Review Buku: Sociophilia



Sociophilia, sebuah novel karya Febri Purwantini yang tuntas saya baca dalam sekali duduk saja. Ceritanya ringan, bertema keseharian dan ending-nya....menyenangkan! Novel setebal 210 halaman yang berjudul tak biasa ini bersampul depan warna merah dengan paduan kuning kunyit di mana ada gambar gadis muda yang adalah cerminan sang tokoh utama.

Ya, novel yang dari judulnya langsung membuat pembaca penasaran apa yang dimaksud dengan Sociophilia. Saya sendiri, langsung browsing dong, biar enggak salah mengartikannya. Dan ternyata yang muncul adalah arti di Urban Dictionary, kamus yang berisi arti atau penjelasan bahasa gaul dari suatu bahasa (biasanya untuk bahasa Inggris, namun kadang tersedia juga untuk bahasa lainnya). 

Nah, di sana disebutkan jika Sociophile adalah: someone who obsessively seeks out social interaction at every available opportunity. Someone who can't stand their own company, alias seseorang yang secara obsesif mencari interaksi sosial di setiap kesempatan yang ada, atau seseorang yang tidak tahan dengan urusannya sendiri. 

Novel Sociophilia


Tips Menjadi Mom Blogger yang Produktif Tanpa Mengabaikan Tugas Rumah



Temanss, menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, karena tiap harinya dituntut untuk bisa menjadi seorang multi-tasker. Yup, menjadi seorang ibu berarti mesti bisa mengerjakan banyak hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Mulai dari mengurus anak, keperluan rumah, ngerjain printilan itu ini, juga enggak lupa melakukan hobi-hobi yang disukai.

Nah, daftar kegiatan yang banyak ini, jika tidak diakali dengan manajemen dan pengaturan yang tepat, pasti akan membuat teman-teman kewalahan, dan bisa menyebabkan banyak kegiatan malah tak terselesaikan. Jadi, sekarang PR-nya adalah mengatur seapik mungkin kegiatan-kegiatan yang akan dirampungkan, biar semua berjalan lancar dan enggak bakal ada yang ambyaaar!!


Tips Mom Blogger Produktif


BERANI #JadiAndalan Demi Kenyamanan Hidup di Masa Depan



Gaess, kalau ada yang nanya seperti apa sih MiSSION kamu untuk 10 tahun mendatang, apakah:

⏩ bisa traveling dan keliling dunia
⏩ punya karier dan keuangan yang mapan
⏩ tambah pengalaman diri dengan bekerja di luar negeri, atau
⏩ punya keluarga kecil dan hidup bahagia

????

Nah, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menunjukkan karakter seperti apakah dirimu dan seberapa siap perencanaan masa depanmu.



Mau Tetap Waras Meski #DiRumahAja? Mandi Pakai Vitalis Solusinya!






Mandi pakai Vitalis Body Wash adalah salah satu solusi tetap waras saya meski #DiRumahAja, dalam rangka social distancing penyebaran virus Corona. Ya, seminggu terakhir ini, benar-benar bikin pusing kepala saya. Lelah badani dan hayati makin terasa sejak anak-anak sekolah di rumah dan suami pun menyusul dengan work form home alias ngantor dari rumah kami. Bukannya saya tak bahagia mereka ada di dekat saya, sama sekali bukan yaa...Tapi, konsep di rumah tanpa kemana-mana karena di luar sana virus Corona sedang menghantui siapa saja, sungguh bikin pikiran enggak karuan. Belum lagi saya memang sudah sekian lama di hari kerja biasa sendiri, dari pagi hingga sore hari. Kini, tiba-tiba harus full 24 jam "ngurusi" anak dan suami.🙈

Peran Kebahagiaan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak







"Kebahagiaan merupakan dasar perkembangan yang penting karena menjadi faktor yang akan memengaruhi kesehatan mental, prestasi akademik, kemampuan sosial, cara berpikir, sampai tingkat spiritualitas seseorang" 


Sebuah survei yang dilakukan oleh tim psikologi Tiga Generasi menyatakan bahwa orang tua di Indonesia ternyata belum menjadikan kebahagiaan sebagai prioritas dalam pola asuh anak-anak mereka. Survei yang dilakukan kepada 1.434 responden orang tua yang tersebar di beberapa kota di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa 93% belum memprioritaskan kebahagiaan dalam mendukung proses tumbuh kembang. Kemudian pada survei yang sama didapatkan hasil juga, 75% orang tua merasa anaknya sudah bahagia dengan indikasi mereka tersenyum dan ceria. Sementara 66 % dari responden ini meyakini jika sumber kebahagiaan anak adalah orangtuanya.

Lombok..., Tunggu Saya Yaaa!!







Lombok adalah salah satu tempat indah di negeri ini yang ingin saya kunjungi! Meski saya sudah pernah ke sana dua kali tapi itu duluuuu banget! Ya, karena saya 8 tahun menetap untuk kuliah lanjut bekerja di Bali, maka saya sudah pernah ke sana dua kali. Pertama, di tahun 1996 saat ada kegiatan karya wisata dari kampus saya, Universitas Udayana. Lalu yang kedua datang untuk urusan pekerjaan di tahun 2000.

((What?? Tahun segitu?))🙈

Tips Liburan untuk Anak Penderita Dermatitis Atopik






Anak saya menderita Dermatitis Atopik. Sebuah peradangan kulit kronis dengan tanda dan gejala yang sangat khas, kulit kemerahan dan rasa sangat gatal serta nyeri yang timbul tenggelam. Dia memiliki Dermatitis Atopik (DA) atau eksema atopik ini karena turunan dari kami, kedua orangtuanya. Memang, dari keluarga besar saya maupun suami, punya riwayat hipersensitivitas. Baik saudara kandung suami maupun saudara saya  ada yang menderita alergi dan asma. Meski pada kami berdua gejala asma tidak muncul, tapi suami memiliki riwayat alergi termasuk Dermatitis Atopik ini.

Mengunjungi Museum Bank Indonesia






Di hari terakhir ajang BI Netifest, seluruh finalis diajak ke Malam Penganugerahan Pemenang Video & Blog Competition yang bertempat di Museum Bank Indonesia, di kawasan Kota Tua Jakarta. Sebagai bintang tamu hadir Sheila On Seven yang menghibur semua finalis dan undangan acara. Tapi sebelum acara puncak, para finalis mengunjungi dulu area Museum Bank Indonesia dan mengenal lebih dekat tentang sejarah dari bank sentral negeri ini.

Mengenang Ibu Inggit Garnasih di Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu







Satu waktu saat sedang online di akun Instagram, saya dikagetkan dengan notifikasi "ibuinggitgarnasih liked your post". Dengan keheranan berbaur rasa penasaran saya pun klik notif tersebut dan menemukan ada tanda love baru untuk postingan saat saya sedang di Rumah Kediaman Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Itu adalah status tanggal 22 Januari 2020 dan baru di "love" oleh akun tersebut pada 10 Maret 2020. Bisa jadi si empunya akun nemu dari hastag yang saya cantumkan yakni #Bengkulu atau dari lokasi yang saya sebutkan itu. Entahlah..

Yang jelas akun @ibuinggitgarnasih tak mungkin dikelola oleh Ibu Inggit Garnasih sendiri. Pasalnya pada 13 April 1984, dalam usia 96 tahun, Beliau sudah berpulang menghadap Illahi Rabbi!

Tapi, notifikasi ini jujur bikin saya tersentil. Saya berhutang menuliskan perjalanan saat mengunjungi "Rumah Kediaman Bung Karno Pada Waktu Pengasingan di Bengkulu 1938 -1942". Ya, kunjungan ke sebuah rumah yang sampai saat ini masih terjaga, yang membuat saya kembali ke satu masa di mana ada seorang perempuan bernama Inggit Garnasih dalam kehidupan Sang Presiden RI pertama.


Review Buku: Bersepeda ke Hatinya





Roda sepeda
Tak akan menyerah
Pada panjangnya perjalanan
Selama dia
Tetap dikayuh

(Wedha)


Sebuah harapan seringkali kita hempaskan lantaran enggak yakin bakal kesampaian. Tak banyak orang yang memiliki kesabaran untuk meraih mimpi yang diyakini. Jarang pula yang mau bersabar pun terus berusaha agar tercapai apa yang dingini. Ya, kesabaran dalam berusaha dan doa adalah dua kunci utama untuk menggapai asa. Sayang, dua hal ini pula yang sering diabaikan hingga di tengah jalan keputusasaan pun meraja. 

Sebuah buku, "Bersepeda ke Hatinya" karya Denik, bisa menginspirasi pembacanya, untuk selalu sabar saat punya cita-cita pun memanjatkan doa untuk mewujudkannya. 

Lalu apa kaitannya dengan sepeda yang adalah "pasangan jiwanya"? Hmmm...

Memang, selalu ada hal unik dan menarik soal Denik!
Tak percaya? Mari kita ulas bukunya....



Mengunjungi Windsor Castle - Tempat Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle






Hari terakhir saya dan suami di London, jadwalnya free time, anggota rombongan yang ingin pergi sendiri dipersilakan. Tapi diumumkan sejak awal, pukul 4 sore kami sudah harus ready di lobby, siap menuju ke bandara untuk penerbangan Emirates pada pukul 19.00 ke Dubai dan selanjutnya pulang ke Jakarta. Saya dan suami yang pada dasarnya lebih menyukai menyusun itinerary sendiri memang berasa kurang puas dengan perjalanan ini. Pasalnya, kami belum coba public transport setempat. Akhirnya, suami punya rencana mengajak saya ke Windsor Castle di hari terakhir kami di sana.

Saya yang sudah mulai tepar, enggak nanya naiknya apa dan lain sebagainya, pokoknya manut saja, karena suami saya sudah pernah ke UK sekali beberapa tahun lalu untuk urusan pekerjaan. Yang saya ingat sih cuma satu, kata dia kami akan jalan kaki menuju stasiun kereta London Paddington terus naik kereta ke stasiun Windsor & Eton Central.

Tapi,....saya enggak nanya seberapa jauh kami harus jalan kaki menuju Windsor Castle, tempat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle!!


Meet Up Collaboration 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC)








Age is just a number!

Itu kata pepatah! Yang bermakna secara harfiah kita tidak pernah terlalu tua. Usia hanyalah angka, dan tidak boleh menghentikan kita melakukan hal-hal yang kita pikir terlambat untuk dicapai atau berpartisipasi di dalamnya. Usia tidak memiliki batasan angka! Makin tua kita harusnya makin matang dari semua segi kehidupan. Demikian juga sebuah komunitas. Sejak didirikan semestinya tumbuh dan berkembang hingga membesar dan makin membawa banyak manfaat untuk anggota dan sesama.

Begitu juga Mom Blogger Community (MBC) sebuah komunitas blogger yang didirikan oleh perempuan yang energik dan penuh semangat, Amallia Sarah (sebagai founder) dan Icha Faizah sebagai co-foundernya, 2 tahun silam. Komunitas yang kini sudah mewadahi sekitar 3000 momblogger di seluruh Indonesia yang memiliki misi mulia: sebagai wadah belajar, berbagi dan berkarya.

Dan saya menjadi anggota di komunitas ini dan banyak mendapat manfaat sejak bergabung hingga kini!

Tips Agar Luka #GakPakePerih







Di tengah guyuran hujan Jakarta yang bikin mager, saya semangat datang ke acara 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC) yang sekaligus event Kumpul Keluarga Hansaplast, Rabu 5 Maret 2020. Acara seru bertabur ilmu sekaligus teman baru dan...bertabur hadiah tentu.

Dan, di event ini juga, saya jadi tahu bahwa ada banyak jenis luka yang bisa disembuhkan oleh Hansaplast kecuali luka hati pasti hihi.

Acara yang bertempat di Kopitok Kemang ini memang memberikan edukasi terutama tentang pertolongan pertama pada luka.

Yuk Jadi #PahlawanSenyum Bersama Pepsodent Siwak!







"Adik-adik cita-citanya apa?"
"Mau jadi dokter!"
"Jadi TNI!"
"Jadi Pilot!"
"Jadi Polisi!"
"Pinteeer! Semoga cita-citanya tercapai yaaa. Jangan lupa rajin belajar dan berdoa!"
"Aamiiiiiin...!"


Keceriaan anak-anak yatim piatu membahana saat acara gathering Pepsodent Siwak dan Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama Panti Asuhan Andalusia, Rabu 4 Maret 2020 bertempat di Pepsodent Dental Expert Center di Mal Gandaria City Jakarta.

Senang rasanya melihat senyum ceria mereka dan semangatnya saat ditanya cita-cita. Sebuah asa memang boleh digantungkan oleh siapa saja termasuk anak-anak yatim yang bisa saja tak berpunya orangtua dan harta. Namun usaha teriring doa telah membuktikan banyak hal bisa terwujud jadi nyata. Hingga tentunya menjadi harapan kita semua senyum ceria mereka tetap mengembang saat ini sampai nanti. 

Dan karena setiap senyuman begitu berarti, maka mari kita jadi #PahlawanSenyum untuk anak-anak ini!!

Generali Luncurkan Fitur 'Sleep & Stress', Bantu Nasabah Optimalkan Produktivitas dan Kelola Stres







"Berapa banyak orang di sini yang menyapa tubuhnya saat bangun tidur? Haa? Tidak ada? Duh! Saat bangun pagi harusnya Anda menyapa: 'Hey my body, hey my mind, hey my soul!' Lalu lakukan sedikit stretching. Misalnya Anda bisa melakukan yoga sebentar untuk menghilangkan stress di dalam tubuh!" (Anjasmara - Artis & Praktisi Yoga)



Anjasmara menjelaskan, untuk menghindari stres, setiap pagi kita disarankan untuk menyapa diri sendiri dan meluangkan waktu untuk melakukan meditasi. Lakukan dengan durasi 5-10 menit setiap hari dan rasakan manfaatnya bagi tubuh kita. Hal ini ia ungkapkan karena banyak orang yang kerap mengalami stres lantaran tidak mengenali tubuhnya, dan apa yang ada di dalam dirinya sediri. Maka meditasi adalah salah satu solusi untuk bisa mengenal diri sendiri.

Anjasmara yang menekuni yoga sejak tahun 2004 ini kemudian mempraktikkan beberapa pose yoga bersama kedua rekannya. Yoga disebutkannya bisa membantu mengurangi stres, menurunkan ketegangan dan hampir semua orang dapat melakukan posisi yoga yang mudah. Yoga juga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Seperti yang diperagakan Anjasmara: yoga menjelang tidur, setelah bangun tidur, di kursi kantor, maupun di mobil. 

"You can do yoga anywhere, anytime!" tegas Anjas.

Forest Cuisine Blogger Gathering: Menjaga Hutan Indonesia Sebagai Sumber Pangan






Hujan Jakarta yang tak berjeda dan secangkir kehangatan minuman pala menjadi teman sore saya hari ini. Minuman bercita rasa buah pala yang alami tanpa pemanis, pengawet dan pewarna buatan yang datang jauh dari Nagari Kapujan Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sirup Pala yang diproduksi secara terampil oleh Perempuan Minangkabau di Nagari Kapujan Koto Berapak di hulu Sungai Bayang Bungo yang tergabung dalam kelompok perempuan Bayang Bungo Indah dengan menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia tambahan.

Bahan baku buah pala segar ini diproduksi dari Kawasan Hutan Nagari dan Wilayah Kelola Rakyat yang dikelola secara ramah lingkungan. Maka, tak heran Sirup Pala Bayang Bungo Indah terasa nikmat rasanya lantaran hanya berkomposisi air, buah pala dan gula. Apalagi saya menikmatinya sambil mengenang kisah Ibu Tati, Bundo Kanduang yang mengetuai kelompok perempuan ini,


"Saya jadi sedih melihat video keadaan hutan di Kalimantan dan lainnya tadi. Karena sampai saat ini Alhamdulillah kami masih bisa menjaga kelestarian hutan kami. Di daerah kami enggak ada begini, hutan kami lestari, bagus..., enggak ada yang mengganggu. Kami sebagai Bundo Kanduang, bersama adik-adik pemuda, bapak-bapak petani dan semuanya, menjaga hutan. Alhamdulillah hutan kami subur, enggak terbakar.  Kalau ada yang membakar sampai kemana-mana akan kami kejar!!"

10 Hari Mengunjungi 4 Kota di Eropa







Suami saya bekerja di Hassi Messaoud, Algeria selama 2 tahun dengan shift kerja 4 minggu di lokasi 4 minggu balik ke sini. Di bulan terakhir masa tugas di sana, mileage Qatar Airways (poin loyalty airline) sudah numpuk, padahal ada masa berlakunya. Dihitung-hitung cukup untuk ditukarkan beberapa tiket gratis (redeem for free flight). Meski, sebenarnya bisa sih redeem for shopping. Tapi kami lebih pilih tiket saja!

Why?

Coz, we prefer collect moments not things! Lebih baik banyak mencari pengalaman untuk dikenang, daripada beli barang yang ujung-ujungnya usang dan dibuang!

Sejatinya saya penasaran juga dengan Algeria. Cuma Algeria bukan negara yang aman untuk dikunjungi. Akhirnya kami putuskan perginya ke negara tetangganya saja: Spanyol, Perancis dan Italia. Jadi, kami pun mengurus visa Schengen Spain. Dengan alasan, masuk lewat Spanyol (kabarnya) lebih mudah apply visanya.

Dan, petualangan pun dimulai. Kami bepergian ke 4 kota: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma.

Sebelum berangkat, redeem dan beli tiket pesawat, apply Eurail pass dan reserved tiket KA untuk rute kota-kota tersebut. (Ini akan jadi pengalaman pertama ngetrip dengan kereta, karena sebelumnya kami memilih roadtrip, seperti saat traveling keliling hampir semua negara bagian di Amerika - saat tinggal di sana).

Oh ya, selama di sana kami memilih tinggal di private apartment, dengan alasan untuk keluarga tarifnya lebih hemat dibanding dengan di hotel. Memang letaknya di pinggiran kota, tapi experiencing daily life like a local itu menantang. Jadi merasa seperti penduduk yang tinggal di kota tersebut. Juga cocok untuk anak-anak karena merasa seperti di rumah sendiri. Bisa masak kilat, nyuci juga free wifi.

Rata-rata kami pilih walking tour, naik turun metro/bis, meski ada juga yang ambil hop on-hop off/sightseeing bus, biar bisa keliling tempat wisata. Alhamdulillah anak-anak sehat dan senang. Meski kadang saya dan suami harus gantian menggendong si bungsu yang kecapekan/ ketiduran.

Traveling with kids, apa enggak repot? Tipsnya, biar tidak bosan kita bawa mainan kesukaannya. Juga karena di kota-kota tersebut di berbagai penjuru ada playground, singgah saja sebentar agar mereka bisa bermain. Hemat juga, karena naik metro ada potongan harga untuk anak-anak dan di bawah usia 10 tahun tidak dikenakan city tax untuk sewa apartemen. Bahkan beberapa lokasi free entrance untuk anak-anak. Dan yang paling senang, kalau ajak anak itu kadang didulukan saat antrian.

Traktiran di Tanggal Tua? Coba Temukan Hidden Gems di Treats by Traveloka Eats Saja!







"Yeayy, hari ini UCUN-nya selesai!"
"Iya, UCUN-nya, tapi masih ada Gladi Bersih UN minggu depan dan UN April nanti, kan?"
"Iya sih, Buk! Duh, puyeng belajar tiap hari. Hhhh! Sabtu nanti kita pergi yuk, Buk!"
"Mau kemana?"
"Makaaan!!"
"Ya udah, boleh!"


Sulung saya, kelas IX SMP sedang disibukkan dengan rangkaian persiapan Ujian Nasional. Mulai dari Try Out di tingkat sekolah maupun propinsi, Uji Coba Ujian Nasional (UCUN) di tingkat nasional, Gladi Bersih UN hingga UN pada 20-23 April 2020 nanti. Maka, tak heran setiap hari dia disibukkan dengan pendalaman materi di sekolah juga setumpuk latihan soal yang harus dikerjakan di rumah. Hingga di akhir pekan, dia saya biarkan gegoleran, mengistirahatkan badan dan pikiran. Atau kalaupun dia minta pergi, sebisa mungkin saya turuti. Meski, kalau tanggal tua begini dia minta makan-makan, puyeng juga saya hahaha. Pasalnya, ini anak seleranya seperti kebanyakan anak milenial lainnya, kalau enggak makanan Barat, Jepang ya Korea. Pokoknya prinsip dia, makan di luar itu yang enggak biasa dimakan di rumah. Jadi ya dia main tunjuk saja mau makan apa, sementara Ibunya tinggal berdoa semoga enggak mahal saat bayarnya.🙈😁

Tapi...., itu dulu, saat saya belum mengenal Treats by Traveloka Eats.
Kalau sekarang, traktiran di tanggal tua, saya pakai Treats by Traveloka Eats saja!
Enggak bakal lagi pusing kepala! Apalagi jika nemu Hidden Gems-nya! Yihaaa!!😍


Review Buku: 365 Hariku Bersama Ananda

Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism






Teman-teman, pernah enggak menjumpai seorang anak yang memilih untuk tidak berbicara pada orang atau situasi tertentu, meskipun ia mampu? Mungkin kebanyakan orang - termasuk orangtua si anak itu - menganggap dia pemalu karena sedang berada di tempat baru. Tapi, jika ternyata itu bertolak belakang dengan kebiasaannya di keseharian, di mana di rumah dia sangat aktif, dominan, tipe pengatur juga banyak bicara, tentu kita patut curiga. Pasalnya, bisa saja anak ini mengidap Selective Mutism, sebuah gangguan kecemasan yang membuat anak fobia bicara atau memilih mode "mute" (diam) di lingkungan yang membuatnya tidak nyaman. Sebuah gangguan tumbuh kembang yang jika diabaikan akan berdampak buruk di masa depan. Lantaran kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi merupakan salah satu bentuk kemampuan penting di masa tumbuh kembang anak-anak. Sehingga jika tidak ditangani segera, anak dengan selective mustism ini bisa berlanjut menjadi sosok yang membisu di luar lingkungan yang dikenalnya.

Nah, sebenarnya apa sih penyebab selective mutism? Bagaimana cara menyikapi anak yang mengalami gangguan kecemasan yang bisa terdeteksi saat usia lancar bicara ini? Adakah pola asuh tertentu yang bisa diterapkan agar orangtua tepat menangani sesuai dengan gangguan tumbuh kembang yang dimiliki?

Sebuah buku buah karya Sitatur Rohmah mengupas semua itu dalam "365 Hariku Bersama Ananda - Terapi Mandiri pada Anak dengan Gangguan Selective Mutism". Buku yang didasarkan pada pengalaman pribadi penulis saat membersamai buah hati yang mengalami gangguan selective mutism yang bisa menjadi panduan bagi orangtua, guru dan siapa saja agar tahu apa dan bagaimana cara menanganinya.

Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia

(Kulwap Teman Kumparan Bersama dr. Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator Rumah Vaksinasi Kebagusan)










Persalinan ketiga saya secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Dua bulan setelahnya saya dan anak-anak ikut Bapaknya sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi untuk si Adik yang masih bayi. Ternyata ada bis imunisasi keliling gratis yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemkot New Orleans dan swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!

Ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Meliputi vaksin (saat itu): DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella,Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen dan stiker. Oh ya, kelengkapan imunisasi ini jadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika.

Selama 2 tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadi, imunisasi perlu enggak sih? Pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana. Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

FYI, anak pertama saya lahir belum sempurna hingga meninggal umur 13 hari, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella atau yang lainnya, siapa sangka?😘


Nah, terkait dengan imunisasi, baru-baru ini di WAG Teman Kumparan yang saya ikuti mengadakan Kumparan Talk, kulwap bertema "Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia" pada Rabu, 12 februari 2020. 

Oh ya, narasumber pada Kumparan Talk kali ini adalah dr Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator di Rumah Vaksinasi Kebagusan, Kebagusan II - Jl Melati 55A Pasar minggu, Jakarta Selatan.

Dan summary Kulwap saya rangkum berikut ini, let's check it out!

Healthy Food, Healthy Lifestyle

 Bersama dr. Zaidul Akbar




"Good Food is Good Mood" 

"Penyakit akan muncul dari mood yang naik turun. Mood bisa memengaruhi hormon, fungsi jantung dan pembuluh darah, irama tidur, fungsi imun di tubuh. Bahan baku mood ada di enzim. Mau good mood? Ya makanlah good food, itu kuncinya! Maka jaga 5 panca indera dari hal yang tak penting dan bikin mood bermasalah!"

Demikian Dokter Zaidul Akbar mengawali materinya dalam acara pengajian akbar yang bertema "Healthy Food, Healthy Lifestyle", Rabu 12 Februari 2020 di Aula SDI Al Azhar 8 Kembangan, Jakarta Barat. 

Acara yang "sehat sekali", karena tak hanya materinya yang membahas seputar kesehatan tapi juga snack yang dibagikan kepada peserta adalah rebusan camilan yang terdiri atas ubi jalar (putih-orange-ungu), jagung dan kacang tanah rebus yang diwadahi besek. Tak hanya itu bagi 50 peserta yang datang pertama akan mendapatkan goodiebag berupa rimpang-rimpangan untuk dibawa pulang. 

Dokter Zaidul lebih lanjut mengingatkan jika semua penyakit berat asal muasalnya dari pikiran. Maka sebaiknya jangan berlebihan saat memikirkan sesuatu. Pasalnya perubahan fisiologis hormonal akan memengaruhi fisiologis umum. Untuk itu mumpung sehat kuatkan iman, bertobat dulu sebelum berobat. Solusi spiritual digunakan dulu jika ada penyakit mendekat. Bersihkan penyakit hati baru hilangkan sakit badani. Caranya, perhatikan asupan makanan..

Coz good food is good mood!


Healthy Food


Makanan yang Baik Seperti Apa?


Dokter Zaidul menjelaskan jika makanan yang baik adalah yang tidak banyak mengalami proses pengolahan. Semakin sedikit melewati proses pengolahan maka semakin sehat makanan. Misalnya sayuran, lebih baik dikonsumsi mentah saja. Lalu beri bumbu minyak zaitun, garam dan lada hitam..sudah! 

Dokter yang menyiapkan juga bahan makanan sehat untuk dijadikan contoh bagi seluruh peserta ini pun membagikan resepnya, Rainbow Salad. Di mana sayur-sayuran yang dipakai adalah yang aneka warna karena masing-masing sayuran berwarna ciptaan-Nya ini punya fungsi sendiri. Jadi mereka akan saling melengkapi untuk menjaga kesehatan tubuh kita. 

Warna-warna itu adalah: 

Putih: menguatkan sistem imun tubuh. Contoh: kembang kol, sawi putih, lobak 
Kuning: membersihkan dan melenturkan kulit dari dalam. Contoh: nanas, paprika kuning 
Orange: mencegah inflamasi/peradangan. Contoh: kunyit, temulawak, labu 
Merah: berhubungan dengan darah - memperbaiki fungsi darah dan jantung. Contoh: tomat, paprika 
Ungu: melindungi sistem saraf. Contoh: terong, kol ungu, anggur 
Hijau: untuk detoks Contoh; sawi, brokoli, kacang panjang 



Healthy Food
pembuka acara tutorial make up dari Wardah



Selain itu ada beberapa makanan yang disarankan oleh dokter Zaidul Akbar yang lulusan FK Universitas Diponegoro ini, karena manfaatnya untuk kesehatan, diantaranya:

  • Kurma → kurma mentah yang punya efek ke liver, kurma basah ke lambung
  • Air kelapa muda → mengandung asam amino yang baik untuk detoks hormon. Bisa ditambahkan garam sehat, kasih kurma dan blender. Baik diminum 2-3 kali/minggu
  • Jahe, kunyit, sereh, lengkuas, kasih air panas, disaring lalu perasi air jeruk nipis, tambahkan kurma dan blender. Fungsi: jahe baik untuk pencernaan, lengkuas untuk imunitas, sereh kaya steroid, jeruk nipis baik untuk enzim dan kurma tinggi asam amino
  • Dressing bisa dibuat dari alpukat yang mengandung lemak baik. Caranya: blender alpukat, campurkan dengan garam, lada hitam dan bawang putih.
  • Kayu manis: mencegah kerusakan sel
  • Cengkeh: anti nyeri (Misal untuk sakit flu: minum campuran cengkeh, kapulaga, ketumbar, kembang lawang)






Question & Answer



Banyak pertanyaan yang diajukan peserta, diantaranya:

Apa perbedaan zaitun minum dan untuk urut?
→ Yang diminum adalah Extra Virgin Oil, sedangkan untuk urut minyak refinery

Bagaimana terapi makanan untuk penderita auto imun
→ Konsumsi sayuran dan buah organik

Garam yang sehat yang mana?
→ pilih garam bukan hasil proses pemurnian, sebaiknya pilih garam alami

Berapa lama ketahanan infused water?
→ 8 jam

Tips mengecilkan perut?
→ Konsumsi serat, no gula

Makanan yang efeknya tidak baik bagi tubuh apa saja?
→ gula dan turunannya, transfat (misal: minyak goreng), karbohidrat (beras dan tepung), daging olahan

Apa harus dimakan mentah untuk semua jenis sayur/buah?
→ Jika memang tidak bisa, bisa dikukus dulu sebentar

Bagaimana diet untuk penderita PCOS?
→Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Maka yang utama jauhi stres. Jika kecemasan tinggi sel telur tidak akan matang sehingga enggak bisa dibuahi, akhirnya kehamilan sulit terjadi.



Tips Sehat Ala Dokter Zaidul Akbar



Healthy Food



Oh ya, ada beberapa tips terkait "Healthy Food, Healthy Lifestyle" yang disampaikan oleh Dokter Zaidul Akbar pada acara, diantaranya:

  • Karena perilaku kita dipengaruhi oleh apa yang kita makan, maka ingat “Good Food is Good Mood” jika ingin mendapatkan mood yang baik, maka makanlah makanan yang baik, masih asli, alami tanpa diolah, salah satunya buah dan sayur 
  • Tidak hanya pola makan untuk bisa hidup sehat, pola makan itu hanya sebagian kecil. Dalam Alquran diajarkan kalau makan harus halal dan thayyib, sesuatu yang tidak membuat masalah bagi tubuh kita 
  • Berhenti makan sebelum kenyang, konsep Rasulullah SAW yang simpel karena 'Tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia'. Kalau dia ingin makan berlebih maka jadikan sepertiga untuk makan sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk udara," Jadi, makan itu bagi orang muslim bukan untuk kenyang, makan itu agar dia bisa beribadah 
  • Untuk sehat, stop yang bikin sakit, remove masalahnya, misalnya kurangi makan makanan berminyak. Pelajarilah yang bikin sehat, ditambah belajar puasa. 
  • Enggak ada gunanya kita konsumsi makanan herbal kalau isi piring tidak dibetulkan. Membiasakan diri untuk makan sehat, kalau tidak ya tidak akan terbiasa, jika yang sehari-hari dimakan itu sampah
  • Salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tetap fit, adalah dengan menjaga pola tidur seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Rasul tidur diawal waktu, gunanya untuk mengistirahatkan hormon dan enzim yang ada di dalam tubuh. 
  • Memperbanyak berpuasa. Ketika seseorang membiasakan menahan lapar selama 20 jam, tubuhnya akan menjadi mesin pembakar lemak yang luar biasa. Untuk mengatasi berbagai macam masalah penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, kencing manis dan asam urat. Adalah dengan dengan mengikuti pola hidup Rasulullah SAW dan science membenarkan hal tersebut, yaitu memperbanyak berpuasa, seperti puasa senin kamis, 
  • Mari kita berikan yang terbaik untuk tubuh, salah satunya dengan bersedekah pada diri sendiri. Ketika kita makan makanan yang sehat, saat itu kita sedang bersedekah untuk diri sendiri, dan niatkan menjaga badan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT 

Yuk..hidup lebih sehat lagi!

Ingat tubuh kita akan menjalankan fungsinya dengan baik jika kita tidak membebaninya!💖

Semoga bermanfaat!




Salam Sehat


Dian Restu Agustina














Ancaman Resistensi Antibiotik

(Kulwap MoM ACADEMY Bogor Bersama Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt)








Dulu, jaman anak masih satu, saya dipenuhi kekhawatiran yang berlebihan saat dia sakit. Maklum saja, karena bayi pertama saya meninggal dunia, maka saat anak kedua ada, saya seperti trauma akan kehilangan dia. Ketika dia rewel sedikit langsung saya bawa periksa. Mana kebetulan pula saat itu saya sekeluarga tinggal di rumah dinas perusahaan di mana lokasi rumah saya hanya berjarak sekitar 500 meter saja dari RS yang ada. Jadi ya gitu deh, anak sakit langsung ke dokter. Apalagi sulung saya dulu itu sudah menampakkan gejala alergi dan asma sejak bayi. Jadi sebentar-sebentar batpil, demam, juga sesak napasnya.

Nah, jadilah ia seringkali mengonsumsi obat-obatan, termasuk antibiotik. Ini terjadi hingga kami pindah ke Jakarta pada dua tahun usianya. Dia sudah enggak ASI, lebih kuat, makan cukup,..dan rumah sakit lumayan jauh🙈 Jadi kalau sakit dicoba pakai obat bebas dulu yang umum dosisnya, jika masih enggak berkurang baru ke dokter saya bawa. Tapi teteup, ada antibiotik selalunya di sana. Saya yang awam tentang obat, membiarkan saja hingga saat adiknya lahir dan ditangani dokter anak yang berbeda yang ternyata bertipe enggak gampang kasih antibiotik. Akhirnya saya pun beralih langganan ke dokter anak ini untuk kedua anak saya. Alhamdulillah kini, mereka jarang sekali diresepkan antibiotik, kecuali hanya jika perlu saja. 

Hm..memang antibiotik itu enggak boleh ya? Kalaupun boleh untuk diagnosa yang seperti apa? Bagaimana dengan saran penggunaannya? Apakah ada aturan baku tertentu? Lalu, apa akibatnya jika aturan tidak dilakukan?

Nah, kegalauan banyak orangtua akan antibiotik inilah yang menginspirasi Mothers on Mission (MoM) ACADEMY, sebuah komunitas yang beranggotakan para Mommies dari berbagai wilayah di Indonesia, mengadakan Kuliah WhatsApp (Kulwap) yang bertema Ancaman Resistensi Antibiotik. Narasumber Kulwap adalah seorang Pharmacist & Medicine Expert Andhika Yoan Dirgantara Putri - S.Si., APt dan dimoderatori oleh Mom Ellga Yuthysa dari MoM ACADEMY Bogor.


SCG SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy - Collaboration for Action








SCG SD Symposium untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan tema Circular Economy: Collaboration For Action. Acara dihelat dengan tujuan untuk mendorong para pemangku kepentingan memahami dan menerapkan konsep ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Di mana SCG berkolaborasi dengan para pemimpin organisasi global dan pemerintahan membahas urgensi kolaborasi dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.

Ya, setelah saya menghadiri acara SCG Welcoming Circular 2020 pada 22 Januari 2020 lalu, akhirnya tiba juga di puncak acara Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020 pada 20 Februari 2020.

Bertempat di Hotel The Ritz Carlton Jakarta - Mega Kuningan, acara berlangsung sukses dengan menghadirkan sesi Opening & Inspiration Talk, Panel Discussion, Press Briefing dan Exhibition Tour. Sekedar mengingatkan, acara yang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 2 siang ini diinisiasi Siam Cement Group (SCG), sebuah perusahaan konglomerasi terkemuka di ASEAN.

Imunoterapi, Solusi untuk Kualitas dan Harapan Hidup Pasien Kanker yang Lebih Baik Lagi








Saya menatapnya dengan rasa duka luar biasa. Sungguh tak mengira, berselang enam bulan saja tak bersua perubahan fisiknya begitu nyata. Rambut yang habis, mata cekung, badan kurus, wajah pucat pasi...Sediiiih saya melihatnya! Tapi masih ada senyum merekah di bibirnya. Itu yang bikin saya malu untuk menangis di depannya. Yuli, sepupu sekaligus saudara sepersusuan saya terlihat tegar di tengah perjuangan melawan ganasnya kanker yang menyerang payudaranya. Ia terlihat begitu bersemangat di tengah kondisinya yang kurang sehat. Sementara jauh di Ibukota, saya sering mengeluh akan hal remeh-temeh yang kalau dipikir sebenarnya sepele saja. Obrolan singkat dengannya membuat saya kagum pada semangat begitu banyak penyintas kanker yang selama ini telah menapaki hari dengan berbagai proses penyembuhan yang dijalani. Semua tahapan yang sungguh menguras waktu, biaya, energi dan emosi.


Hotel Aryaduta Jakarta, Hotel Lama yang Masih Berjaya






"Di kamarmu enggak ada yang aneh, kan?"
"Enggak!"
"Beneran..memang aneh apaan?"
"Enggak sih, kirain..!"

Begitu obrolan saya berempat dengan teman yang beda kamar saat sarapan di hari kedua menginap di Hotel Aryaduta Jakarta untuk event BI Netifest 2020.

Sementara saat saya menjawab, Evi Syahida (Visya), teman sekamar saya hanya senyum-senyum dalam diamnya. Dan saya baru tahu arti senyumnya beberapa hari di WAG Kelas Blog kami, setelah sampai rumah masing-masing.

Ternyata oh ternyata beberapa teman mendapati hal horor saat menginap selama 4 hari 3 malam di hotel ini. Hm, benarkah? Kok saya enggak merasa sih? Atau karena saya terlalu bahagia sehingga mengabaikan segala rasa yang telah ada hahaha😁

Katanya pula, karena ini hotel tua ya gitu deh, jadi ada penampakan yang seharusnya enggak nampak atau sengaja menggoda agar tertampak. Tuh bingung enggak dirimu? kwkw

Jadi gini cerita lengkapnya....


Tips Perawatan Rambut yang Diwarnai 






Uban adalah masalah utama rambut ketika usia kian senja. Seperti saya yang satu waktu nyesek melihat penampakan helaian rambut putih di kepala yang kian hari kian banyak saja. Lalu, saat ngaca merasa iba pada diri sendiri dan berkata:

"Duh, kasihan sekali dia, tua banget yaa..!"

Maklum, sudah kodratnya perempuan menolak tua.
Maunya setiap ketemu teman arisan komentarnya:

"Jeung, dirimu nih awet muda, apa rahasianya?",
"Sis, Makin glowing aja, skinker-nya apa?"
"Duh, kurusan lho Mbak, apa sih resepnya?"

Ya, tak peduli berapapun usia, ketika dipuji cantik dan awet muda maka pipi perempuan pun merona dan hati berbunga-bunga. Maka, tak heran saat menemukan uban di kepala rasanya seperti mimpi buruk saja. Meski, perempuannya berhijab macam saya, rasa galau pasti juga melanda. Pasalnya, saat di rumah dan enggak berhijab, nampak suami dengan rambut putih begini, duh...langsung turun drastis deh rasa percaya diri!! Jangan-jangan dalam hati suami mbatin nanti:

"Lho..Istriku kok sudah kayak nenek-nenek begini!"

Huaaa! 😭

Hutan Sumber Pangan Anugerah dari Tuhan






Dari balik jendela, saya melihat Ibu menyerahkan selembar uang pada nenek itu. Tak lama setandan pisang pun berpindah ke tangan Ibu. Mbah Nah, sang nenek pun berlalu dengan rona bahagia tergambar di muka. Dimiringkannya rinjing kosong yang tadi berada di punggungnya. Ternyata memang tak salah harapannya. Pisang yang dibawa dengan berjalan kaki dari rumahnya di lereng perbukitan gugusan Gunung Wilis, akhirnya terjual habis. Yang terakhir, Ibu sayalah yang membelinya semua. Pelanggan setia yang tak pernah menolak apapun yang dijualnya. Mbah Nah, setiap minggu memang selalu datang membawa sesuatu. Pisang, singkong, ubi jalar, nangka, sukun, daun ubi, daun pakis, jambu, rebung, mangga podang, petai, ontong, lamtoro, daun lompong dan aneka bahan pangan lainnya. Dia berjalan kaki dari kampung ke kampung untuk menawarkan dagangannya. Termasuk ke kampung saya, di mana Ibu selalu menyambutnya dengan sukacita. Bagaimana enggak senang Ibu melihatnya datang, bahan pangan yang dibawanya selalu segar karena memang baru saja dipanen dari hutan.


Review Buku: Acatalepsy | Ketika Sudut Pandangmu Tak Sama dengan Sudut Pandangku






Sebuah hal bisa saja dipahami berbeda oleh masing-masing orang. Ada yang pro dan ada yang kontra saat menyikapinya. Dan ini sah-sah saja bahkan menyenangkan karena hidup manusia bakal lebih berwarna. Demikian juga jika sebuah isu diangkat menjadi tema dalam sebuah buku. Bisa jadi ada pembaca yang setuju adapula yang tak sepakat dengan itu. 

Nah, Nonny Ranggana mengemas ketidaksepahaman dalam menyikapi sebuah kejadian dan mengemasnya dalam sebuah kumpulan cerita pendek khusus dewasa yang dinamai Acatalepsy!


Blurb


"Seharusnya kamu cerai, Tih,” kataku memecah keheningan di dalam mobil.

"Dia sudah minta maaf, Sa," ujar Ratih hampir berbisik karena menahan sakit.

"Gak cukupl Dia harus dijebloskan ke penjaral” kataku tegas.

"Anak-anak nanti sedih,” ujar Ratih sambil menyeka air mata yang turun dari sudut matanya.

"Anak-anak pasti ngerti, Tih, Mereka juga gak akan mau melihat ibunya seperti ini,” sahutku berusaha meyakinkannya, kemudian mendengus kesal pada perempuan lemah yang kini menunduk dan membisu

Atas nama cinta seorang istri, Ratih rela bertahan walau terus disakiti, Atas nama cinta pula sang suami terus menerus menyakiti, meninggalkan jejak luka. Cinta dalam drama kehidupan manusia.

Acatalepsy, sesuatu yang tidak bisa dipahami. Salah atau benar, tidak dapat disimpulkan secara pasti. 
Drama kehidupan berumah tangga yang kerap diwarnai oleh kontradiksi, romantisme, dan komedi.

Pada akhirnya, untuk memahami Acatalepsy hanya tergantung dari sudut pandang, Sudut pandangku mungkln saja tidak sama dengan sudut pandangmu, tapi hanya perlu satu hati untuk memahami.

Mengapa Perlu Mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu?






Kota Bengkulu tidaklah seluas Jakarta. kemana-mana dekat saja apalagi kemacetan jauuuh tak separah Ibukota. Maka ketika di hari terakhir berada di kota ini kami memutuskan berkeliling kota, 4 tempat bisa kami jabani akhirnya. Rencana sebelumnya, kami akan stay di kota yang merupakan ibukota provinsi Bengkulu ini selama 4 hari. Tapi apa mau dikata, suami saya sakit saat di perjalanan Bandar Lampung - Bengkulu, hingga mesti bedrest selama 3 hari. Ya, manusia berencana, Allah menentukan ending-nya apa. Jadilah kami hanya punya waktu satu hari untuk mbolang di kota yang pernah dikuasai Inggris ini. Beberapa itinerary menuju luar kota kami coret dan pilihan tujuan terdekat akhirnya dijalani.

Pertama, kami mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno yang adalah Ibu Negara Pertama RI yang memang asli Bengkulu sini. 

Sebuah rumah masa kecil yang dipenuhi memorabilia Ibu Fatma, meski sejatinya banyak kesimpangsiuran berita jika sejatinya ini bukan rumah masa kecil Beliau yang asli?

Hmm...., jadi ini rumah siapa?

Mesin EDC SPOTS, Perlancar Operasional Penjual Dongkal 






"Dongkalnya satu ya, Mas, terus Klepon 1, Putri Ayu 5, Mata Rodanya juga 5"
"Iya, Buk"
"Jadi berapa?"
"Tiga puluh ribu"
"Eh, itu ada mesin EDC, bisa pakai kartu debit ya?"
"Bisa, Bu. Malah seneng saya, susaaah cari uang kembalian"
"Ya sudah, saya pakai debit saja"


Saya pun mengeluarkan kartu debit yang saya miliki. Dengan sigap, Mas Edi, penjual Kue Dongkal itu mengambil mesin EDC SPOTS yang ada di dekatnya, setelah selesai menyiapkan semua. Dia pun memencet-mencet tombol lalu meminta saya menyisipkan sendiri kartu di situ (maklum dia sedang sibuk menyiapkan pesanan berikutnya). Setelah saya masukkan PIN, enggak lama keluar resi bukti transaksi. Ada tertulis apa saja yang saya beli, nominal harga dan jumlah total pembeliannya. 

Tertarik, saya pun nanya-nanya...

"Memangnya enggak rugi, Mas, pakai mesin EDC?"
"Enggak, Buk. Enggak mahal kok harga mesin EDC ini, sewanya juga masih nyampe lah, lebih untung malah!"
"Wah, Alhamdulillah!"

Ternyata Mas Edi sudah beberapa bulan belakangan memakai mesin EDC SPOTS - powered by Gojek  ini di lapaknya. Usaha yang sudah ditekuni selama 10 tahun pun jadi makin lancar jaya karena selain menguntungkan baginya, mesin EDC SPOTS yang sekaligus adalah perangkat kasir ini juga memudahkan bagi pembeli. Pasalnya, mesin EDC SPOTS menerima pembayaran dengan kartu debit dan semua pembayaran digital dengan kode QR berbasis QRIS. Bahkan dalam waktu dekat, mesin ini bisa menerima pembayaran dengan kartu kredit!!

Waaaah!!


Mengunjungi Kadal Raksasa di Pulau Rinca





Atraksi utama yang ditawarkan Labuan Bajo adalah komodo. Si kadal raksasa yang mendunia karena keunikannya. Bayangkan saja, spesimen yang pernah hidup bisa berukuran panjang 3,13 meter dan berat 166 kg. Maka tak heran julukan sebagai kadal terbesar di dunia disematkan padanya. Dan istimewanya, mereka hanya ada di Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara, yakni di Pulau Komodo, Gili Motang dan Pulau Rinca. Tempat-tempat indah yang jadi rumah bagi ora (nama yang disandang komodo dari bahasa setempat) yang sangat tepat sebagai tujuan wisata. Meski saat mengunjungi, ada beberapa hal yang mesti diwaspadai. Misalnya: jaga jarak, jangan tiba-tiba bergerak, jangan teriak-teriak dan bagi perempuan lebih baik saat sedang tidak hamil atau datang bulan. Yup, ketika berwisata, memang semestinya kita menghormati aturan dan kearifan lokal, agar semua berjalan aman dan nyaman.


Kanker Nasofaring, Telat Terdeteksi Karena Letak Tersembunyi





Kanker menjadi salah satu dari 5 jenis penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), kanker, hipertensi, diabetes melitus, stroke dan gagal ginjal kronis mengalami peningkatan dalam prevalensi sehingga memerlukan perhatian dan kewaspadaan dari kita semua.

Betapa tidak, khususnya kanker, data prevalensinya (data jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) naik dari 1,4% menjadi 1,8% pada tahun 2018. Di mana ditemukan, kenaikan prevalensi untuk penyakit kanker ini diantaranya disebabkan oleh pola hidup tidak sehat masyarakat. Maka, penerapan gaya hidup sehat sangat diperlukan sebagai langkah pencegahannya. Juga, peduli kesehatan sejak dini adalah kunci hidup bermakna di masa kini. Tak lupa, kewaspadaan akan gejala yang dirasa sangatlah penting bagi kita. Pasalnya, gejala kanker pada umumnya tidak disadari oleh penderita. Sehingga banyak penderita kanker baru mengunjungi dokter bila sudah ada keluhan. Tak jarang pada saat itu, kanker sudah dalam stadium lanjut sehingga memperumit langkah pengobatan.

Jadi, pencegahan dan deteksi dini adalah solusi sebelum kanker ini berkembang dan mematikan. Tapi, sayangnya beberapa jenis kanker telat terdeteksi karena letaknya yang tersembunyi, gejala awalnya tidak jelas dan keluhannya yang terlalu umum. Ini membuat orang abai dan akhirnya mayoritas pasien yang terdiagnosa sudah memasuki stadium tinggi ketika tiba.

Kanker nasofaring, diantaranya...

Powerful Content and Positive Vibes





Teman, pernah enggak dirimu membaca sebuah artikel di media atau blog pribadi yang isinya nyaris sama? Biasanya tuh berita tentang sebuah acara di mana baik wartawan maupun blogger yang meliputnya mendapatkan press release dari panitia penyelenggara. Nah, karena sudah ada rangkuman kegiatan mulai dari nama acara, narasumber sampai ke kutipan pernyataan mereka, maka lengkaplah sudah jika rilis ini dijadikan berita. Tapi sayangnya, ada diantara peliput ini langsung copy paste alias copas isi press release-nya, tanpa ada awalan, imbuhan, akhiran apalagi membuat versi mereka sendiri. Alhasil, saat nemu beritanya di media A isinya sama pleggg ketiplegg dengan di media B. Juga di blog-nya si Anu sama persis artikelnya dengan blog si Itu. Hingga pembaca akhirnya dibuat eneg karena mendapat ulasan yang itu lagi itu lagi. Padahal, coba jika sang peliput menulisnya dalam versi sendiri juga mengamati dari sudut pandang yang tak sama dengan temannya. Pasti artikel yang disajikannya akan menarik, beda dan bakal istimewa. Akan ada sebuah tulisan yang powerful dan enak dibaca, syukur-syukur berdampak nularin energi positif ke pembacanya.

Lalu bagaimana cara menulis konten yang kuat sekaligus bisa memberikan pengaruh positif untuk pembaca?

Mas Nurulloh, Chief Operating Officer (COO) Kompasiana, membagikan ilmunya kepada finalis Kelas Blog BINetifest 2020 di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis 16 Januari 2020 silam.

Gambut Tidak Bisa Terbakar Sendiri? Jadiii......






"Dari nenek moyang, orang tua kita dulu, memang bertanam harus dibakar, karena apa, alasannya padi yang kita tanam tidak akan subur kalau tidak ada abu. Itu memang sudah mendarah daging di kita, bahwa kita harus tetap membakarnya. Sejak kejadian 2015 kemarin, stop otomatis kita, tidak da lagi membakar, sedikitpun. Karena apa. di situ kita ada Undang-Undang, harus denda dan lain sebagainya..." (Theti N.A - petani Kalimantan Tengah)


Theti N.A, petani dari desa Mentangai Hilir, Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah nampak bersemangat sekali menceritakan kegiatannya. Pasalnya, lahan gambut yang digarap bersama sekitar 10 orang ibu-ibu lainnya telah menghasilkan dan bisa membantu perekonomian keluarga. Juga, lahan yang dulunya tiap selesai panen harus dibakar untuk menyongsong musim tanam berikutnya, kini tak perlu proses ini lagi. Karena Ibu Theti dan warga telah dibantu oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk bercocok tanam dengan cara perawatan tertentu, tanpa bantuan dari abu. Dan yang terpenting, tak ada lagi bayang-bayang ketakutan jadi korban kebakaran lahan dan hutan seperti tahun 2015 silam. Kejadian kebakaran besar akibat lahan yang dibakar yang berdampak pada asap tebal yang sampai merenggut nyawa warga. Sebuah peristiwa yang membuat mereka sadar bahwa lahan gambut ini mesti dijaga bukan untuk dibakar dengan sengaja.