Traktiran di Tanggal Tua? Coba Temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats Saja!

Traktiran di Tanggal Tua? Coba Temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats Saja! 

"Yeayy, hari ini UCUN-nya selesai!"
"Iya, UCUN-nya, tapi masih ada Gladi Bersih UN minggu depan dan UN April nanti, kan?"
"Iya sih, Buk! Duh, puyeng belajar tiap hari. Hhhh! Sabtu nanti kita pergi yuk, Buk!"
"Mau kemana?"
"Makaaan!!"
"Ya udah, boleh!"

Sulung saya, kelas IX SMP sedang disibukkan dengan rangkaian persiapan Ujian Nasional. Mulai dari Try Out di tingkat sekolah maupun propinsi, Uji Coba Ujian Nasional (UCUN) di tingkat nasional, Gladi Bersih UN hingga UN pada 20-23 April 2020 nanti. Maka, tak heran setiap hari dia disibukkan dengan pendalaman materi di sekolah juga setumpuk latihan soal yang harus dikerjakan di rumah. Hingga di akhir pekan, dia saya biarkan gegoleran, mengistirahatkan badan dan pikiran. Atau kalaupun dia minta pergi, sebisa mungkin saya turuti. Meski, kalau tanggal tua begini dia minta makan-makan, puyeng juga saya hahaha. Pasalnya, ini anak seleranya seperti kebanyakan anak milenial lainnya, kalau enggak makanan Barat, Jepang ya Korea. Pokoknya prinsip dia, makan di luar itu yang enggak biasa dimakan di rumah. Jadi ya dia main tunjuk saja mau makan apa, sementara Ibunya tinggal berdoa semoga enggak mahal saat bayarnya.๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜

Tapi...., itu dulu, saat saya belum mengenal Treats by Traveloka Eats.
Kalau sekarang, traktiran di tanggal tua, saya pakai Treats by Traveloka Eats saja!
Enggak bakal lagi pusing kepala! Apalagi jika nemu Hidden Gems-nya! Yihaaa!!๐Ÿ˜





Tentang Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats



Yup, Treats by Traveloka Eats adalah fitur terbaru dari Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi kita untuk menemukan Hidden Gems (permata tersembunyi) berupa promo dan diskon terbaru di lokasi-lokasi makan dan minum yang terdaftar di Traveloka Eats.

Jadi, ketika mengunjungi restoran atau kafe pilihan, kita bisa melihat apa saja promo terbaik dengan melakukan bookmark atau save lokasi tersebut. Kemudian, tinggal tunjukkan Treats yang diinginkan pada staf restoran. Lalu tinggal tap Get Deals atau Scan QR Code-nya dan kita bisa membayarnya!

Mudah dan muraaah!
Hingga, mau tanggal muda maupun tua, makan-makan tetap jalan sesuai rencana!
Happy!!
Apalagi kalau Hidden Gems-nya itu di restoran kesukaan, Rasanya seperti nemu permata punyanya Avengers Infinity War saja haha

Nah, kehadiran Treats by Traveloka Eats ini menjadi fitur yang makin melengkapi aplikasi Traveloka yang saya miliki. Seriusan, enggak rugi memang percaya pada aplikasi yang satu ini. Gimana enggak cobak, mulai dari beli paket wisata ke luar negeri, pesan villa saat ingin menjauh sejenak dari rutinitas Ibukota, beli tiket wahana wisata sampai cara hemat glowing-in muka....!

Semua ada di Traveloka!

Beneran, lama-lama jadi aplikasi palugada dah Traveloka, apa yang lu cari, di Traveloka gue.... ada! ๐Ÿ˜


Cara Menemukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats



Maka, bersyukur saya punya aplikasi Traveloka di smartphone saya. Jadi ketika anak minta traktiran di tanggal tua, saya cuss...ngulik saja Traveloka Eats di aplikasinya, karena memang sudah biasa pakai sebelumnya. Eh enggak nyangka nemu fitur baru di situ, Treats.

Langsung deh cari-cari, pilihan menu favorit dia pasti. Dan,...ternyata ada 'Japanese Picks' di sana. Enggak pakai lama ketemu Special Price Zenbu 3 Package di Zenbu yang gerainya ada di daerah Puri dekat rumah saya. Dan, enggak pakai ragu langsung saya 'Save Restaurant' untuk nantinya saya tunjukkan ke staf restorannya.

Kaget saya lihat harganya. Saya memang sudah pernah makan di restoran ini sebelumnya, tapi di mal yang berbeda. Gimana saya enggak bahagia lihat harganya. Untuk paket yang terdiri dari Chicken Mozaru + Salmon Makimono, dari harga normal Rp 91.052,- gara-gara masuk Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats harga menjadi Rp 64.913,- nett saja. Artinya saya dapat potongan hampir 30% dari harga normal! Apa enggak lumayan??

Mudah, kan?

Jadi, sekali lagi, berikut cara mendapatkan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini!
  1. Download aplikasi Traveloka
  2. Buka aplikasinya
  3. Klik ikon Traveloka Eats yang ada di layarnya
  4. Lalu, pilih ikon Treats yang ada di bagian tengah
  5. Jelajahi aneka Treats pilihan dari restoran kesukaan
  6. Pilih Treats yang kita inginkan dan klik 'Save Restaurant'
  7. Tunjukkan layar ke staf restoran
  8. Tap 'Get Deals" atau 'Scan QR'
  9. Lakukan pembayaran, bisa dengan Credit Card, Uangku, Traveloka Paylater, Bank Transfer
  10. Nikmati Hidden Gems dari Treats by Traveloka Eats!

Tuh, enggak ribet kan?



Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats

Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats

treats by Traveloka Eats

Treats by Traveloka Eats



Mengapa Pilih Treats by Traveloka Eats!



Oh ya, Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini selain lebih hemat juga punya beberapa keunggulan lain, diantaranya:


Harga Jujur

Kadang kita lihat promo atau diskon itu tulisannya besaaaar untuk angka diskonnya, tapi ternyata ada tanda bintang keciiiiil disertakan untuk S&K (Syarat dan Ketentuannya). Jadi seperti abal-abal gitu potongan harganya. Nah, kalau Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini enggak ada tipu-tipu. Harganya jujur..jur..jur..sesuai dengan di layar yang kita simpan. Jadi enggak perlu kuatir kalau pihak restoran bakal ngeles kalau itu sebenarnya ada S&K .. dst dll dsb.


Syarat dan Ketentuan Jelas

Jadi Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini tertera jelas Syarat dan Ketentuannya. Ada penjelasannya kapan periode Treats-nya, harga termasuk atau tidak dengan Tax & Service Charge, Cara Menggunakannya serta Terms & Condition-nya. See, kita bisa tahu dengan jelas detilnya.


Harga Hemat Tiap Hari

Dengan memilih Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats ini kita bisa mendapatkan harga hemat tiap hari. Mau tanggal muda atau tanggal tua enggak peduli.๐Ÿ˜

Saat traktiran ulang tahun, perayaan istimewa lainnya, arisan sosialita, nraktir gebetan, janjian hang out sama teman atau sekedar kasih reward pada diri sendiri dengan makan menu kesukaan. Tiap hari harganya hemat, hingga bisa makan-makan kapan saja dengan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats.



Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats


Treats by Traveloka Eats



Makanya gaaaiss, jangan lupa download Aplikasi Traveloka, temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats dan nikmati kejutannya! Sajian Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats akan menjadikan pengalaman makan kita jadi lebih menyenangkan dengan berbagai penawaran. Tak peduli tanggalnya, muda atau tua, makan-makan tetap bisa jalan! Belum lagi, kita juga bisa mendapatkan Poin Traveloka setiap kali makan dengan Treats by Traveloka Eats ini.

Jadi tunggu apalagi, kuy belanja dengan Treats by Traveloka Eats dan temukan Hidden Gems-nya yaaa!๐Ÿ˜








Traveloka Dulu, #PengalamanMengenyangkan Kemudian!


Dian Restu Agustina



Review Buku: 365 Hariku Bersama Ananda

Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism






Teman-teman, pernah enggak menjumpai seorang anak yang memilih untuk tidak berbicara pada orang atau situasi tertentu, meskipun ia mampu? Mungkin kebanyakan orang - termasuk orangtua si anak itu - menganggap dia pemalu karena sedang berada di tempat baru. Tapi, jika ternyata itu bertolak belakang dengan kebiasaannya di keseharian, di mana di rumah dia sangat aktif, dominan, tipe pengatur juga banyak bicara, tentu kita patut curiga. Pasalnya, bisa saja anak ini mengidap Selective Mutism, sebuah gangguan kecemasan yang membuat anak fobia bicara atau memilih mode "mute" (diam) di lingkungan yang membuatnya tidak nyaman. Sebuah gangguan tumbuh kembang yang jika diabaikan akan berdampak buruk di masa depan. Lantaran kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi merupakan salah satu bentuk kemampuan penting di masa tumbuh kembang anak-anak. Sehingga jika tidak ditangani segera, anak dengan selective mustism ini bisa berlanjut menjadi sosok yang membisu di luar lingkungan yang dikenalnya.

Nah, sebenarnya apa sih penyebab selective mutism? Bagaimana cara menyikapi anak yang mengalami gangguan kecemasan yang bisa terdeteksi saat usia lancar bicara ini? Adakah pola asuh tertentu yang bisa diterapkan agar orangtua tepat menangani sesuai dengan gangguan tumbuh kembang yang dimiliki?

Sebuah buku buah karya Sitatur Rohmah mengupas semua itu dalam "365 Hariku Bersama Ananda - Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism". Buku yang didasarkan pada pengalaman pribadi penulis saat membersamai buah hati yang mengalami gangguan selective mutism yang bisa menjadi panduan bagi orangtua, guru dan siapa saja agar tahu apa dan bagaimana cara menanganinya.

Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia

(Kulwap Teman Kumparan Bersama dr. Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator Rumah Vaksinasi Kebagusan)

Persalinan ketiga saya secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Dua bulan setelahnya saya dan anak-anak ikut Bapaknya sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi untuk si Adik yang masih bayi. Ternyata ada bis imunisasi keliling gratis yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemkot New Orleans dan swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!




Ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Meliputi vaksin (saat itu): DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella,Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen dan stiker. Oh ya, kelengkapan imunisasi ini jadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika.

Selama 2 tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadi, imunisasi perlu enggak sih? Pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana. Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

FYI, anak pertama saya lahir belum sempurna hingga meninggal umur 13 hari, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella atau yang lainnya, siapa sangka?๐Ÿ˜˜


Nah, terkait dengan imunisasi, baru-baru ini di WAG Teman Kumparan yang saya ikuti mengadakan Kumparan Talk, kulwap bertema "Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia" pada Rabu, 12 februari 2020. 

Oh ya, narasumber pada Kumparan Talk kali ini adalah dr Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator di Rumah Vaksinasi Kebagusan, Kebagusan II - Jl Melati 55A Pasar minggu, Jakarta Selatan.

Dan summary Kulwap saya rangkum berikut ini, let's check it out!

Healthy Food, Healthy Lifestyle

 Bersama dr. Zaidul Akbar




"Good Food is Good Mood" 

"Penyakit akan muncul dari mood yang naik turun. Mood bisa memengaruhi hormon, fungsi jantung dan pembuluh darah, irama tidur, fungsi imun di tubuh. Bahan baku mood ada di enzim. Mau good mood? Ya makanlah good food, itu kuncinya! Maka jaga 5 panca indera dari hal yang tak penting dan bikin mood bermasalah!"

Demikian Dokter Zaidul Akbar mengawali materinya dalam acara pengajian akbar yang bertema "Healthy Food, Healthy Lifestyle", Rabu 12 Februari 2020 di Aula SDI Al Azhar 8 Kembangan, Jakarta Barat. 

Acara yang "sehat sekali", karena tak hanya materinya yang membahas seputar kesehatan tapi juga snack yang dibagikan kepada peserta adalah rebusan camilan yang terdiri atas ubi jalar (putih-orange-ungu), jagung dan kacang tanah rebus yang diwadahi besek. Tak hanya itu bagi 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan goodiebag berupa rimpang-rimpangan untuk dibawa pulang. 

Dokter Zaidul lebih lanjut mengingatkan jika semua penyakit berat asal muasalnya dari pikiran. Maka sebaiknya jangan berlebihan saat memikirkan sesuatu. Pasalnya perubahan fisiologis hormonal akan memengaruhi fisiologis umum. Untuk itu mumpung sehat kuatkan iman, bertobat dulu sebelum berobat. Solusi spiritual digunakan dulu jika ada penyakit mendekat. Bersihkan penyakit hati baru hilangkan sakit badani. Caranya, perhatikan asupan makanan..

Coz good food is good mood!


Healthy Food


Makanan yang Baik Seperti Apa?


Dokter Zaidul menjelaskan jika makanan yang baik adalah yang tidak banyak mengalami proses pengolahan. Semakin sedikit melewati proses pengolahan maka semakin sehat makanan. Misalnya sayuran, lebih baik dikonsumsi mentah saja. Lalu beri bumbu minyak zaitun, garam dan lada hitam..sudah! 

Dokter yang menyiapkan juga bahan makanan sehat untuk dijadikan contoh bagi seluruh peserta ini pun membagikan resepnya, Rainbow Salad. Di mana sayur-sayuran yang dipakai adalah yang aneka warna karena masing-masing sayuran berwarna ciptaan-Nya ini punya fungsi sendiri. Jadi mereka akan saling melengkapi untuk menjaga kesehatan tubuh kita. 

Warna-warna itu adalah: 

Putih: menguatkan sistem imun tubuh. Contoh: kembang kol, sawi putih, lobak 
Kuning: membersihkan dan melenturkan kulit dari dalam. Contoh: nanas, paprika kuning 
Orange: mencegah inflamasi/peradangan. Contoh: kunyit, temulawak, labu 
Merah: berhubungan dengan darah - memperbaiki fungsi darah dan jantung. Contoh: tomat, paprika 
Ungu: melindungi sistem saraf. Contoh: terong, kol ungu, anggur 
Hijau: untuk detoks Contoh; sawi, brokoli, kacang panjang 



Healthy Food
pembuka acara tutorial make up dari Wardah



Selain itu ada beberapa makanan yang disarankan oleh dokter Zaidul Akbar yang lulusan FK Universitas Diponegoro ini, karena manfaatnya untuk kesehatan, diantaranya:

  • Kurma → kurma mentah yang punya efek ke liver, kurma basah ke lambung
  • Air kelapa muda → mengandung asam amino yang baik untuk detoks hormon. Bisa ditambahkan garam sehat, kasih kurma dan blender. Baik diminum 2-3 kali/minggu
  • Jahe, kunyit, sereh, lengkuas, kasih air panas, disaring lalu perasi air jeruk nipis, tambahkan kurma dan blender. Fungsi: jahe baik untuk pencernaan, lengkuas untuk imunitas, sereh kaya steroid, jeruk nipis baik untuk enzim dan kurma tinggi asam amino
  • Dressing bisa dibuat dari alpukat yang mengandung lemak baik. Caranya: blender alpukat, campurkan dengan garam, lada hitam dan bawang putih.
  • Kayu manis: mencegah kerusakan sel
  • Cengkeh: anti nyeri (Misal untuk sakit flu: minum campuran cengkeh, kapulaga, ketumbar, kembang lawang)






Question & Answer



Banyak pertanyaan yang diajukan peserta, diantaranya:

Apa perbedaan zaitun minum dan untuk urut?
→ Yang diminum adalah Extra Virgin Oil, sedangkan untuk urut minyak refinery

Bagaimana terapi makanan untuk penderita auto imun
→ Konsumsi sayuran dan buah organik

Garam yang sehat yang mana?
→ pilih garam bukan hasil proses pemurnian, sebaiknya pilih garam alami

Berapa lama ketahanan infused water?
→ 8 jam

Tips mengecilkan perut?
→ Konsumsi serat, no gula

Makanan yang efeknya tidak baik bagi tubuh apa saja?
→ gula dan turunannya, transfat (misal: minyak goreng), karbohidrat (beras dan tepung), daging olahan

Apa harus dimakan mentah untuk semua jenis sayur/buah?
→ Jika memang tidak bisa, bisa dikukus dulu sebentar

Bagaimana diet untuk penderita PCOS?
→Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Maka yang utama jauhi stres. Jika kecemasan tinggi sel telur tidak akan matang sehingga enggak bisa dibuahi, akhirnya kehamilan sulit terjadi.



Tips Sehat Ala Dokter Zaidul Akbar



Healthy Food



Oh ya, ada beberapa tips terkait "Healthy Food, Healthy Lifestyle" yang disampaikan oleh Dokter Zaidul Akbar pada acara, diantaranya:

  • Karena perilaku kita dipengaruhi oleh apa yang kita makan, maka ingat “Good Food is Good Mood” jika ingin mendapatkan mood yang baik, maka makanlah makanan yang baik, masih asli, alami tanpa diolah, salah satunya buah dan sayur 
  • Tidak hanya pola makan untuk bisa hidup sehat, pola makan itu hanya sebagian kecil. Dalam Alquran diajarkan kalau makan harus halal dan thayyib, sesuatu yang tidak membuat masalah bagi tubuh kita 
  • Berhenti makan sebelum kenyang, konsep Rasulullah SAW yang simpel karena 'Tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia'. Kalau dia ingin makan berlebih maka jadikan sepertiga untuk makan sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk udara," Jadi, makan itu bagi orang muslim bukan untuk kenyang, makan itu agar dia bisa beribadah 
  • Untuk sehat, stop yang bikin sakit, remove masalahnya, misalnya kurangi makan makanan berminyak. Pelajarilah yang bikin sehat, ditambah belajar puasa. 
  • Enggak ada gunanya kita konsumsi makanan herbal kalau isi piring tidak dibetulkan. Membiasakan diri untuk makan sehat, kalau tidak ya tidak akan terbiasa, jika yang sehari-hari dimakan itu sampah
  • Salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tetap fit, adalah dengan menjaga pola tidur seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Rasul tidur diawal waktu, gunanya untuk mengistirahatkan hormon dan enzim yang ada di dalam tubuh. 
  • Memperbanyak berpuasa. Ketika seseorang membiasakan menahan lapar selama 20 jam, tubuhnya akan menjadi mesin pembakar lemak yang luar biasa. Untuk mengatasi berbagai macam masalah penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, kencing manis dan asam urat. Adalah dengan dengan mengikuti pola hidup Rasulullah SAW dan science membenarkan hal tersebut, yaitu memperbanyak berpuasa, seperti puasa senin kamis, 
  • Mari kita berikan yang terbaik untuk tubuh, salah satunya dengan bersedekah pada diri sendiri. Ketika kita makan makanan yang sehat, saat itu kita sedang bersedekah untuk diri sendiri, dan niatkan menjaga badan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT 

Yuk..hidup lebih sehat lagi!

Ingat tubuh kita akan menjalankan fungsinya dengan baik jika kita tidak membebaninya!๐Ÿ’–

Semoga bermanfaat!




Salam Sehat


Dian Restu Agustina














Ancaman Resistensi Antibiotik

(Kulwap MoM ACADEMY Bogor Bersama Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt)








Dulu, jaman anak masih satu, saya dipenuhi kekhawatiran yang berlebihan saat dia sakit. Maklum saja, karena bayi pertama saya meninggal dunia, maka saat anak kedua ada, saya seperti trauma akan kehilangan dia. Ketika dia rewel sedikit langsung saya bawa periksa. Mana kebetulan pula saat itu saya sekeluarga tinggal di rumah dinas perusahaan di mana lokasi rumah saya hanya berjarak sekitar 500 meter saja dari RS yang ada. Jadi ya gitu deh, anak sakit langsung ke dokter. Apalagi sulung saya dulu itu sudah menampakkan gejala alergi dan asma sejak bayi. Jadi sebentar-sebentar batpil, demam, juga sesak napasnya.

Nah, jadilah ia seringkali mengonsumsi obat-obatan, termasuk antibiotik. Ini terjadi hingga kami pindah ke Jakarta pada dua tahun usianya. Dia sudah enggak ASI, lebih kuat, makan cukup,..dan rumah sakit lumayan jauh๐Ÿ™ˆ Jadi kalau sakit dicoba pakai obat bebas dulu yang umum dosisnya, jika masih enggak berkurang baru ke dokter saya bawa. Tapi teteup, ada antibiotik selalunya di sana. Saya yang awam tentang obat, membiarkan saja hingga saat adiknya lahir dan ditangani dokter anak yang berbeda yang ternyata bertipe enggak gampang kasih antibiotik. Akhirnya saya pun beralih langganan ke dokter anak ini untuk kedua anak saya. Alhamdulillah kini, mereka jarang sekali diresepkan antibiotik, kecuali hanya jika perlu saja. 

Hm..memang antibiotik itu enggak boleh ya? Kalaupun boleh untuk diagnosa yang seperti apa? Bagaimana dengan saran penggunaannya? Apakah ada aturan baku tertentu? Lalu, apa akibatnya jika aturan tidak dilakukan?

Nah, kegalauan banyak orangtua akan antibiotik inilah yang menginspirasi Mothers on Mission (MoM) ACADEMY, sebuah komunitas yang beranggotakan para Mommies dari berbagai wilayah di Indonesia, mengadakan Kuliah WhatsApp (Kulwap) yang bertema Ancaman Resistensi Antibiotik. Narasumber Kulwap adalah seorang Pharmacist & Medicine Expert Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt dan dimoderatori oleh Mom Ellga Yuthysa dari MoM ACADEMY Bogor.


SCG SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy - Collaboration for Action








SCG SD Symposium untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan tema Circular Economy: Collaboration For Action. Acara dihelat dengan tujuan untuk mendorong para pemangku kepentingan memahami dan menerapkan konsep ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Di mana SCG berkolaborasi dengan para pemimpin organisasi global dan pemerintahan membahas urgensi kolaborasi dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.

Ya, setelah saya menghadiri acara SCG Welcoming Circular 2020 pada 22 Januari 2020 lalu, akhirnya tiba juga di puncak acara Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020 pada 20 Februari 2020.

Bertempat di Hotel The Ritz Carlton Jakarta - Mega Kuningan, acara berlangsung sukses dengan menghadirkan sesi Opening & Inspiration Talk, Panel Discussion, Press Briefing dan Exhibition Tour. Sekedar mengingatkan, acara yang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 2 siang ini diinisiasi Siam Cement Group (SCG), sebuah perusahaan konglomerasi terkemuka di ASEAN.

Imunoterapi, Solusi untuk Kualitas dan Harapan Hidup Pasien Kanker yang Lebih Baik Lagi








Saya menatapnya dengan rasa duka luar biasa. Sungguh tak mengira, berselang enam bulan saja tak bersua perubahan fisiknya begitu nyata. Rambut yang habis, mata cekung, badan kurus, wajah pucat pasi...Sediiiih saya melihatnya! Tapi masih ada senyum merekah di bibirnya. Itu yang bikin saya malu untuk menangis di depannya. Yuli, sepupu sekaligus saudara sepersusuan saya terlihat tegar di tengah perjuangan melawan ganasnya kanker yang menyerang payudaranya. Ia terlihat begitu bersemangat di tengah kondisinya yang kurang sehat. Sementara jauh di Ibukota, saya sering mengeluh akan hal remeh-temeh yang kalau dipikir sebenarnya sepele saja. Obrolan singkat dengannya membuat saya kagum pada semangat begitu banyak penyintas kanker yang selama ini telah menapaki hari dengan berbagai proses penyembuhan yang dijalani. Semua tahapan yang sungguh menguras waktu, biaya, energi dan emosi.


Hotel Aryaduta Jakarta, Hotel Lama yang Masih Berjaya

Hotel Aryaduta Jakarta, hotel lama yang masih berjaya. 

"Di kamarmu enggak ada yang aneh, kan?"
"Enggak!"
"Beneran..memang aneh apaan?"
"Enggak sih, kirain..!"

Begitu obrolan saya berempat dengan teman yang beda kamar saat sarapan di hari kedua menginap di Hotel Aryaduta Jakarta untuk event BI Netifest 2020.

Sementara saat saya menjawab, Evi Syahida (Visya), teman sekamar saya hanya senyum-senyum dalam diamnya. Dan saya baru tahu arti senyumnya beberapa hari di WAG Kelas Blog kami, setelah sampai rumah masing-masing.






Ternyata oh ternyata beberapa teman mendapati hal horor saat menginap selama 4 hari 3 malam di hotel ini. Hm, benarkah? Kok saya enggak merasa sih? Atau karena saya terlalu bahagia sehingga mengabaikan segala rasa yang telah ada hahaha๐Ÿ˜

Katanya pula, karena ini hotel tua ya gitu deh, jadi ada penampakan yang seharusnya enggak nampak atau sengaja menggoda agar tertampak. Tuh bingung enggak dirimu? kwkw

Jadi gini cerita lengkapnya....


Tips Perawatan Rambut yang Diwarnai

Tips perawatan rambut yang diwarnai apa saja ya? Kalau uban? Ya, uban adalah masalah utama rambut ketika usia kian senja. Seperti saya yang satu waktu nyesek melihat penampakan helaian rambut putih di kepala yang kian hari kian banyak saja. Lalu, saat ngaca merasa iba pada diri sendiri dan berkata:

"Duh, kasihan sekali dia, tua banget yaa..!"

Maklum, sudah kodratnya perempuan menolak tua.
Maunya setiap ketemu teman arisan komentarnya:

"Jeung, dirimu nih awet muda, apa rahasianya?",
"Sis, Makin glowing aja, skinker-nya apa?"
"Duh, kurusan lho Mbak, apa sih resepnya?"

Ya, tak peduli berapapun usia, ketika dipuji cantik dan awet muda maka pipi perempuan pun merona dan hati berbunga-bunga. Maka, tak heran saat menemukan uban di kepala rasanya seperti mimpi buruk saja. Meski, perempuannya berhijab macam saya, rasa galau pasti juga melanda. Pasalnya, saat di rumah dan enggak berhijab, nampak suami dengan rambut putih begini, duh...langsung turun drastis deh rasa percaya diri!! Jangan-jangan dalam hati suami mbatin nanti:

"Lho..Istriku kok sudah kayak nenek-nenek begini!"

Huaaa! ๐Ÿ˜ญ





Maka, suatu hari terbitlah ide saya buat mewarnai rambut ini. Tapi, masih saja maju mundur cantik rencananya, enggak jadi-jadi eksekusi. Pasalnya, saya khawatir kalau rambut saya bakal rusak nanti gara-gara bahan pewarnanya. Bukannya cantik didapat, rusak malah merapat. Noooo! Saya enggak mau lagi rambut rusak karena diwarnai. Karena saya pernah punya pengalaman mewarnai rambut saat (((muda))) dan hasilnya memang jadi cantik, gaya dan memesona. Tapi, dampaknya rambut rapuh, mudah patah, kering, kasar dan kusam jadinya. Membuat saya enggan terjebak dengan masalah yang sama. Tapi, belakangan saya baru sadar, ternyata bukan salah pewarna rambutnya. Itu semua terjadi karena saya yang malas merawat rambut pasca mewarnai. Lalu, jadikah saya mewarnai rambut akhirnya?


Tentang Saya dan Rambut Berwarna


Tips Perawatan Rambut Diwarnai
ayo tebak, saya yang mana?๐Ÿ˜


Saat masih single dan bekerja, saya memang berpenampilan penuh gaya. Punya penghasilan sendiri, mandiri, dengan pekerjaan yang membuat saya harus berhadapan langsung dengan pelanggan, menjadikan saya sangat memperhatikan penampilan. Meski bukan full dandan dari ujung kepala sampai kaki, karena saya malah cenderung lebih ke tomboy. Maklum bekerja diantara banyak laki-laki dengan seragam kerja celana panjang dan atasan kaos atau kemeja membuat saya agak cuek untuk urusan lukis-melukis muka. Tapi untuk urusan perawatannya, jangan ditanya. Saya segaja mengalokasikan waktu dan dana buat treatment dari rambut sampai kuku kaki saya. Maklumlah, namanya juga masih baru mikir diri sendiri hihihi... Jadi, ya gitu deh, secara berkala saya nyalon biar muka, rambut dan badan makin kinclong. Termasuk mewarnai rambut!

Sebelum menikah, saya memang masih belum berhijab. Rambut saya selalu berpotongan pendek agar keringnya cepet dan ditata enggak ribet. Hampir setiap hari rambut saya kena paparan panas dari hair dryer juga bahan kimia dari hair styling product seperti hair gel atau hair spray. Dan pernah secara berkala, kena zat kimia dari pewarna rambut yang saya pakai. Saya memang sesekali mewarnai rambut meski saat itu ubannya belum ada sama sekali. Bukan warna-warni pelangi sih, hanya warna coklat tua sehingga hampir enggak kentara. Memang warna asli rambut saya bukan hitam legam. Melainkan agak kecoklatan. Maka kalau sekalian dicoklatin semua keren kan, begitu pikir saya saat itu. Tapi sayangnya, pewarnaan ini enggak saya iringi dengan perawatan ekstra agar rambut tetap terjaga kondisinya. Malah saya perburuk dengan berbagai tindakan yang membuat rambut makin hari makin rusak saja.

Hingga saya pun akhirnya tersadar, enggak mewarnai rambut lagi. Setelahnya sambil nangis berdarah-darah, saya lalu memulihkan rambut yang rusak parah. Syukurnya, lambat laun rambut saya bisa sehat lagi. Lalu, saat masalah uban datang apakah saya tergoda untuk mewarnai rambut kembali?


Tips Perawatan Rambut yang Diwarnai



Tips Perawatan Rambut Diwarnai


Ya, akhirnya saya memang mewarnai rambut saya. Tetap dengan warna dark brown favorit saya untuk menutupi uban yang kian merajalela. Tapi, enggak mau mengulang kesalahan yang sama, saya pun melakukan perawatan khusus saat memutuskan mewarnai rambut. Memang sedikit berbeda dari perawatan rambut biasa, tapi bisa dihemat kalau pandai menyiasatinya. Nah, langkah mudah merawat rambut yang diwarnai adalah:


1. Perawatan dari Dalam

Perawatan dari dalam untuk rambut diwarnai mencakup kecukupan nutrisi untuk tubuh terutama rambut. Makanan sehat, cukup air putih, tidur yang cukup dan gaya hidup sehat lainnya, sehingga rambut sehat dan tetap berkilau nantinya.


2. Jangan Keramas dengan Air Panas


Rambut yang diwarnai sebaiknya menggunakan air dingin saat keramas dan bukan air panas. Pasalnya, air panas dapat membuka kutikel rambut dan memudarkan warna di dalam batang rambut. Sebaliknya, air dingin bisa membantu mengunci kutikel sehingga warna bisa melekat lebih lama.


3. Pakai Produk Khusus untuk Rambut yang Diwarnai

Gunakan shampoo atau conditioner yang memang dikhususkan untuk rambut yang diwarnai, karena ada nutrisi khususnya. Jika menggunakan shampoo biasa akan membuat warna rambut lebih cepat pudar warnanya. Apalagi seringkali rambut yang diwarnai lebih kering dibandingkan rambut yang tidak diwarnai. Hal ini disebabkan kutikula rambut yang terbuka bahkan terkikis saat rambut diwarnai. Untuk itu, dibutuhkan shampoo dan conditioner yang sesuai dengan masalah rambut ini. Kemudian lengkapi dengan hair vitamin khusus untuk rambut diwarnai.


4. Hindari Tiga Hal Ini: Matahari, Kolam Renang dan Suhu Panas

Pastikan rambut terlindungi dari panasnya sinar matahari. Untuk yang berhijab mungkin enggak masalah karena sudah tertutupi, nah buat yang non-hijab sebaiknya memakai topi atau scarft untuk melindungi rambut yang diwarnai.
Juga, lindungi rambut dari klorin yang biasa terdapat pada air kolam renang yang berpotensi membuat rambut bertambah kering nanti. Maka, selalu pakai swim cap dan segeralah keramas setelah berenang. 
Kemudian, hindari pemakaian alat hair styling seperti hair dryer, catok, curling wand dan apalah..apalah...yang suhu panasnya berpotensi merusak rambut yang diwarnai.


5. Tidak Keramas Secara Berlebihan

Biar warnanya tidak segera pudar, lebih baik keramasnya tidak keseringan. Jika biasanya keramas setiap hari, kalau tidak kotor sekali lebih baik tiap 2-3 hari sekali. Apalagi jika rambut kita kering tipenya, tak hanya bikin cepat pudar, keramas berlebihan akan membuat rambut lebih kering nantinya.


6. Jangan Terlalu Sering Mewarnai

Kasih jeda kapan mewarnai rambut kita. Jangan belum ada sebulan sudah ganti warna, Inga' - inga' ini rambut bukan tembok atau kertas gambar ya...๐Ÿ™ŠPaparan zat kimia berulang tetap berbahaya jika keseringan diterapkan ke rambut dan kulit kepala.


7.  Lakukan Perawatan Rambut Secara Rutin

Setelah rambut diwarnai masalah yang timbul adalah kondisi rambut jadi kering dan enggak glowing. Oleh karena itu perlu tambahan kelembaban agar rambut tetap sehat dan berkilau. Lakukan perawatan dengan mengaplikasikan masker rambut alami setiap seminggu sekali. Atau pilih yang praktis dan ekonomis seperti Natur Hair Mask Olive Oil untuk rambut yang diwarnai. Produk perawatan rambut yang simple yang bikin kita enggak perlu nyalon lagi. Hemat dan cepat!



Tips Perawatan Rambut Diwarnai


Natur Hair Mask Olive Oil - Solusi untuk Rambut Diwarnai



Bagi emak-emak yang sign kanan beloknya ke kiri macam saya, kesempatan untuk bisa perawatan itu ini di salon bisa dibilang langka. Maunya sih santuy treatment dari ujung rambut ke kaki, tapi kok ya yang ada kepikiran sama jemuran yang takutnya kehujanan. Atau kuatir waktu jemput anak kelewatan. Apalagi keseringan nyalon juga bisa menganggu stabilitas perekonomian rumah tangga. Bisa-bisa terpakai deh dana lainnya untuk biaya urusan badan, rambut dan muka. ๐Ÿ™ˆ Maka, jika ada produk perawatan yang bisa dilakukan di rumah saja, tentu bakal bikin hepi banyak emak seantero negeri. 

Nah, khusus untuk rambut diwarnai, kini sudah ada produk dari NATUR yang bisa menutrisi dan merawat kilau dengan harga terjangkau. Ialah Natur Hair Mask Olive Oil, solusi untuk rambut diwarnai! Produk inilah diataranya yang bikin saya enggak ragu lagi untuk mewarnai rambut kembali. Karena merawat rambutnya bisa dilakukan di rumah saja! Praktis dan ekonomis jadinya!


Tips Perawatan Rambut Diwarnai



Kemasan Produk Natur Hair Mask Olive Oil

Kemasan Natur Hair Mask Olive Oil berbentuk sachet dengan dominasi warna hitam dan tulisan warna emas khas Natur. Ada padanan warna merah sebagai penanda jenis hair mask-nya. Sementara di kemasan depannya terdapat gambar olive dan bahan lain sebagai penegas kandungan produknya. Kemasan ini praktis dengan isi standar 15 gram sehingga bisa digunakan untuk sekali pemakaian - bahkan jika rambutnya pendek bisa dua kali. Sedangkan di bagian belakang kemasan ada deskripsi produk dan info terkait seperti logo HALAL MUI, Layanan Konsumen dan lainnya. 


Klaim Produk (Disalin dari Kemasan)

Mengandung 7 Natural Oil dan Vitamin E yang dapat membantu menutrisi dan merawat kilau rambut agar tampak cantik bercahaya. Diformulasikan untuk rambut yang mengalami kerusakan akibat pewarnaan rambut. Dilengkapi dengan UVA dan UVB Filter yang membantu melindungi rambut dari efek sinar ultraviolet. Menjadikan rambut lebih lembut, mudah diatur dan lebih berkilau.


Cara Pakai (Disalin dari Kemasan)

Setelah keramas, usapkan Natur Hair Mask hingga merata pada helaian rambut. Pijat batang rambut mulai dari pangkal hingga ujungnya. Diamkan selam 1-2 menit. Bilas hingga bersih. Gunakan satu kali dalam seminggu atau sesuai dengan kebutuhan rambut anda.


Tips Perawatan Rambut Diwarnai



Review Natur Hair Mask Olive Oil

Pertama, saya suka dengan kemasannya. Mudah dibawa dan pas untuk sekali perawatan bagi saya. Jadi kalaupun lagi pergi, simple bawa hair mask ini. Lalu, saat membukanya, warna putih hair mask ini dengan tekstur agak kentalnya menguar aroma wangi yang lembut sekali. Dan tekstur seperti ini memudahkan pengaplikasian ke seluruh bagian rambut. Saat memijat dari pangkal hingga ujung, Natur Hair Mask Olive Oil langsung terserap sehingga nutrisi pun bisa masuk ke bagian dalam rambut. Setelah 1-2 menit didiamkan dan membilasnya, wanginya pun masih bertahan. Rambut basah terasa halus dan lembut. Beberapa waktu ketika mengering, rambutnya jadi mudah diatur, lembut dan jatuh, juga wanginya soft bikin hepiii..Sampai saya sukaaa nyium-nyium rambut sendiri.๐Ÿ˜

Memang perawatan rambut NATUR selalu juwaraa! Sejak semula NATUR tetap menjaga kualitasnya dan selalu berinovasi dengan produk-produknya.

Etapii...ada yang belum tahu NATUR?


Tentang Rambut dan NATUR



Rambut dan perempuan memang tak bisa dipisahkan. Hairgoals memiliki rambut yang sehat, kuat dan bercahaya bagi setiap perempuan adalah impian. Tapi, sayangnya kegiatan sehari-hari membuat kondisi rambut menjadi bermasalah dan ini bikin pusing sendiri.

Adalah NATUR yang lahir berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sejumlah produk perawatan dengan kandungan bahan kimia di pasar Indonesia dibandingkan dengan perawatan yang memanfaatkan bahan alami. NATUR tercipta dengan memanfaatkan bahan alami tumbuhan menjadi kandungan utamanya, seperti ginseng, aloe vera, tea tree oil, olive oil, moringa olieifera dan lainnya. Menjadikan NATUR sebagai rangkaian perawatan rambut yang memadukan konsep alami dengan inovasi modern. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan produk dengan kandungan bahan alami serta aman dalam penggunaannya.


Tips Perawatan Rambut Diwarnai



Demikian Brand Story NATUR yang disampaikan oleh Clara Rizki - Brand Activation Executive PT Gondowangi Tradisional Kosmetika (NATUR) pada acara "Hair Beauty Dating & Sharing Season" yang saya hadiri bersama teman-teman dari Kumpulan Emak Blogger (KEB) baru-baru ini.


Natur Hair Mask Olive Oil



Dari lanjutan penjelasan Mbak Clara, saya jadi tahu jika faktor kerusakan rambut itu enggak cuma satu:

Faktor Eksternal: 

  • Kosmetik untuk rambut
  • Perlakuan dekoratif
  • Debu, cuaca
  • Sinar UV matahari

Faktor Internal:

  • Usia
  • Genetik
  • Pola makan
  • Pola hidup yang tidak sehat
  • Stress dan penyakit

Natur Hair Mask Olive Oil



Nah, NATUR memiliki jawaban atas permasalahan rambut yang sering dialami baik oleh perempuan maupun laki-laki. Diantaranya:


Kerontokan


Kerontokan merupakan salah satu permasalahan rambut yang paling banyak dialami. Dan jika helai rontok setiap hari melebihi 100 helai harus ditangani dengan cara yang benar agar tidak terjadi kebotakan.

Nah, faktor penyebabnya adalah: faktor keturunan, stress yang menghambat siklus pertumbuhan rambut, produk kosmetik rambut yang kurang tepat, perlakuan dekoratif, gizi kurang seimbang, keramas dengan air terlalu panas, efek samping obat-obatan, hormonal, masa pengobatan.

Solusi: Natur Ginseng Series dengan kandungan Ginseng extarct terbukti berkhasiat membantu menguatkan akar dan helai rambut.



Tips Perawatan Rambut Diwarnai


Rambut Tipis


Rambut tipis akan terlihat lepek, kurang segar dan terlihat tidak sehat. Kerontokan yang parah juga tidak jarang membuat sebagian rambut kita jarang-jarang hingga botak. Juga tebal tipisnya rambut berpengaruh besar pada perempuan dan tidak jarang membuat kurang percaya diri.

Untuk faktor penyebab rambut tipis ini: kerontokan rambut, genetik dan pertumbuhan rambut tidak normal.

Solusinya: Natur Aloe Vera Series. Aloe Vera atau lidah buaya berfungsi menyediakan vitamin,mineral dan zat lainnya yang berfungsi menumbuhkan dan merawat kesehatan rambut


Natur Hair Mask olive Oil


Ketombe


Ketombe atau dermatiris seboroik merupakan suatu permasalahan rambut yang juga biasa dialami banyak orang. Ketombe berupa serpihan putih dan kering pada kulit kepala yang biasanya disertai rasa gatal di kulit kepala. Serpihan putih yang menempel pada rambut maupun baju serta rasa gatal yang membuat kita menggaruk-garuk kepala sepanjang hari dan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Untuk penyebabnya: meningkatnya jumlah jamur Malassezia globosa pada kulit kepala yang berminyak. Juga polusi, panas dan kerusakan akibat penataan rambut yang memicu munculnya ketombe. Serta rambut dan kulit kepala yang berminyak.

Solusinya: Natur Tea Tree Oil + Ginseng Series. Tea Tree Oil (TTO) minyak pohon Melaleuca alternifolia yang banyak ditemukan di Australia dan Oceania. Yang bekerja sebagai microba dan anti inflammation (peradangan/bengkak) sehingga dapat mengurangi jamur penyebab ketombe. Juga, kulit kepala yang gatal karena ketombe dapat meyebabkan kerusakan fisik lebih lanjut dan lebih banyak rambut patah hingga rontok. Sehingga pelu kombinasi Natur Ginseng Series untuk mengurangi rontoknya.


Tips Perawatan Rambut Diwarnai


NATUR Hair Mask Olive Oil -  Solusi untuk Rambut yang Diwarnai



Nah, selain memiliki solusi untuk permasalahan rambut yang sering dialami sehari-hari, NATUR juga mempunyai produk perawatan khusus untuk rambut yang diwarnai.

Memang dengan berkembangnya trend rambut dari tahun ke tahun di Indonesia maupun dunia ada peningkatan baik perempuan maupun laki-laki yang berkeinginan mewarnai rambutnya. Zat pewarna rambut yang mengandung bahan-bahan kimia tersebut dapat pula membahayakan kesehatan rambut dan menimbulkan kerusakan diantaranya: rambut kusam, rapuh, mudah patah, kering dan kasar. Dan tidak jarang rambut menjadi rontok.




Nah, kandungan kimia pada zat pewarna tersebut menyebabkan kandungan protein dan vitamin pada rambut menjadi berkurang atau bahkan hilang. Sehingga rambut menjadi tidak sehat lagi.

Maka, NATUR mempersembahkan solusi untuk rambut diwarnai, yakni: Natur Olive Oil + Vit E Series dan Natur Ginseng Series. Nah, Natur Olive Oil + Vit. E series mengandung 7 natural oil dan diperkaya dengan Vit. E serta UV A dan UV B filter yang dapat menutrisi dan merawat kilau rambut agar tampak cantik bercahaya dan diformulasikan untuk rambut yang mengalami kerusakan akibat pewarnaan rambut.

Yess, NATUR mengajak perempuan Indonesia untuk megetahui lebih dalam lagi cara menjaga dan merawat rambut dengan bahan alami.


Natur Hair Mask Olive Oil



Tapi  mengapa harus NATUR? 
Mengapa mesti #PilihYangAlami?


Karena penggunaan perawatan rambut dari bahan yang alami akan lebih memberikan dampak positif pada kesehatan rambut dan kulit kepala. Penumpukan zat kimia yang berkepanjangan akan berdampak kerontokan fatal atau permasalahan kompleks lainnya sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihannya.

#PilihYangAlami Bikin Makin Percaya Diri



Nah, menjatuhkan pilihan pada Natur Hair Mask Olive Oil, bagian dari perawatan untuk rambut diwarnai dari NATUR, bisa membuat kembalinya rasa percaya diri saya. Rambut yang diwarnai tetap sehat dan berkilau. Tidak lagi rapuh, mudah patah, kering, kasar dan kusam. Apalagi wanginya, bikin mood makin oke saja. Kalau sudah begini mau menjalankan profesi saya sebagai Content Creator pun bawaannya bakalan semangat dan selalu happy jadinya

Seperti disampaikan oleh Aldy Terren Putra (Content Creator - Blogger/YouTuber) di kesempatan yang sama, Natur Hair Beauty Dating & Sharing Session - NATURxKEB. Di mana Mas Aldy menyampaikan kepercayaan diri penting dimiliki saat kita berkreasi di berbagai konten yang kita punya. Karena akan mengoptimalkan kemampuan demi makin kuatnya branding yang kita bawa.


Natur Hair mask Olive Oil


Untuk YouTube misalnya, optimasi diperlukan lantaran:

  • YouTube diakses oleh 2 milyar pengguna di dunia. Jika jumlah penduduk dunia saat ini diperkirakan 8 milyar, maka 1 dari 4 orang menjadi pengguna YouTube!!
  • YouTube adalah Search Engine terbesar kedua setelah Google
  • Rentang usia penggunanya panjang, 18-54 tahun, hingga sangat luas pilihan tema konten yang bisa disajikan 


Lalu yang perlu dioptimasi apanya?


  • YouTube Channel

Tampilkan siapa diri kita di channel YouTube kita. Pemilihan nama, banner yang eye catching, warna yang menarik, tunjukkan channel kita isinya apa, siapa kita, dimana visitor bisa menemui kita (akun sosmed dan email) juga kapan kita upload videonya. Pahami dulu semua mulai dari halaman channel terbuka hingga tampilan saat dibuka. Layaknya rumah, bagian depan channel adalah teras dan bagian dalam rumah adalah videonya. Maka hias cantik terasnya dan percantik juga isi "rumahnya"

  • Video Description

Perhatikan isi deskripsi channel YouTube untuk menunjukkan channel kita tentang apa juga menerangkan apa atau siapa kita. Jangan lupa gunakan kata kunci untuk setiap video yang kita upload dalam deskripsi ini

  • Video Technical

Pelajari teknik pembuatan video dan punyai peralatan yang diperlukan untuk mendapat hasil video yang menarik visitor. Misalnya: siapkan sudut di rumah khusus untuk bikin video. Lalu pencahayaan, untuk indoor jika perlu penerangan tempatkan lampu khusus di tempat pengambilan gambar. Punyai microphone karena suara yang bagus lebih penting daripada gambar yang bagus. Tidak harus beli microphone, bisa pakai earphone yang tidak terpakai dan potong salah satu ujungnya.


Natur Hair Mask Olive Oil


Nah, tips penting dari Mas Aldy untuk Optimasi Youtube ini:


  1. Berbeda dengan blog, YouTube tidak terpengaruh oleh brokenlink dan semacamnya yang bisa menurunkan nilainya. YouTube justru akan semakin naik dan terus dimunculkan jika ada like, unlike dan interaksi komen. 
  2. Bagus atau tidak bagus komennya tetap tanggapi dengan ramah dan santuy. Jangan baper. Karena justru dari hater ini akan menarik viewers
  3. Rutin upload. Buat jadwal misalnya seminggu sekali sehingga subscriber bisa tahu pola dan akan menunggu video kreasi kita
  4. Hindari ngasal bikin videonya. Persiapkan, buat script dan rencanakan detilnya
  5. Jangan jadikan pendapatan sebagai tujuan awal. Buat konten yang bagus, masalah uang nanti semua ada saatnya
  6. Cara mendapatkan views: konsisten dan berikan tema, promosikan video kita, beri kata kunci
  7. Cara menaikkan popularitas video: buat video kita SEO-friendly, buat orang tertarik, berkomentar dan menyukai, buat thumbnail yang menarik, bikin playlist, manfaatkan anotasi
  8. Punyai niche: perkuat meta deskripsi (judul, deskripsi, tag), unggah video yang berkualitas baik, sebarkan video, perhatikan durasi (5-10 menit), pertahankan relevansi channel
  9. Kelola channel dari smartphone: kelola video, memoderatori komentar, akses analytic, notifikasi
  10. Konsistensi adalah koentji!!  Karya video akan menjadi identitas kita maka konsisten mengunggah karya akan membuat kita berproses menuju popularitas  Tidak mudah menyerah dan jadilah YouTuber yang dinantikan karyanya oleh siapa saja!

Natur Hair Mask Olive Oil



Nah, gimana...rambut yang diwarnai sudah berkilau dan sehat kembali, ilmu jadi Youtuber juga sudah dimiliki, sekarang tinggal semangat buat menjadi content creator yang lebih baik lagi. Yuk semua semangat menghasilkan karya positif di berbagai media sehingga akan bermanfaat buat sesama!

Oh ya, kalau teman-teman ingin membeli produk perawatan rambut dari NATUR silakan ke supermarket, hypermarket, Shopee atau Lazada.

Kalau saya sih beli di Shopee!

Oke...terima kasih sudah membaca. See Yaaaa!!๐Ÿ’–


NATUR
www.natur.co.id
IG: @Backtonatur | Twitter: @backtonatur | FB: Back To Natur





Good Hair - Good Mood - Good Day


Dian Restu Agustina



#NaturalProtection
#NaturalHairMask
#ColourHair
#HairCare
#PilihYangAlami
#AlamiLebihBaik

Hutan Sumber Pangan Anugerah dari Tuhan

Hutan Sumber Pangan Anugerah dari Tuhan. Dari balik jendela, saya melihat Ibu menyerahkan selembar uang pada nenek itu. Tak lama setandan pisang pun berpindah ke tangan Ibu. Mbah Nah, sang nenek pun berlalu dengan rona bahagia tergambar di muka. Dimiringkannya rinjing kosong yang tadi berada di punggungnya. Ternyata memang tak salah harapannya. Pisang yang dibawa dengan berjalan kaki dari rumahnya di lereng perbukitan gugusan Gunung Wilis, akhirnya terjual habis. Yang terakhir, Ibu sayalah yang membelinya semua. Pelanggan setia yang tak pernah menolak apapun yang dijualnya. Mbah Nah, setiap minggu memang selalu datang membawa sesuatu. Pisang, singkong, ubi jalar, nangka, sukun, daun ubi, daun pakis, jambu, rebung, mangga podang, petai, ontong, lamtoro, daun lompong dan aneka bahan pangan lainnya. Dia berjalan kaki dari kampung ke kampung untuk menawarkan dagangannya. Termasuk ke kampung saya, di mana Ibu selalu menyambutnya dengan sukacita. Bagaimana enggak senang Ibu melihatnya datang, bahan pangan yang dibawanya selalu segar karena memang baru saja dipanen dari hutan.




Pisang Hasil Pangan dari Hutan


Kota Kediri
Kota Kediri dibelah sungai Brantas berlatar Gunung Klothok - gugusan Pegunungan Wilis. (sumber gambar: radarkediri jawapos com)


Saya lahir dan besar di Kota Kediri, Jawa Timur. Kota yang dibelah oleh Sungai Brantas dan berada di antara lembah kaki gunung berapi yang sedang beristirahat, Gunung Wilis. Meski tidak tinggal di dekat hutan, saat kecil saya masih merasakan rimbunnya hutan yang menyelimuti kawasan ini. Hingga udara yang sejuk - bahkan cenderung dingin - juga segar belum tercemar, masih bisa saya nikmati. Dan yang paling menyenangkan, bagi keluarga saya hutan menjadi sumber pangan. Bahan pangan dari hutan rutin datang, baik yang langsung bisa dikonsumsi atau nantinya diolah oleh Ibu menjadi sajian yang lezat sekali.

Ibu memang sosok yang selalu membantu. Masih tersimpan dalam kenangan saat Mbah Nah datang, Ibu pasti membeli apa yang dia bawa. Kadangkala membeli secukupnya, lain hari diborongnya semua. Ya, keluarga kami memang sederhana. Dengan enam anak dan hanya Bapak yang bekerja, tentu Ibu mesti pandai menyiasati. Hampir semua makanan yang tersaji di meja adalah hasil olahan sendiri. Maka, ketika ada penjual yang datang dengan membawa bahan pangan segar dengan harga yang lebih murah dari harga pasar, sungguh sayang untuk diabaikan.

"Kasihan Mbah Nah, sudah tua masih jualan. Lagian, kalau kita bagi-bagi rejeki, akan berlipat yang kita dapat nanti," begitu alasan Ibu. Ah, Ibu memang selalu begitu, penuh welas asih.

Dan belakangan saya baru tahu, semua bahan pangan yang dibawa Mbah Nah itu diperoleh dari hutan yang ada di dekat kampungnya. Mbah Nah, menanam singkong dan memanen saat waktunya tiba. Di lain hari, ia memetik daun pakis, daun ubi, daun lompong dan dedaunan lainnya untuk dijual jadi sayuran. Tak hanya itu, sukun, nangka, pisang juga buah-buahan lain pun tak akan dilewatkan. Mbah Nah, mengonsumsi sendiri bahan pangan ini dan menjual sebagian besarnya lagi. Kadang ia juga membeli hasil panen tetangga untuk dijualnya kembali. Ia memang sudah tinggal sendiri, begitu yang saya tahu dari Ibu. Anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah dari Mbah Nah. Karena tak ingin merepotkan mereka, maka bercocok tanam dan mencari sumber pangan di kawasan hutan menjadi pilihannya. Sungguh, Mbah Nah sosok perempuan yang tangguh!

Nah, diantara olahan Ibu itu, yang paling saya suka adalah yang berbahan pisang. Memang, setiap ada pisang tak mesti diolah, lebih sering dimakan begitu saja, sama enaknya. Tapi, kadangkala agar bervariasi sekaligus buat kudapan di sore hari Ibu memasaknya menjadi getuk, pisang goreng, kolak, nagasari, kue mata roda, bolu, keripik dan lainnya. Semuanya lezat hingga enggak pakai lama bakal tandas dari meja. Saya tahu, selain karena tangan Ibu yang memang ahli dalam mengolahnya, itu semua karena pisang yang dipakai memang bagus kualitasnya. Ya, hanya gedang (pisang) yang mateng uwit (masak pohon) dan bukan mateng imbon (masak karena diperam) yang dijual Mbah Nah. Hingga, rasanya pun lebih enak dan enggak ada sepet-sepetnya. Maka tak heran, olahan pisang bikinan Ibu selalu juwaraaa. Apalagi Getuk Pisangnya!


Getuk Pisang, Makanan Khas Kediri yang Ngangeni!



getuk pisang Kediri
sumber gambar: kediri kota go id


Gethuk Gedang atau Getuk Pisang adalah makanan khas Kediri yang bagi saya sungguh ngangeni. Pembuatan dan pengolahan camilan tradisional ini diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Kini selain sebagai jajanan khas, Getuk Pisang menjadi salah satu buah tangan andalan bagi wisatawan yang mengunjungi Kota Tahu ini. Tak heran, karena Getuk Pisang memang sangat istimewa. Lantaran bahan, pengolahan, penyajian maupun cita rasanya berbeda dari getuk biasa. Yang bikin istimewa Getuk Pisang ini diantaranya:

  • Bahan

Tidak seperti getuk pada umumnya yang terbuat dari singkong atau ubi, Getuk Pisang sesuai dengan namanya terbuat dari pisang. Pisang yang dipilih, biasanya juga pisang tertentu saja yakni jenis Rojo Nongko (Raja Nangka). Karena memiliki cita rasa yang khas, berbeda dengan pisang pada umumnya. Meski jika tak ada, juga bisa memakai jenis pisang lainnya. Memang rasa manis dan asam yang melekat dan tekstur yang agak keras membuat pisang Raja Nangka ini tidak lembek ketika dikukus nanti. Hingga Getuk Pisang yang sudah matang akan pas hasilnya saat dinikmati. Selain itu, pisang Raja Nangka, jika dikukus berubah merah keunguan warnanya. Sehingga tanpa penambahan pewarna, jenis ini sudah menghasilkan warna alami yang menjadi warna khas olahan Getuk Pisang. Sedangkan untuk tingkat kemanisan, pemilihan pisang Raja Nangka membuat tidak perlunya penambahan gula yang berlebih ataupun pemanis buatan. Karena rasa manis Getuk Pisang sebagian besar akan didapatkan dari pisangnya.

  • Pembungkus dari Alam

Nah, jika getuk berbahan singkong setelah diolah tak perlu pembungkus, Getuk Pisang memerlukan daun pisang sesudah dikukus. Jadi adonan getuk yang masih panas dibungkus daun pisang dengan bentuk memanjang seperti lontong, dipadatkan, kemudian disemat dengan lidi di kedua ujungnya. Oh ya, sebelumnya, untuk memudahkan saat membungkus, daun pisang ini dibakar dulu beberapa detik agar lentur teksurnya. Sehingga ketika dipakai membungkus bisa padat dan rapi hasilnya.

  • Cara Pengolahan

Sementara untuk pengolahan, jika getuk yang lain setelah bahan dikukus, ditambahkan bahan lainnya kemudian bisa disajikan, kalau Getuk Pisang setelah proses mengukus, bahan ditumbuk halus lalu dilanjutkan dengan membungkus.  Pertama, pisang dikupas, dikukus dan ditambahkan gula dan garam, lalu dihaluskan. Setelahnya, adonan dibungkus dan dipadatkan dengan menggunakan daun pisang. Getuk Pisang akan dipotong saat sudah dingin dan mengeras hingga siap untuk dinikmati berteman teh atau kopi.

  • Cita Rasa Alami

Getuk Pisang tidak memerlukan bahan pewarna ataupun pengawet buatan. Untuk warna cantiknya cukup berasal dari pisang Raja Nangka yang memang jika dikukus berwarna asli merah keunguan. Rasa manisnya juga, berasal dari pisangnya. Aroma khas daun pisang sebagai pembungkus pun menambah wanginya. Selain itu proses mengukus pisang juga ketebalan daun pisang sebagai pembungkus menjadikan Getuk Pisang awet bertahan selama 2-3 hari. Atau jika mau lebih tahan lama setelah dibungkus, kukus lagi, hingga bisa awet 4-5 hari atau masukkan lemari pendingin untuk menambah usia. Hingga tanpa pemanis dan pengawet buatan, Getuk Pisang pun bercita rasa alami.



Pisang Raja Nangka
sumber gambar: Facebook - Pasar Pisang

Pisang Raja Nangka
sumber gambar: Facebook - Pasar Pisang


Jadi, saya selalu merasa happy saat melihat setandan pisang Raja Nangka ada di dapur Ibu. Karena itu artinya kemungkinan besar Ibu akan membuat makanan kesukaan saya, Getuk Pisang. Memang, Ibu memasak getuk ini hanya jika Mbah Nah mengantar pisang Raja Nangka dan mesti banyak pula jumlahnya. Karena prosesnya yang panjang, maka bikinnya pun sekalian, begitu alasannya. Meski kadang jika enggak ada pisang jenis ini dari Mbah Nah, saat ingin bikin Ibu membeli di pasar. Biasanya terjadi jika ada saudara jauh yang datang dan Ibu ingin memberikan buah tangan istimewa khas kampung halaman. Tapi, jika pisangnya beli dari pasar rasanya jadi berbeda. Pisang Raja Nangkanya bukan masak pohon hingga hasilnya tak semanis biasanya. Meski, kalau sudah tersaji saya sih enggak peduli hihihi

Ya, saya memang yang pertama makan dulunya, tentu setelah membantu ini itu. Meski, karena saya anak bungsu, saya jarang menjadi asisten utama Ibu. Maklum saja ada 5 kakak perempuan di atas saya yang pastinya lebih bisa. Juga, dapur kami tidaklah cukup jika kami ada di sana semua. 

Tapi, kendati jarang langsung membantu, saya masih ingat Ibu membuat Getuk Pisang dengan bahan dan cara sebagai berikut ini:


Bahan:

Pisang Raja Nangka
Gula Pasir
Garam

Cara Membuat:

Kupas pisang dan kukus
Setelah matang campur dengan gula dan beri sedikit garam
Haluskan adonan (bisa diuleni, ditumbuk atau digiling)
Saat masih panas dikemas dengan daun pisang
Biarkan dingin dan mengeras
Potong-potong saat akan disajikan



Getuk Pisang
UMKM Getuk Pisang (sumber: kedirikota go id)

Getuk Pisang
sumber gambar: kedirikekinian com


Nah, yang saya ingat, Getuk Pisang buatan Ibu itu pas komposisi rasanya, pun tepat kepadatannya. Saya yakin jika bukan karena faktor pisang yang berkualitas tentu Getuk Pisang ini tak mungkin sempurna. Memang pisang masak pohon lebih bagus daripada mateng imbon. Selain itu, pisang masak pohon punya kandungan gizi yang lebih tinggi. 

Perbedaan kandungan gizi antara pisang masak pohon dan masak imbon diantaranya terletak pada bentuk karbohidratnya. Bentuk karbohidrat dalam pisang yang belum masak sempurna adalah sukrosa. Sementara karbohidrat pisang masak pohon berbentuk fruktosa, jadi lebih manis rasanya. Oleh sebab itu, pisang yang dipotong sebelum masak memerlukan waktu untuk proses perubahan biokimia. Maka tak heran jika pisang yang dipotong terlalu muda, rasa buahnya kurang manis karena proses biokimianya berlangsung tidak sempurna. Selain itu sebelum buah masak, kalium masih aktif melakukan metabolisme karbohidrat. Jika dipanen pada kondisi ini, maka struktur kimia dalam jaringan buahnya lebih sedikit dan struktur kimianya masih labil. Tapi bila dipanen saat sudah masak, struktur kimianya mapan dan kandungan kaliumnya telah banyak. Sementara kandungan vitamin C yang penting untuk menambah daya tahan tubuh dan vitamin E yang membantu regenerasi kulit kita, misalnya, struktur kimianya belum sempurna pada pisang yang belum masak, hingga kandungannya lebih rendah.


Pisang - Kaya Manfaat dan Mudah Didapat




Manfaat Pisang



Pisang, buah favorit saya, memang banyak khasiatnya. Berbagai kandungan bermanfaat ada di dalamnya, diantaranya:


Karbohidrat

Karbohidrat adalah salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Pisang bisa menjadi pengganti energi yang hilang setelah kita beraktifitas, berolahraga misalnya. Tak hanya itu, pisang juga bisa menjadi energi cadangan yang biasanya habis sebelum jam makan tiba.

Vitamin C

Pisang kaya akan vitamin C. Pada satu buah pisang terdapat sekitar 10 mg vitamin C. Artinya setara dengan 15 persen dari kebutuhan vitamin C harian bagi tubuh kita. Dan, vitamin C ini bisa menjadi peningkat sistem kekebalan tubuh kita.

Potassium

Pada pisang juga ada kandungan potassium. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung potassium sebanyak 400 mg. Potassium adalah zat yang bisa menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh kita. Potassium juga bisa mencegah kram otot setelah berolahraga.

Serat

Tubuh memerlukan serat untuk membantu melancarkan pencernaan. Nah, serat ini bisa kita dapatkan diantaranya dari pisang. Satu buah pisang mengandung 3 gram serat yang bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Vitamin B6

Vitamin B biasanya didapatkan dari produk hewani. Tapi, vitamin B6 yang disebut dengan pyridoxine bisa didapatkan dari pisang. Vitamin ini digunakan tubuh untuk menumbuhkan sel-sel baru. Bahkan, 35 persen kebutuhan harian tubuh akan vitamin B6 kita bisa dipenuhi dengan satu buah pisang!

Mangan

Pisang juga mengandung mangan. Mangan adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan tulang dan membantu proses metabolisme. Tubuh orang dewasa setiap hari memerlukan mangan sebanyak 1,8 hingga 2,3 mg. Nah, kebutuhan mangan itu bisa kita penuhi dengan mengonsumsi pisang.

Lain-lain

Selain kandungan-kandungan yang sudah disebutkan di atas, pisang juga mengandung nutrisi lain, seperti magnesium, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin E, folat, karoten, dan asam amino. Hanya saja, kandungannya tidak sebanyak kandungan zat yang disebutkan sebelumnya.


Tuh, sekarang sudah tahu, kan, apa saja kandungan yang ada di dalam pisang?
Jadi kalau dirimu masih enggak mau makan pisang, rugiii!!๐Ÿ˜

Apalagi selain sehat dan kaya manfaat, pisang juga mudah didapat! Di kios buah kaki lima, di pasar, abang sayur yang lewat, sampai di supermarket terdekat...pisang ada! Dengan harga yang enggak bakal menguras kantong kita. Bahkan bisa juga didapat dari kebun sendiri jika kita menanamnya. Meski, memang mayoritas pisang yang dijual sekarang ini masak imbon bukan masak pohon. Juga, buah-buhan yang lain umumnya adalah hasil peraman dan  bukan lagi hasil segar dari kebun atau hutan. Belum lagi tambahan zat kimia yang saat ini diberikan, tak seperti dulu, sayur dan buah tumbuh dan dirawat dengan cara-cara alami.

Hari gini bisa mendapat bahan pangan dari hutan seperti saat saya kecil dulu memang susah. Jangankan di Jakarta tempat tinggal saya sekarang, di Kediri saja sudah jarang. Seperti saat saya tanyakan ke Ibu, apakah masih ada yang datang menjual bahan pangan dari hutan seperti Mbah Nah yang datang ke rumah....

Kata Ibu, setelah Mbah Nah, memang enggak ada lagi. Kabarnya sejak ia makin renta, akhirnya dirawat anaknya dan tak lagi bercocok tanam maupun jualan. Jika pun ada penjual lainnya, yang dibawa enggak sesegar yang dibawa Mbah Nah. Pasalnya, hutan yang ada sudah banyak beralih fungsi. Belum lagi kejadian kebakaran hutan di lereng Gunung Wilis yang hampir tiap tahun terjadi. Pun pembangunan pemukiman, tempat wisata, infrastruktur jalan dan sarana penunjang lainnya yang akhirnya menggerus hutan itu sendiri. Sediiih!!๐Ÿ˜ญ


Hutan Sumber Pangan Penunjang Kehidupan




Hutan Indonesia
sumber: pixabay com

Ketika hutan sebagai sumber pangan ditebang, keanekaragaman hayati pun berkurang.
Masyarakat papa makin tak punya, budaya setempat pun sirna. Suhu yang melaju mendorong terjadinya kebakaran, musim kemarau yang panjang, meluasnya banjir dan munculnya aneka hama penyakit yang menyerang hewan ternak dan tanaman. Pihak yang paling terdampak adalah masyarakat miskin yang berpenghidupan dari lahan yang sebelumnya berhutan atau pertanian tadah hujan. Kejadian ini juga akan dirasakan wilayah teririgasi yang rentan akan banjir dan kekeringan, karena mengakibatkan pendangkalan waduk serta berkurangnya kemampuan penampungan.

Hutan memang mempunyai peran penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan peradaban manusia. Peran penting tersebut tercermin dalam bentuk interaksi manusia dan hutan yang berlangsung sejak awal peradaban hingga saat ini dan diperkirakan terus berlangsung di masa nanti. Sementara, pemanfaatan hutan sebagai sumber pangan ini berbeda antara negara maju dengan negara berkembang, seperti Indonesia. Di negara-negara maju yang mengkonversi sebagian besar hutannya untuk lahan pertanian (dan kegiatan lain), hutan yang masih ada tidak lagi dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Sedangkan, di Indonesia, yang memiliki lahan pertanian terbatas, hutan tetap menjadi salah satu sumber pangan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitarnya.

Sayangnya saat ini Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam pencemaran udara dan eksploitasi sumber daya hutan dan mineral yang tidak terkendali. Di mana kegiatan ini mengancam akses terhadap air, memperburuk kejadian kebakaran hutan (El Nino) juga tanah longsor dan banjir (La Nina). Indonesia juga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Di saat bersamaan, dengan sejumlah besar pulau yang memiliki ketinggian rendah, Indonesia sangat rentan terdampak perubahan iklim,  seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya durasi musim kemarau, dan cuaca ekstrim yang menyebabkan bencana lain. Di mana tingkat kerentanan yang tinggi ini berpotensi secara negatif menimbulkan dampak terhadap keamanan ekonomi, pangan dan energi di seluruh negeri.

Padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa 25% dari pendapatan masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan berasal dari sumber daya hutan. Angka ini bisa lebih tinggi dengan pendekatan pengelolaan multifungsi yang menargetkan semua sumber penerimaan potensial dari hutan. Dan nilai penerimaan ini dapat saja menjadi jauh lebih tinggi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang. Apalagi, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, yang mengalokasikan 63% atau seluas 120,6 juta hektar daratannya, sebagai Kawasan Hutan. Sedangkan sisanya sekitar 37% merupakan Areal Penggunaan Lain (APL). Di samping itu, ada sekitar 5,3 juta hektar dari perairan wilayah Indonesia telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan. Dengan total luasan, sampai dengan Desember 2017, kawasan hutan dan kawasan konservasi perairan sekitar 125,9 juta hektar.

Deforestasi, perubahan permanen dari areal berhutan menjadi areal tidak berhutan sebagai akibat dari kegiatan manusia menjadi-jadi. Padahal hutan adalah sumber daya serbaguna yang menghasilkan beragam jenis barang dan jasa. Yang mana secara alami, hutan menghasilkan buah-buahan, biji-bijian, umbi-umbian, pati-patian dan sayur-sayuran sebagai sumber pangan nabati, dan satwa liar sebagai sumber pangan hewani. Memang saat ini, semua hutan tanaman yaitu hutan tanaman industri, hutan tanaman rakyat, hutan desa, hutan kemasyarakatan dan hutan tanaman HHBK menghasilkan pangan atau (sebagian) arealnya dikelola untuk pangan. Meskipun demikian, kontribusi hutan sebagai sumber pangan belum terlihat nyata karena pangan dari hutan belum sepenuhnya dimasukkan sebagai hasil hutan. Belum lagi berkurangnya luasan yang mengakibatkan turunnya sumber pangan.


Langkah Restorasi Hutan Sebagai Sumber Pangan







Melansir hasil survei Global Forest Watch, pada tahun 2018 dunia kehilangan 3,6 juta hektar hutan hujan primer. Luasan seukuran negara Belgia ini mengiringi kisah sukses Indonesia yang disebutkan mengalami penurunan tingkat kehilangan hutan yang signifikan dalam dua tahun berturut-turut. Walau tingkat kehilangan hutan absolut tetap tinggi (340.000 hektar/840.000 hektar pada 2018), sepertinya Indonesia menunjukkan bergerak ke arah yang benar.

Nah, sejumlah hutan hujan tropis utuh dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi yang memiliki peran penting di dunia berada di Indonesia. Hutan ini merupakan sumber mata pencaharian berkelanjutan dan menjadi akar identitas budaya bagi masyarakat adat di wilayahnya. Hutan dan lahan gambut Indonesia juga menyimpan karbon yang sangat besar, sehingga memegang peran penting dalam upaya dunia untuk memerangi perubahan iklim.

Maka,  program perlindungan dan pemulihan hutan mesti terus digencarkan. Mengingat hutan punya banyak manfaat, diantaranya:


Secara Langsung

  1. Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia. Satu pohon dewasa dengan daun lebatnya bisa menghasilkan oksigen untuk kebutuhan 10 orang. Maka, tanpa hutan, tak akan ada kehidupan
  2. Hutan menjadi tempat bermukim ratusan juta orang di dunia. Mereka hidup dan bermata pencaharian dari hutan.
  3. Hutan merupakan sumber obat-obatan. Beraneka hasil hutan menjadi bahan baku industri farmasi
  4. Hutan berperan menahan angin, sehingga tanaman yang rentan angin bisa terlindungi. Pun penyerbukan tanaman bisa terbantu.
  5. Hutan akan mencegah banjir dan tanah longsor. Akar pohonnya akan menahan air saat hujan lebat


Secara Tidak Langsung

  1. Hutan akan menyejukkan udara. Biaya konsumsi listrik untuk pendingin udara pun bisa ditekan karenanya, suhu menjadi sejuk dan segar.
  2. Hutan berfungsi mendinginkan suhu bumi. Pohon-pohonnya akan menyerap CO2 yang merupakan salah satu penyebab perubahan iklim
  3. Hutan berperan sebagai habitat bagi berbagai jenis keanekaragaman hayati yang membantu manusia bertahan hidup
  4. Hutan berperan dalam membuat hujan
  5. Hutan berperan untuk menyimpan air tanah: air hujan akan diserap juga disimpan sebagai air tanah untuk kebutuhan minum, sanitasi dan irigasi.




Oleh karena pentingnya hutan, maka setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk pelestarian hutan ini, yakni:

  1. Perpanjangan moraturium hutan dan lahan: pemerintah memperluas moraturium ekspansi lahan perkebunan dan pertanian ke wilayah hutan dan lahan 
  2. Penyelesaian konflik yang berkaitan dengan hutan dan lahan: melakukan rekonsiliasi klaim masyarakat atau pemegang konsesi kehutanan sehingga segera bisa dilakukan pemulihan
  3. Skema pembiayaan yang disesuaikan dengan keberhasilan pemulihan: memberikan penghargaan ke daerah yang sukses melakukan program pemulihan dengan memberikan dana bantuan
  4. Meningkatkan kualitas sektor pertanian: peningkatan kemampuan petani dan mempermudah akses ke pasar
  5. Peningkatan upaya ketahanan pangan: hutan utuh membantu memastikan curah hujan yang memadai bagi pertanian, sementara sistem wanatani menyediakan makanan bergizi untuk dikonsumsi.
  6. Koordinasi lintas sektoral sehingga tak ada kebijakan yang bertabrakan
  7. Edukasi dan sosialisasi meluas ke seluruh lapisan masyarakat akan kampanye pelestarian hutan
  8. Melakukan kegiatan keseharian yang bisa mengurangi penggerusan hutan, berprinsip 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Repair. Misalnya: dari kertas beralih ke paperless, memakai serbet sebagai pengganti tisu, menggunakan tas belanja pakai ulang, membawa tempat makan/minum sendiri
  9. Bebaskan hutan dari sampah
  10. Melakukan segala upaya untuk pencegahan kebakaran


Hutan Sumber Pangan Anugerah dari Tuhan


sumber gambar: Facebook WALHI


Hutan sumber daya alam anugerah dari Tuhan yang tak terhingga nilainya bagi manusia. Tak hanya yang tinggal di dalam dan sekitarnya saja, masyarakat yang tinggal jauh dari hutan dan di perkotaan juga memerlukan komoditi dan jasa sumber dayanya. Ya, kontribusi hutan sungguh besar untuk keberlangsungan hidup manusia. Maka, menjadi kewajiban kita semua untuk berusaha menjaga, melindungi dan melestarikannya. Karena keberadaan hutan layak diperjuangkan untuk kehidupan mendatang. Apalagi berkaitan dengan pangan, karena hutan dan pangan itu bergandengan tangan. Lebih dari itu, bagi kita bangsa Indonesia, hutan-hutan kita dan keanekaragaman hayati serta budaya yang bersumber daripadanya, yang terhampar dari Sabang sampai Merauke merupakan anugerah Tuhan dan identitas terkuat bangsa ini. Maka jika bukan kita yang melestarikan hutan ini siapa lagi? Dan kalau tidak saat ini apa harus menunggu sampai hutan habis nanti? 

Lalu, caranya bagaimana?

Mudah saja, sosialisasi dan edukasikan ke sesama melalui berbagai media tentang kampanye pelestarian hutan kita. Juga kita bisa ikut serta mendukung program-program mengemuka dari WALHI, pun bisa berdonasi!

Ya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Dengan jumlah anggota sebanyak 487 organisasi dari unsur organisasi non pemerintah dan organisasi pencinta alam, serta 203 anggota individu yang tersebar di 28 propinsi di Indonesia. Sejak tahun 1980 hingga saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.

WALHI menyadari bahwa perjuangan tersebut dari hari kehari semakin dihadapkan dengan tantangan yang berat, terutama yang bersumber pada semakin kukuhnya dominasi dan penetrasi rezim kapitalisme global melalui agenda‐agenda pasar bebas dan hegemoni paham liberalisme baru (neo‐liberalism), dan semakin menguatnya dukungan dan pemihakan kekuatan politik dominan di dalam negeri terhadap kepentingan negara‐negara industri atau rejim ekonomi global. Rezim kapitalisme global menempatkan rakyat, lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat, bahkan bumi sebagai tumbal akumulasi kapital. Eksploitasi dan pengerukan sumber daya alam yang tiada habisnya yang berujung pada krisis lingkungan hidup, telah mempengaruhi tatanan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya dan pada akhirnya meningkatkan ancaman kerentanan keselamatan dan kehidupan seluruh warga negara, baik di perdesaan maupun perkotaan.

Maka, di tengah tantangan perjuangan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat yang begitu berat, dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan luas untuk secara bersama-sama memperjuangkan keadilan ekonomi, sosial dan ekologis untuk generasi hari ini dan nanti. WALHI memastikan dirinya menjadi bagian utama dari gerakan ini. 

Saya juga, memastikan diri untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Saya ingin hutan di kawasan kota kelahiran saya, Kediri, bisa lestari. Juga hutan di kawasan lain di seluruh penjuru bumi. Saya yakin jika kita bersama-sama melakukannya pasti akan terwujud hutan yang lestari untuk keberlangsungan generasi dan hutan kembali menjadi sumber pangan bagi masyarakat kini dan nanti.

Jadi, teman-teman mau bergabung juga, kan? ๐Ÿ’–




"The world's forests are a shared stolen future that we must put back for our children's future" (Desmond Tutu)



be human and love nature


Dian Restu Agustina





Artikel ini diikutsertakan dalam Forest Cuisine Blog Competition 
#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN #HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries



Referensi: 
visi dan misi - walhi.or.id 
menlhk.go.id/site/download/status hutan dan kehutan indonesia 2018
forestnews.cifor.org/48851/makanan berkualitas dari hutan
cifor.org/publications/pdf_files/brochures/BCIFOR1101I.pdf
simlit.puspijak.org/files/buku/hutantanaman.pdf
lingkunganhidup.co/manfaat-hutan-bagi-manusia-dan-lingkungan
bobo.grid.id/read/08682464/apa-saja-kandungan-yang-ada-di-dalam-pisang
wri-indonesia.org/id/blog/5-langkah-perencanaan-untuk-melindungi-dan-merestorasi-hutan-indonesia





Masuk jadi 30 Finalis!!