Drama PPDB Jakarta

Anak Sulung saya akhirnya bisa diterima di SMA Negeri setelah ada sedikit drama saat proses pendaftarannya. Seperti yang sudah banyak diliput media, PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) Jakarta memang menuai banyak kontroversi. Pasalnya ada beberapa poin yang berbeda dari aturan baku yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Nah, karena Jakarta adalah pusatnya negara juga berita maka wajar jika menjadi-jadi kehebohannya. Termasuk drama yang mengiringinya!!


PPDB DKI
foto setelah acara Haflah Akhirusannah (Wisuda Virtual) SMP di rumah



Ketika UN Batal!


Jadi, tahun ini untuk pertama kali UN (Ujian Nasional)  ditiadakan karena pandemi. Rencananya, Mendikbud Nadiem Makarim memang akan menghapus UN mulai tahun depan. Nah, berhubung wabah merebak, rencana ini dimajukan. Pun, kegiatan PPDB yang identik dengan berkumpulnya massa diubah sistemnya menjadi online semua berdasarkan Surat Edaran Menteri Kemdikbud No.4 Tahun 2020. Yang isinya terkait mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah.

Bener-bener tahu bulat alias dadakan aturannya! Bikin banyak orang tua dan anak shock dan ....kecewa!

Gimana enggak coba, anak saya selama kelas 9 sudah berjuang secara intensif selama setahun mengikuti Penambahan Materi (PM) pagi-pagi sebelum pelajaran resmi dimulai. Hingga jam 6 kurang dia sudah berangkat ke sekolah, lalu membawa setumpuk latihan soal ke rumah. Hari Sabtu juga ada tambahan waktu untuk materi khusus dari guru juga sesekali uji coba ujian diadakan. 

Pokoknya full schedule! Sampai saya kasihan melihatnya. Maka saya dan Bapaknya, di awal memutuskan enggak memasukkan dia lagi ke bimbel untuk tambahan latihan. Karena bisa-bisa otaknya ngebul, kasihan!

Maka, ketika ternyata UN batal, rasanya antara senang dan kecewa...Senang karena enggak perlu jagain UN buat dapat nilai memasuki SMA. Kecewa karena ibarat tentara sudah siap tembak amunisi dengan semangat bela negara tinggi, eh dikabari buat mundur lagi karena perangnya enggak jadi hihihi

Tapi, apapun itu, tetap ada hikmahnya, PPDB berubah formatnya hingga berbuah banyak....drama!!!


ppdb DKI





Tentang PPDB Jakarta


(*Saya menulis berdasarkan pengalaman mengikuti PPDB (online) Jakarta untuk tingkat SMA, untuk tingkat sekolah lainnya bisa saja berbeda)

Nah, ketika ingin mendaftar PPDB Jakarta, kita bisa buka akun-nya di ppdb.jakarta.go.id. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membuat akun. Akun ini akan membuat pendaftar memiliki nomor pendaftaran yang bisa dipakai untuk mengikuti beberapa jalur yang ada sesuai kualifikasinya, yakni:


Afirmasi

  • Anak Panti yang memiliki Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh Kepala Panti Sosial Anak Asuh
  • Anak pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) 
  • Anak dari pekerja yang memiliki Kartu Pekerja Jakarta yang terdaftar dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta paling akhir tanggal 1 April 2020
  • Anak dari pengemudi yang memiliki Kartu Pengemudi Jak Lingko yang terdaftar dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan / atau Surat Keputusan dari Direksi PT Transjakarta paling akhir tanggal 1 April 2020
  • Anak berprestasi yang tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Atlet Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan 
  • Anak yang tercantum dalam Berita Acara Serah Terima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial ke Dinas Pendidikan 

Inklusi

Memiliki nilai rapor SMP/SMPLB/MTs/ Paket B, 5 semester terakhir (kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 semester 1)


Anak Tenaga Kesehatan Korban Covid-19

Memiliki Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan bagi Anak Para Tenaga Kesehatan yang meninggal dunia dalam penanganan Covid-19 atau Surat Keterangan dari Pimpinan Instalasi Kesehatan tempat bertugas atau dari Instansi yang berwenang lainnya


Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru


Zonasi

Untuk jenjang SMA, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020. Dalam hal jumlah pendaftar PPDB jalur Zonasi melebihi daya tampung maka dilakukan seleksi dengan urutan langkah sebagai berikut:

  1. Usia Calon Peserta Didik Baru
  2. Urutan pilihan sekolah
  3. Waktu mendaftar


Prestasi Non-Akademik

Prestasi di luar bidang akademik


Prestasi Akademik

Berdasarkan nilai Rapor SMP/MTs/Paket B, 5 semester terakhir (kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 semester1) dikalikan nilai akreditasi sekolah


Zonasi Bina RW

Jalur Zonasi untuk Bina RW Sekolah Calon Peserta Didik Baru adalah lulusan Tahun 2020 dan belum diterima di jalur sebelumnya dengan catatan beralamat satu RW dengan sekolah yang dituju


Tahap Akhir

Jalur untuk Calon Peserta Didik Baru yang belum diterima di semua jalur yang ada


PPDB DKI



Bagaimana Proses Pendaftaran PPDB Anak Saya?


Nah, jujur saat pertama membuat akun dan baca aturan seleksi jalur zonasi, saya sedikit lega. Pasalnya anak saya termasuk cukup umurnya. Memang saat pertama masuk SD dia di kategori pas untuk anak SD Negeri meski tergolong tua untuk anak SD Swasta. Ya, anak saya lahir bulan Oktober 2004. Jadi ketika masuk SD umurnya 6 tahun 8 bulan. Ini karena saat itu kami tinggal di Amerika dan mau daftar kelas 1 SD enggak bisa. Karena aturannya masuk kelas 1 harus berusia 7 tahun per 30 September tahun berjalan. Akhirnya dia masuk level Kindergarten (TK) di sana dan ketika balik lagi ke Jakarta dia baru masuk kelas 1.

Tapi, ternyata rencana enggak seindah bayangan saya.....

Saya bertempat tinggal di Jakarta Barat. Ada 9 sekolah yang bisa dipilih di zonasi ini. Pilihan bisa 3, jurusan sama di sekolah yang sama, atau jurusan berbeda di sekolah berbeda. 

Oh ya, usia anak saya ditampilkan di data 15 tahun 8 bulan 5 hari.

Nah, saya pun mencoba daftar di hari pertama. Nangkring nama anak saya di sana, enggak pakai lama makin merosot urutannya hingga bablas pindah ke pilihan kedua. Beberapa menit saja turun lagi ke pilihan ketiga.

Duh, dagdigdug...karena umur anak yang bikin anak saya makin turun itu di atasnya semua. Jauh malah...Hiks!

Saya tetap berusaha, hingga mencoba di 8 sekolah lainnya. Namun, sama hasilnya...namanya nangkring sebentar terus...hilang. Syediiih!

Sementara, hasil jalur zonasi ini, saya lihat di statistik akhir, usia yang tertinggi 20 tahun 2 bulan 2 hari (di Kota Jakarta Pusat) hari  dan yang termuda 13 tahun 6 bulan 5 hari (di Kab Kepulauan Seribu)

Meski yang terbanyak memang 15-16 tahun. Tapi rerata di atas anak saya, ada yang di bawahnya tapi sekolah tersebut bukan masuk zonasi kami.

Jadi....gagal lah masuk negeri via jalur zonasi!



PPDB DKI




Lalu, Bagaimana?


Saya sempat hopeless! Ya ampun, cari sekolah aja segini susah. Baru SMA lho, gimana nanti kuliah? Huwaaaa!!

Saya dan suami sudah mikirin plan B. Selain mau mencoba jalur Prestasi, kami juga cari info tentang SMA swasta. 

Sejatinya anak saya SD dan SMP bersekolah di sekolah swasta Islam. Jadi kalau mau lanjut di perguruan yang sama juga gapapa. Tapi, jauh hari saya dan suami memang berniat untuk SMA negeri saja. Karena, jujur meski sekolah ini bagus kualitasnya tapi saya khawatir dengan gaya hidup keseharian yang nantinya bisa berpengaruh ke anak saya. Juga, biaya yang berlipat pastinya.

Saya sudah dapat info, jika ingin melanjutkan ke SMA Al Azhar (seperti SD dan SMP-nya), berarti harus ke SMA Al Azhar pusat yang berlokasi jauh dari rumah. (Anak-anak bersekolah di SD/SMP Al Azhar yang dekat rumah bukan yang di pusat).  

Untuk biaya masuknya saya dapat info sekitar 35 juta dengan SPP sekitar 2 juta/bulan. Berarti selain mikir biaya sekolah juga ada biaya transportasi khusus, uang jajan dan lifestyle budget dikarenakan teman-temannya rata- rata berasal dari kalangan "istimewa". Ini yang membuat saya dan Bapaknya enggan menyekolahkan anak di sana. Meski, jika terpaksa, apa mau dikata.

Pilihan lain, saya mendapat info tentang SMA Muhammadiyah, yang cukup jauh juga dari rumah. Biaya masuknya 16 juta dengan SPP 750 ribu/bulan. Mendingan!

Dua sekolah ini akhirnya jadi alternatif jika anak saya nanti gagal masuk negeri. Meski sempat intip juga sekolah internasional yang deket banget dari rumah yang ternyata harganya...bikin terbelalak mata hahaha


Bagaimana Seleksi Jalur Prestasi?


Nah, tibalah seleksi jalur prestasi. Mendaftarnya mudah saja, saat menuliskan nomor siswa (dari sekolah) maka sudah tercantum semua data yang diminta. Tertera di sana data nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris kelas 7 semester 1 dan 2, kelas 8 semester 1 dan 2, serta kelas 9 semester 1. 

Nilai rata-rata kemudian dikalikan dengan nilai akreditasi sekolah asal.

Nilai anak saya Alhamdulillah lumayan. Ditunjang nilai akreditasi sekolahnya yang juga tinggi, 98. Hingga hasil akhir nilai yang dipakai seleksi pun mencukupi.

Beberapa anak teman, nilai rapot lumayan tapi nilai sekolah rendah, hingga hasil akhir enggak bisa nembus sekolah pilihan. Begitu juga sebaliknya, ada yang nilai rapotnya hancur padahal nilai akreditasi tinggi, jadi gagal juga akhirnya.

Oh ya hasil nilai rata-rata inilah yang kemudian diseleksi sesuai kuota siswa sekolah yang dituju. 

Saya mendaftarkan anak di jurusan IPA di 3 sekolah yang berbeda. Tak sama dengan jalur zonasi, ternyata pergerakannya lebih lambat karena yang dipakai seleksi adalah nilai. Tapi, karena pilihan 1 hanya ada kuota 21, maka anak saya pun tersingkir dan turun ke pilihan sekolah kedua. Hari kedua dia masih aman berada di sana hanya sempat turun beberapa kali urutannya. Hingga hari penutupan, dia ada di urutan 17 dari 33 siswa yang diterima. 

Nilai tertinggi di Jalur Prestasi di SMA anak saya ini 8823,92 dan nilai terendahnya 8358,84.

Alhamdulillah!


PPDB DKI

 

Jadi PPDB (Online) Jakarta Yes or No!


Ada 6 kota dan kabupaten di Jakarta dengan 115 SMA Negeri. Kondisi demografi yang membuat PPDB-nya menjadi berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya. Ini masalah utama yang digugat para orang tua murid lewat berbagai aksi baik turun ke jalan maupun lewat jalur hukum. Terlebih PPDB berbarengan dengan pandemi di negeri ini yang membuat banyak orang jatuh di sisi ekonomi. Apalagi Jakarta adalah provinsi yang sejak lama menggratiskan biaya sekolah sampai tingkat SMA.

Kalau menurut saya, sistem PPDB  yang baru ini  memang ada plus dan minusnya (ini berdasarkan pengalaman di Jakarta - daerah lain mungkin berbeda), diantaranya


YES!!

  • Sistem online lebih hemat waktu, tenaga dan biaya
  • Kemudahan proses pembuatan akun, pendaftaran dan semua proses online-nya
  • Ada berbagai jalur pendaftaran, jadi bisa disesuaikan dengan kualifikasi anak kita
  • Akan tercipta pemerataan pendidikan bagi semua kalangan dengan beberapa pilihan kesempatan
  • Mengedepankan transparansi, karena semua orang bisa mengawal proses PPDB ini (meski info data pribadi tetap dirahasiakan)
  • Untuk jalur Prestasi Akademik memakai nilai rapot sehingga sejak awal siswa sudah bersemangat dan tidak hanya gas poll di tahun terakhir jelang UN saja
  • Ada juga jalur Prestasi Non-Akademik yang menampung anak berprestasi sesuai bakatnya
  • Sekolah juga jadi bersemangat mencapai nilai akreditasi tinggi sebagai acuan siswa mendaftar sekolah nanti
  • Ke depan, semua sekolah negeri bisa punya standar yang sama, enggak ada sekolah favorit lagi yang membuat anak (dan orang tua) yang enggak bisa memasukinya jadi berkecil hati

NO!!

  • Seleksi Zonasi yang berdasarkan usia rentan disalahgunakan oleh angkatan sebelumnya yang bisa mendaftar lagi sehingga menggusur kesempatan angkatan tahun berjalan. Kemungkinan ada yang enggak naik kelas di sekolah lama lalu mendaftar di sekolah baru
  • Sosialisasi yang kurang sehingga banyak orang tua murid yang salah paham (mungkin juga karena dadakan). Akhirnya bikin banyak orang kebingungan
  • Tetap tak bisa dideteksi siapa-siapa anak yang sebenarnya tidak berdomisili di Jakarta. Karena memang persyaratan calon siswa terdaftar di Kartu Keluarga domisili provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, ada yang dititipkan ke KK kakek/neneknya atau kerabat lainnya padahal yang bersangkutan sebenarnya tinggal bersama orang tua bukan di Jakarta tapi di Tangerang, Depok atau Bekasi, Ini tentu akan menghilangkan kesempatan calon siswa yang sejatinya berdomisili asli di DKI.


PPDB DKI


PPDB Baru Demi Pendidikan yang Lebih Maju


Nah, sebagai penutup, saya berpendapat jika sistem PPDB yang baru ini memang masih memiliki kekurangan. Seperti PPDB Jakarta saja, yang last minute, karena protes orang tua jadi disesuaikan. Yakni ada penambahan kuota siswa. Tapi wajar kalau yang pertama selalu jadi pembelajaran, kan?

Semoga ke depan makin baik sistemnya dan jika nanti ganti Mendikbudnya enggak ganti lagi caranya haha. 

Seriusan, kalau sudah punya anak sekolah itu terus gonta-ganti sistem gitu, ngeluuuu!! 

Juga, semoga pemerintah makin dimampukan untuk bisa menampung semua calon siswa ke sekolah negeri sehingga tinggal daftar saja sesuai domisili/zonasi (seperti pengalaman saya nyekolahin anak di sekolah negeri di Amerika yang gratis dan pasti masuknya)

Hm...apalagi ya..

Oh ya, semoga wajib belajar nambah, enggak cuma 9 tahun, tapi 12 tahun. Sehingga SD-SMP-SMA biayanya gratis di seluruh Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa ini makin mumpuni.


Last buat not least, buat yang putra-putrinya belum bisa masuk ke sekolah negeri, semoga dilancarkan rejeki sehingga dimampukan untuk membiayai. Untuk yang masuk kualifikasi KJP atau bantuan dana pendidikan lainnya nanti bisa mengajukan lewat sekolah karena meski swasta juga ada jatah.

Sementara, bagi yang masih beberapa tahun lagi putra-putrinya sekolah, bisa direncanakan sejak dini biaya pendidikannya, baik sekolah formal maupun non-formal ya. Karena bagaimanapun, investasi dalam pendidikan itu sangat perlu karena akan terpakai sepanjang waktu. Ingat jika,

"Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia." (Nelson Mandela)
 

 Salam Semangat


signature-fonts

Yuk Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasikan, Kendalikan!

Kedua anak saya merupakan penderita asma. Saat kekebalan tubuhnya sedang menurun dan ada pemicu tertentu, maka asmanya bisa kambuh tiba-tiba. Pemicu ini yakni: debu, serbuk sari, bulu binatang dan udara dingin yang terhirup mereka. Di mana alergen ini akan menyebabkan paru-paru meradang dan saluran udara yang membawa udara jadi membengkak dan terisi lendir. Efeknya, aliran udara terhambat dan menyebabkan gejala asma, seperti batuk dan sesak napas. Selain itu, beberapa makanan juga bisa memicu alergen yang menyebabkan asma datang tanpa diundang. Meski seiring bertambahnya usia mereka makin jarang kambuh asmanya, tapi kondisi pandemi saat ini tak ayal sangat membuat khawatir saya.




Pandemi yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia beberapa bulan terakhir memang membawa kekhawatiran bagi semua orang, terutama bagi para orang tua - termasuk saya - yang memiliki anak dengan kondisi kesehatan yang rentan gangguan. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, data terakhir yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menunjukkan kasus anak yang terkonfirmasi positif di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Tingginya angka kasus menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok usia yang rentan mengalami penularan di masa pandemi, termasuk anak yang alergi dengan protein susu sapi.

Ya, masalah alergi, termasuk alergi susu sapi ini nyatanya memang tak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi di masa pandemi di mana alergi yang merupakan respon sistem imun yang tidak normal saat mengenali bahan yang sebenarnya tak berbahaya bagi orang lain ini, memang masih kurang dipahami. Masyarakat terutama orang tua banyak yang belum sepenuhnya menyadari alergi susu sapi yang dialami buah hatinya. Padahal jika sudah bisa dikenali gejalanya, lalu dikonsultasikan pada dokter terpercaya, maka alergi bisa dikendalikan agar tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal.

Seperti yang disampaikan oleh Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes di kesempatan Webinar  "Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju", yang saya ikuti pada 29 Juni 2020 yang lalu.

“Kesehatan anak di masa pandemi ini memang rentan, termasuk anak yang alergi terhadap protein susu sapi, karena sistem daya tahan tubuhnya unik dan lebih sensitif. Untuk itu, pemahaman masyarakat khususnya orang tua mengenai penyebab terjadinya alergi susu sapi pada Si Kecil perlu terus ditingkatkan. Sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat agar kesehatannya terus terjaga dan ia tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal seperti anak-anak lainnya”

Lalu, bagaimana caranya?


Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes



Tentang Alergi Susu Sapi



Apakah Alergen Itu? 

Sebelum membahas lebih jauh tentang alergi susu sapi, di kesempatan ini Prof. Budi menjelaskan terlebih dulu tentang apa alergen itu. Dikatakan bahwa, alergen merupakan pencetus alergi yang bisa berupa makanan dan/atau sesuatu yang terhidup. 

Nah, contoh alergen yang termasuk makanan, diantaranya: susu sapi, makanan laut (udang, kepiting, udang karang), kacang tanah, tree nuts (kacang pohon seperti hazelnuts, kacang almond, kacang mede), ikan, telur dan gandum. 

Sementara untuk alergen yang berupa sesuatu yang terhirup, misalnya: tungau debu rumah, serpihan kulit binatang, serbuk sari tanaman, jamur kapang dan kecoak.


Lalu, Apakah Alergi Susu Sapi Itu?

Sementara tentang alergi susu sapi, lebih lanjut Prof. Budi menjelaskan, 

“Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling banyak dialami anak. Gejala yang muncul akibat anak alergi susu sapi biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel."

Prof. Budi kemudian menyebutkan jika alergi susu sapi pada anak diakibatkan oleh respon sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi: whey dan kasein. Di mana reaksi-reaksi ini dapat diperantarai IgE (Immunoglobulin E - antibodi yang dihasilkan sistem imun untuk melawan zat yang dianggap ancaman bagi tubuh) atau non-IgE. Yang mana reaksi alergi yang diperantarai IgE cenderung memiliki manifestasi klinis yang lebih berat, memakan waktu lebih lama untuk sembuh tetapi lebih mudah untuk mendiagnosanya. 

Oh ya, angka kejadian yang memungkinkan timbulnya alergi susu sapi pada Si Kecil berdasarkan penelitian adalah 0,5%-7,5%. Dengan catatan, kejadian akan berkurang seiring bertambahnya usia. Sedangkan untuk manifestasi terbanyak yang bisa timbul adalah Dermatitis Atopik dengan angka kejadian sebesar 35%.

Sementara untuk tingkat kesembuhan alergi susu sapi ini, angka remisinya:
  • Tahun pertama: 45-55%
  • Tahun kedua: 60-75%
  • Tahun ketiga: 90%
  • Tahun kelima: 97%




Kejadian Alergi Susu Sapi

Etapiiii, sejatinya seberapa banyak sih anak penderita alergi susu sapi ini? 

Terkait hal ini, Prof. Budi menyebutkan data dari klinik anak di RS Cipto Mangunkusumo yang pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi. Juga, didapatkan data jika hingga 7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia. Tak hanya itu, protein susu sapi juga merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia.

Nah, melihat kondisi ini, disampaikan oleh Prof. Budi, penting kiranya bagi orang tua untuk tetap tanggap dalam penanganan anak dengan kondisi alergi susu sapi terutama di masa pandemi. Orang tua harus memahami gejala-gejala yang muncul akibat alergi susu sapi, segera berkonsultasi dengan tenaga ahli, serta mengendalikan faktor penyebabnya dengan alternatif nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik sesuai usia anak untuk membantu mengurangi gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.

"Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Di sini, peran orang tua khususnya Bunda sangat penting untuk menangani kondisi anak yang alergi susu sapi, termasuk pemberian alternatif nutrisi yang tepat,” tegas Prof. Budi.


Tapi, Mengapa sih Alergi Susu Sapi Harus Segera Diatasi?

Susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang optimal. Sehingga perlu segera diatasi jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi. Pasalnya, alergi memiliki dampak yang signifikan bagi Si Kecil, keluarga bahkan masyarakat pada umumnya. 

Diantaranya terkait dampaknya pada:

  • Kesehatan: meningkatkan penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung
  • Gangguan tumbuh kembang: anak dengan alergi mengalami  keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan durasi tentang makanan
  • Ekonomi: meningkatkan biaya pengobatan dan meningkatkan biaya tidak langsung (kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja)
  • Psikologi: stress pada anak dan orang tua, menurunkan kualitas hidup Si Kecil



Bunda Tanggap Alergi dengan "3K" untuk Jaga Kesehatan Si Kecil yang Alergi Susu Sapi



Nah, sama seperti anak-anak lain seusianya, anak penderita alergi tentu ingin menjalani hari-hari yang aktif dan penuh keceriaan juga. Jangan sampai karena alergi Si Kecil kehilangan masa kanak-kanak yang identik dengan bermain dan menjelajah lingkungan sekitarnya. Karena, sambil bermain, Si Kecil bisa mempelajari berbagai keterampilan baru sekaligus melatih kemampuan bersosialisasinya. Maka, anak pengidap alergi tentu punya harapan yang sama untuk bisa menjelajah serta melakukan berbagai aktivitas, baik di rumah maupun di sekolah. 

Kabar baiknya, harapan tersebut bisa dipenuhi dengan melakukan sejumlah langkah dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi. Kemajuan di dunia medis serta terbukanya akses terhadap informasi kian memudahkan orang tua melakukan tindakan yang perlu untuk kelancaran proses tumbuh kembang Si Kecil yang mengidap alergi. Deteksi terhadap jenis-jenis alergi yang diderita anak bisa dilakukan dengan melakukan serangkaian tes. Risiko terhadap reaksi alergi yang parah juga bisa diredam dengan pengobatan tertentu. Seiring waktu, pengalaman dan pengetahuan tentang cara menangani alergi akan membuat anak dan orang tua kian percaya diri dalam menghadapi kondisi yang diderita Si Kecil. Hingga pada akhirnya, kondisi alergi menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian dan tak lagi dipandang sebagai “monster” yang menakutkan.

Kemudian, untuk bisa mencapai tahap beradaptasi dengan kondisi alergi serta memastikan Si Kecil tetap ceria dan bisa beraktivitas seperti anak-anak lain seusianya, tentu ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan. Sehingga reaksi tanggap  alergi perlu dikembangkan oleh orang tua sedini mungkin. 

Caranya dengan selalu mengingat istilah “3K” dalam menangani alergi, yakni:


Kenali - Kenali gejala alergi susu sapi. Orang tua harus memahami dengan tepat pengertian alergi beserta faktor risiko, penyebab, dan gejala yang dimiliki Si Kecil.

Konsultasikan - Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala alergi susu sapi pada Si Kecil

Kendalikan - Berikan alternatif nutrisi, salah satunya formula soya, agar tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal





KENALI

Nah, tanggap alergi pertama adalah "Kenali". Perhatikan gejala dari alergi susu sapi ini, yang bisa muncul pada:

  • Saluran cerna: Diare (53%), Kolik (27%)
  • Kulit: Urtikaria (18%), Dermatitis Atopik (35%)
  • Saluran Napas: Asma (21%), Rinitis (20%)
  • Umum: Anafilaksis (11%)

Terus cara membedakan jika gejala itu ada, apakah termasuk alergi atau infeksi gimana

Mengingat gejala-gejala seperti batuk, pilek, demam, sesak napas, hingga bersin-bersin juga bisa menjadi indikasi kalau Si Kecil terkena penyakit infeksi dan bukan reaksi alergi terhadap protein susu sapi, maka kita mesti perhatikan dulu gejalanya:

  1. Apakah disertai demam?
  2. Apakah gejalanya saat siang lebih dominan dibandingkan pagi atau malam?
  3. Apakah dahak/ingus kental atau berwarna?

Nah, jika salah satu dijawab IYA, kemungkinan adalah INFEKSI
Jika semua dijawab TIDAK, kemungkinannya itu ALERGI


KONSULTASIKAN

Setelah kita mengenali alergi, maka segera konsultasikan kondisi Si Kecil agar mendapat penanganan yang tepat. Untuk konsultasi ini kita bisa berpatokan pada Tata Laksana Alergi yang direkomendasikan oleh IDAI, yakni:


1. Menghindari protein susu sapi dan produknya, dengan:

  • Konsumsi ASI: Bunda pantang mengonsumsi protein susu sapi dan produknya selama mengASIhi
  • Formula: memberikan susu: berformula terhidrolisis ekstensif, formula asam amino, formula kedelai
  • Produk olahan: memperhatikan tabel komposisi produk olahan sebelum diberikan ke anak dengan alergi susu sapi

2. Memberikan obat-obatan sesuai indikasi

Jika ternyata ASI tidak bisa diberikan karena indikasi medis (setelah mendapat rujukan dari dokter spesialis anak), maka dapat diberikan alternatif nutrisi:

  • Gejala alergi berat: Formula Asam Amino
  • Gejala alergi ringan - sedang: Formula Protein Terhidrolisa Ekstensif
  • Gejala alergi ringan - sedang: Formula Isolat Protein Soya

KENDALIKAN

Nah, langkah terakhir setelah kita mengenali dan mengkonsultasikan alergi susu sapi adalah kendalikan, dengan mengambil tindakan untuk mencegah dan mengobati alergi sesuai saran dokter  agar Si Kecil tidak kembali mengalami alergi. 

Diantaranya dengan memberikan ASI Eksklusif mengingat ASI memiliki komposisi yang terbaik untuk Si Kecil. Juga, memberikan alternatif  nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik sesuai usianya untuk membantu mengurangi gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.

Well, terkait salah satu alternatif nutrisi, formula soya bisa jadi salah satu pilihan. Pasalnya, meta analisis menunjukkan bahwa tidak ada efek negatif terhadap fungsi reproduksi dan endokrin termasuk juga sistem imun dan kognitif. Sehingga formula soya aman diberikan dan juga dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil.



Tips Hadapi New Normal untuk Anak Alergi Susu Sapi



Lalu bagaimana cara menghadapi new normal bagi anak dengan alergi susu sapi? Prof. Budi membagikan tips:

  • Tidak melakukan penundaan imunisasi
  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai SDIDTK (Stimulasi Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang)
  • Tetap menjaga kesehatan dengan nutrisi lengkap dan seimbang, perbanyak makan buah dan sayuran dan aktivitas fisik yang sesuai
  • Ajari anak untuk mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan menghindari kerumunan/keramaian
  • Berjemur di depan rumah setiap pagi sekitar 10-15 menit untuk mengoptimalkan asupan Vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh

Sementara, tips untuk pencegahan anak-anak terhadap risiko alergi, menurut Prof. Budi: jika memang memang berisiko tinggi lakukan pencegahan sejak dini. Risiko tinggi di sini dimaksudkan jika orang tua atau saudara kandungnya juga menderita alergi. Cara pencegahannya dengan:

  • Saat hamil Bunda boleh makan apa saja
  • Hindari paparan asap rokok
  • Sebaiknya persalinan secara normal, karena kejadian alergi pada anak dengan persalinan sesar lebih tinggi daripada persalinan normal
  • Berikan ASI
  • Hindari paparan asap rokok
  • MPASI: kenalkan berbagai jenis makanan
  • Segera tanggap alergi dengan 3K untuk pencegahan diri

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju


Nah, terkait dengan gerakan "3K" dan dalam rangka mendukung World Allergy Week 2020 atau Pekan Alergi Dunia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) melalui brand SGM Eksplor Advance+ Soya ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan Si Kecil yang alergi susu sapi. Yakni dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju melalui gerakan 3K, yaitu: Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan, melalui rangkaian program edukasi “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”.

Seperti yang disampaikan oleh Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie pada acara ini, 

“Melalui rangkaian program edukasi di Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, SGM Eksplor Advance+ Soya sebagai pemimpin pasar ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan Si Kecil dengan Tanggap Alergi melalui gerakan 3K, yaitu: Kenali gejalanya, Konsultasikan ke dokter yang bisa dilakukan melalui telepon atau online agar Si Kecil mendapat penanganan yang tepat dan Kendalikan faktor penyebab alergi susu sapi dengan alternatif nutrisi yang tepat agar Si Kecil bisa tetap tumbuh dan berkembang secara optimal."

 Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie

SGM Eksplor Andvanced Soya


Memang tak heran jika PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menaruh perhatian khusus pada alternatif nutrisi anak dengan alergi susu sapi ini. Pasalnya PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil & menyusui dan anak dengan rasa enak, terjangkau serta berstandar internasional. Di mana Sarihusada telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1954 sebagai wujud nyata Program Kecukupan Protein Nasional yang diselenggarakan pemerintah Indonesia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mengusung misi pemberian nutrisi yang tepat di awal kehidupan manusia dimulai dari kehamilan hingga berusia usia anak-anak akan memberikan efek positif di masa sekarang dan masa mendatang, Sarihusada mempersembahkan aneka produk berkualitas seperti SGM Eksplor, SGM Eksplor Soya, SGM Eksplor Buah & Sayur, SGM Aktif, dan SGM Bunda. 

Sarihusada merupakan bagian dari kategori bisnis Danone Specialized Nutrition, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan melalui makanan kepada sebanyak mungkin orang. Di mana Danone beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dan di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas dua kategori utama, yaitu Air Minum dalam Kemasan dan Minuman Non Karbonasi (Waters), serta Specialized Nutrition dengan memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang. 

"Kami berharap kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya anak dengan alergi susu sapi, dapat menjadi perhatian agar tetap terjaga sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kami percaya seluruh anak Indonesia, bisa bertumbuh dan berkembang menjadi Anak Generasi Maju, tentunya dengan dukungan stimulasi serta nutrisi yang tepat," tegas Anggi Morika Septie.

Nah, kegiatan edukasi nutrisi melalui Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju ini, menurut Anggi Morika Septie, akan melengkapi inovasi Sarihusada dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak Indonesia. Selain itu, Sarihusada juga menyediakan website www.generasimaju.co.id/AlergiAnak yang berisi konten edukasi seperti artikel seputar alergi susu sapi si Kecil dan fitur cek alergi online.

Harapannya dengan edukasi yang tepat untuk para Bunda di masa pandemi ini serta terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang, Si Kecil yang alergi susu sapi bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju.


Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti


SGM Eksplor Advance+ Soya Menghadirkan Rangkaian Kegiatan dalam Acara ”Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”



Sementara di kesempatan yang sama, Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti mengatakan bahwa untuk memberikan inspirasi dan mendukung para Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju agar tetap memperoleh edukasi nutrisi serta cara mengatasi dan mengendalikan faktor yang menyebabkan alergi susu sapi, SGM Eksplor Advance+ Soya menghadirkan rangkaian kegiatan dalam acara ”Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”. 

Di mana kegiatan ini berupa konten-konten edukasi digital yang bisa diakses dengan mudah dan dijangkau oleh puluhan juta Bunda di Indonesia melalui akun Instagram @soya_generasimaju dan Facebook Page Soya untuk Generasi Maju. 

"Konten edukasi digital yang kami tayangkan antara lain interaksi langsung bersama para ahli melalui sesi Expert Chat bekerja sama dengan beberapa publishers seputar nutrisi dan penanganan anak yang alergi susu sapi, Kelas Zumba Tanggap Alergi dengan gerakan olahraga ringan untuk Bunda dan Si Kecil agar tetap aktif dan sehat, inspirasi kreasi resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya yang bernutrisi bekerja sama dengan para celebrity chef serta tips-tips praktis untuk mendukung Si Kecil yang alergi susu sapi agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas selama di rumah,” papar Mediana Herwijayanti. 

Ya, SGM Eksplor Advance+ Soya dengan Complinutri merupakan Inovasi Baru! 

SGM Eksplor Advance+ Soya mengandung Isolat Protein Soya berkualitas, akan membantu penuhi nutrisi Si Kecil yang alergi minum susu sapi. 5 Kebaikan ComplinutriSoy+ Penuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi dengan SGM Eksplor Advance+ Soya yang mengandung 5 Kebaikan ComplinutriSoy+. Mengandung 100% Isolat Protein Soya berkualitas, Minyak Ikan, Omega 3&6, Bebas Laktosa, Sumber Serat, serta 13 Vitamin & 7 Mineral. 

Tersedia dalam rasa Madu & Vanila yang enak SGM Eksplor Advance+ Soya akan mendukung Si Kecil memiliki potensi prestasi dengan 5 Kebaikan ComplinutriSoy+, agar ia tumbuh jadi Anak Generasi Maju!


sumber gambar: IG @soya_generasimaju
 
Bunda Tanggap Alergi

Bunda Tanggap Alergi



Natasha Rizky - Perhatikan Asupan Nutrisi Si Kecil dengan Alergi Susu Sapi


Sementara, selebriti & seorang Bunda, Natasha Rizky pada webinar ini mengatakan jika sebagai Bunda yang memiliki anak dengan alergi terhadap protein susu sapi, di masa pandemi ini memang dituntut untuk ekstra tanggap dalam menangani gejala akibat alergi susu sapi. Selain itu, perlu memperhatikan asupan nutrisi yang diberikan kepada anak terutama untuk memastikan anak ia tetap sehat dan gejala yang muncul akibat alerginya berkurang. 


"Kepada para Bunda yang memiliki anak dengan kondisi alergi susu sapi, tidak perlu khawatir dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Setelah memberikan anak saya alternatif nutrisi yang tepat, sekarang gejala yang muncul akibat alerginya sudah tidak muncul lagi sehingga dia bisa lebih aktif bermain dan belajar serta tumbuh kembangnya tetap optimal. Saya sangat mengapresiasi SGM Eksplor Advance+ Soya yang terus mengadakan berbagai kegiatan edukasi yang terkait dengan anak alergi susu sapi sehingga lebih banyak lagi inspirasi untuk Bunda di Indonesia agar menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K”

Natasha yang anak keduanya memiliki alergi susu sapi juga menyampaikan jika ia jadi sering bekreasi membuat camilan yang digemari dan aman untuk buah hatinya. Seperti puding buah naga, juga menu lainnya. 

Oh ya, ia mendapatkan inspirasi resep yang sesuai dengan kondisi alergi susu sapi ini diantaranya dari website: www.generasimaju.co.id/AlergiAnak yang memiliki aneka kreasi resep sehat yang bernutrisi, aman dan disukai Si Kecil yang alergi susu sapi.



Natasha Rizky


See, dengan edukasi yang tepat untuk para Bunda di masa pandemi ini serta terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang, Si Kecil yang alergi susu sapi bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju.

Jadi tunggu apalagi, yuk dukung Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K ini! 

Silakan langsung ke:

Akun Instagram: @soya_generasimaju

Untuk mendapatkan berbagai konten edukasi yang tepat bagi para Bunda di masa pandemi demi terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang Si Kecil yang alergi susu sapi. Agar mereka bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju!πŸ’–







Salam Sehat


signature-fonts

Berkat Mylea Rambut Sehat dan Kuat Hingga Akarnya

Rambut jadi sehat dan kuat, rontoknya berkurang, harum dan lembut....pokoknya, meski di rumah saja, Mylea bikin mood saya tetap goooood!

Awal wabah Corona menerpa Indonesia yang membuat saya berkegiatan nyaris #DiRumahAja, stres sempat datang menerpa. Meski sehari-hari aktivitas saya lebih banyak di rumah, tapi sama sekali enggak pergi membuat galau juga diri ini. Gimana enggak coba, dari pagi hingga pagi lagi cuma bergerak dari dapur-sumur-kasur. Beneran paripurna jadi geng rebahan yang berefek pada makin bergesernya jarum timbangan ke kanan! Hiks..


Review Mylea Shampoo


Berkegiatan Positif Saat di Rumah Saja


Untungnya, saya cepetan sadar dari pingsan dan stop bermalas-malasan, kemudian melakukan banyak hal positif saat di rumah saja, diantaranya:


Berkegiatan Seru Bersama Keluarga 

Seharian bersama keluarga, banyak hal yang biasanya hanya bisa dikerjakan saat akhir pekan, sekarang kapan saja jadi bisa saya lakukan. Seperti: masak barengan, kruntelan, main-mainan, bebersih rumah, beribadah ... Pokoknya banyak kegiatan jadi dikerjakan bersama-sama. Beneran quality time jadinya!

Menekuni Hobi

Selama pandemi saya jadi full bisa menjalani hobi. Saya bisa rutin menulis di blog dan media sosial hampir tiap hari. Membagikan hal positif dan inspiratif, misalnya ide kegiatan selama di rumah saja, menulis kisah perjalanan yang pernah saya lakukan, juga sharing beraneka info menarik lainnya. Ya, menulis selain sebagai hobi, media terapi diri saat pandemi, juga bisa jadi sarana saya untuk berbagi. 

Meng-upgrade diri

Diam di rumah dengan segala kisah ternyata membawa begitu banyak hikmah. Diantaranya ada beberapa keahlian yang makin saya kuasai. Misalnya, karena 24 jam suami dan anak-anak di rumah saja, otomatis harus sedia beraneka makanan. Jadilah saya rajin nguprek dapur untuk bebikinan. Juga ngepoin resep teman saat kebingungan melanda atau browsing di internet jika enggak tahu cara bikinnya. Hingga, pandemi bikin kemampuan masak saya makin mumpuni. 

Selain itu, untuk mengisi waktu saya juga mengikuti beberapa webinar, zoom class, IG live juga kelas online gratis dengan berbagai tema, yang membuat wawasan saya makin naik level-nya. 

Merawat Diri

Di rumah saja juga membuat saya jadi punya waktu lebih untuk merawat diri. Bukan berarti dulu enggak peduli, hanya saja kini jadi lebih konsisten karena waktunya ada. Ini penting, karena jika terus-terusan mikirin keadaan pasti stress akan betah hingga bikin malas ngapa-ngapain di rumah. Bisa-bisa mandi ogah, keramas malas, dandan enggan...Karena mikirnya, toh enggak kemana-mana, enggak ketemu siapa-siapa, jadi buat apa? 

Padahal, meski di rumah, merawat diri ini penting sekali. Yang utama bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita. Karena dengan merawat diri artinya kita mencintai diri kita sendiri. Jika sudah mencintai diri maka kita akan bisa menerima segala kekurangan yang ada dan mensyukuri kelebihannya, hingga hidup lebih bahagia. Tak hanya itu, dengan perawatan kita akan lebih percaya diri sehingga dampaknya pada pikiran positif yang selalu ada. Juga, terutama buat yang sudah punya pasangan, merawat diri akan membuat pasangan kita happy. Dan jika pasangan bahagia, kita lebih bahagia pasti!

See, banyak kan kegiatan positif yang bisa dilakukan saat di rumah saja?


Mylea Silicon Free


Merawat Diri dari Ujung Rambut Sampai Kaki


Well, terkait merawat diri, umumnya yang jadi fokus utama wanita adalah wajahnya. Perawatan rambut seringkali menjadi prioritas ke sekian, bahkan kadang terabaikan. Padahal rambut itu mahkota bagi wanita yang semestinya juga dijaga agar #rambutcantikdirumahaja. Seperti pepatah yang berkata: 

Invest in Your Hair. It's the Crown You Never Take Off !!

Yes, rambut itu mahkota yang kita pakai setiap hari. Jadi, semestinya kita peduli. Apalagi, ternyata tak hanya pikiran kita lho yang bisa stress, karena rambut pun sama. Di mana stress pada rambut itu bisa disebabkan karena:

  • Kondisi udara seperti polusi, terik matahari dan udara kering dalam ruangan ber-AC
  • Pemakaian obat/alat: pewarna rambut, pelurus, catok, blow dry dan hair styling lainnya

Nah, pandemi yang membuat semua harus menaati himbauan untuk di rumah saja, menjadi waktu yang tepat bagi rambut kita untuk beristirahat. Sama halnya dengan rambut saya. Karena kalau diingat-ingat saya memang telah begitu "kejam" padanya. Gimana enggak kejam, sering setelah keramas karena buru-buru pergi, rambut saya hair dry dengan suhu tinggi. Atau kalaupun enggak sempat, langsung saya tutupi pakai hijab. Belum lagi ketika helai uban bermunculan yang langsung saya atasi dengan pewarnaan. Sementara kalau soal perawatan, saya orangnya mood-mood-an. Duh! 

Tak heran, jika rambut saya jadi rapuh, rontok, mudah patah, berbau tak sedap...pokoknya 'stress' kondisinya! Hiks!


Syukurnya, saya berkenalan dengan Mylea - bukan Milea-nya si Dilan ya😁....- tapi Mylea Hairceutical System, rangkaian produk perawatan rambut yang didasarkan hairceutical atau medicated dan diformulasikan tanpa silicon alias Silicon Free.


Hairceutical??

Iyess, hairceutical itu merupakan suatu teknologi gabungan antara Hair Care (perawatan rambut) dan Pharmaceutical  (obat/ nutrisi) yang bertujuan untuk “medicated”, yakni merawat kulit kepala dan akar rambut yang menjadi dasar rambut sehat dan kuat.

Lalu, Silicon Free??

Silicon adalah formula yang sampai saat ini masih banyak digunakan dalam perawatan rambut yang fungsinya untuk melembutkan dengan kerja menutupi lapisan rambut sehingga rambut menjadi lebih sehat, halus, dan mengkilat. Tapi, apabila digunakan dalam jangka panjang mengakibatkan tumpukan lapisan rambut sehingga mengganggu penyerapan nutrisi yang mengakibatkan rambut menjadi tidak sehat, rapuh dan mudah patah. Nah, Mylea Hairceutical System mengandung formula yang bebas silicon akan tetapi bisa membuat rambut lebih lembut, sehat dan kuat.

Mylea Hairceutical System ini adalah satu-satunya produk lokal dengan formula yang bebas silicon dengan harga yang affordable.


Juga....bukan itu saja, rangkaian Mylea Hairceutical System ini diproduksi oleh PT. Ikapharmindo Putramas yaitu satu perusahaan farmasi yang selain memiliki sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Benar) juga memiliki sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Benar) dengan kualitas Grade A. Yang mana PT. Ikapharmindo Putramas juga memproduksi obat-obatan. Sehingga untuk produk hair care-nya secara kualitas pasti terjamin karena harus memenuhi standar kualitas seperti obat. 


Oh ya, ada 3 varian yang dimiliki Mylea Hairceutical System ini, yakni:

  • Mylea Intensive Hair Care System 
Hair Type: normal atau kering sampai rambut rusak dan kulit kepala normal
Masalah: rambut tertutup, rambut pernah di proses chemical seperti diwarnai, pelurusan, keriting, sering dicatok/blow, rambut rapuh  
                             
  • Mylea Ginseng Hair Care System 
Hair Type: rambut tipis dan rontok
Masalah: rambut menipis dan rontok

  • Mylea Anti Dandruff Hair Care System
Hair Type: rambut berketombe dan berminyak
Masalah: sensitive scalp dan berketombe


Nah, yang saya pakai adalah Mylea Intensive Hair Care System, sesuai dengan jenis dan masalah rambut yang saya alami. Di mana setelah hampir dua bulan menggunakan, hasilnya sungguh memuaskan!!😍

Mylea Hairceutical System


Review Mylea Intensive Hair Care System


Memang Mylea diformulasikan secara istimewa yang berfokus pada kebutuhan khusus kondisi kulit kepala dan rambut kita. Sistem perawatan rambut Mylea yakin bahwa fondasi rambut yang kuat dan sehat terletak pada cara yang tepat saat membersihkan, memulihkan dan memberikan nutrisi pada kulit kepala.

Ya, sistem perawatan rambut Mylea didasarkan pada hairceutical atau medicated dan di formulasikan tanpa silicon yang dikombinasikan dengan vitamin dan nutrisi dari bahan alami. Di mana bahan ini telah teruji dengan tujuan utama untuk merawat kesehatan kulit kepala dan akar rambut yang menjadi dasar dari rambut rambut sehat & kuat alami. 

Sementara, rangkaian Mylea Hairceutical System ini sendiri terdiri dari 3 step yaitu Cleanse - Treatment - Rest. Yang mana melalui 3 step ini, perawatan yang maksimal dan menyeluruh dapat dicapai untuk meyakinkan kulit kepala dan rambut terjaga hingga tetap sehat dan kuat.


Review Mylea
sumber: mylea.co.id



Nah, untuk Mylea Intensive Hair Care System yang saya pakai, terdiri dari:


1. Cleanse: Mylea Intensive Hair Shampoo
 

Manfaat: 

Merupakan shampoo dengan formula khusus Silicon Free yang mengandung ekstrak bunga chamomile dan horsetail. Silicon Free membersihkan rambut tanpa meninggalkan penumpukan pada rambut. Sementara nutrisi ekstrak bunga chamomile dan horsetail dapat memberikan perawatan dan menjaga kesehatan rambut.

Cara Pakai:

Basahi rambut, gunakan Mylea Intensive Hair Shampoo dengan memijat pada rambut secara lembut hingga berbusa. Bilas sampai bersih dan ulangi apabila diperlukan.

Review:

Kemasan Mylea Intensive Hair Shampoo ini ada dua, yaitu botol travel size berisi 100 ml dan daily size berisi 200 ml. Warna kemasan hijau khas Mylea dengan bentuk tutup flip top yang memudahkan pengaturan pemakaiannya. Tekstur shampoo kental berwarna hijau muda dan menghasilkan busa yang lembut ketika diaplikasikan dengan wangi yang mild. Saat pemakaian tidak terasa panas di kulit kepala. Setelahnya, rambut jadi bersih dengan wangi yang lembut. Hingga, bersama pemakaian perawatan Mylea Intensive Haircare lainnya terbukti efektif sebagai shampoo mencegah rambut rontok.



2. Treatment: Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask 


Manfaat:

Diformulasikan khusus Silicon Free dan mengandung ekstrak bunga chamomile dan horsetail. Bunga chamomile mempunyai efek anti inflamatory meredakan dan menyehatkan kulit kepala tanpa membuat kulit kepala berminyak. Sedangkan horsetail secara alami memperkuat batang rambut dan memberikan nutrisi agar menjadi lebih lentur. Kedua nutrisi ini terkandung dalam Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask yang dapat dengan cepat bekerja dan menyerap ke dalam batang rambut kita.

Cara Pakai:

Sehabis keramas, gunakan Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask dengan memijat lembut secara merata pada batang rambut. Diamkan selama 5 menit lalu bilas sampai bersih.

Review:

Kemasan Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask berbentuk tube berisi 150 ml dengan tutup flip top yang praktis. Teksturnya kental dan berwarna hijau muda. Wanginya mild senada dengan shampoo-nya. Setelah pemakaian, rambut menjadi halus dan haruuum!  


3. Rest: Mylea Intensive Hair Tonic 


Manfaat:

Diformulasikan khusus mengandung ekstrak bunga chamomile dan horsetail serta zat aktif lainnya yang membantu menjaga kesehatan kulit kepala. Dengan kulit kepala yang sehat, maka rambut akan kuat secara alami dan terlindungi dari  kerontokan.

Cara pakai:

Gunakan Mylea Intensive Hair Tonic pada kulit kepala setiap hari atau setelah keramas pada rambut yang telah dikeringkan. Pijat dengan lembut dengan ujung jari selama 3 menit, agar nutrisi dapat diserap dengan cepat oleh akar rambut. 

Review:

Dengan kemasan luar pakai kardus dan kemasan dalam botol kaca, Mylea Intensive Hair Tonic tampil dengan isian 200 ml. Tutup botol dibuka dengan diputar sehingga mempermudah pengaplikasian. Tekstur isi cair yang membuat cepat meresap ke kulit kepala. Harumnya lebih kuat daripada shampoo dan hair mask-nya tapi tetap senada, dengan wangi yang tahan lama. Setelah pemakaian, kulit kepala terasa segar.

Review setelah hampir dua bulan pemakaian rangkaian Mylea Intensive Hair Care System: rambut saya berkurang rontoknya, tumbuh rambut baru, rambut jadi halus, lebih lentur dan lembut, bercahaya dan harumnya tahan lama.😍
 
 
Mylea Hairceutical System



Rambut Sehat dan Kuat, Rambut Mylea


Nah, setelah memakai rangkaian produk Mylea Intensive Hair Care System selama hampir 2 bulan, saya merasa produk ini bisa mengatasi masalah rambut yang saya miliki. Selain hasilnya telah terbukti, yang bikin saya sreg dengan produk ini, yakni:


Halal

Pada kemasan produk terdapat stiker halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga tenang hati saat memakainya


Hairceutical

Sistem perawatan rambut bermedikasi yang akan merawat kulit kepala dan akar rambut yang menjadi dasar rambut sehat dan kuat


Silicon Free

Mylea satu-satunya produk lokal yang Silicon Free


Teruji Klinis

  • Lebih efektif meningkatkan pertumbuhan rambut dan mengurangi rambut rontok (anti rontok)
  • Hasil uji in vivo pada wanita Indonesia dengan study double blind, randomisasi, hal-head, pre test-post test method, menunjukkan bahwa Mylea Hair Tonic Intensive dapat meningkatkan laju pertumbuhan rambut dan mengurangi rambut rontok 90% setelah pemakaian 14 hari dan lebih efektif 100 % setelah pemakaian selama 28 hari
  • Recommended by dermatologist

Mudah Didapatkan

Selain tersedia di supermarket tempat saya biasa belanja, produk Mylea Indonesia juga tersedia di official store Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan toko dbm (www.tokodbm.com) sehingga mudah didapatkan.


Harganya Terjangkau

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, harga produk Mylea Indonesia ini terjangkau sekali.


So, will I repurchase? 
Yes! Absolutely!!

Gimana? Ingin rambut sehat dan kuat juga? Yuk, coba Mylea Hairceutical System! 
Karena, rambut sehat dan kuat, rambut Mylea!!  😍


Mylea Hairceutical System





#MyleaIndonesia #SiliconFree #Hairceutical



With Love

signature-fonts

Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop

Pos perbatasan masuk Slovenia ini sedikit lebih besar daripada di Zagreb. Saya bersama seisi penumpang bus antre dengan tertib melewati sebuah ruangan berkaca. Di sanalah petugas jaga memeriksa paspor penumpang satu demi satu.
Saat itu posisi saya di depan dan adik di belakang. Saat memeriksa halaman biodata pada paspor, si petugas bertanya,"(Are you) tourist?"
"Yes," jawab saya.
"Check your luggage there," ujarnya sambil menunjuk sudut ruangan yang terdapat mesin pemindai barang. Feeling saya mulai nggak enak. Penumpang lain melihat kami dengan tatapan bingung.

 
Review Buku: Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop


Data Buku


Judul: Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop
Penulis: Haryadi Yansyah (Blog: www.omnduut.com | IG/Twitter: @omnduut)

Editor: Ayun
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Vitrya 
Halaman: 232
Cetakan Pertama: 2020
ISBN: 978-602-407-741-9
Genre: Referensi/Travel
Penerbit: DIVA Press (www.divapress-online.com)
Distributor: Suka Buku (www.distributorsukabuku.com)
Harga: Rp 72.000 (harga Pulau Jawa)

Blurb

Buku ini merangkum kisah-kisah penulis saat menjelajah Indonesia, Bangkok, Hongkong, India hingga Eropa secara gratis. Siapa sangka "hanya" bermodal hobi ngeblog, ia mampu melompat lebih tinggi ke benua biru!
Baca kisahnya dan ikuti jejaknya!
  • Abu Nawas di Taman Nasional Tanjung Puting
  • Amukan "Drakula" di Tengah Malam
  • Ditawari Ganja di Amsterdam
  • Ditahan di Imigrasi Perbatasan Kroasia dan Slovenia, dll
 

Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop

Tentang Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Saya berteman dengan penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop", Haryadi Yansyah di sosial media. Meski belum pernah berjumpa, saya seringkali membaca tulisannya baik di akun sosial media maupun blognya. Awalnya saya kira dia memang kaum berada atau semacam anak sultan lantaran bisa pergi keliling dunia. Belakangan saya baru tahu kalau Mas Yayan, begitu yang saya tahu orang menyapanya di kolom komentar, bisa traveling ke penjuru bumi berkat hobi menulis yang dimiliki. Meski, untuk mencapainya dengan penuh perjuangan pasti!

Nah, satu hari saya baca salah satu status Om Nduut, sapaan lain untuk Mas Haryadi Yansyah, tentang buku baru karyanya, yang bisa dipesan dengan harga istimewa. Ada dua buah buku di-bundling: "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" dan "Jungkir Balik Dunia Bankir". Menilik judulnya yang menarik, saya pun segera memesan. Dan, sampailah dua buku itu di tangan saya. 

Nah, artikel ini adalah review untuk buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop".

Lalu apakah bukunya memang semenarik itu?


Review Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Saat sampai, buku bersampul latar putih dengan beberapa gambar landmark tempat ternama di dunia ini sudah menggoda untuk dibaca. Apalagi, ketika membuka halaman pertama di mana sang penulis menyisipkan pesan untuk saya:
Hola Mbak Dian,
Semoga buku ini dapat berfaedah haha
"Age is not barrier when it comes to travel"
-Haryadi Yansyah-
Inilah yang saya suka, kalau beli buku dari penulisnya langsung, ada tanda tangan di sana dan sebuah pesan biasanya. Dan fokus pada quote yang dituliskan "Usia bukanlah penghalang dalam hal bepergian!". Sepakat sekali saya dengan ini...

Yup, kini meski tak (((muda))) lagi, saya dan suami teteup menjadikan sebuah perjalanan sebagai bagian dari hidup kami. Misinya, kalau menunda ada lebih dana, keburu tua dan enggak kuat kemana-mana. Bukankah biaya bisa disiasati dengan banyak cara, sehingga tetap bisa traveling tanpa mengorbankan hal yang lebih penting? 

Seperti yang dilakukan oleh penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini yang bisa keliling Nusantara dan dunia dari memenangi lomba.

Apa??

Ya...dan semua diceritakan dalam bukunya dengan cara bertutur yang menarik seakan pembaca mendengar langsung penulis bercerita!

Seriusan?

Yes! Maka pantas saja kalau banyak kompetisi dijuarai lha wong nulisnya aja jago begini....😁

Well, di luar cara bertutur, cerita yang runut dan enggak bikin pembaca bingung, kisah perjalanannya beneran bikin terkesima. Saya yang kebetulan sudah pernah mengunjungi sebagian kecil tempat yang diceritakan penulis jadi bisa membayangkan tempat dan kejadiannya. Di luar itu, saya terkagum-kagum dengan semangat dan tekad Haryadi Yansyah dalam mewujudkan impiannya. Inspiratif dan sungguh memotivasi pembaca.

Hm...Memangnya apa saja sih yang ditulisnya?


Haryadi Yansyah


Chapter 1 - Jelajah Indonesia


Di chapter ini ada 3 kisah perjalanan yang dituliskan, yakni: Taman Nasional Tanjung Puting, Tidore dan Labuan Bajo. Ketiganya (masih) hasil lomba. Di mana penulisnya tinggal bawa badan saja cusss ..jalan-jalan. Tapi, adapula yang mesti keluar biaya sendiri sebagian karena ketentuan dari penyelenggara demikian. Tapi apapun, dikisahkan secara happy aja oleh penulisnya. Karena meski enggak semua gratis, perjalanannya sangat menyenangkan dan berkesan.

Oh ya, tak hanya  pegalaman mengesankan di lokasi, tapi kisah lebih dulu diawali dengan perjuangan memenangkan lomba-lomba tadi. Jadi, dari proses mencari ide agar bisa membidik kursi juara pun disertakan di sini. Dan...ternyata memang enggak gampang. Disebutkan oleh Mas Yayan, jika ia harus memeras ide, mencari referensi dan menggali kreatifitas tanpa batas hingga melahirkan tulisan yang bernas hingga mampu menaklukkan hati juri.

Jadi, kalau ada yang bilang,"Enak banget bisa jalan-jalan gratisan!"

Tentu tydaaac semudah itu! Ada usaha (dan doa) pastinya yang menyertai hingga bisa traveling cuma-cuma ke tempat-tempat impian para pejalan di Indonesia dan dunia. Yups, memang tiada hasil yang mengkhianati usaha, yekan?

Kompetisi menulis berhadiah perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting dan Derawan itu saya ikuti dengan serius. Saya ingin menulis sesuatu yang berbeda dan unik sehingga menarik minat juri. Setelah menggali ide berhari-hari, saya memutuskan untuk menuliskannya dengan cara yang kocak namun pesan penyelamatan orang utan harus diutamakan. Maka setelah menulis dan revisi berulang kali, jadilah tulisan yang berjudul #SaveOrangUtan: Demi Cinta Kita terhadap Anggi, Usro, Kumba dan Teman-temannya yang saya unggah di blog pribadi. (hal 15)

Harus nulis yang beda, batin saya...
Saya kemudian mengolah data-data yang ada di booklet, info di internet dan lain-lain hingga jadilah tulisan berjudul Visit Tidore Island: Bukti Betapa Indonesia itu Kaya. (hal 34-35)

Chapter 2 - Jelajah Dunia


Sementara, di chapter 2, ada 4 kisah menarik lainnya yang sesuai judul chapter menceritakan pengalaman penulis traveling ke: Bangkok, Hongkong, Kerala (India) dan Yurop a.k.a Eropa yang kesemuanya juga hadiah dari kompetisi. 

Meski tidak semua hasil menang lomba blog melainkan: giveaway di Facebook (hadiah trip ke Bangkok), kuis di Facebook (hadiah trip ke Hongkong), daftar-terpilih-menang voting (untuk event Kerala Blog Express), lomba menulis #AyokeUK (hadiah sepasang tiket ke Inggris dan visa Inggris).

Nah meski keempat lomba sepertinya biasa saja dan mudah memenangkannya, tapi tenyata di balik layar effort penulis sungguh luar biasa. Disebutkannya apa yang dilakukan untuk lebih "menarik" perhatian juri, mendapatkan dukungan agar menang giveaway, perjuangan hingga bisa sampai di lokasi, berjibaku dengan segala drama saat proses keberangkatan maupun selama di perjalanan.....
Wah, pokoknya, keren habis!!

Saya bilang saya tidak merokok dan untuk mendapatkan rokok itu mudah banget. Mendengar itu dia kaget.
"Hah, di Indonesia ganja legal, ya?" tanyanya dengan ekspresi terkejut.
Gantian saya yang kaget. Tentu saja yang saya maksudkan ialah rokok tembakau biasa. Bukan ganja seperti yang tengah disiapkan, linting, masukkan ke kertas rokok dan mulai mengisapnya.
"Kamu mau coba?" tawarnya (hal 173)

Apalagi, tak hanya mengulas tentang destinasi yang dituju saja, penulis juga banyak mengeksplor sisi lain yang personal sifatnya sehingga berbeda dari kisah perjalanan lainnya. Ya, ini bagian yang paling saya suka saat membaca sebuah catatan perjalanan. Tiap orang punya pengalaman berbeda yang pada akhirnya memperkaya khazanah pengetahuan pembaca hanya dari membaca ceritanya.

Yess, traveling - it leaves you speechless than turns you to a storyteller!


Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Jadi, Apa Kurang Lebihnya Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini?


Well, saya menyukai buku ini karena :
  • Gaya bercerita yang runut, mengalir,...seakan penulis langsung bercerita di depan kita
  • Kisahnya menginspirasi, jadi bukti bahwa sebuah impian dengan penuh perjuangan bisa tergenggam tangan
  • Memotivasi jika tiada hasil yang mengkhianati usaha
  • Kalah menang dalam lomba itu wajar saja, tetap berusaha yang terbaik dan jika gagal tak putus asa kembali mencoba
  • Bocoran kiat-kiat menang lomba 
  • Traveling bukan hanya milik orang berpunya, apalagi keliling dunia, karena "hanya" dari menulis pun bisa
  • Meneladankan untuk tetap menjunjung tinggi adab dan etika dimanapun berada
  • Bisa jadi rujukan kalau kita pergi ke tempat yang diceritakan bisa ngapain aja
  • Menambah wawasan pembaca tak hanya terkait tempat menariknya tapi juga budaya dan keseharian saat tinggal di sana
  • Tips bagaimana cara menghemat biaya perjalanan
  • Behind the scene: perjuangan menulis, memenuhi perjalanan undangan sebagai travel blogger, plus minusnya, suka dukanya
  • .....dan masih banyak lagi
  • Serta.....sisipan bonus Europe itinerary selama 30 hari!!


Meski, buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini juga ada kurangnya, yakni:


Agak enggak pas antara judul dan isi. Judul lengkapnya sih "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop - Traveling Seru ke Benua Biru". Tapi isinya ternyata gado-gado, ada Jelajah Indonesia dan Jelajah Dunia. Jadinya memang lebih lengkap sih, ada beberapa cerita, tapi akhirnya bagian inti yang dimaksudkan di judul jadi dibatasi. Coba kalau isinya full tentang perjalanan sebulan ke Yurop pasti lebih komplit dan pas dengan judulnya. Sementara untuk jelajah lainnya dijadikan buku tersendiri saja. Jadi bakal lebih puas baca tentang traveling Yurop-nya dan buku tema yang lainnya. Juga isinya pasti bakal lebih detil dan mengupas semua.

Well, menurut saya buku ini recommended dibaca oleh semua, tak hanya para penikmat perjalanan semata. Karena setelahnya, wawasan kita jadi terbuka luas dan mengamini jika travel is never a matter a money but of courage, perjalanan tidaklah terkait masalah uang tetapi keberanian!

Seperti disampaikan penulis di penutup buku ini:

Sekali lagi, melakukan perjalanan adalah passion saya. Tak heran jika effort saya dalam hal ini dapat mengalahkan hal-hal lain. Demi melakukan perjalanan, saya rela menabung dan mengurangi belanja konsumtif yang sesungguhnya tidak saya perlukan
Demi memenangkan sebuah lomba berhadiah jalan-jalan, saya rela melakukan riset, mengetik, merevisi sampai larut malam demi menarik minat juri. Jika kemudian, secuil kisah perjalanan itu berhasil dibukukan, semata-mata saya perjuangkan demi kesempatan mendatangi destinasi impian lainnya juga. So, senantiasa doakan saya, ya! (hal 231)

Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop





Happy Reading 

signature-fonts