The Baldys Resmi Jadi Brand Ambassador Lemonilo

The Baldys Resmi Jadi Brand Ambassador Lemonilo. Ya,  Lemonilo adalah brand mie instan yang jadi pilihan saya untuk keluarga, lantaran terbuat dari bahan-bahan alami, sehingga jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Meski harganya sedikit lebih mahal dari mie instan yang ada di pasaran, tapi buat sehat kenapa enggak, yekan? Jadinya kalau saya mau nyetok di rumah, enggak bakal merasa bersalah. Apalagi saat anak-anak "Belajar Dari Rumah" seperti sekarang, stok makanan termasuk mie instan mesti aman. Karena bawaaan mereka juga Ibuknya tuh makan, makan dan makan. Nah, Mie Instan Lemonilo, jadi andalan selain karena mudah disajikan, juga memberikan kepuasan makan mie instan tanpa perlu khawatir akan efek sampingnya. 

Hmm, lalu bagaimana dengan rasanya? 
Beneran enaaaaaaak, ......seenak mie instan yang biasanya!πŸ˜πŸ‘


The Baldys Lemonilo


Tentang Lemonilo


Sebelumnya, bagi dirimu yang belum tahu, Lemonilo itu adalah healthy lifestyle ecosystem yang menghadirkan berbagai produk alami dan terjangkau untuk segala kebutuhan yang bebas dari 100+ bahan sintetis berbahaya. Lemonilo hadir sebagai healthy brand consumer goods ciptaan putra-putri Indonesia yang mengusung misi membuat hidup sehat bisa diakses siapa saja. Yup, Lemonilo ini merupakan startup yang dibentuk oleh tiga orang anak muda Indonesia yakni: Johannes Ardiant (Chief Product & Technology), Ronald Wijaya (Co-CEO) dan Shinta Nurfauzia (Co-CEO).

Di mana, tidak hanya mie instan, Lemonilo juga menghadirkan berbagai produk makanan sehat lainnya. Mulai dari bumbu dapur dan camilan yang bebas Pengawet, Pewarna, dan Perasa buatan (3P) serta 100+ bahan kimia berbahaya lainnya. Kesemua produknya bisa menjadi pilihan sehingga setiap keluarga Indonesia dapat hidup dengan sehat setiap hari dan bahagia, lalu menyebarkan kebahagiaan yang sama untuk orang lain di sekitarnya. 

Misi ini dijalankan Lemonilo dengan menghadirkan produk-produk sehat dan alami serta berusaha memberikan informasi kesehatan yang terpercaya melalui berbagai media sehingga dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Lemonilo sebagai healthy lifestyle ecosystem yang mengemban misi memperluas akses hidup sehat bagi masyarakat Indonesia, juga terus berupaya menghadirkan beragam pilihan makanan sehat yang enak dan terjangkau sebagai solusi

Ya, Lemonilo hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan makanan juga camilan yang sehat dan bebas rasa bersalah. Sehingga, Lemonilo terus mengedukasi masyarakat bahwa sehat bisa tetap enak, praktis dan terjangkau. Tentunya, setiap produk tetap memperhatikan proses kurasi yang ketat untuk melindungi konsumen dari bahan berbahaya. Ini menjadi komitmen serius dari Lemonilo untuk menciptakan Indonesia sehat dengan menawarkan pilihan produk yang alami kepada masyarakat yang kini sudah ada sekitar 40 produk, dengan best seller: mie instan.

Oh ya, Mie Instan Lemonilo ini adalah solusi pertama yang Lemonilo hadirkan sebagai ‘pilihan lebih sehat’ untuk keluarga Indonesia. Sebagai salah satu produk andalan, Mie Instan Lemonilo dibuat tanpa bahan-bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna dan perasa buatan, namun tetap menghasilkan rasa yang enak. Hingga akhirnya saat ini Lemonilo telah menghadirkan sekitar 40 varian produk sehat lainnya, mulai dari mie instan baraneka rasa hingga bumbu-bumbu masak. 

Yes, Lemonilo sebagai brand healthy lifestyle consumer goods berbasis teknologi memang terus berinovasi menghadirkan produk-produk makanan sehat dan alami untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Dengan harapan, agar Lemonilo dapat menjembatani masyarakat Indonesia melakukan pola hidup yang lebih sehat dengan mudah, enak, dan terjangkau.

Nah, untuk misi itulah Lemonilo pada hari ini secara resmi memperkenalkan The Baldys sebagai Brand Ambassador untuk produk Mie Instan Lemonilo. Yang mana kolaborasi ini didasarkan pada keselarasan misi The Baldys dengan Lemonilo sebagai brand yang ingin membuat gaya hidup sehat bisa diakses oleh siapa saja dan menjadikan hidup sehat sebagai sesuatu yang normal.


The Baldys Brand Ambassador Lemonilo

The Baldys


Mie Instan Lemonilo = Mie Sehat 


Mie instan dikenal sebagai makanan yang nikmat dan murah. Tapi, tanpa kita sadari banyak bahaya dan racun yang terkandung di dalam sebungkus atau semangkuk mie instan yang kita nikmati. Namun, kini kita tidak perlu khawatir lagi dalam mengonsumsi mie instan ini. Karena, Lemonilo memiliki solusi Mie Instan Lemonilo yang dibuat dari bahan-bahan alami. Mie Instan Lemonilo akan memberikan kepuasan makan mie instan tanpa perlu khawatir akan efek sampingnya. Selain itu, Mie Instan Lemonilo dibuat tanpa bahan 3P (Pengawet, Perasa, dan Pewarna buatan), Monosodium Glutamate (MSG), dan Hydrolyzed Vegetable Protein (HPV) sehingga jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dan karena dibuat dengan bahan-bahan alami, Mie Instan Lemonilo ini harus dikonsumsi dalam waktu 7 bulan sejak masa produksi. 

Tak hanya itu, Mie Instan Lemonilo juga dibuat dengan cara yang jauh lebih sehat! Ya, berbeda dengan mie instan biasa yang melalui proses penggorengan, mie instan Lemonilo dibuat dengan teknik pemanggangan. Karena tidak digoreng inilah, maka kadar lemak mie instan Lemonilo lebih aman dan rendah.

"Mie kami tidak menggunakan proses penggorengan, melainkan pemanggangan sehingga tak mengandung lemak trans dan rendah kalori. Kami juga menggunakan pewarna alami sayuran, seperti seledri, sari pati kunyit, dan bayam," jelas Ronald Wijaya.
 

Mie Instan Lemonilo

The Baldys
Ronald Wijaya - Johannes Ardiant - Shinta Nurfauzia


the baldys lemonilo




Who is The Baldys?


Sementara, The Baldys adalah nama keluarga dari pasangan Baldy Mulia Putra dan Nola ‘Be3’ beserta ketiga putra-putri mereka yaitu, Naura, Bevan, dan Neona. Naura dan Neona sendiri adalah penyanyi anak Indonesia yang menjadi idola bagi anak-anak dan juga para orang tua. Keluarga The Baldys terjun ke dunia hiburan tanah air sebagai grup penyanyi sejak tahun 2017 lalu. Mereka pertama kali tampil di atas panggung pada pergelaran Konser Dongeng Naura 2 pada 2018 lalu, sekaligus meluncurkan single pertama berjudul ‘Dunia Kita Penuh Cinta’. Kehadiran keluarga The Baldys disambut sangat positif oleh masyarakat Indonesia, tak hanya di panggung musik namun juga sebagai ikon keluarga yang kompak dan penuh keseruan setiap harinya. 

Pada acara, disampaikan jika Nola dan Baldy tidak melarang anak-anak mereka untuk makan mie instan. Namun, sebagai orang tua, mereka tetap bertanggung jawab untuk memilihkan mie instan mana yang aman untuk dikonsumsi oleh ketiga anaknya. Terlebih, anak-anaknya tergolong aktif dengan banyak kegiatan harian yang dilakukan. Maka dari itu, penting bagi Nola dan suami memberikan asupan yang baik untuk menunjang aktivitas mereka. 

"Ketiganya enggak bisa diam. Sangat aktif. Karena itu mereka banyak makan,” ungkap Nola 

Terkait hal ini, Nola kadang khawatir tentang kesehatan dan keamanan makanan yang dikonsumsi mereka. Nola berusaha menghindarkan mereka dari makanan yang mengandung pengawet, perasa, dan pewarna buatan. 

“Karena itu saya berusaha masak sendiri, juga selalu menyiapkan makanan apa yang mereka konsumsi. Termasuk membatasi mereka makan mie instan karena mengandung penguat rasa juga bahan yang kurang bagus lainnya. Biasanya saya masak mie sendiri dan bukan yang instan,” aku Nola. 

Tapi, sejak mengenal Lemonilo, mie sehat yang tidak mengandung pengawet, perasa, dan pewarna buatan, kini Nola merasa lega. Ia senang sekali ada mie instan yang dibuat dari bahan-bahan alami, tanpa pengawet, perasa, dan pewarna buatan seperti Lemonilo ini. Dikatakannya, anak-anak juga sangat suka dengan rasanya. Bahkan Bevan sekali makan bisa menghabiskan tiga bungkus mie instan. Kesukaan Bevan adalah Lemonilo Mie Instan Kuah Rasa Kari Ayam. Sementara Naura dan Neona suka banget Lemonilo Mie Instan Rasa Mie Goreng. 


Brand Ambassador Lemonilo

Brand Ambassador Lemonilo


The Baldys Resmi Jadi Brand Ambassador Mie Instan Lemonilo


Sementara, pada acara online press conference ini, Shinta Nurfauzia juga menyampaikan bahwa keluarga The Baldys dapat menjadi representasi keluarga hebat Indonesia serta rekan yang tepat untuk menyampaikan gagasan Lemonilo akan pentingnya menerapkan hidup sehat kepada masyarakat Indonesia. Di mana semangat ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk terus melakukan hidup sehat terutama dimulai dari keluarga. 

“Lemonilo sangat senang dapat berkolaborasi dengan keluarga The Baldys. Keluarga ini memiliki misi yang selaras dengan Lemonilo sebagai brand yang ingin membuat gaya hidup sehat bisa diakses oleh siapa saja dan menjadikan hidup sehat sebagai sesuatu yang normal.” tegas Shinta Nurfaiza.

Well, kolaborasi antara Lemonilo dan The Baldys ini diharapkan akan menghadirkan banyak inisiatif baru untuk mengenalkan masyarakat Indonesia akan pentingnya memulai hidup sehat dari lingkaran yang paling kecil seperti keluarga. Harapannya, melalui kolaborasi ini juga masyarakat dan penggemar The Baldys dapat lebih dekat dengan sosok yang mereka idolakan, dan menjadi inspirasi untuk keluarga Indonesia untuk memulai gaya hidup sehat. 

Excited dan bahagia banget bisa menjadi bagian dari keluarga Lemonilo sekaligus dipercaya menjadi Brand Ambassador produk Mie Instan Lemonilo. Karena Mie Lemonilo ini terbuat dari bahan alami, tanpa penyedap rasa, pengawet, dan juga tanpa pewarna buatan sehingga sangat aman dikonsumi oleh keluarga kami. Kesehatan adalah yang utama, terlebih dengan kondisi pandemi ini di mana gaya hidup sehat sudah menjadi kebutuhan mutlak agar imunitas tubuh juga selalu terjaga,” pungkas Baldy Mulia Putra mewakili keluarganya.


Nah, sudahkah teman-teman mencoba juga Mie Instan Lemonilo?πŸ’–


Brand Ambassador Lemonilo


Lemonilo
www.lemonilo.com
FB | IG | Twitter | Youtube: @lemonilo





Happy Sharing
 
signature-fonts

Petik Blueberry Serasa di Kebun Sendiri

Petik blueberry serasa di kebun sendiri? Iya, saya pernah melakukannya. Gara-gara diingatkan Facebook jika 10 tahun yang lalu, saat tinggal di Amerika, di bulan Juni, saya mengunjungi kebun Blueberry bersama teman-teman Indonesia di sana. Kami menyebutnya "Picking Blueberry" yang jadi agenda rutin tahunan di musim panen buah ini sekalian jadi event piknik bersama di perkebunan blueberry milik pribadi yang bisa dikunjungi dengan reservasi. Pengunjung tinggal memesan ke pemiliknya berapa orang yang mau datang dan jam berapa akan tiba. Di sana tidak ada biaya masuknya, semua boleh petik sendiri plus makan di tempat secara cuma-cuma. Sementara untuk yang dipanen dan dibawa pulang akan ditimbang dan dikenakan biaya. Jadilah di hari H kami datang berombongan dan petik blueberry serasa di kebun sendiri.

Seruuuu sekali!!!


picking blueberry


Tentang Blueberry


Saya lansir dari Wikipedia, Blueberry atau beri biru adalah tanaman berbunga dalam genus Vaccinium, bagian Cyanococcus. Spesies ini tumbuh di Amerika Utara. Berupa semak yang ukurannya mulai 10 cm hingga 4 m; spesies terkecil dikenal sebagai "bluberry semak rendah" (sama dengan "liar"), dan spesies terbesar adalah "bluberi semak tinggi". Daunnya berganti atau hijau sepanjang tahun, ovate hingga lanceolate, dan mulai 1–8 cm panjangnya dan lebar 0.5-3.5 cm. Bunganya berbentuk bel, putih, merah atau merah muda pucat, kadang-kadang kehijau-hijauan.

Blueberry dijuluki "makanan untuk otak", karena bisa meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat semua usia. Sehingga, rajin makan buah yang kaya flavanoid ini akan memperlambat gangguan memori yang biasanya terjadi dikarenakan faktor usia. Nah, blueberry bisa membantu:

  1. Menurunkan risiko demensia
  2. Mengurangi risiko alzheimer
  3. Meningkatkan sel otak
  4. Meningkatkan konsentrasi dan ingatan
  5. Mencegah penurunan memori yang berhubungan dengan usia

Sementara, tiga nutrisi utama yang terkandung di dalam buah Blueberry, yakni:


Vitamin C

Blueberry kaya akan vitamin C. Berkat mengonsumsi vitamin ini, kita akan mendapatkan sederet manfaat, yaitu sebagai benteng pertahanan tubuh dari serangan flu, infeksi saluran kemih, bahkan kanker. Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan serta meningkatkan produksi kolagen untuk mendapatkan kulit yang lebih halus dan sehat. Keuntungan lainnya adalah sebagai pendukung kesehatan gusi. Bahkan, dari satu cangkir blueberry utuh dan segar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian sebesar 24 persen. Selain vitamin C, blueberry juga mengandung vitamin A, vitamin K, dan vitamin B6.

Serat

Serat memiliki banyak fungsi, yakni membantu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, berat badan, dan mencegah serta mengobati sembelit. Blueberry berserat tinggi, sangat baik bagi pengidap diabetes tipe 1. Mengonsumsi tiga porsi blueberry per minggu yang dikombinasikan dengan buah-buahan lain juga dapat mengurangi 7 persen risiko diabetes tipe 2.

Mineral

Blueberry mengandung berbagai mineral yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti mangan, tembaga, zat besi, kalium, dan zinc. Karena itu, mengonsumsi blueberry dapat membantu memberikan perlindungan terhadap kesehatan tulang sehingga jauh dari risiko tulang mudah patah.


IACA Indonesia American Community Association


Fakta tentang Blueberry


Bulan Juli diperingati sebagai Bulan Blueberry Nasional di Amerika. Meski sejatinya buah ini bisa dinikmati sepanjang tahun, bukan pada bulan Juli saja. Tapi blueberry farm biasa dikunjungi ramai-ramai di sekitar Juli. Karena pengunjung sekalian berpiknik di cuaca summer yang bertabur sinar matahari.


Oh ya, ada beberapa fakta menarik tentang blueberry yakni:


• Blueberry adalah satu-satunya makanan alami yang memiliki warna biru seperti namanya.

• Blueberry mengandung kadar antioksidan yang tinggi sehingga dapat mencegah kanker, penyakit jantung, Alzheimer dan penyakit kronis lainnya

• Blueberry dapat tumbuh dengan baik di tanah dengan kadar pH 4-5.

• Puncak musim blueberry segar berlangsung dari pertengahan Juni sampai pertengahan Agustus.

• Blueberry ditanam secara komersial di 38 negara.

• Blueberry dengan kualitas tinggi akan dijual di pasar segar, sedangkan buah dengan kualitas rendah akan diolah menjadi makanan, seperti selai.

• Amerika Serikat merupakan produsen blueberry terbesar di dunia. 


panen bluberry


Picking Blueberry



Nah, blueberry farm yang akan saya kunjungi bersama teman-teman ini berlokasi di Liberty Rd, Pride, LA 70770. Jaraknya sekitar 90 mil (150 km) dari tempat tinggal saya di Edenborn Avenue, Metairie, LA. Kami berencana berkumpul dulu di rumah Mas Nur/Mbak Ana, seorang teman yang tinggal di Baton Rouge, LA, kemudian akan beriringan ke perkebunan.

Dijadwalkan rombongan akan berangkat dari titik kumpul ini pukul 9 pagi, biar enggak panas banget acara petik-petik blueberry-nya. Saya sendiri bersama suami dan anak-anak jalan dari rumah pukul 7 karena perlu waktu sekitar satu setengah jam ke situ.

Oh ya, karena sekalian mau piknik bareng di state park (Palomino Drive Park) enggak jauh dari lokasi, maka di email sudah dikabarkan jika semua diharapkan membawa potluck, hidangan yang nanti akan disantap bareng-bareng. (Tapi, saya lupa waktu itu bawa apa ya hahaha...)

Nah, piknik seperti ini memang jadi agenda rutin saya bersama teman-teman di IACA (Indonesian American Community Association). Sebuah organisasi yang diinisiasi oleh teman-teman asal Indonesia yang bermukim di state Louisiana. Di mana IACA punya kegiatan rutin seperti pengajian, open house lebaran, kebaktian,...dan piknik. Selain itu juga ada acara penggalangan dana dan kegiatan yang sifatnya sesuai kebutuhan.

Balik lagi ke titik kumpul tadi, setelah semua yang mendaftar tiba, kami berombongan berangkat ke te-ka-pe. Karena acaranya hari Sabtu pagi, maka yang ikut enggak banyak. Biasanya hanya pekerja yang office hours dan yang berstatus mahasiswa yang bisa. Sementara yang kerja di restoran (di state Louisiana banyak warga Indonesia yang bekerja di sektor ini) enggak bisa ikutan karena harus bekerja. Jadi, total ada 10 keluarga yang ikut acara.


 



Sampai di tempat, kami langsung menuju kebunnya. Ada bangunan seperti rumah biasa di bagian tengahnya. Pemiliknya seorang bapak, membagikan ember ke kami untuk petik sendiri. Dan langsung deh kami menyerbu jajaran pohon blueberry dengan buah berwarna biru di sela-sela daunnya yang menggoda. Ketinggian pohon sekitar 2 meter (atau kurang) jadi gampang dipetik kami-kami orang Asia yang rata-rata enggak tinggi-tinggi banget. Tapi kalaupun mau, di dekat tempat penimbangan saya juga melihat ada tangga tersedia.

Saya petik secukupnya karena di rumah hanya ada empat orang - termasuk 2 anak (si bungsu masih 14 bulan jadi belum bisa banyak makan blueberry). Rencana sih, seperti saran teman-teman, biar awet, selain dimakan segar saya akan buat selai blueberry sendiri. Yummyyy!!

Dan...sensasi petik blueberry untuk pertama kali ini meyenangkan sekaliii.. Anak sulung saya, 5 tahun saat itu, berlari-lari ke sana-kemari. Ia ikut metik sendiri blueberry meski kadang buah yang belum matang ikutan dipetiknya. Haha. Bersama anak-anak yang ikut di rombongan lainnya, mereka tampak excited sama seperti emak bapaknya. 😁

Setelah dirasa cukup, maka blueberry dibawa ke tempat penimbangan berupa rumah yang ada di tengah kebun tadi. Bapak Bule yang tadi menimbang hasil buruan picking blueberry kami. Enggak ada orang lain. Memang, di Amerika (seperti yang sering kita tonton di TV) petani itu yang cuma sendirian bekerja di tanah pertaniannya. Biasanya hanya dengan keluarganya saja. Bangunan serupa rumah kebun itupun saya lihat sederhana (untuk ukuran Amerika) dengan bagian samping lokasi penimbangan.

Nah, blueberry ini dihargai 1 dollar per pond (1 pond = 0,45 kg). Jadi memang murah, karena kalau beli di supermarket pas musim panen, harga buah segarnya sekitar 2 - 3 dollar per pond. Ini belum termasuk yang tadi masuk perut, karena enggak dihitung kwkwkw

Setelah acara timbang menimbang selesai,....dan masing-masing membayar hasil panenannya, kami pun pamitan sama Bapak Bule yang ramah tadi.


harga blueberry


Piknik Bersama di Palomino Drive Park


Setelahnya, rombongan menuju Palomino Drive Park yang berjarak sekitar 5 mil dari blueberry farm. Pas banget waktunya maksi. Jadi deh, langsung ke tempat yang sudah direservasi buat gelar tikar...eh gelar makanan di meja.

Oh ya, taman yang dikelola pemerintah setempat di Amerika biasa gratis biaya masuknya, kecuali jika kita bikin acara dengan jumlah anggota banyak dan ingin memakai tempat pertemuannya (semacam saung begitu) dengan ukuran bervariasi, baru kena fee untuk biaya pemeliharaan, itupun enggak mahal. Sebelumnya, kita bisa memesan tempat lewat website/email pengelolanya. Maka, kalau mau punya acara harus segera reservasi. Karena kalau pas summer biasa penuh pemesannya. Terus, ada kewajiban juga buat pengunjung taman-taman kota ini. Yang standar sih seperti jaga kebersihan, sampah dibuang di tempat sampah, dilarang bawa apa saja sesuai aturan dan lainnya.

Di Palomino Drive Park, kami rombongan piknik pun menikmati hidangan potluck kami. Ini yang paling saya suka saat berkumpul dengan teman-teman Indonesia. Makanan Tanah Air yang enak-enak banyaak terhidang di meja. Biasanya hidangannya nyambung temanya, karena kami ibuk-ibuk saling berkabar dulu mau bawa apa. Misalnya sudah ada yang bawa sayur asem, yang lain langsung nyambung bawa ayam bakar, tempe tahu goreng, sambel trasi, lalapan, ikan asin....dan teman-temannya. Lalu untuk kue, misalnya: klepon, combro, kue lapis, onde-onde, tahu isi....Pokoknya, obat kangen Indonesia keluar semua. Bahagiaaa!!πŸ’–

Sementara orang tua makan, makan dan ..makan, anak-anak bermain-main di taman. Senangnya tinggal di Amerika itu karena banyak sekali taman di penjuru kota. Jadi mau olahraga, jalan-jalan, main-main, ...gampil dan murah meriah pula. 

Akhirnya setelah puas makan, main-main di taman dan nggosipin artis di Tanah Air...rombongan pun bubar. Juga, saya sekeluarga mumpung di Baton Rouge akan mengunjungi pusat kota ibukota negara bagian Louisiana sebelum pulang balik ke Metairie.

Yang jelas saya yang hanya sementara tinggal di Amerika, happy bangets bisa petik blueberry serasa di kebun sendiri. Sebuah pengalaman yang akan saya kenang sampai nanti.

Nah, kalau teman-teman sudah pernah atau belum makan blueberry? Kalau di Jakarta sudah ada sih dijual di supermarket. Harganya sekitar 50 ribu/pak (125 gram). Mahal ya?πŸ™ˆ 


sumber: realtor com


petik blueberry sendiri



Disclamer: 
cerita berbau nostalgia, karena tahun 2010 saya belum ngeblog jadi belum pernah nulis pengalaman ini hihihi
Foto-foto hasil dari nge-tag foto milik teman, Pak Rudy/Mbak Sri di Facebook dengan seijin Mbak Sri

Sumber bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Bluberi
https://www.alodokter.com/manfaat-blueberry-untuk-kesehatan-ternyata-sangat-dahsyat
https://republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/10/21/mv0pdy-fakta-khasiat-dan-pertanian-blueberry-layak-diketahui




Happy Sharing


signature-fonts

Review Buku: AMBA

AMBA, novel karya Laksmi Pamuntjak yang telah delapan kali dicetak. AMBA yang meraih penghargaan sastra tingkat dunia pun bertabur pujian dari sastrawan juga banyak tokoh ternama. AMBA, novel berlatar sejarah di era Gestapu yaitu Pulau Buru, tempat diasingkannya para tapol oleh pemerintah Orde Baru yang banyak membuka mata saya akan peristiwa tragisnya. AMBA yang menceritakan kisah cinta rumit, yang mengajarkan jika seseorang bisa mencintai dan dicintai dengan lebih, unfinished business terutama tentang cinta mestinya diselesaikan hingga tak jadi ganjalan, dan mengingatkan jika cinta mesti diperjuangkan. AMBA, dengan warna-warni makna yang tersaji meski ending-nya tidak sesuai dengan ekspetasi. Tapi, gapapa toh semua cerita bisa berakhir dengan banyak versi! Akhir cerita ala penulis, saya, dan pembaca lainnya sah-sah saja jika berbeda dan itu juga terjadi di dunia nyata. Ya, AMBA yang dengan segala kekurangannya, masih punya sejutaaaa pesona!!


Buku Amba


AMBA 

Judul: AMBA
Penulis: Laksmi Pamuntjak

Pemenang LiBeraturpreis, 2016

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul: sukutangan
Halaman: 577
Cetakan Pertama: September 2012
Cetakan Kedelapan: Juli 2020
ISBN: 978-602-03-5021-9
Genre: Novel 21+
Harga: Rp 138.000 (Pulau Jawa)


Blurb 


Tahun 2006, Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari orang yang dikasihinya yang memberinya anak di luar nikah. Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali. 

AMBA, novel berlatar sejarah yang mengisahkan cinta dan hidup Amba, anak seorang guru di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. "Aku dibesarkan di Kadipura. Aku tumbuh dalam keluarga pembaca kisah-kisah tua." Tapi ia meninggalkan kotanya. Di Kediri ia bertemu Bhisma. Percintaan mereka terputus dengan tiba-tiba di sekitar Peristiwa G 30 S di Yogyakarta. Dalam sebuah serbuan, Bhisma hilang selama-lamanya. Baru di Pulau Buru, Amba tahu kenapa Bhisma tak pernah kembali.


Novel AMBA
Cover depan



Tentang Novel "AMBA"


Rekor membaca saya setelah era serial Harry Potter akhirnya terulang juga. AMBA - Sebuah Novel - karya Laksmi Pamuntjak yang memiliki 577 halaman akhirnya bisa saya tuntaskan dalam 2 hari saja. Memang sih belum bisa memecahkan pencapaian salah satu novel Harry Potter -saya lupa yang berjudul apa- dengan seribu lebih halaman, yang kelar 2 hari juga saya baca. Maklum mata saya makin tuwaa dan sekarang tambah banyak yang harus dikerjakan. Juga, begitu banyak gangguan misalnya stalking medsos  hingga kalau baca buku jadi lebih butuh waktu.😁

Terus, setelah selesai baca, ternyata nambah satu masalahnya. Mau nge-review kok rasanya beraaats ya ...

Pasalnya, tak hanya berat di volumenya saja, novel ini pun termasuk kategori agak berat karena ada latar belakang sejarahnya. Meski tak perlu kuatir, karena jenisnya fiksi, pasti berisi imajinasi. Seperti disampaikan penulis di awal buku yang pertama kali terbit pada Oktober 2012 itu:

Karya ini merupakan karya fiksi berlatar belakang sejarah. Sejumlah tempat seperti Kadipura, Rumah Sakit Waeapo, dan Rumah Sakit Sono Walujo di Kediri adalah fiktif. Adegan-adegan Srimulat dan adegan-adegan di Sanggar Bumi Tarung juga merupakan buah imajinasi pengarang. Dan meskipun serbuan ke Universitas Res Publica, Yogyakarta pada 19 Oktober 1965 terjadi di siang hari, pengarang "memindahkannya" ke malam hari. (hal 11)


Nah, latar cerita AMBA, buku bergenre novel 21+ yang bersampul dominasi warna merah dan hitam ini telah membuka wawasan saya tentang Pulau Buru. Di mana berpuluh tahun lalu, Pulau Buru yang merupakan salah satu pulau besar di Kepulauan Maluku, menjadi tempat pengasingan bagi para tahanan politik pada zaman pemerintahan Orde Baru. 

Tak hanya berlatar seputar Pulau Buru, penulis pun menceritakan tempat yang beraroma sejarah, khususnya yang terkait peristiwa Gerakan 30 September (G 30 S PKI) seperti Yogyakarta dan Kediri. Kesemuanya diramu dalam gaya penulisan yang beralur campuran yang berhasil membuat penasaran saya menebak-nebak kisah apa yang terjadi setelahnya. 

Kejutan-kejutan dihadirkan oleh Laksmi Pamuntjak dengan manis hingga rasanya ingin segera tuntas membaca. Meski bisa jadi, novel penerima LiBeraturpreis, sebuah penghargaan sastra untuk penulis wanita internasional di Jerman yang khusus diberikan bagi wanita penulis yang berasal dari Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin ini, membosankan bagi yang tak suka sejarah. Tapi percayalah, sejarah yang dibumbui kisah cinta pasti menarik bagi siapa saja. Apalagi kisah cinta yang melibatkan seorang perempuan dan dua laki-laki, eh tiga.....

Haaa??

Amba, Salwa, Bhisma dan.......Adalhard


Ya, ada tiga laki-laki dalam hidup Amba. Meski di awal kisah, saya sempat terkecoh. Pasalnya, di paragraf pertama sudah disebutkan dua nama, Amba, sang tokoh utama dan Bhisma, laki-laki yang disebutkan pada blurb di sampul belakang sebagai "laki-laki yang dikasihi Amba". Tapi, kalimat-kalimat di lembar-lembar pertama yang banyak disebut malah nama Samuel, laki-laki yang bahkan usia ibunya bisa jadi lebih muda dari usia Amba. 

Kemudian muncul tokoh Salwa, tunangan Amba, Bhisma laki-laki yang memberi Amba anak di luar nikah dan Adalhard, laki-laki yang menikahi Amba.

Wah, banyak sekali ya...!πŸ™ˆ

Hidup Amba memang complicated, dan penulis mengisahkan kerumitan itu dari sudut pandang orang ketiga. Sementara untuk memudahkan pembaca, penulis membagi bukunya dalam beberapa bagian berdasarkan tokoh dan tahun kejadian peristiwanya, yakni:

  • Buku 1 - Samuel & Amba - Pulau Buru, Maret 2006
  • Buku 2 - Amba, Bhisma & Salwa - 1956-1965
  • Buku 3 - Amba & Adalhard - Yogyakarta, 1965
  • Buku 4 - Bhisma - 1965
  • Buku 5 - Samuel & Amba - Februari-Maret 2006
  • Buku 6 - Bhisma - - 1965-2006
  • Buku 7 - Srikandi & Samuel - 2011

Siapa-siapa saja mereka?


AMBA

Perempuan yang digambarkan oleh Bapaknya -seorang guru di Kadipura- sebagai: keras kepala, berkemauan sendiri, tak jarang memesona. Amba, kuliah di Sastra Inggris UGM dan bertunangan dengan Salwa yang sejatinya tak pernah tulus dicintainya. Sebuah pekerjaan membuat ia tinggal di Kediri untuk sementara waktu dan bertemu dengan Bhisma di sana. Mereka berhubungan tapi kemudian terpisah ketika ada bentrokan di Yogyakarta. Bhisma hilang di saat Amba tahu dirinya hamil membuat ia mesti membuat pilihan demi janin yang dikandungnya.


SALWA

Seorang dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UGM yang mencintai Amba dan bertunangan dengannya. Memiliki kedekatan dengan orang tua dan keluarga Amba dan berniat akan menikahinya. Tapi, tanpa setahu Salwa, Amba berhubungan dengan Bhisma yang membuat mereka memiliki anak di luar nikah yang membuat Amba tiba-tiba pergi dan memutuskan pertunangan mereka.


BHISMA

Seorang dokter lulusan Universitas Leipzig, Jerman yang mencintai Amba bahkan hingga akhir hayatnya. Bhisma diasingkan ke Pulau Buru bersama tapol lainnya meski sejatinya bukanlah pelaku dari haluan politik yang dituduhkan oleh pemerintah saat itu. Percintaannya dengan Amba, perempuan yang telah bertunangan dengan Salwa, membuahkan janin yang bahkan tidak pernah dikenalnya. 


ADALHARD

Laki-laki keturunan Jerman yang mengulurkan tangan demi melihat kebingungan Amba yang kehilangan Bhisma. Yang menikahi Amba dan mencintainya -juga putrinya- seperti anak sendiri, meski sampai ia tiada tak pernah bisa memiliki hati Amba.


*SAMUEL

Tokoh laki-laki lain, yang di awal buku diceritakan. Yang berkenalan dengan Amba secara tak sengaja setelah mereka berjumpa di kapal saat menuju Buru. Samuel yang balik lagi ke Buru setelah mendapat kabar jika Amba ditikam istri Bhisma saat mengunjungi makamnya. Samuel yang "luluh" setiap kali di dekat Amba padahal usia ibunya saja bisa jadi lebih muda daripada Amba.


Review buku AMBA
Cover belakang


Apa yang Menarik dari AMBA?


1. Ada nukilan epos Mahabharata di setiap pergantian "Buku"-nya

Amba, adalah sebuah nama yang diambil dari kisah pewayangan. Demikian juga tokoh lainnya, Bhisma, Salwa...adalah nama-nama yang bersumber dari cerita yang sama. Meski demikian kisahnya enggak pleggg sama dengan yang di Mahabharata. Nah, uniknya di tiap pergantian "Buku", penulis mengawali dengan petikan cerita dari kitab aslinya itu:

"Mendengar itu Amba mendekat dan menemui api yang berkobar. Lalu ia melihat sosok Yang Kekal itu. Ia pun menundukkan kepalanya sambil menyembah kaki yang bersinar-sinar itu, menyentuhnya dengan kedua tangannya yang mendadak menyerupai sepasang teratai. Ia duduk di hadapan Rama yang Abadi itu, dengan wajah yang dibasuh air mata." Udayoga Parva, CLXXIX (hal 15)


2. Bertabur filosofi dari kitab tua, buku-buku juga kisah-kisah yang melegenda

AMBA dipenuhi banyak filosofi yang dimaknai penulisnya dari kitab tua dan bacaan yang dijadikan referensi. Juga menyadur penggalan cerita dari sana.

"Lagi pula, ia suka nama itu,"Amba." Di dalamnya terasa ada kekuatan yang diam-diam. Dan ia memang cenderung jatuh sayang kepada tokoh-tokoh yang dipinggirkan dalam Cerita Besar, mereka yang tak dipedulikan nasibnya oleh para dalang. "Kejayaan Amba akan terbukti kemudian," itu yang dikatakannya kepada anak-anaknya. "Si kembar Ambika dan Ambalika, punya nasib yang lebih baik di awal cerita, karena melahirkan raja-raja, tapi Amba-lah yang membawa akhir perang Bharatayudha." (hal 107)


3. Latar yang digambarkan dengan baik

AMBA tersaji dengan penggambaran latar yang detail. Pembaca seakan-akan dibawa ke lokasi berlangsungnya peristiwa. Situasi kamp di Buru, apa saja yang terjadi pada para tahanan di situ, penggambaran suasana Yogyakarta di saat ada "penggerebekan", kota kecil Amba, Kadipura....dan banyak lainnya. Tak heran, kabarnya, Laksmi Pamuntjak memang menghabiskan banyak waktu sebelum penulisan AMBA untuk melakukan riset, sesi wawancara pada narasumbernya dan mengunjungi langsung lokasi.

"Dua pertiga Buru adalah bukit, gunung dan hutan-hutan lebat," laki-laki tua itu kembali berkata. "Menghampar dari barat laut ke selatan, utara ke selatan. Seperti sabuk yang merangkul seluruh pulau. Di tengahnya ada sebuah pintu air yang menghubungkan Danau Rana dan Waeapo -wai artinya sungai- dan sungai itu membentang dari hulu ke hilir, dari barat ke timur, membelah dataran rendah Waeapo menjadi dua bagian." (hal 390)

4. Berhias quote-quote yang dalam maknanya!

"Jangan minta maaf, nggak ada yang lebih menyedihkan di dunia ini daripada permintaan maaf yang nggak pada tempatnya." (hal 82)

"Suami dan istri tak harus serta merta sahabat. Cinta adalah cinta, bukan pengorbanan." (hal 109)

"Politik memang bukan tentang apa yang benar. Politik adalah bagaimana kita bisa salah dengan benar." (hal 111)

"Memasak tak ubahnya perkawinan. Belajar menunggu dan jangan sekali pun memasukkan tanganmu ke dalam air yang keruh." (hal 131)

"Perjalanan membawa hal-hal baru yang membuat kita bijaksana. Tapi selalu ada yang tetap pada kita sejak sebelum berangkat." (hal 543)


5. Mengingatkan akan sejarah kelam Indonesia terutama seputar peristiwa G 30 S 1965 dan kerusuhan Maluku 1999

Meski disebutkan cerita ini fiksi, tapi sejarah tentang kondisi politik pasca Indonesia merdeka, tentang pergolakan partai yang ada, pemberontakan PKI, sampai ke konflik etnis-politik yang melibatkan agama di Maluku pada 1999 dijadikan setting cerita. Ini membuat saya saat membaca seakan terbawa ke masa-masa kelam itu. Apalagi ada setting di Kediri -kampung halaman saya- di mana sedikit banyak saya pernah mendengar ceritanya dari orang tua dan memang benar terjadi peristiwanya. Laksmi Pamuntjak mengemas semua kisah tragis itu dengan manis berbaur dengan cerita kehidupan tokoh-tokohnya.

"Temanku seorang dokter Amerika yang bekerja di Rumah Sakit Baptis pernah bercerita bagaimana ia ketakutan merawat korban-korban penembakan di Jengkol......" (hal 218)

"Menurut sebuah laporan NGO yang dapat dipercaya, konflik Maluku pada saat itu telah memakan sekitar 1.300 jiwa..." (hal 348)

6. Penokohan yang kuat

Amba, Bapak, Ibu, Ambika, Ambalika, Salwa, Bhisma, Adalhard, Samuel, Zulfikar....tokoh-tokoh di AMBA digambarkan dengan kuat karakternya oleh penulis baik melalui penggambaran, dialog juga paparan pemikiran mereka. Juga dari awal muncul sudah jelas sehingga saat baca enggak perlu lagi balik ke halaman sebelumnya untuk mencari siapa dan apa yang dilakukannya.

"Paras perempuan itu tak biasa, keras tapi anggun. Ia tampak setidaknya lima belas tahun lebih muda dari usianya. Tapi yang tertajam dari wajahnya adalah matanya - mata seorang ibu, yang telah belajar menolak banyak hal demi cinta anaknya. Juga mulutnya, terutama pada lekuk bibir yang tegas tapi sensual itu, yang menandakan bahwa ia seseorang yang hati-hati dalam kerentanannya, seseorang yang terbiasa dengan rahasia." (hal 19)


7. Pemilihan diksi yang kaya

Meski AMBA bisa disebut novel romansa berlatar sejarah atau novel sejarah yang dibalut kisah cinta....yang jelas pemilihan kata di dalamnya sungguh kaya. Laksmi Pamuntjak mengolah kutipan cerita wayang, nukilan buku, aneka peristiwa dan berbagai sumber lainnya dalam padanan kata yang puitis tapi runut dibaca.

"Dia, katanya dia. Dia dengan berat bumi, angin dan api. Dia lubuk yang terdalam. Adalhard Eilers tahu ia tak akan pernah menjadi dia yang itu, dia yang menapasi hidup perempuan itu, dia yang menanamkan benih di rahimnya. Tetapi ia, Adlahard adalah jangkar yang diperlukan perempuan itu, ia yang berjalan di sampingnya, melangkah serempak dengan langkahnya, atau sedikit di belakangnya, ia yang mendengar tiap keluh dan katanya, menopang lelah dan sedihnya. Ia adalah ia yang tak akan pergi, yang tak akan pernah hilang." (hal 351)


8. Ada "Kata Pengantar" sebagai pembuka dan "Terima Kasih" serta "Sejumlah Catatan" sebagai penutup buku

Bagian "Kata Pengantar" berhasil memberikan gambaran awal tentang novel bagi pembacanya. Kemudian, delapan halaman dihabiskan penulis untuk mengucapkan "Terima Kasih" kepada semua pihak atas lahirnya AMBA dan "Sejumlah Catatan" disampaikan agar pembaca tahu darimana kutipan berasal. Sebuah pembuka dan penutup dari penulis yang sangat baik.

Kutipan "Prabaning hyang surya nduk umijil, mabang ngujuwala svmirat.." saya ambil dari Chentini, Kamajaya, 1986:1988-92#761 (jilid 08/11) di dalam situs Sastra Jawa di Internet.(hal 577)


Apa kurangnya AMBA?


  • AMBA, entah kenapa saya merasa kurang pas dengan pemilihan warna covernya. Bukan lantaran penggambaran perempuan dan laki-laki yang ada di sampul depannya. Tapi karena tulisan berwarna putih di latar hitam yang susah untuk dibaca di sampul belakang.
  • Ada kesalahan penyebutan nama di hal 107. Harusnya "Si kembar, Ambika dan Ambalika..." tapi tertulis "Si kembar, Amba dan Ambalika.."
  • Beberapa hal yang agak "tak masuk akal", misalnya 41 tahun Bhisma di Pulau Buru dan Amba "baru tahu" , Samuel yang "luluh" hati pada Amba di tengah perbedaan usia mereka, juga "cacat fisik" Bhisma yang jadi penyebab dia kehilangan Amba 
  • Beberapa tokoh dan peristiwa kurang didalami. Seperti: Adalhard, laki-laki yang menikahi Amba dan memberi "nama belakang" padanya tak banyak diulik dalam cerita. Sepertinya waktu bersama Adalhard yang selama 41 tahun itu tak ada artinya bagi Amba yang mengenal Bhisma hanya dalam hitungan hari/bulan, atau dengan Salwa yang kebersamaannya dalam hitungan tahun.
  • Banyak kalimat terlalu panjang sehingga kadang agak membosankan


Jadi, apakah AMBA layak dibaca?

Pastiiii! Siapkan diri sebelum membaca dengan berbagai kejutan yang ada di novel ini...
Percaya, ada banyak ilmu, wawasan, pelajaran hidup, inspirasi, semangat ....yang akan didapat setelah membaca AMBA! 

Oh ya, satu lagi, novel ini kategori 21 tahun ke atas (dewasa) ya...karena sedikit diselipi adegan-adegan, yang gitu deh...

Baiquelah, yuk baca juga review novel lain yang tak kalah keren: Anak Semua Bangsa (Pramoedya Ananta Toer) dan Warna Hati (Sienta Sasika)! πŸ’–




Selamat Membaca

signature-fonts

7 Alasan Website Toko Online Membutuhkan Blog SEO

7 Alasan Website Toko Online Membutuhkan Blog SEO apa saja ya? Halohola, bila teman-teman berencana membuat toko online, pilihlah web host yang tepat yaaa.... Pastikan jika jasa jual hosting murah yang dipilih, dapat menunjang kebutuhan dalam membuat website dengan support yang baik, speed cepat, serta uptime yang stabil dengan harga terjangkau.


7 Alasan Website Toko Online Membutuhkan Blog SEO


Apalagi belanja online kini menjadi pilihan banyak orang karena transaksi yang mudah dan cepat. Peluang bisnis menjanjikan inilah yang membuat banyak pebisnis kemudian membangun toko online sebagai pendukung kenaikan omzetnya. 




Nah, bila teman-teman memiliki bisnis online, pastinya tak asing dong dengan Search Engine Optimization (SEO) sebagai salah satu trik pemasaran digital yang efektif.

SEO untuk Website Toko Online


Yup, SEO merupakan teknik pembuatan konten yang memaksimalkan kata kunci (keyword) yang berkaitan dengan jenis produk atau jasa yang kita jual. Keyword ini nantinya akan ditempatkan secara tepat sebagai konten website yang sebelumnya telah kita buat menggunakan layanan hosting dan domain murah berkualitas untuk website toko online tersebut.


1. Jenis Keyword

Nah, bila website lain mengutamakan konten artikel dengan jenis keyword yang informatif, web toko online lebih fokus pada kata kunci yang bersifat transaksional dan membidik tingkat konversi tinggi. Dibandingkan dengan kata kunci umum yang lain, jenis keyword transaksional ini terbatas pada variasi seperti murah, beli, jual, dan sejenisnya.


2. Konten Produk Lebih Penting daripada Artikel

Kemudian, situs dengan format toko online pada awalnya memang tetap membutuhkan artikel untuk menunjang SEO. Tetapi seiring berjalannya waktu harus dikurangi dan beralih pada peningkatan kualitas konten produk atau jasa yang kita jual.


Lalu, Mengapa Website Toko Online Membutuhkan SEO?


Karena itulah, sangat penting bagi teman-teman sebagai pelaku bisnis online untuk memiliki toko online yang akan buka selama 24 jam. Nah, untuk menunjang operasional toko online ini, kita bisa berlangganan paket hosting di jasa jual hosting murah. Selain itu sebagai pemilik website, kita teteup harus menguasai dan mengaplikasikan teknik SEO agar online shop ini muncul di halaman utama mesin pencari dengan peringkat yang baik.

Pasalnya, meski banyak metode marketing digital lain yang bisa kita gunakan untuk memasarkan produk, seperti Search Engine Marketing atau beriklan di Google AdWords, Social Media Marketing, ataupun Email Marketing, teknik SEO memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

  • Biaya relatif lebih murah dibandingkan bila kita harus membayar untuk beriklan
  • Efektif meningkatkan trafik dan conversion rate website
  • Calon pelanggan akan lebih percaya karena website kita berada pada peringkat yang baik di mesin pencari

Well, berikut ini 7 alasan mengapa toko online yang kita miliki membutuhkan SEO: 


1. Sumber utama lalu lintas website adalah pencarian organik

SEO menunjang online shop kita menjadi web yang muncul pada halaman utama mesin pencari melalui pencarian organik (tidak berbayar) dengan menggunakan keyword dalam website tersebut.


2. SEO membangun kredibilitas dan brand awareness

Bangun web toko online teman-teman dengan jasa jual domain dan hosting murah, kemudian optimalkan dengan SEO. Ini adalah langkah penting demi menciptakan fondasi kuat sebagai toko online kepercayaan konsumen. Karena toko online teman-teman akan menawarkan informasi dengan lebih mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan.


3. SEO meningkatkan trafik

SEO yang dioptimalkan dengan tepat akan menaikkan trafik online shop kita, bahkan bisa mencapai ribuan pengunjung per harinya!!


4. Investasi lebih ekonomis

Seperti paket ekonomis jasa jual domain dan hosting murah, teknik SEO tidak memaksa kita berinvestasi dengan biaya tinggi, terutama bila kita sendiri serius mempelajari. Bayangkan bila visitor website mencapai ribuan setiap hari, bila kita menggunakan Google Adwords maka biaya yang harus dikeluarkan tentunya fantastis, kan?

Oh ya, kita boleh saja bekerjasama dengan SEO agency atau SEO specialist, tetapi investasi yang kita keluarkan hanyalah sedikit dibandingkan dengan keuntungan yang akan didapatkan.


5. SEO adalah strategi pemasaran digital untuk jangka panjang

Tak seperti iklan berbayar yang punya tanggal kedaluwarsa dan berhenti bekerja ketika kita telah berhenti membayar, SEO menghasilkan trafik yang bertahan dalam jangka panjang. Kita pun tidak perlu mengulang lagi dari awal walau meski waktu telah berlalu, tetapi hanya harus menguatkan SEO yang diterapkan sebelumnya.


6. Menemukan peluang baru melalui SEO

Kita akan diarahkan untuk melakukan riset terhadap kata kunci yang relevan dengan produk atau jasa yang kita jual. Ini akan membawa kita ke pemahaman yang lebih baik mengenai bisnis, termasuk menciptakan peluang baru dalam menyesuaikan perubahan kebutuhan konsumen. 


7. Jika toko online kita tidak muncul di halaman utama, maka website akan sepi klik

Ini berarti kita benar-benar membutuhkan SEO untuk website toko online yang kita miliki. Hal ini amat disayangkan bila produk benar-benar berkualitas dan calon konsumen akan melewatkan begitu saja atau bahkan tidak bisa menemukan toko online kita, hanya karena tidak menemukan website di halaman pertama search engine.




7 Alasan Website Toko Online Membutuhkan Blog SEO



Nah, sudah siapkah teman-teman sukses membangun bisnis online dengan website toko online? Bantu konsumen menemukan toko online yang kita miliki dengan optimasi SEO. Selalu pastikan teman-teman berlangganan pada jasa hosting dan domain murah berkualitas terpercaya dan berkualitas. Serta pantau secara berkala perubahan kebutuhan konsumen untuk mendukung performa online shop yang kita punya. πŸ’–



Salam Semangat


signature-fonts

Aplikasi Dokter PrimaKu

Aplikasi Dokter PrimaKu diluncurkan pada peringatan Hari Anak Nasional yang bertema: Anak Terlindungi, Indonesia Maju, pada hari Rabu, 23 Juli 2020 di Jakarta. Peringatan dilaksanakan secara daring dalam sebuah Webinar  yang diikuti oleh anggota IDAI, perwakilan mitra, media dan masyarakat awam dengan menghadirkan dua narasumber yakni: DR. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) dan  DR. dr. Antonius Pudjiadi, Sp.A(K).

Hari Anak Nasional (HAN) sendiri di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Sejak dicanangkan, pelaksanaan HAN dititikberatkan pada upaya mewujudkan perkembangan anak secara wajar, baik jasmani, rohani, maupun sosial. Dalam perkembangannya, HAN merupakan momen penting setiap tahun untuk menggugah berbagai pihak mengenai pentingnya bersama-sama melakukan berbagai upaya untuk melindungi hak-hak anak, diantaranya adalah hak:

  • Hidup
  • Bertumbuh
  • Berkembang
  • Berpartisipasi secara optimal
  • Mendapat perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi serta perlindungan khusus untuk berbagai kelompok anak yang membutuhkan 

Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Diplomat Success Challenge (DSC) XI Siap Digelar

Diplomat Success Challenge (DSC), salah satu kompetisi wirausaha terbesar di Indonesia,  kembali bersiap menyambut gelarannya yang memasuki tahun ke-11. Walau sempat tertunda pelaksanaannya akibat merebaknya pandemi COVID-19 di Indonesia dan seluruh dunia, DSC XI mengonfirmasikan kehadirannya kembali di tahun 2020 ini.


Diplomat Success Challenge



Penyelenggara DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan, 

“Pandemi COVID-19 yang membuat perekonomian nasional dan global melemah justru menjadi salah satu alasan mengapa DSC akan tetap hadir di tahun 2020 ini. Misi kami semakin kuat dengan realita yang ada di mana banyak potensi wirausahawan muda yang membutuhkan dukungan, baik moril maupun materil dalam menjalankan bisnisnya. Baik itu memulai bisnis yang baru, atau bisnis yang berusaha bertahan dan harus bangkit lagi, meskipun kita masih berada di tengah pandemi belum kunjung usai.”
 
Webinar DSC


Well, Diplomat Success Challenge (DSC) adalah kompetisi kewirausahaan yang selama 1 dekade terakhir membangun jaringan wirausaha muda setiap tahunnya, dan menjadi wadah bagi banyak pengembangan ide bisnis kreatif. Tidak kurang dari 45.000 proposal bisnis, 15 miliar hibah modal usaha, dan 300 wirausahawan telah dilahirkan dan berkembang dari DSC, di bawah pembinaan program mentoring oleh DSC dari tahun ke tahun. Seperti tahun sebelumnya, hibah modal usaha dengan total sebesar Rp 2 milliar akan diberikan kepada finalis terpilih sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Sebagai bagian dari penyelenggaraannya, DSC XI 2020 juga berkolaborasi dengan MarkPlus Institute, yang akan menyelenggarakan serangkaian webinar, workshop dan seminar dengan beragam tema bisnis dan kewirausahaan bagi para wirausahawan. Spesial untuk rangkaian webinar, akan digelar secara daring dan terbuka untuk publik, di mana publik di luar peserta DSC juga diperkenankan untuk ikut menyimak dan mendapatkan ilmu, hingga nantinya diharapkan dapat memantik semangat dan mendorong calon peserta untuk berpartsipasi dalam DSC XI 2020.


Webinar DSC


“Selain membekali peserta dan calon peserta dengan konsep pemasaran dan kewirausahaan sebagai bekal untuk berkompetisi, kami juga ingin menstimulasi peserta untuk mengeluarkan ide bisnis terbaiknya melalui berbagi pengetahuan dengan figur-figur bisnis yang akan menjadi narasumber kami,” ungkap Kevin Leonard, perwakilan MarkPlus Institute.

Webinar pertama kolaborasi DSC XI dan MarkPlus Institute akan menghadirkan Agung Bezharie dan Pangeran Siahaan sebagai narasumber. Dengan tema “The Importance of Finding the Right Business Mentor to Support Your Entrepreneurial Mindset”. Agung dan Pangeran akan membagikan pengalamannya akan pentingnya mentorship sebagai salah satu aspek signifikan yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah bisnis, bahkan juga menentukan terbentuk atau tidaknya entrepreneurial mindset yang tepat bagi wirausahawan.

Agung Bezharie adalah Co-founder & CEO Warung Pintar, sebuah start-up teknologi yang telah mentransformasi keberadaan warung di Indonesia ke dalam bentuk digital. Mulai dari memesan barang, memonitor bisnis, menyediakan asistensi dan dukungan teknologi memadai, serta aktivitas dan edukasi komunitas.

Pangeran Siahaan merupakan wirausahawan dalam industri media di Indonesia. Ia merupakan pendiri dan sekaligus CEO dari Asumsi, sebuah institusi media yang fokus pada politik, isu sosial dalam masyarakat, hingga kultur pop. Di tahun 2019 lalu, Pangeran juga merupakan salah satu mentor DSC X.


Webinar DSC


Webinar “The Importance of Finding the Right Business Mentor to Support Your Entrepreneurial Mindset” akan diadakan pada tanggal 22 Juli 2020 pukul 13.30 – 15.00 WIB. Untuk berpartisipasi, peserta bisa mendaftarkan diri melalui link bit.ly/DSCXMP1 terlebih dahulu, dan akan diberikan akses tautan Zoom Conference sebagai medium pelaksanaannya nanti.

Webinar DSC XI dan MarkPlus Institute ini terbuka bagi umum tanpa biaya pendaftaran, namun tempat terbatas hanya untuk 300 peserta. Bagi yang belum berkesempatan untuk mengikuti webinar, Anda juga bisa menyimak dokumentasi materinya melalui kanal YouTube Diplomat Sukses, dan situs diplomatsukses.com. 

Setelah webinar pertama pada tanggal 22 Juli 2020, seri webinar DSC XI dan MarkPlus Institute ini akan diadakan kembali dengan beragam tema wirausaha dan narasumber berpengalaman lainnya. Berikut jadwal selengkapnya:

  • 5 Agustus 2020 - Business Plan: Is It Still Relevant Today? 
  • 26 Agustus 2020 - Is There Any Platform In Indonesia That Truly Care About Entrepreneurship Ecosystem?
  • 9 September 2020 - Beating the Odds and Finding the Right Momentum for Your Business to Grow
  • 1 Oktober 2020 - Why Some Business Succeed and The Others Failed?


Webinar DSC


Nah, nantikan update webinar, serta pembicaranya di linimasa media sosial DSC XI 2020:

  • Instagram @diplomatsukses
  • Facebook Wismilak Diplomat
  • Twitter @diplomatsukses
  • Situs diplomatsukses.com. 

“DSC berkolaborasi dengan MarkPlus Institute ingin menyuntikkan semangat untuk bangkit kembali bagi para wirausahawan. Webinar pertama yang akan menekankan pada tema mentorship ini dapat menjadi dorongan awal yang kami harapkan dapat menstimulasi calon peserta DSC XI 2020. Tidak hanya bagi calon peserta, kami juga mengundang masyarakat untuk mengikuti seri webinar ini karena banyak ilmu dan manfaat yang akan didapat seputar dunia wirausaha dan bisnis yang sayang untuk dilewatkan,” pungkas Edric Chandra.

Penyelenggaraan DSC XI 2020 akan dikonfirmasikan segera melalui rangkaian acara kick-off dan roadshow. Publik diharapkan bisa menantikan kehadirannya. Jadi tunggu saja yaa....!πŸ’—



Happy Sharing

signature-fonts

Mengunjungi Chatuchak Market

Chatuchak Market, dikunjungi lebih dari 200.000 orang di setiap akhir pekan. Menjadikan pasar yang berlokasi di Kamphaeng Phet 2 Rd, Chatuchak, Bangkok 10900, Thailand ini sebagai Pasar Akhir Pekan terbesar di dunia. Dengan lebih dari 15.000 kios yang tersebar di area 35 hektar dan terbagi dalam 26 sections yang terdiri dari Food, Art, Antiques, Fashion dan banyak lagi sections lainnya! Buka di waktu tertentu saja, yakni:

  • Rabu dan Kamis (khusus "Plant") 07.00 - 18.00
  • Jumat (khusus "Wholesale") 18.00 - 00.00
  • Sabtu dan Minggu (seluruh pasar) 09.00 - 18.00

Juga memiliki rating 4.4/5 serta lebih dari 14.000 ulasan di Google dan berada di peringkat nomor 1 untuk tempat berbelanja di Bangkok oleh Tripadvisor. 

Well, ada ribuan turis yang memiliki pengalaman bintang 5 setelah mengunjunginya. Apakah saya juga?


Tips Mengunjungi Chatuchak Market


Tentang Chatuchak Market


Perdana Menteri Thailand ketiga, Field Marshal Plaek Pibunsongkhram yang mulai menjabat pada Desember 1938, memutuskan bahwa setiap kota di negerinya harus memiliki flea market (pasar loak) sendiri untuk memudahkan penduduk setempat berdagang sekaligus meningkatkan perekonomian lokal. Termasuk kota Bangkok diantaranya, menyusul dengan dibukanya pasar loak di Sanam Luang, yang selanjutnya menjadi pasar pertama di kota itu pada tahun 1942. 

Beberapa bulan kemudian, pemerintah setempat mengubah peruntukan lokasi karena tempat ini diperlukan untuk acara lainnya. Lalu pasar dipindahkan ke Saranrom Palace, di pusat kota Bangkok dan berada di sana selama delapan tahun sampai dipindahkan lagi ke Sanam Chai dan kembali lagi ke tempat asli di Sanam Luang.

Ketika Bangkok merayakan ulang tahunnya yang ke-200 tahun, diputuskan lokasi pasar akan diganti sekali lagi. Pada tahun 1982, akhirnya pasar dipindahkan sebagai ke Chatuchak. Dan lima tahun kemudian, secara resmi pasar ini dinamai, Chatuchak Market.
 
Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market

Ngapain Aja di Chatuchak Market?


Saya dan rombongan diarahkan oleh pemandu kami ke pasar ini setelah mengunjungi Thep-Prasit Thai Honey dan Gems Gallery . Sebelumnya, kami makan siang dulu biar punya tenaga, sebelum masuk ke area pasar mengingat area yang luasnyaaaa...

Nah, sepakat dengan suami, biar cukup 3 jam saat ngubek pasar ini (sesuai waktu yang diberikan oleh guide tour kami) maka rencananya kalau bisa kilat aja belanja. Jadi lebih banyak jalannya, biar tahu daleman pasarnya. Tapi, rencana tinggal rencana. Setiap ada yang unyu, saya berhenti sejenak dulu. Ke depan sedikit berhenti lagi hihihi....Untung cepat sadar diri, mengingat masih ada sore, malam dan esok hari di negeri Gajah Putih ini. Jadi, jangan dihabisin di Chatuchak Market semualah sangunya haha


Terus, sebenarnya kita bisa ngapain saja di Chatuchak Market?

1. Belanjaaaaa!

Saat traveling, salah satu yang selalu saya pikir itu oleh-oleh. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi buat orang-orang tersayang yang lagi ditinggal pergi. Nah, karena belinya dalam jumlah banyak, maka saya  nyari yang harganya miring pasti. Dan seriusan, saya enggak ahli nawar karena enggak tega-an. Hingga kadang sudah merasa paling murah di satu tempat, eh pas ke destinasi lain, harga barang di sana ternyata lebih miring. Nyesek!

Kejadian pas ke Chatuchak. Saya beli tas selempang yang bergambar gajah khas Thailand, (sudah nawar dan beli beberapa) seharga 100 Baht per buah (sekitar 50 ribu Rupiah). Eh ternyata lebih murah harganya di tempat yang saya kunjungi setelahnya, Asiatique: The Riverfront dong! Bedanya lumayan pula, di situ 30 ribu Rupiah! Huhuhu!

Untung saja, pas di Chatuchak saya nurut suami enggak seperti biasanya, enggak kalap belanja. Jadi enggak rugi-rugi amat sayanya...haha.

Pokoknya, sedikit tips: kalau bisa nawar ya tawar harganya. Atau kalau nemu barang yang memang adanya cuma di situ dan suka plus masih ada sangu, beli aja, kadang ga ada di tempat lain soalnya.

Oh ya, kalaupun sulit buat bawa pulang ke Indonesia, semua barang belanjaan di sini bisa dikirimkan lewat shipment services ke seluruh dunia. Jadi tenang aja....#kompor😁


Mengunjungi Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market

Chatuchak Market



2. Jajaaan

Kalau enggak niat belanja juga gapapa, jajan aja! Jadi sebelumnya Mr Sansan, tour guide kami yang fasih berbahasa Indonesia bilang kalau nanti di dalam pasar ada beberapa kios makanan halal kalau mau makan. Tapi, karena kami barusan maksi (yang bikin kenyang sekali) jadi enggak niat makan lagi. Cuma karena keliling-keliling, haus jadinya. Akhirnya 2 kali kami berhenti jajan es saja.

Pertama, beli Es Krim Kelapa. Dipopulerkan di Pasar Chatuchak, es krim ini adalah salah satu sajian terbaik untuk disantap di sini. Es krim dijual oleh pedagang dengan gerobak mirip penjual es di Indonesia dan disajikan dalam tempurung kelapa. Es ini juga dilengkapi berbagai pilihan topping seperti kacang, meses, jelly, mangga dan lainnya. Saya dan suami beli ini, sementara anak-anak beli es krim mini.

Yang kedua, kami beli semacam Es Dawet campur yang enak banget. Jadi isiannya itu: dawet (cendol dari tepung beras), bubur sumsum, bubur ketan hitam, talas, dan apa lagi ya...duh lupa, yang berkuah santan dan dikasih serutan es dan sirup gula merah. Rasanya, enak banget! Pantesan warung esnya itu antri sampai tamu harus nunggu kursi...hihi

Oh ya, semua harga jajanan ini untuk ukuran Thailand murah meriah, karena dijual di pasar. Tapi jangan khawatir, bersih kok jualannya.
 
Mengunjungi Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market

Chatuchak Market


Things to do Chatuchak Market
sumber: IG Chatuchak Market


3. Cuci Mata

Kalau enggak niat belanja juga makan, cuci mata aja juga bisa. Di beberapa sections, kita dimanjakan dengan hasil kerajinan lokal. Misalnya ukiran, berbagai souvenir khas setempat, pakaian daerah, sampai pernak-pernik rumah. Pokoknya seneng lihatnya. Kadang ada perajin yang sedang bekerja juga di kiosnya. Membuat saya jadi ingat dengan pasar seni di Bali.

Jadi, manjakan mata dari lorong ke lorong di Chatuchak Market dan kagumi beraneka barang kerajinan yang menarik di sana. Karena pasarnya bersih dan rapi jadi senang pasti kita lihatnya dan nyaman rasanya.

Mengunjungi Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market

Mengunjungi Chatuchak Market



Tips Mengunjungi Chatuchak Market


Nah, berhubung pasarnya luas banget, wajar jika saya melihat beberapa orang yang memang berniat belanja ke sini dengan membawa troli. Entah itu untuk dipakai sendiri, oleh-oleh atau mungkin dia buka jastip...entahlah.

Apapun itu, tips di bawah ini bisa jadi persiapan buat mengunjungi Chatuchak Market, yaitu:


1. Butuh waktu berapa lama di sini?

Saya kurang dari 3 jam (termasuk jajan) hanya bisa berjalan-jalan ke sepersekian area pasar. Maklum, saya ajak anak-anak, kasihan kalau nurutin nafsu jalan-jalan emaknya hahaha. Jadi waktu mereka sudah kelihatan tak berdaya kami segera balik ke titik kumpul. Dan di sana masih menunggu anggota rombongan lainnya sekitar sejam lebih dong ...πŸ™ˆ

Untung ada hiburan di depan gerbang pasar, anak seusia SMP lagi ngamen pakai gitar listrik dan itu keren banget...Dia, ditemani Ayah Ibunya dengan sound system portable dan sebuah kotak uang bertuliskan "For Education" (selama di Thailand saya melihat beberapa kali anak-anak yang mengamen/menari tradisional bawa kotak seperti ini di tempat umum.)

Oh ya, akhirnya jadwal 3 jam dari tour guide kami jadi molor 4 jam lebih karena banyak yang betah belanja-belanji. Sepertinya sih diperlukan setidaknya 3 jam buat menyisir semua area dengan kilat, atau sepanjang jam buka Sabtu/Minggu, 9 pagi sampai 6 sore kalau sambil belanja.


2. Gimana biar enggak gempor?

Kalau gempor badannya, pijit aja dulu di sini, di berbagai sudut pasar ada kios layanan pijat kaki atau seluruh badan. Durasinya 20 menit - 1 jam dengan biaya berkisar 200 - 600 Baht (100 ribu - 250 ribu)


3. Kalau mau makan dan sholat?

Makanan yang Halal ada (terpampang sertifikat halal dipajang) juga tersedia tempat sholat. Sebelum masuk area pasar, saya dan beberapa teman maksi di sebuah halal stall di salah satu food court yang ada. Penjualnya orang Melayu. Tak jauh dari situ ada musholla yang bersih juga.


4. Pakai baju apa dong ya?

Chatuchak Market besar banget dan berkeliling di sana bikin kita bisa kepanasan pastinya. Maka lebih baik memakai alas kaki yang nyaman dan pakaian ringan yang cocok untuk cuaca panas. 


5. Bagaimana dengan bawaan?

Tas yang dibawa jangan berat-berat, bisa capek ngangkat. Kalau niat belanja sekalian bawa troli, tas dorong atau koper kosong.


6. Enaknya datang jam berapa ya?

Pagi-pagi saja sudah ke sini. Siang itu panas euy dan makin sore makin rameee. Kalau pagi-an kan bisa bawa kunci pasar sekalian santai jalan.


7. Bisa beli eceran atau harus grosiran?

Ngecer boleh, kalau mau beli banyak juga akan ada harga berbeda. Kalau kulakan beda lagi. Tergantung penjualnya karena banyak yang membawa produk tertentu dalam jumlah terbatas. Tetapi dapat diatur barang dipesan duluan nanti diambil lagi di pasar atau dikirim ke alamat kita.


8. Bisa nawar harga enggak sih ya?

Bisaaa...yang penting sopan nawarnya. Mereka biasanya sudah kasih tahu lebih dulu, kalau satu sekian harganya kalau selusin sekian. Tapi tawar aja baik-baik, siapa tahu beruntung dapat potongan, ye kan?


9. Lokasinya diakses mudah kan ya?

Saya datang bersama rombongan tur. Kalaupun pergi sendiri kata Mr Sansan, guide kami, lokasi ini gampang didatangi. Bisa naik taksi, MRT, Skytrain, bis dan Tuk Tuk. Cek aja di Google Maps caranya ke sini dari penginapan teman-teman.


10. Selain ke pasar?

Kalau enggak hobi belanja ataupun makan, di sekitar Chatuchak Market ada banyak tempat menarik. Ada Chatuchak Park, Queen Sirikit Park, Bangkok Butterfly Garden and Insectarium, Children’s Discovery Museum,  Museum of Contemporary Art (MOCA)...dan lainnya.

Chatuchak Market
sampai garing nunggu anggota rombongan yang lain kwkw


Well, semoga info ini bermanfaat ya. Siapa tahu dirimu berkesempatan juga satu saat mengunjungi Chatuchak Market di Bangkok. 

Oh ya perjalanan ini saya lakukan sebelum pandemi jadi saya tidak tahu kondisi terkini. Tapi dari website resminya, Chatuchak tetap buka seperti biasa dengan protokol kesehatan pastinya.




Happy Traveling

signature-fonts