett saja. Artinya saya dapat potongan hampir 30% dari harga normal! Apa enggak lumayan??

Mudah, kan?

Jadi, sekali lagi, berikut cara mendapatkan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini!
  1. Download aplikasi Traveloka
  2. Buka aplikasinya
  3. Klik ikon Traveloka Eats yang ada di layarnya
  4. Lalu, pilih ikon Treats yang ada di bagian tengah
  5. Jelajahi aneka Treats pilihan dari restoran kesukaan
  6. Pilih Treats yang kita inginkan dan klik 'Save Restaurant'
  7. Tunjukkan layar ke staf restoran
  8. Tap 'Get Deals" atau 'Scan QR'
  9. Lakukan pembayaran, bisa dengan Credit Card, Uangku, Traveloka Paylater, Bank Transfer
  10. Nikmati Hidden Gems dari Treats by Traveloka Eats!

Tuh, enggak ribet kan?



Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats



Mengapa Pilih Treats by Traveloka Eats!



Oh ya, Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini selain lebih hemat juga punya beberapa keunggulan lain, diantaranya:


Harga Jujur

Kadang kita lihat promo atau diskon itu tulisannya besaaaar untuk angka diskonnya, tapi ternyata ada tanda bintang keciiiiil disertakan untuk S&K (Syarat dan Ketentuannya). Jadi seperti abal-abal gitu potongan harganya. Nah, kalau Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini enggak ada tipu-tipu. Harganya jujur..jur..jur..sesuai dengan di layar yang kita simpan. Jadi enggak perlu kuatir kalau pihak restoran bakal ngeles kalau itu sebenarnya ada S&K .. dst dll dsb.


Syarat dan Ketentuan Jelas

Jadi Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini tertera jelas Syarat dan Ketentuannya. Ada penjelasannya kapan periode Treats-nya, harga termasuk atau tidak dengan Tax & Service Charge, Cara Menggunakannya serta Terms & Condition-nya. See, kita bisa tahu dengan jelas detilnya.


Harga Hemat Tiap Hari

Dengan memilih Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini kita bisa mendapatkan harga hemat tiap hari. Mau tanggal muda atau tanggal tua enggak peduli.

Saat traktiran ulang tahun, perayaan istimewa lainnya, arisan sosialita, nraktir gebetan, janjian hang out sama teman atau sekedar kasih reward pada diri sendiri dengan makan menu kesukaan. Tiap hari harganya hemat, hingga bisa makan-makan kapan saja dengan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats.



Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats


Treats by Traveloka Eats



Makanya gaaaiss, jangan lupa download Aplikasi Traveloka, temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats dan nikmati kejutannya! Sajian Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats akan menjadikan pengalaman makan kita jadi lebih menyenangkan dengan berbagai penawaran. Tak peduli tanggalnya, muda atau tua, makan-makan tetap bisa jalan! Belum lagi, kita juga bisa mendapatkan Poin Traveloka setiap kali makan dengan Treats by Traveloka Eats ini.

Jadi tunggu apalagi, kuy belanja dengan Treats by Traveloka Eats dan temukan Hidden Gems-nya yaaa!




Traveloka Dulu, #PengalamanMengenyangkan Kemudian!


Dian Restu Agustina



Review Buku: 365 Hariku Bersama Ananda

Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism






Teman-teman, pernah enggak menjumpai seorang anak yang memilih untuk tidak berbicara pada orang atau situasi tertentu, meskipun ia mampu? Mungkin kebanyakan orang - termasuk orangtua si anak itu - menganggap dia pemalu karena sedang berada di tempat baru. Tapi, jika ternyata itu bertolak belakang dengan kebiasaannya di keseharian, di mana di rumah dia sangat aktif, dominan, tipe pengatur juga banyak bicara, tentu kita patut curiga. Pasalnya, bisa saja anak ini mengidap Selective Mutism, sebuah gangguan kecemasan yang membuat anak fobia bicara atau memilih mode "mute" (diam) di lingkungan yang membuatnya tidak nyaman. Sebuah gangguan tumbuh kembang yang jika diabaikan akan berdampak buruk di masa depan. Lantaran kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi merupakan salah satu bentuk kemampuan penting di masa tumbuh kembang anak-anak. Sehingga jika tidak ditangani segera, anak dengan selective mustism ini bisa berlanjut menjadi sosok yang membisu di luar lingkungan yang dikenalnya.

Nah, sebenarnya apa sih penyebab selective mutism? Bagaimana cara menyikapi anak yang mengalami gangguan kecemasan yang bisa terdeteksi saat usia lancar bicara ini? Adakah pola asuh tertentu yang bisa diterapkan agar orangtua tepat menangani sesuai dengan gangguan tumbuh kembang yang dimiliki?

Sebuah buku buah karya Sitatur Rohmah mengupas semua itu dalam "365 Hariku Bersama Ananda - Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism". Buku yang didasarkan pada pengalaman pribadi penulis saat membersamai buah hati yang mengalami gangguan selective mutism yang bisa menjadi panduan bagi orangtua, guru dan siapa saja agar tahu apa dan bagaimana cara menanganinya.

Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia

(Kulwap Teman Kumparan Bersama dr. Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator Rumah Vaksinasi Kebagusan)

Persalinan ketiga saya secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Dua bulan setelahnya saya dan anak-anak ikut Bapaknya sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi untuk si Adik yang masih bayi. Ternyata ada bis imunisasi keliling gratis yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemkot New Orleans dan swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!




Ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Meliputi vaksin (saat itu): DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella,Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen dan stiker. Oh ya, kelengkapan imunisasi ini jadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika.

Selama 2 tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadi, imunisasi perlu enggak sih? Pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana. Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

FYI, anak pertama saya lahir belum sempurna hingga meninggal umur 13 hari, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella atau yang lainnya, siapa sangka?😘


Nah, terkait dengan imunisasi, baru-baru ini di WAG Teman Kumparan yang saya ikuti mengadakan Kumparan Talk, kulwap bertema "Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia" pada Rabu, 12 februari 2020. 

Oh ya, narasumber pada Kumparan Talk kali ini adalah dr Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator di Rumah Vaksinasi Kebagusan, Kebagusan II - Jl Melati 55A Pasar minggu, Jakarta Selatan.

Dan summary Kulwap saya rangkum berikut ini, let's check it out!

Healthy Food, Healthy Lifestyle

 Bersama dr. Zaidul Akbar




"Good Food is Good Mood" 

"Penyakit akan muncul dari mood yang naik turun. Mood bisa memengaruhi hormon, fungsi jantung dan pembuluh darah, irama tidur, fungsi imun di tubuh. Bahan baku mood ada di enzim. Mau good mood? Ya makanlah good food, itu kuncinya! Maka jaga 5 panca indera dari hal yang tak penting dan bikin mood bermasalah!"

Demikian Dokter Zaidul Akbar mengawali materinya dalam acara pengajian akbar yang bertema "Healthy Food, Healthy Lifestyle", Rabu 12 Februari 2020 di Aula SDI Al Azhar 8 Kembangan, Jakarta Barat. 

Acara yang "sehat sekali", karena tak hanya materinya yang membahas seputar kesehatan tapi juga snack yang dibagikan kepada peserta adalah rebusan camilan yang terdiri atas ubi jalar (putih-orange-ungu), jagung dan kacang tanah rebus yang diwadahi besek. Tak hanya itu bagi 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan goodiebag berupa rimpang-rimpangan untuk dibawa pulang. 

Dokter Zaidul lebih lanjut mengingatkan jika semua penyakit berat asal muasalnya dari pikiran. Maka sebaiknya jangan berlebihan saat memikirkan sesuatu. Pasalnya perubahan fisiologis hormonal akan memengaruhi fisiologis umum. Untuk itu mumpung sehat kuatkan iman, bertobat dulu sebelum berobat. Solusi spiritual digunakan dulu jika ada penyakit mendekat. Bersihkan penyakit hati baru hilangkan sakit badani. Caranya, perhatikan asupan makanan..

Coz good food is good mood!


Healthy Food


Makanan yang Baik Seperti Apa?


Dokter Zaidul menjelaskan jika makanan yang baik adalah yang tidak banyak mengalami proses pengolahan. Semakin sedikit melewati proses pengolahan maka semakin sehat makanan. Misalnya sayuran, lebih baik dikonsumsi mentah saja. Lalu beri bumbu minyak zaitun, garam dan lada hitam..sudah! 

Dokter yang menyiapkan juga bahan makanan sehat untuk dijadikan contoh bagi seluruh peserta ini pun membagikan resepnya, Rainbow Salad. Di mana sayur-sayuran yang dipakai adalah yang aneka warna karena masing-masing sayuran berwarna ciptaan-Nya ini punya fungsi sendiri. Jadi mereka akan saling melengkapi untuk menjaga kesehatan tubuh kita. 

Warna-warna itu adalah: 

Putih: menguatkan sistem imun tubuh. Contoh: kembang kol, sawi putih, lobak 
Kuning: membersihkan dan melenturkan kulit dari dalam. Contoh: nanas, paprika kuning 
Orange: mencegah inflamasi/peradangan. Contoh: kunyit, temulawak, labu 
Merah: berhubungan dengan darah - memperbaiki fungsi darah dan jantung. Contoh: tomat, paprika 
Ungu: melindungi sistem saraf. Contoh: terong, kol ungu, anggur 
Hijau: untuk detoks Contoh; sawi, brokoli, kacang panjang 



Healthy Food
pembuka acara tutorial make up dari Wardah



Selain itu ada beberapa makanan yang disarankan oleh dokter Zaidul Akbar yang lulusan FK Universitas Diponegoro ini, karena manfaatnya untuk kesehatan, diantaranya:

  • Kurma → kurma mentah yang punya efek ke liver, kurma basah ke lambung
  • Air kelapa muda → mengandung asam amino yang baik untuk detoks hormon. Bisa ditambahkan garam sehat, kasih kurma dan blender. Baik diminum 2-3 kali/minggu
  • Jahe, kunyit, sereh, lengkuas, kasih air panas, disaring lalu perasi air jeruk nipis, tambahkan kurma dan blender. Fungsi: jahe baik untuk pencernaan, lengkuas untuk imunitas, sereh kaya steroid, jeruk nipis baik untuk enzim dan kurma tinggi asam amino
  • Dressing bisa dibuat dari alpukat yang mengandung lemak baik. Caranya: blender alpukat, campurkan dengan garam, lada hitam dan bawang putih.
  • Kayu manis: mencegah kerusakan sel
  • Cengkeh: anti nyeri (Misal untuk sakit flu: minum campuran cengkeh, kapulaga, ketumbar, kembang lawang)






Question & Answer



Banyak pertanyaan yang diajukan peserta, diantaranya:

Apa perbedaan zaitun minum dan untuk urut?
→ Yang diminum adalah Extra Virgin Oil, sedangkan untuk urut minyak refinery

Bagaimana terapi makanan untuk penderita auto imun
→ Konsumsi sayuran dan buah organik

Garam yang sehat yang mana?
→ pilih garam bukan hasil proses pemurnian, sebaiknya pilih garam alami

Berapa lama ketahanan infused water?
→ 8 jam

Tips mengecilkan perut?
→ Konsumsi serat, no gula

Makanan yang efeknya tidak baik bagi tubuh apa saja?
→ gula dan turunannya, transfat (misal: minyak goreng), karbohidrat (beras dan tepung), daging olahan

Apa harus dimakan mentah untuk semua jenis sayur/buah?
→ Jika memang tidak bisa, bisa dikukus dulu sebentar

Bagaimana diet untuk penderita PCOS?
→Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Maka yang utama jauhi stres. Jika kecemasan tinggi sel telur tidak akan matang sehingga enggak bisa dibuahi, akhirnya kehamilan sulit terjadi.



Tips Sehat Ala Dokter Zaidul Akbar



Healthy Food



Oh ya, ada beberapa tips terkait "Healthy Food, Healthy Lifestyle" yang disampaikan oleh Dokter Zaidul Akbar pada acara, diantaranya:

  • Karena perilaku kita dipengaruhi oleh apa yang kita makan, maka ingat “Good Food is Good Mood” jika ingin mendapatkan mood yang baik, maka makanlah makanan yang baik, masih asli, alami tanpa diolah, salah satunya buah dan sayur 
  • Tidak hanya pola makan untuk bisa hidup sehat, pola makan itu hanya sebagian kecil. Dalam Alquran diajarkan kalau makan harus halal dan thayyib, sesuatu yang tidak membuat masalah bagi tubuh kita 
  • Berhenti makan sebelum kenyang, konsep Rasulullah SAW yang simpel karena 'Tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia'. Kalau dia ingin makan berlebih maka jadikan sepertiga untuk makan sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk udara," Jadi, makan itu bagi orang muslim bukan untuk kenyang, makan itu agar dia bisa beribadah 
  • Untuk sehat, stop yang bikin sakit, remove masalahnya, misalnya kurangi makan makanan berminyak. Pelajarilah yang bikin sehat, ditambah belajar puasa. 
  • Enggak ada gunanya kita konsumsi makanan herbal kalau isi piring tidak dibetulkan. Membiasakan diri untuk makan sehat, kalau tidak ya tidak akan terbiasa, jika yang sehari-hari dimakan itu sampah
  • Salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tetap fit, adalah dengan menjaga pola tidur seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Rasul tidur diawal waktu, gunanya untuk mengistirahatkan hormon dan enzim yang ada di dalam tubuh. 
  • Memperbanyak berpuasa. Ketika seseorang membiasakan menahan lapar selama 20 jam, tubuhnya akan menjadi mesin pembakar lemak yang luar biasa. Untuk mengatasi berbagai macam masalah penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, kencing manis dan asam urat. Adalah dengan dengan mengikuti pola hidup Rasulullah SAW dan science membenarkan hal tersebut, yaitu memperbanyak berpuasa, seperti puasa senin kamis, 
  • Mari kita berikan yang terbaik untuk tubuh, salah satunya dengan bersedekah pada diri sendiri. Ketika kita makan makanan yang sehat, saat itu kita sedang bersedekah untuk diri sendiri, dan niatkan menjaga badan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT 

Yuk..hidup lebih sehat lagi!

Ingat tubuh kita akan menjalankan fungsinya dengan baik jika kita tidak membebaninya!💖

Semoga bermanfaat!




Salam Sehat


Dian Restu Agustina














Ancaman Resistensi Antibiotik

(Kulwap MoM ACADEMY Bogor Bersama Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt)








Dulu, jaman anak masih satu, saya dipenuhi kekhawatiran yang berlebihan saat dia sakit. Maklum saja, karena bayi pertama saya meninggal dunia, maka saat anak kedua ada, saya seperti trauma akan kehilangan dia. Ketika dia rewel sedikit langsung saya bawa periksa. Mana kebetulan pula saat itu saya sekeluarga tinggal di rumah dinas perusahaan di mana lokasi rumah saya hanya berjarak sekitar 500 meter saja dari RS yang ada. Jadi ya gitu deh, anak sakit langsung ke dokter. Apalagi sulung saya dulu itu sudah menampakkan gejala alergi dan asma sejak bayi. Jadi sebentar-sebentar batpil, demam, juga sesak napasnya.

Nah, jadilah ia seringkali mengonsumsi obat-obatan, termasuk antibiotik. Ini terjadi hingga kami pindah ke Jakarta pada dua tahun usianya. Dia sudah enggak ASI, lebih kuat, makan cukup,..dan rumah sakit lumayan jauh🙈 Jadi kalau sakit dicoba pakai obat bebas dulu yang umum dosisnya, jika masih enggak berkurang baru ke dokter saya bawa. Tapi teteup, ada antibiotik selalunya di sana. Saya yang awam tentang obat, membiarkan saja hingga saat adiknya lahir dan ditangani dokter anak yang berbeda yang ternyata bertipe enggak gampang kasih antibiotik. Akhirnya saya pun beralih langganan ke dokter anak ini untuk kedua anak saya. Alhamdulillah kini, mereka jarang sekali diresepkan antibiotik, kecuali hanya jika perlu saja. 

Hm..memang antibiotik itu enggak boleh ya? Kalaupun boleh untuk diagnosa yang seperti apa? Bagaimana dengan saran penggunaannya? Apakah ada aturan baku tertentu? Lalu, apa akibatnya jika aturan tidak dilakukan?

Nah, kegalauan banyak orangtua akan antibiotik inilah yang menginspirasi Mothers on Mission (MoM) ACADEMY, sebuah komunitas yang beranggotakan para Mommies dari berbagai wilayah di Indonesia, mengadakan Kuliah WhatsApp (Kulwap) yang bertema Ancaman Resistensi Antibiotik. Narasumber Kulwap adalah seorang Pharmacist & Medicine Expert Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt dan dimoderatori oleh Mom Ellga Yuthysa dari MoM ACADEMY Bogor.


SCG SD Symposium Indonesia 2020

SCG SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy - Collaboration for Action! SCG SD Symposium untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan tema Circular Economy: Collaboration For Action. Acara dihelat dengan tujuan untuk mendorong para pemangku kepentingan memahami dan menerapkan konsep ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Di mana SCG berkolaborasi dengan para pemimpin organisasi global dan pemerintahan membahas urgensi kolaborasi dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.




Ya, setelah saya menghadiri acara SCG Welcoming Circular 2020 pada 22 Januari 2020 lalu, akhirnya tiba juga di puncak acara Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020 pada 20 Februari 2020.

Bertempat di Hotel The Ritz Carlton Jakarta - Mega Kuningan, acara berlangsung sukses dengan menghadirkan sesi Opening & Inspiration Talk, Panel Discussion, Press Briefing dan Exhibition Tour. Sekedar mengingatkan, acara yang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 2 siang ini diinisiasi Siam Cement Group (SCG), sebuah perusahaan konglomerasi terkemuka di ASEAN.



SCG Indonesia


Yup, SCG menginisiasi pertemuan para pemimpin organisasi global dan juga kalangan pemerintahan dalam forum perdana SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020. Forum ini mengusung tema Circular Economy: Collaboration for Action dengan rangkaian acara berisi sesi paparan inspirasi dari para pemimpin organisasi global, dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai kolaborasi terkait ekonomi sirkular yang digagas SCG di Indonesia juga kunjungan ke booth pameran penerapan ekonomi sirkular. 

Serupa dengan SCG SD Symposium yang telah dilaksanakan selama 10 tahun berturut-turut di Thailand, forum bertujuan untuk memperkuat komitmen sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran kolaboratif, di mana para pembuat keputusan dapat memperoleh pengetahuan baru dan jaringan kolaborasi sambil membagikan pengalamannya seputar praktek ekonomi sirkular.


Pembukaan SD Symposium Indonesia 2020




SCG Indonesia



Roongrote Rangsiyopash - President & CEO SCG


Pertumbuhan populasi yang pesat dan pergeseran gaya hidup individu telah menimbulkan resiko baru dalam kelangkaan bahan baku. Selain itu, polusi yang dihasilkan dari proses produksi dan konsumsi manusia juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Presiden sekaligus CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash pada kesempatan ini mengatakan bahwa SCG percaya jika ekonomi sirkular memegang peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup ekonomi, sosial dan lingkungan. Namun hal yang paling penting dan lebih krusial adalah kolaborasi. Maka SCG ingin mendorong kolaborasi dari semua pemangku kepentingan yang diperlukan dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular. Nah, sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan merupakan salah satu negara terkuat dari sisi ekonomi, bagi SCG posisi Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara pendorong praktek ekonomi sirkular, tidak hanya di level regional, namun juga dunia.

Selain itu Mr Rangsiyopash juga menyampaikan jika SCG telah mempraktikkan konsep ekonomi sirkular di setiap unit bisnisnya, termasuk di Indonesia. Dan para tamu SD Symsposium Indonesia dapat melihat sendiri proyek dan inovasi SCG dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.

Nah, dalam rangka menyampaikan pentingnya peran utama ekonomi sirkular dalam mencapai pembangunan berkelanjutan bagi publik, SCG SD Symposium Indonesia 2020 disuguhkan secara komprehensif. Tak sebatas pada bincang-bincang saja, SCG menghadirkan area pameran yang disusun membentuk alur cerita bagaimana praktek ekonomi sirkular bisa dilakukan dari banyak sisi, dan tentu area ini memberikan informasi yang bermanfaat. SCG mengajak para partisipan untuk merasakan dan melihat langsung inovasi serta proyek-proyek bertema ekonomi sirkular yang telah sukses dilakukan.

SCG memperkenalkan ekonomi sirkular sebagai konsep make-use-return, dengan mendorong pemanfaatan sumber daya sebesar-besarnya dan menekan jumlah limbah semaksimal mungkin. Berkaca pada situasi dunia saat ini, terutama menilik problematika lingkungan di tempatnya beroperasi termasuk Indonesia, SCG ingin memperkenalkan peluang kolaborasi sekaligus memperkenalkan inovasi sebagai solusi, di bawah payung ekonomi sirkular. Semuanya demi mewujudkan niat untuk mempertahankan dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di dunia.


SCG Indonesia


Nah, SCG menggabungkan Ekonomi Sirkular melalui 3 strategi kegiatan bisnis:

  • Mengurangi penggunaan bahan baku dan mempertahankan daya tahan, seperti: Green Carton, yang membutuhkan 25% bahan baku lebih sedikit tetapi tetap memiliki daya tahan yang sama
  • Mengembangkan inovasi untuk menggantikan produk atau bahan baku yang sudah ada dengan yang baru dengan strategi Upgrade and Replace, seperti: Semen SCG Hybrid yang menggunakan bahan baku unggul daripada semen tradisional untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan struktural.
  • Penggunaan kembali dan Daur Ulang (Reuse and Recycle), seperti: CIERRA™, bahan fungsional yang menawarkan bahan tunggal dengan beragam aplikasi untuk menggantikan penggunaan banyak bahan, memungkinkan daur ulang yang lebih baik.

"Kami telah dan akan terus mempraktekkan konsep ekonomi sirkular di setiap unit bisnis kami, termasuk di Indonesia. Hari ini Anda dapat melihat langsung proyek dan inovasi kami tentang cara kami menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular. Misalnya: Fish Home Project dan Asphalt Plastic Road -kolaborasi dengan PT Chandra Asri; Reinvented Toilet - kolaborasi dengan Asian Institute of Technology (AIT) dan Yayasan Bill & Melinda Gates dan segera akan diterapkan dalam program Citarum Harum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; Pengelolaan Limbah Tekstil di Desa Padasuka, Soreang, Kabupaten Bandung - kolaborasi dengan kaum muda dan komunitas lokal, dan proyek-proyek lain yang dapat Anda nikmati di area pameran. Tak ada alasan untuk berdiam diri, sekaranglah saatnya bertindak nyata demi kehidupan yang berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik," pungkas Roongrote Rangsiyopash.



SCG Indonesia

H.E Kung Phoak - Deputy Secretary - General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community


Sementara, H.E Kung Phoak - Deputy Secretary - General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community yang hadir juga pada acara SD Symposium Indonesia 2020 menekankan jika negara-negara anggota ASEAN menyepakati pentingnya transformasi kolektif dan peran penting mereka dalam menghadirkan kondisi yang memadai guna berkolaborasi dengan sektor industri dan swasta.

Ke depan, ASEAN berupaya untuk mewujudkan visi regional dan strategi ekonomi sirkular serta kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak melalui forum global. Karena itu, ASEAN mengapresiasi adanya SD Symposium Indonesia 2020 yang dilaksanakan pertama kalinya di luar Thailand ini.


Muhammad Khayam - Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil


Kemudian, mewakili Agus Gumiwang Kartasasmita - Menteri Perindustrian, hadir Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil - Muhammad Khayam, yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia juga telah menyadari pentingnya implementasi ekonomi sirkular demi terwujudnya kehidupan dan perkembangan berkelanjutan. Misalnya dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia yang semakin berkembang dan membutuhkan solusi untuk diatasi secara bersama.

Nah, salah satu pendekatan pengelolaan sampah nasional adalah pendekatan ekonomi sirkular dengan konsep yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari barang-barang sisa konsumsi. Konsep dari ekonomi sirkular merupakan bentuk respon dari aspirasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam konteks besarnya tekanan produksi dan konsumsi terhadap sumber daya alam dan lingkungan.

Saya percaya bahwa dengan penerapan Circular Economy, masalah pengolahan sampah nasional akhirnya dapat diatasi. Langkah ini harus disertai dengan dukungan seluruh pihak karena upaya pengelolaan sampah tidak saja menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah, namun perlu dilakukan bersama-sama dengan pihak swasta, industri dan juga masyarakat. Apresiasi perlu disampaikan kepada PT. SCG Indonesia yang telah memulai langkah konkret dalam berinovasi untuk turut menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia melalui berbagai program.” demikian disampaikan dalam sambutan.



Diskusi Panel "Indonesian Collaboration on Circular Economy"

SCG Indonesia



Setelah acara pembukaan, acara SD Symsposium Indonesia pun berlanjut dengan Diskusi Panel yang membahas tentang "Indonesian Collaboration on Circular Economy". Dimana diskusi yang dimoderatori oleh Desi Anwar ini menampilkan 4 pembicara, yakni:

  • Safri Burhanuddin - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman & Investasi RI (mewakili Menko Kemaritiman & Investasi RI - Luhut Binsar Pandjaitan) 
  • Pathama Sirikul - President Director of PT SCG Indonesia 
  • Vichan Tangkengsirisin - President Director of Dow Indonesia 
  • Akbar Ghifari - Mahasiswa ITB - Peraih SCG Sharing The Dream Scholarship 2018 

Safri Burhanuddin - Deputi Kemenko Bidang Kemaritiman & Investasi RI 


Safri Burhanuddin menyatakan perlu adanya keteladanan yang dilakukan, termasuk dari pemerintah. Pemerintah, menurutnya, sudah melakukan upaya reduce terhadap sumber daya yang ada. Mulai dari pemakaian kertas yang diminimalisasi, dan juga penggunaan tumbler di lingkungan kerja dan berbagai aksi nyata lainnya.

Untuk diketahui, penerapan ekonomi sirkular di Indonesia sendiri sudah mulai berjalan. Menurut catatan Kementerian Perindustrian, saat ini sudah terdapat sekitar 600 industri besar dan 700 industri kecil daur ulang dengan kapasitas produksi sekitar 2,3 juta ton per tahun. Setiap tahunnya, industri daur ulang dalam negeri mengolah sekitar 913.000 ton sampah plastik, 3,2 juta sampah kertas, 49.000 ton sampah tekstil, dan 1 juta ton sampah logam.

Meski begitu, hal ini tidak berarti bahwa permasalahan sampah di Indonesia telah selesai sepenuhnya. Menurut data Stop Ocean Plastics, saat ini tingkat pengoleksian sampah atau collection rate sampah di Indonesia baru mencapai sekitar 39%. Dengan persentase yang demikian, sekitar 800.000 sampah plastik diperkirakan masih akan terbuang ke lautan hingga tahun 2025 mendatang. 

Persentase collection rate sampah Indonesia juga terbilang lebih rendah apabila dibandingkan dengan beberapa negara lainnya. Untuk negara seperti India saja misalnya, tingkat collection rate sampahnya telah mencapai sekitar 51%. Sementara itu, beberapa negara lainnya memiliki tingkat collection rate yang jauh lebih tinggi lagi. Hal ini bisa dijumpai pada negara Brasil yang saat ini memiliki tingkat pengumpulan sampah sekitar 90% dan Chile yang memiliki collection rate sebesar 98%.


SCG Indonesia

SCG Indonesia


Pathama Sirikul - President Director of PT SCG Indonesia


Kemudian Pathama Sirikul, President Director of PT SCG Indonesia mengatakan, "Kami sadar kami tidak bisa melakukan hal ini sendirian, oleh karena itu kami ingin melibatkan lebih banyak pihak untuk turut berkolaborasi.”

Lebih lanjut, Pathama menjelaskan bahwa konsep ekonomi sirkular sendiri sebenarnya sudah mulai diterapkan di kalangan internal perseroan. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara mulai dari menambahkan kesadaran dan pemahaman konsep ekonomi sirkular di kalangan karyawan hingga menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dalam model bisnis perusahaan.

Beberapa contoh penerapan konsep ekonomi sirkular yang telah dilakukan diantaranya yakni melalui pengurangan penggunaan bahan baku dalam kegiatan produksi. Caranya, SCG Indonesia merancang produk yang membutuhkan bahan baku 25% lebih sedikit namun memiliki ketahanan yang lebih kuat melalui teknologi tertentu. Tidak hanya itu, SCG Indonesia juga sudah mendaur-ulang sisa-sisa produksi yang ada untuk kemudian digunakan kembali sebagai bahan baku.



SCG Indonesia

SCG Indonesia

SCG Indonesia



Akbar Ghifari - Niracle Team



Sedangkan Akbar Ghifari mewakili Niracle Team yang dirintis bersama rekan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, mensolusikan permasalahan sampah kain sisa produksi di Desa Padasuka, Soreang, Kabupaten Bandung. Masyarakat di kawasan tersebut mayoritas (70%) mata pencahariannya pengusaha konveksi rumahan. Kegiatan usaha ini meninggalkan dampak limbah sisa kain yang tak sedikit.

Menurut Akbar, lebih dari 2 ton limbah sisa kain dihasilkan setiap hari dari kegiatan usaha tersebut. Yang terjadi kemudian, limbah kain mencemari lahan di sana. Warga kebingungan tak jarang membakar limbah kain yang justru mengancam kesehatan keluarganya sendiri. Melihat hal ini, Akbar, yang juga penerima sponsorship dari SCG, mengajak warga untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru. Produk yang dihasilkan seperti bunga dari kain, tote bag, dompet (purse), yang didesain secara menarik sehingga mendatangkan nilai ekonomis bagi warga yang mau terlibat.


SCG Indonesia

SCG Indonesia


Inspiration Talk & Exhibition SD Symposium Indonesia 2020


Pada sesi Inspiration Talk SD Symposium Indonesia 2020 ditampilkan 4 pembicara global yang masing-masing memberikan insight yang mampu menginspirasi Indonesia dan semua pihak dalam hal penerapan ekonomi sirkular. Ini sesuai dengan tema yang diangkat Collaboration for Action di mana tindakan mengimplementasi ekonomi sirkular tidak bisa dilakukan sendiri.

Kesemua pembicara itu adalah:
  1. Dr. Tine Rorvik - Global Director Circular Economy SCG
  2. Antoine Grange - CEO Recycling and Recovery, SUEZ Asia
  3. Rutger De Witt Wijnen - General Counsel of The Ocean Clean-Up
  4. Lincoln Rajali Sihotang - Expansion Manager, Project STOP and The Bali Partnership


SCG Indonesia

SCG Indonesia

SCG Indonesia


Sementara di Exhibition Booth ditampilkan pameran:


SCG Fish Home: bekerja sama dengan PT Chandra Asri, Fish Home menggunakan bahan pipa ramah lingkungan (PE 100) yang merupakan pipa uji coba. Digunakan sebagai rumah ikan di mana ikan bisa berkumpul. Di Nusa Dua Fish Home ini akan diimplementasikan untuk kepentingan pariwisata.

Jalan Aspal Plastik: SCG berinisiatif menggunakan sampah plastik sebagai salah satu bahan untuk aspal. Terbukti lebih baik 10-30% denagan daya serap air, dicampur dengan bahan pembuat aspal 10-20%. Uji coba pertama di Depok dengan Dow Chemical dan di Cilegon bersama PT Chandra Asri.

Zyclonic by SCG: reinvented toilet yang bersistem pengolahan limbah terintegrasi yang dapat mendisinfeksi limbah dan memisahkan cairan dan padatan dengan efisiensi lebih dari 98%

Floating Litter Trap: prototipe perangkap sampah yang memanfaatkan tekanan arus air alami secara efisien menangkap sampah yang mengambang. memiliki kapasitas maksimum 700 kg dirancang untuk memastikan sampah yang sudah terperangkap tidak dapat lolos akibat arus air.

Retote Project: proyek ekonomi sirkular waste-to-value yang diprakarsai oleh Niracle Team, sekelompok mahasiswa penerima beasiswa unggulan SCG Sharing The Dream 2018. Yang memberikan soft skill bagi masyarakat agar memungkinkan mereka memberikan nilai tambah pada limbah tekstil yang ada dan tidak lagi membuangnya ke sungai di Desa Padasuka, Soreang, Bandung

Keripik Kartini: diinisiasi seorang ibu rumah tangga, Kartini, asal Desa Tanjungsari yang mulanya membuat 2 sisir pisang. Kini Kartini dapat menghabiskan 200 kg pisang seminggu dengan peningkatan omset dari 160 ribu mejadi 2,4 juta rupiah. Kartini merupakan bagian dari program pembinaan anak perusahaan SCG.


SCG Indonesia



SCG Indonesia

SCG Indonesia


SCG Indonesia


Tentang Siam Cement Group (SCG)



SCG, merupakan salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: Cement-Building Materials, Chemicals, dan Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 30 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 8.300 karyawan.

SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium. Produk yang ditawarkan adalah produk struktural di bawah merek ‘SCG’ termasuk Semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’. SCG juga menawarkan produk PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing. SCG juga menawarkan produk Gypsum, semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia ternama. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis di seluruh Indonesia.



SCG Indonesia


SCG Indonesia
ID Card dikembalikan untuk didaur ulang


Akhirnya, semoga SD Symposisum Indonesia 2020 bisa menginspirasi dan memotivasi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular dalam berbagai bidang kehidupan.

Oh ya, untuk materi lengkap pembicara SD Symposium Indonesia 2020 bisa diakses melalui aplikasi SCG SD Symposium di Google Play dan AppStore yaaa..

Terima kasih dan semoga bermanfaat!💖





Let's Make, Use, Return!


Dian Restu Agustina

Imunoterapi, Solusi untuk Kualitas dan Harapan Hidup Pasien Kanker yang Lebih Baik Lagi

Imunoterapi, Solusi untuk Kualitas dan Harapan Hidup Pasien Kanker yang Lebih Baik Lagi

Saya menatapnya dengan rasa duka luar biasa. Sungguh tak mengira, berselang enam bulan saja tak bersua perubahan fisiknya begitu nyata. Rambut yang habis, mata cekung, badan kurus, wajah pucat pasi...Sediiiih saya melihatnya! Tapi masih ada senyum merekah di bibirnya. Itu yang bikin saya malu untuk menangis di depannya. Yuli, sepupu sekaligus saudara sepersusuan saya terlihat tegar di tengah perjuangan melawan ganasnya kanker yang menyerang payudaranya. Ia terlihat begitu bersemangat di tengah kondisinya yang kurang sehat. Sementara jauh di Ibukota, saya sering mengeluh akan hal remeh-temeh yang kalau dipikir sebenarnya sepele saja. Obrolan singkat dengannya membuat saya kagum pada semangat begitu banyak penyintas kanker yang selama ini telah menapaki hari dengan berbagai proses penyembuhan yang dijalani. Semua tahapan yang sungguh menguras waktu, biaya, energi dan emosi.






Tentang Kanker

Data Kanker


Saat ini penyakit kanker memang begitu mengerikan. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2018, hampir 10 juta orang (9,6 juta) meninggal akibat kanker. Ini membuat kanker disebut sebagai penyakit nomor dua mematikan setelah penyakit kardiovascular.

Sementara data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2019 menyebutkan angka kejadian tertinggi di Indonesia pada laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Lalu diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. 

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yakni sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kemudian diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Sebuah data yang benar-benar mengkhawatirkan sehingga mengingatkan akan perlunya upaya masif untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kanker oleh semua, tak hanya pemerintah tapi masyarakat juga.


Fakta Kanker


Sementara faktanya, kanker memiliki karakteristik adanya perkembangan sel tidak normal (abnormal) yang membelah diri di luar kendali. Di mana sel ini mempunyai kemampuan untuk masuk ke dalam jaringan tubuh normal di sekitarnya kemudian menghancurkan jaringan itu lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Jadi, semua jenis kanker pada dasarnya dimulai dari pertumbuhan sel-sel secara tidak normal dan tidak terkendali. Meski memang kebanyakan kanker bisa diobati juga disembuhkan, terutama bila diketahui lebih dini dan pengobatan dimulai sejak awal. Apalagi saat ini sudah ada pemeriksaan-pemeriksaan untuk melihat adanya sel yang abnormal sehingga potensi munculnya kanker dapat segera ditangani.


Faktor Risiko Kanker



Lalu faktor risikonya apa saja yaaa....?
  • Usia: kanker bisa perlu waktu puluhan tahun untuk muncul. Itu sebabnya lebih umum ditemukan pada orang dewasa. Meski bisa saja ditemukan pada usia berapa saja bahkan pada anak-anak.
  • Kebiasaan Hidup: merokok, terpapar sinar matahari yang berlebihan, terpapar radiasi ion, pernah terapi hormon, terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurangnya kegiatan fisik, obesitas
  • Sejarah Keluarga: sebagian kecil kanker disebabkan karena kondisi ini. Jika dalam garis keluarga ada yang mengidap kanker, kemungkinan diturunkannya mutasi-mutasi sel dalam DNA ke generasi berikutnya lebih besar.
  • Kondisi Kesehatan: beberapa kondisi kesehatan yang kronis bisa menjadi risiko untuk tumbuhnya sel kanker
  • Lingkungan dan Paparan Jenis Kimia Tertentu: yang mungkin mengandung unsur-unsur kimia yang berbahaya yang bisa meningkatkan risiko kanker. Misalnya, terpapar oleh asap rokok untuk waktu yang lama, terpapar zat-zat kimia yang ada di rumah atau di kantor, seperti asbes dan besi.
  • Terinfeksi virus dan memiliki keberadaan bakteri, seperti:
  1. Terinfeksi virus human papilloma (HPV) akan meningkatkan risiko kanker leher rahim. 
  2. Terinfeksi virus Hepatitis C dapat meningkatkan risiko kanker hati. 
  3. Terinfeksi virus Human Immunodeficiency (HIV) bisa meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma) dan Kaposi Sarcoma. 
  4. Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) akan meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma). 
  5. Terinfeksi Human Herpesvirus 8 (HHV8) bisa meningkatkan risiko kanker Kaposi Sarcoma.
  6. Terinfeksi bakteri pylori dapat meningkatkan risiko kanker perut dan kanker kelenjar getah bening (lymphoma)


kalahkan kanker
Pita Peduli Kanker (sumber: Pixabay)



Solusi Penyembuhan Kanker



Kanker begitu misterius datangnya dan bisa menyerang siapa saja tak peduli dia miskin atau kaya. Mau tokoh ternama yang bisa membayar pengobatan paling sempurna atau kaum papa yang kesulitan mengakses aneka terapi penyembuhan yang ada. Karena kanker semua bisa terenggut nyawanya!! Sebut saja Ibu Ani Yudhoyono yang meninggal karena kanker darah, Ibu Ainun Habibie karena kanker ovarium, Ustad Arifin Ilham karena kanker kelenjar getah bening dan nasofaring, Bapak Sutopo Purwo Nugroho karena kanker paru, aktris Julia Perez karena kanker serviks, aktris Ria Irawan karena kanker kelenjar getah bening,... dan masih banyak yang lainnya.

Terapi Penyembuhan dengan Pendekatan Personalised Healthcare 


Dulu, semua pasien yang didiagnosis dengan kanker mendapatkan terapi pengobatan yang sama. Pengobatan ini hanya berhasil untuk sebagian pasien, namun tidak efektif, bahkan dapat menyebabkan efek samping untuk sebagian lainnya.

Nah, pendekatan Personalised Healthcare menekankan bahwa setiap pasien kanker adalah unik. Dengan menjalankan tes diagnostik yang lebih spesifik, kini dokter dapat memprediksi seberapa baik pasien merespon sebuah terapi. Rangkaian tes tersebut juga memungkinkan dokter untuk menentukan terapi, dosis hingga durasi yang tepat untuk masing-masing pasien.
Kini, obat-obat terapi kanker dikembangkan bersamaan dengan tes diagnostik yang spesifik. Personalised Healthcare telah memungkinkan pengobatan kanker yang lebih efektif dan terarah (terapi target) pada berbagai jenis kanker payudara, paru-paru, kulit dan darah.

Rendahnya tingkat kesembuhan kanker membuat orang kadang pesimis pada pengobatan yang telah ada. Meski demikian, perkembangan pengobatan kanker tidaklah jalan di tempat. Berbagai temuan terus berkembang yang memberi harapan kepada kesembuhan para penderita. Yang terkini, ada imunoterapi yang saat ini menjadi perbincangan di seluruh dunia lantaran dianggap sebagai satu terobosan baru di bidang medis dan dipercaya bisa menjadi pengobatan kanker lini pertama.



kalahkan kanker




Tentang Imunoterapi Kanker


Sel kanker memakai semacam kamuflase untuk mengelabui sistem imun sehingga terlihat seperti sel normal dan bisa terus tumbuh dan menyebar. Nah, imunoterapi kanker adalah standar baru dalam pengobatan kanker yang bekeja dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun di dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker.

Dalam kondisi normal, sistem imun di tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel asing dengan mengerahkan sel T yang terdapat pada kelenjar getah bening. Sel T inilah yang bertindak sebagai filter bagi zat-zat asing di dalam tubuh.

Adalah Protein PD-L1, salah satu kamuflase sel kanker terhadap sel imun kita. Imunoterapi kanker yang saat ini beredar adalah obat yang berfungsi untuk menghalangi PD-L1 (Programmed Death Ligand 1) dan menghilangkan kamuflase sel kanker terhadap sistem imun. Sehingga sel T dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker yang ada.

Jadi, imunoterapi kanker bertujuan untuk menstimulasi sistem imun untuk secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker. Yang mana pada kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing” atau abnormal di dalam tubuh dengan mengerahkan pasukan sel T. 

Sementara cara kerja sistem imun ini, yakni:
  1. Mencari → sel T mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh
  2. Memindai → sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’
  3. Menyingkirkan → ketika terdeteksi, sel abnormal diserang dan disingkirkan oleh sel T

Keunggulan Imunoterapi Kanker


Berbeda dengan kemoterapi dan terapi target yang bekerja pada sel kanker, pengobatan imunoterapi kanker bekerja langsung pada sel imun. Sementara, untuk perbedaan kerja ketiganya adalah:

  • Kemoterapi
Sel kanker yang membelah diri dengan cepat menjadi sasaran obat kemoterapi. Sayangnya, pengobatan ini bukan hanya membuat sel kanker saja yang membelah diri dengan cepat. Sel normal pun ada yang membelah diri dengan cepat. Maka, kemoterapi bisa berdampak pada terganggunya keseimbangan sel normal yang punya siklus hidup cepat seperti sel kanker, misalnya pada rambut hingga menyebabkan rambut rontok.
  • Terapi Target
Secara spesifik pengobatan ini menargetkan molekul biologis dalam tubuh yang berperan dalam merangsang pertumbuhan sel kanker, sehingga pertumbuhan sel kanker menjadi terhambat, lemah, ataupun hancur. Dan karena bekerja secara spesifik pada targetnya, terapi ini tidak menyerang sel-sel normal yang membelah diri dengan cepat seperti halnya kemoterapi. Sehingga efek sampingnya lebih rendah.
  • Imunoterapi
Saat kanker datang, sistem imun tidak bisa bekerja lantaran dibelenggu oleh sel kanker. Nah, dengan imunoterapi, sel kanker ini akan dipegangi sehingga sel imun bisa bekerja membunuh sel kanker. Pengobatan dengan imunoterapi dilakukan agar sistem imun lebih cerdas mengenali sel kanker serta memperkuat respon sistem imun terhadap sel kanker, sehingga perkembangan sel-sel yang ganas dapat diperlambat, bahkan dihentikan.


kalahkan kanker
sumber: www.kalahkankanker.com



Tentang Siklus Imunitas Kanker



Berkaitan dengan imunoterapi ini, perlu diketahui jika pada kondisi normal, tubuh memiliki sistem pertahanan untuk menghancurkan sel kanker yang disebut dengan Siklus Imunitas Kanker

Di mana ada 7 tahapan siklus kekebalan yakni:

  • Pelepasan Antigen
Siklus dimulai dengan pelepasan antigen. Ini adalah proses ketika sel kanker mati lalu melepaskan antigen. Pada dasarnya, antigen adalah potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

  • Antigen Presentation
Ini adalah tahap ketika antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang kemudian membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

  • Produksi dan Aktivasi Sel T
Di tahap 3, sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga kemudian terproduksi dan teraktivasi.

  • Perjalanan Sel T
Setelah sel T diaktifkan di tahap 3, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

  • Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor
Ketika sel T tiba di lokasi tumor, tugas mereka adalah untuk masuk ke dalam lokasi tumor. Pada dasarnya, sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

  • Pengenalan Kanker oleh Sel T
Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang telah masuk.

  • Sel T Menghancurkan Sel Kanker
Di tahap ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.


kalahkan kanker
sumber: www.kalahkankanker.com



Yang Terjadi pada Tubuh Penderita Kanker


Tapiiiii, yang terjadi pada pasien kanker, tahap ketiga yang seharusnya ada produksi dan aktivasi sel T, ini tidak terjadi. Pasalnya ada upaya dari sel kanker untuk membuat sel imun tidak bekerja.

Penyebabnya, ikatan antara PD-L1 di sel kanker dengan B7.1 dan PD-1 yang ada di sel imun. Hal ini akan menghentikan proses pembentukan dan aktivasi sel T di kelenjar getah bening dan menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor.

PD-L1 merupakan protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

Dalam kondisi normal, PD-L1 memiliki peran penting dalam mempertahankan keseimbangan imun tubuh dan merupakan immune checkpoint yang menjadi 'rem' respon imunitas ketika berikatan dengan B7.1 dan PD-1. Nah, pada pengobatan imunoterapi, PD-L1 diekspresikan secara berlebihan pada permukaan sel kanker dan sel imun pada berbagai jenis kanker.

Pengobatan imunoterapi kanker bertujuan mengembalikan fungsi sistem imun dengan cara memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain sehingga sel T dapat mengenali sel kanker dan menghancurkannya.

Jadi, imunoterapi kanker bekerja pada tahap pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening dan penghancuran sel kanker di dalam tumor, beberapa contoh imunoterapi kanker yang telah dikembangkan antara lain anti PD-L1, anti PD-1, dan anti CTL4.

kalahkan kanker
sumber: www.kalahkankanker.com



Mengapa Imonuterapi?



Nah, imunoterapi dipilih sebagai strategi penanganan kanker dengan berbagai alasan berikut ini:

  1. Imunoterapi memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan pengobatan kanker lainnya, seperti radiasi atau kemoterapi
  2. Imunoterapi bisa membantu efektivitas pengobatan lain yang sedang dilakukan 
  3. Imunoterapi memiliki efek samping lebih kecil karena imunoterapi membuat sistem imun hanya menyerang sel kanker secara spesifik
  4. Imunoterapi dapat meminimalkan kanker muncul lagi. Karena pengobatan ini memicu imunomemori, yaitu kemampuan sistem imun untuk mengingat sel kanker, sehingga akan segera diserang bila muncul kembali

Sedangkan, untuk jenis imunoterapi dalam penanganan kanker ini ada:

  • Antibodi monoklonal: protein imun buatan yang didesain khusus untuk dapat menandai sel-sel kanker secara spesifik, sehingga bisa membunuh sel ganas tanpa ikut menghancurkan sel yang sehat
  • Checkpoint inhibitor: obat yang dapat membantu sistem imun dalam merespon sel kanker dengan cara kerja mengganggu kemampuan sel kanker untuk menghindari serangan sistem kekebalan tubuh
  • Vaksin: zat yang disuntikkan ke dalam tubuh untuk mendorong respon imun terhadap suatu penyakit yang dapat digunakan baik untuk mencegah maupun untuk mengobati kanker
  • Imunoterapi non-spesifik: jenis imunoterapi yang dapat meningkatkan kinerja sistem imun secara keseluruhan

Efek dan Risiko Imunoterapi



Imunoterapi saat ini telah menjadi satu solusi untuk kualitas dan harapan hidup pasien kanker yang lebih baik lagi. Seperti dari berbagai studi imunoterapi kanker pada kanker paru jenis bukan sel kecil (NSCLC), disebutkan bahwa pengobatan imunoterapi bisa membantu memperpanjang ketahanan hidup pasien kanker paru NSCLC hingga 30 bulan, dari yang sebelumnya hanya maksimal 16,7 bulan.

Tapi, meski memberi harapan cerah bukan berarti pengobatan ini 100 persen akan berhasil pada pasien kanker. Secara teori dan teknologi, imunoterapi memang secercah harapan bagi para penderita kanker yang berjuang demi sebuah kesembuhan. Tetapi, tubuh manusia itu unik, begitu pula dengan sel kanker. Apa yang terjadi di dalam tubuh kita tidak ada yang tahu persis. Jadi, hampir tidak akan ada tingkat keberhasilan di angka 100 persen.

Juga, beberapa efek samping tetap terjadi seperti umumnya terapi pengobatan yang lain. Misalnya: nyeri, bengkak, kemerahan, gatal, serta ruam pada kulit di area suntikan. Juga bisa ada gejala flu, seperti demam, pusing, nyeri otot, dan sakit kepala. Efek samping ini bisa bervariasi pada tiap pasien, tergantung kondisi kesehatannya, jenis kanker yang diderita, jenis imunoterapi yang dilakukan, dan dosis yang diberikan.


Selain mempunyai efek samping, imunoterapi juga memiliki sejumlah risiko lain, yakni:

  • Berpotensi merusak organ lain: bisa membuat sistem imun menyerang organ lain, seperti jantung, usus, paru, dan ginjal
  • Hasil terapi tidak selalu cepat: imunoterapi bisa saja berlangsung lebih lama dari pengobatan kanker lainnya
  • Belum tentu cocok untuk semua orang: pada sebagian orang, imunoterapi tidak membunuh sel kanker, melainkan hanya membuat sel-sel tersebut berhenti berkembang
  • Kemungkinan sel kanker berkembang kembali: tubuh bisa menjadi kebal terhadap terapi ini, di mana beberapa terapi awal dapat memberikan hasil positif, namun kemudian sel kanker berkembang lagi


kalahkan kanker
sumber: freepik.com


Jadi, selain memiliki manfaat, imunoterapi kanker juga mempunyai efek samping dan risiko. Oleh karena itu, silakan menghubungi dokter dan konsultasikan dahulu sebelum Anda memutuskan untuk menjalani imunoterapi. Cegah kanker dengan menghindari faktor risiko, mendapatkan vaksinasi virus human papilloma (HPV) dan virus Hepatitis B (HBV), tidak melakukan seks bebas, menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan dan lakukan deteksi dini!

Akhir kata, mari kalahkan kanker dengan imunoterapi! Berserah bukan berarti menyerah, selama masih ada kesempatan, maka lakukan! 💖



You survived this, you can do anything!


Dian Restu Agustina




Artikel diikutsertakan dalam Kompetisis Menulis Blog Kalahkan Kanker dengan Imunoterapi

Referensi:
https://kalahkankanker.com/
https://www.suara.com/health/2019/12/23/174110/imunoterapi-disetujui-fda-sebagai-pengobatan-kanker-lini-pertama
https://www.alodokter.com/memahami-imunoterapi-sebagai-pengobatan-kanker
https://lifestyle.bisnis.com/read/20190726/106/1129311/imunoterapi-inilah-obat-kanker-terbaru-di-indonesia-