Tips Menjadi Mom Blogger yang Produktif Tanpa Mengabaikan Tugas Rumah

Tips menjadi Mom Blogger yang produktif tanpa mengabaikan tugas rumah apa saja ya? Hm, temanss, menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, karena tiap harinya dituntut untuk bisa menjadi seorang multi-tasker. Yup, menjadi seorang ibu berarti mesti bisa mengerjakan banyak hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Mulai dari mengurus anak, keperluan rumah, ngerjain printilan itu ini, juga enggak lupa melakukan hobi-hobi yang disukai.

Nah, daftar kegiatan yang banyak ini, jika tidak diakali dengan manajemen dan pengaturan yang tepat, pasti akan membuat teman-teman kewalahan, dan bisa menyebabkan banyak kegiatan malah tak terselesaikan. Jadi, sekarang PR-nya adalah mengatur seapik mungkin kegiatan-kegiatan yang akan dirampungkan, biar semua berjalan lancar dan enggak bakal ada yang ambyaaar!!


Tips Mom Blogger Produktif


BERANI #JadiAndalan Demi Kenyamanan Hidup di Masa Depan


BERANI #JadiAndalan Demi Kenyamanan Hidup di Masa Depan! Gaess, kalau ada yang nanya seperti apa sih MiSSION kamu untuk 10 tahun mendatang, apakah:

⏩ bisa traveling dan keliling dunia
⏩ punya karier dan keuangan yang mapan
⏩ tambah pengalaman diri dengan bekerja di luar negeri, atau
⏩ punya keluarga kecil dan hidup bahagia

????

Nah, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menunjukkan karakter seperti apakah dirimu dan seberapa siap perencanaan masa depanmu.



Mau Tetap Waras Meski #DiRumahAja? Mandi Pakai Vitalis Solusinya!

Mau Tetap Waras Meski #DiRumahAja? Mandi Pakai Vitalis Solusinya! Mandi pakai Vitalis Body Wash adalah salah satu solusi tetap waras saya meski #DiRumahAja, dalam rangka social distancing penyebaran virus Corona. Ya, seminggu terakhir ini, benar-benar bikin pusing kepala saya. Lelah badani dan hayati makin terasa sejak anak-anak sekolah di rumah dan suami pun menyusul dengan work form home alias ngantor dari rumah kami. Bukannya saya tak bahagia mereka ada di dekat saya, sama sekali bukan yaa...Tapi, konsep di rumah tanpa kemana-mana karena di luar sana virus Corona sedang menghantui siapa saja, sungguh bikin pikiran enggak karuan. Belum lagi saya memang sudah sekian lama di hari kerja biasa sendiri, dari pagi hingga sore hari. Kini, tiba-tiba harus full 24 jam "ngurusi" anak dan suami.




Peran Kebahagiaan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Peran Kebahagiaan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak:

"Kebahagiaan merupakan dasar perkembangan yang penting karena menjadi faktor yang akan memengaruhi kesehatan mental, prestasi akademik, kemampuan sosial, cara berpikir, sampai tingkat spiritualitas seseorang

Sebuah survei yang dilakukan oleh tim psikologi Tiga Generasi menyatakan bahwa orang tua di Indonesia ternyata belum menjadikan kebahagiaan sebagai prioritas dalam pola asuh anak-anak mereka. Survei yang dilakukan kepada 1.434 responden orang tua yang tersebar di beberapa kota di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa 93% belum memprioritaskan kebahagiaan dalam mendukung proses tumbuh kembang. Kemudian pada survei yang sama didapatkan hasil juga, 75% orang tua merasa anaknya sudah bahagia dengan indikasi mereka tersenyum dan ceria. Sementara 66 % dari responden ini meyakini jika sumber kebahagiaan anak adalah orangtuanya.



Lombok..., Tunggu Saya Yaaa!!

Lombok..., Tunggu Saya Yaaa!!Yups, Lombok adalah salah satu tempat indah di negeri ini yang ingin saya kunjungi! Meski saya sudah pernah ke sana dua kali tapi itu duluuuu banget! Ya, karena saya 8 tahun menetap untuk kuliah lanjut bekerja di Bali, maka saya sudah pernah ke sana dua kali. Pertama, di tahun 1996 saat ada kegiatan karya wisata dari kampus saya, Universitas Udayana. Lalu yang kedua datang untuk urusan pekerjaan di tahun 2000.

((What?? Tahun segitu?))🙈



Tips Liburan untuk Anak Penderita Dermatitis Atopik


Tips Liburan untuk Anak Penderita Dermatitis Atopik? Ya, anak saya menderita Dermatitis Atopik. Sebuah peradangan kulit kronis dengan tanda dan gejala yang sangat khas, kulit kemerahan dan rasa sangat gatal serta nyeri yang timbul tenggelam. Dia memiliki Dermatitis Atopik (DA) atau eksema atopik ini karena turunan dari kami, kedua orangtuanya. Memang, dari keluarga besar saya maupun suami, punya riwayat hipersensitivitas. Baik saudara kandung suami maupun saudara saya ada yang menderita alergi dan asma. Meski pada kami berdua gejala asma tidak muncul, tapi suami memiliki riwayat alergi termasuk Dermatitis Atopik ini.





Maka, ketika masih kecil anak saya sudah menunjukkan gejala alergi, asma dan DA, saya tidak terlalu kaget lagi. Meski begitu, yang namanya ibu teteup ada rasa paniknya. Pasalnya, Dermatitis Atopik ini bisa berulang terjadi dan sifatnya cenderung kronik. Fase yang terdiri dari flare dan remisi dapat bervariasi munculnya, tergantung tingkat keparahan. FYI, ketika gejala-gejala Dermatitis Atopik ini kambuh disebut fase flare-up dan jika kondisi kulit sedang membaik disebut dengan fase remisi.

Nah, masalahnya, kekambuhan si Dermatitis Atopik ini tidak mengenal tempat dan waktu,  tergantung pada pemicu. Kalau sedang di rumah sih enggak masalah, tinggal olesi salep atau minum obat pereda rasa gatal bila perlu. Tapi, kalau sedang pergi gimana? Misalnya lagi liburan, eh gatal-gatal enggak karuan, kan kasihan! Hiks! 

Hm, ada enggak sih yang bisa dilakukan agar Dermatitis Atopik-nya enggak kambuh saat liburan? Persiapannya apa saja ya biar enggak panik jika nanti kambuh lagi dan lagi si Dermatitis Atopik?


Yuk, Kenalan Dulu dengan Dermatitis Atopik!


Etapiii, sebelumnya mungkin ada yang masih awam dengan istilah Atopic Dermatitic atau Dermatitis Atopik ini. Yang kek apa sih penyakitnya? Gejalanya apa? Nular enggak yaa? Bisa sembuh enggak sih?

Nah, Dermatitis Atopik atau yang lebih dikenal sebagai eksim merupakan penyakit kelainan kulit di mana kulit tampak meradang dan iritasi. Biasanya ini terjadi di bagian tangan dan kaki atau di bagian lipatan-lipatan tubuh lainnya. Sementara. gejala penyakit Dermatitis Atopik pertama kalinya akan ditandai dengan rasa gatal di malam hari, ketika penderita masih bayi atau kanak-kanak. Dan, penyakit ini sendiri merupakan penyakit keturunan yang diturunkan dari orang tua yang memiliki asma ataupun riningitis alergi. Karena itulah Dermatitis Atopik ini tidak dapat disembuhkan dengan sempurna. Tapi bisa dicegah kekambuhannya dengan menghindarkan diri dari pemicunya.


Dermatitis Atopik



Lalu pemicunya DA apa saja?
  1. Makanan: diantaranya, ikan, daging, telur, susu dan turunannya, kacang-kacangan dan seafood.
  2. Stres: stres bisa memicu kekambuhan Dermatitis Atopik, sehingga mengelola stres dengan bijak itu perlu
  3. Sabun, deterjen dan pewangi: sebaiknya penderita menghindari penggunaan sabun, deterjen ataupun produk-produk perawatan kulit yang terlalu keras komposisinya karena dapat memicu kambuhnya DA
  4. Pakaian, selimut dari bahan wol, karpet, bulu boneka, bulu hewan peliharaan
  5. Lingkungan sekitar: debu, polusi dan serbuk sari
  6. Kulit kering
  7. Suhu ekstrim baik panas maupun dingin

Kemudian bagaimana cara mendeteksi Dermatitis Atopik ini?

Seringkali kita bingung apakah gejala yang dirasa adalah DA, penyakit kulit lainnya atau hanya gigitan serangga.

Untuk itu ada 5 cara mudah mendeteksi apakah itu kemungkinan DA atau bukan, yakni dengan:
  1. Apakah kulit kemerahan, gatal dan bersisik? (✅ | ❎ )
  2. Apakah mengalami kulit kering di bagian dalam siku, bagian belakang lutut, tangan dan/atau kaki? (✅❎ )
  3. Apakah kondisi kulit kering ini sudah terjadi sejak muda? (✅❎ )
  4. Apakah kulit jadi terasa gatal setelah mengonsumsi makanan tertentu/melakukan kontak dengan bahan tertentu/menghadapi suhu ekstrim panas atau dingin/ di saat stres? (✅❎ )

Nah, jika jawabannya semua ✅ kemungkinan besar kita mengalami Dermatitis Atopik karena gejalanya menunjukkan tanda-tandanya. Maka, teman-teman bisa mengatasi gejala tersebut dengan menggunakan cream atau lotion yang diperuntukkan bagi penderita DA setiap sehabis mandi untuk menjaga kelembapan kulitnya. Serta sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dermatitis Atopik


Mengenal Lebih Jauh Eksim


Well, Dermatitis Atopik termasuk dalam jenis eksim yang dapat menyebabkan ruam kemerahan dan rasa gatal pada kulit yang bisa mengganggu aktivitas di keseharian. Maka, mengetahui dengan baik tentang eksim dapat membuat kita lebih aktif menjaga kesehatan, dan mencegah kekambuhan yang tentunya tidak menyenangkan. Sayangnya, informasi yang berkembang di masyarakat seringkali menyesatkan. 

Seperti mitos dan fakta tentang eksim berikut ini:


1. Eksim sebenarnya adalah istilah yang untuk beberapa kondisi kulit yang berbeda ➠ FAKTA

Istilah eksim mengacu pada sekelompok kondisi kulit yang terkait, termasuk: dermatitis atopik, dermatitis kontak, eksim dyshidrotic, eksim nummular, eksim seboroik, dan dermatitis stasis. Semua jenis eksim ini menyebabkan ruam kemerahan dan gatal-gatal, bahkan beberapa juga mengakibatkan pengelupasan kulit. Maka berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis eksim yang kita miliki dan mengetahui apa pemicu kekambuhan yang dapat di hindari adalah pilihan terbaiknya.


2. Dengan obat yang tepat, eksim dapat disembuhkan pada sebagian besar penderita ➨ MITOS

Belum ada obat yang sepenuhnya bisa menyembuhkan eksim. Tapi sangat mungkin untuk kita mengontrol gejala dan meminimalkan kekambuhannya. Sejumlah pilihan perawatan tersedia, baik yang dijual bebas maupun dengan resep dokter, yang dapat membantu kita mengelola kondisinya. Beberapa dari perawatan ini termasuk salep topikal, obat sistemik, dan pelembab yang berformula tanpa paraben, tanpa perwarna dan tanpa pewangi, sehingga aman untuk digunakan.


3. Jika seseorang dalam keluarga kita menderita eksim, maka kemungkinan kita pun akan memiliki kondisi yang sama ➨ FAKTA

Meskipun penyebab eksim secara pasti belum diketahui, genetika jelas memainkan perannya . Anak-anak dari salah satu orang tua dengan eksim, asma, atau alergi memiliki kemungkinan 25% untuk menderita kondisi yang sama.


4. Eksim lebih menular selama kekambuhan ➨ MITOS

Eksim TIDAK menular, sehingga kita tidak mungkin akan menularkan eksim selama kekambuhan.


5. Mandi dengan air panas bisa meringankan gejala eksim ➨ MITOS

Mandi dengan air yang terlalu panas justru bisa memperparah kondisi eksim. Gunakan air hangat, suam-suam kuku sebagai gantinya. Setelah selesai mandi, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk lembut, dan gunakan pelembab khusus untuk menjaga kelembaban kulit dan mencegah kekambuhannya.


6. Efek eksim dapat meluas lebih dari masalah kulit ➨ FAKTA

Banyak orang dengan eksim juga memiliki kondisi kesehatan lainnya, seperti insomnia dan depresi. Eksim juga dapat meningkatkan risiko terkena asma, demam, alergi, serta sejumlah infeksi yang berhubungan dengan kulit. Jika eksim mulai menampakkan gejala yang lebih parah, segera konsultasikan dengan dokter adalah solusi terbaiknya!



Atopiclair



Atopiclair


Tips Liburan Untuk Anak Penderita Dermatitis Atopik



Nah, sudah kenal jadinya kan sama eksim dan salah satu keluarganya yaitu DA? Dan seperti yang saya sebutkan di awal, jika Dermatitis Atopik ini tidak bisa disembuhkan, kita hanya bisa mengontrol gejala dan meminimalkan kekambuhannya.

Seperti anak saya yang memang susah ditebak kapan kambuhnya. Dulu saat dia masih kecil kambuhnya lebih sering karena saya belum ngeh pada pemicunya. Juga ada beberapa kebiasaan yang tidak rutin saya jalankan. Jadinya...ambyaar, DA-nya kambuh lagi dan lagi karena kontrol yang buyar! Hiks!

Apalagi kambuhnya ini sering pas saya sekeluarga sedang pergi. Tahu kan, kalau pas traveling gitu, dari Jakarta yang panas, tiba-tiba kami ke negara yang sedang musim dingin dengan suhu sekin dercel saja. Atau ke daerah yang panasnya lebih parah dengan tingkat kelembaban yang rendah. Kemudian selain suhu dan cuaca, bisa saja penginapan yang dituju itu menggunakan karpet dan linen yang bikin DA terpicu. Juga, lingkungan sekitar apakah banyak debu atau makanannya selama di perjalanan nanti yang akan menimbulkan kekambuhan.

Pokoknya, saya sih pilih langkah aman dengan bersiaga sebelumnya, sehingga jika si DA mendadak tiba maka anak saya tetap nyaman dengan liburannya. Ya, saya memang lebih fokus ke anak meski suami juga penderita DA, karena suami kini sudah jarang kambuhnya, karena sistem imun akan semakin baik seiring bertambahnya umur sehingga perlawanan terhadap eksim juga semakin baik.
Atopiclair


Lalu apa saja yang saya siapkan sebelum liburan untuk mengantisipasi kambuhnya si DA ini?


1. List is a Must

Sebelum mikirin printilan yang terpenting bikin catatan. Tulis apa saja yang akan dibawa terutama kebutuhan yang berhubungan dengan kondisi anak dengan DA selama di sana


2. Bawa Cukup Pakaian 

Saya dan suami pilih tinggal di apartemen jika ada di tempat yang dituju, karena di apartemen biasa tersedia mesin cuci sehingga saya bisa mencuci baju. Atau saya memilih mencucikan baju di laundry sekitar penginapan atau nyuci sendiri di laundry koin yang sekarang juga banyak ada. Dua jam saja sudah bersih lagi pakaian kita. Ini tujuannya agar setiap keringatan atau baju kotor bisa ganti baju bersih. Sehingga bisa dihindari kambuh DA-nya.


3. Bawa Peralatan Mandi Sendiri

Jadi, beda dengan orang-orang yang lebih pilih pakai toilettries dari hotel, kalau saya liburan bawa peralatan bebersih badan yang biasa dipakai di rumah saja. Karena, kadangkala sabun dan lainnya bisa jadi pemicu kambuhnya si DA.


4. Smart Packing

Siapkan bebawaan penting di tas tangan sehingga saat mendadak diperlukan cepat bisa dikeluarkan. Misal lotion atau obat pereda gatal penderita DA. Selain itu baju bersih untuk ganti jika saat di tengah jalan gatalnya kambuh lagi. Tentu baju yang bersih akan membuat anak nyaman maka siapkan baju ganti dalam jangkauan. 


5. Pastikan Membawa Kebutuhan Liburan untuk Anak Penderita DA

Jangan lupa bawa serta obat alergi atau pereda gatal yang biasa dikonsumsi juga pelembab yang khusus untuk penderita Dermatitis Atopik ini. Untuk mencegah kekambuhan, gunakan Atopiclair Cream atau lotion non steroid yang telah sejak lama direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. Oleskan Atopiclair setiap selesai mandi untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekambuhan Dermatitis Atopik saat liburan




Dermatitis Atopik



Tentang Atopiclair - Produk Indonesia untuk Penderita DA



Atopiclair adalah terapi non-steroid unik dan teruji klinis yang dapat digunakan pada saat dermatitis atopik kambuh ataupun untuk perawatan. Dapat digunakan untuk bayi, anak dan dewasa untuk meredakan gatal, sensasi pedih dan panas karena dermatitis atopik.

Bagaimana cara kerja Atopiclair?
  • Hyaluronic Acid & Shea Butter: memperbaiki pertahanan kulit
  • Vitis Vinifera (grapefine), Telmesteine, Vitamin C & E : bekerja sebagai anti-oksidan
  • Glycyrrhetinic Acid: meredakan rasa gatal dan rasa terbakar dengan segera

Well, Atopiclair memang telah terbukti secara klinis:
  1. Melembabkan dan menguncinya hingga 3 hari
  2. Meringankan gatal kurang dari 3 menit
  3. Tanpa steroid: 9 dan 10 pasien tidak membutuhkan pengobatan steroid
  4. Terbukti lebih efektif dibandingkan emollients biasa


Dermatitis Atopik




Ya, Atopiclair adalah cream dan lotion non-steroid produk unggulan dari perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, PT Transfarma Medica Indah. Produk yang diformulasikan khusus untuk penderita dermatitis atopik ini sejak lama telah direkomendasikan oleh para ahli kesehatan di dunia untuk mencegah kambuhnya dermatitis atopik. Terbuat dari bahan alami seperti ekstrak biji anggur, Atopiclair Lotion dan Atopiclair Cream aman digunakan dalam jangka panjang. Apalagi Atopiclair bisa langsung didapatkan di berbagai apotik dan toko obat lainnya. Maka, sebaiknya selalu sedia sehingga kapan saja diperlukan DA bisa diantisipasi dan diatasi.

Dan, saya bahagia ada 2 jenis Atopiclair yang bisa membantu penderita Dermatitis Atopikseperti yang dialami anak saya ini, yakni:



  • ATOPICLAIR™ Lotion

FOR MAINTENANCE
Memberikan proteksi pada area yang lebih luasAtopiclair™ Lotion memiliki konsistensi lebih cair sehingga cocok digunakan pada saat remisi untuk mengurangi kekambuhan. Lotion ini dapat digunakan di seluruh tubuh dan dapat dikombinasikan dengan preparat topikal lainnya yang diresepkan dokter.



  • ATOPICLAIR™ Cream

FOR IMMEDIATE TREATMENT
Cocok untuk lesi yang terlokalisir atau area kecilAtopiclair™ Cream memiliki konsistensi lebih pekat sehingga cocok pada saat terjadi kekambuhan. Dapat digunakan tunggal atau kombinasi dengan preparat topikal lainnya yang diresepkan dokter.




Dermatitis Atopik

Atopiclair

Atopiclair


Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik


Atopiclair Lotion dan Atopiclair Cream Jinakkan Monster Gatal Bikin Liburan Jadi Lancar!



See, enggak perlu khawatir berlebihan saat akan pergi liburan dengan anak yang menderita Dermatitis Atopik. Karena ada Atopiclair Lotion dan Atopiclair Cream yang akan jinakkan monster gatal sehingga tak ada lagi kulit kemerahan dan rasa gatal yang enggak karuan.

Etapiiiii.....
  • Apakah ada batasan umur atau waktu penggunaan Atopiclair ini?
Enggak ada, karena Atopiclair terbukti efektif dan aman untuk bayi, anak, dewasa dan lanjut usia. Atopiclair dapat digunakan disemua area kulit dan aman digunakan jangka panjang
  • Terus, apakah Atopiclair bisa digunakan untuk kulit normal?
Bisaaaa. Atopiclair berfungsi untuk mengembalikan fungsi pertahanan kulit. Jadi bisa untuk kulit normal juga.
  • Lalu, bagaimana cara penggunaan Atopiclair bila dikombinasikan dengan obat dari dokter?
Gunakan Atopiclair terlebih dahulu pada kulit yang telah dibersikan, 5 menit kemudian gunakan obat lainnya.
  • Kemudian, bagaimana cara pemakaian Atopiclair?
Oleskan di kulit 3x sehari atau sesuai petunjuk dokter, gunakan selama masa kekambuhan dan perawatan untuk mencegah kekambuhan DA


Atopiclair


Baiklah...semoga liburannya nanti menyenangkan ya!!💖



ATOPICLAIR
| IG: @atopiclair.id | FB: Atopiclair Jinakkan Monster Gatal

#Atopiclair
#BikinGatalMental






Salam Sehat


Dian Restu Agustina










Mengunjungi Museum Bank Indonesia

Mengunjungi Museum Bank Indonesia adalah jadwal hari terakhir ajang BI Netifest. Seluruh finalis diajak ke Malam Penganugerahan Pemenang Video & Blog Competition yang bertempat di Museum Bank Indonesia, di kawasan Kota Tua Jakarta. Sebagai bintang tamu hadir Sheila On Seven yang menghibur semua finalis dan undangan acara. Tapi sebelum acara puncak, para finalis mengunjungi dulu area Museum Bank Indonesia dan mengenal lebih dekat tentang sejarah dari bank sentral negeri ini.






Mengenang Ibu Inggit Garnasih di Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Mengenang Ibu Inggit Garnasih di Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Satu waktu saat sedang online di akun Instagram, saya dikagetkan dengan notifikasi "ibuinggitgarnasih liked your post". Dengan keheranan berbaur rasa penasaran saya pun klik notif tersebut dan menemukan ada tanda love baru untuk postingan saat saya sedang di Rumah Kediaman Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Itu adalah status tanggal 22 Januari 2020 dan baru di "love" oleh akun tersebut pada 10 Maret 2020. Bisa jadi si empunya akun nemu dari hastag yang saya cantumkan yakni #Bengkulu atau dari lokasi yang saya sebutkan itu. Entahlah..

Yang jelas akun @ibuinggitgarnasih tak mungkin dikelola oleh Ibu Inggit Garnasih sendiri. Pasalnya pada 13 April 1984, dalam usia 96 tahun, Beliau sudah berpulang menghadap Illahi Rabbi!

Tapi, notifikasi ini jujur bikin saya tersentil. Saya berhutang menuliskan perjalanan saat mengunjungi "Rumah Kediaman Bung Karno Pada Waktu Pengasingan di Bengkulu 1938 -1942". Ya, kunjungan ke sebuah rumah yang sampai saat ini masih terjaga, yang membuat saya kembali ke satu masa di mana ada seorang perempuan bernama Inggit Garnasih dalam kehidupan Sang Presiden RI pertama.

Review Buku: Bersepeda ke Hatinya





Roda sepeda
Tak akan menyerah
Pada panjangnya perjalanan
Selama dia
Tetap dikayuh

(Wedha)


Sebuah harapan seringkali kita hempaskan lantaran enggak yakin bakal kesampaian. Tak banyak orang yang memiliki kesabaran untuk meraih mimpi yang diyakini. Jarang pula yang mau bersabar pun terus berusaha agar tercapai apa yang dingini. Ya, kesabaran dalam berusaha dan doa adalah dua kunci utama untuk menggapai asa. Sayang, dua hal ini pula yang sering diabaikan hingga di tengah jalan keputusasaan pun meraja. 

Sebuah buku, "Bersepeda ke Hatinya" karya Denik, bisa menginspirasi pembacanya, untuk selalu sabar saat punya cita-cita pun memanjatkan doa untuk mewujudkannya. 

Lalu apa kaitannya dengan sepeda yang adalah "pasangan jiwanya"? Hmmm...

Memang, selalu ada hal unik dan menarik soal Denik!
Tak percaya? Mari kita ulas bukunya....



Mengunjungi Windsor Castle

Mengunjungi Windsor Castle - tempat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Hari terakhir saya dan suami di London, jadwalnya free time, anggota rombongan yang ingin pergi sendiri dipersilakan. Tapi diumumkan sejak awal, pukul 4 sore kami sudah harus ready di lobby, siap menuju ke bandara untuk penerbangan Emirates pada pukul 19.00 ke Dubai dan selanjutnya pulang ke Jakarta. Saya dan suami yang pada dasarnya lebih menyukai menyusun itinerary sendiri memang berasa kurang puas dengan perjalanan ini. Pasalnya, kami belum coba public transport setempat. Akhirnya, suami punya rencana mengajak saya ke Windsor Castle di hari terakhir kami di sana.





Saya yang sudah mulai tepar, enggak nanya naiknya apa dan lain sebagainya, pokoknya manut saja, karena suami saya sudah pernah ke UK sekali beberapa tahun lalu untuk urusan pekerjaan. Yang saya ingat sih cuma satu, kata dia kami akan jalan kaki menuju stasiun kereta London Paddington terus naik kereta ke stasiun Windsor & Eton Central.

Tapi,....saya enggak nanya seberapa jauh kami harus jalan kaki menuju Windsor Castle, tempat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle!!


Meet Up Collaboration 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC)








Age is just a number!

Itu kata pepatah! Yang bermakna secara harfiah kita tidak pernah terlalu tua. Usia hanyalah angka, dan tidak boleh menghentikan kita melakukan hal-hal yang kita pikir terlambat untuk dicapai atau berpartisipasi di dalamnya. Usia tidak memiliki batasan angka! Makin tua kita harusnya makin matang dari semua segi kehidupan. Demikian juga sebuah komunitas. Sejak didirikan semestinya tumbuh dan berkembang hingga membesar dan makin membawa banyak manfaat untuk anggota dan sesama.

Begitu juga Mom Blogger Community (MBC) sebuah komunitas blogger yang didirikan oleh perempuan yang energik dan penuh semangat, Amallia Sarah (sebagai founder) dan Icha Faizah sebagai co-foundernya, 2 tahun silam. Komunitas yang kini sudah mewadahi sekitar 3000 momblogger di seluruh Indonesia yang memiliki misi mulia: sebagai wadah belajar, berbagi dan berkarya.

Dan saya menjadi anggota di komunitas ini dan banyak mendapat manfaat sejak bergabung hingga kini!

Tips Agar Luka #GakPakePerih







Di tengah guyuran hujan Jakarta yang bikin mager, saya semangat datang ke acara 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC) yang sekaligus event Kumpul Keluarga Hansaplast, Rabu 5 Maret 2020. Acara seru bertabur ilmu sekaligus teman baru dan...bertabur hadiah tentu.

Dan, di event ini juga, saya jadi tahu bahwa ada banyak jenis luka yang bisa disembuhkan oleh Hansaplast kecuali luka hati pasti hihi.

Acara yang bertempat di Kopitok Kemang ini memang memberikan edukasi terutama tentang pertolongan pertama pada luka.

Yuk Jadi #PahlawanSenyum Bersama Pepsodent Siwak!







"Adik-adik cita-citanya apa?"
"Mau jadi dokter!"
"Jadi TNI!"
"Jadi Pilot!"
"Jadi Polisi!"
"Pinteeer! Semoga cita-citanya tercapai yaaa. Jangan lupa rajin belajar dan berdoa!"
"Aamiiiiiin...!"


Keceriaan anak-anak yatim piatu membahana saat acara gathering Pepsodent Siwak dan Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama Panti Asuhan Andalusia, Rabu 4 Maret 2020 bertempat di Pepsodent Dental Expert Center di Mal Gandaria City Jakarta.

Senang rasanya melihat senyum ceria mereka dan semangatnya saat ditanya cita-cita. Sebuah asa memang boleh digantungkan oleh siapa saja termasuk anak-anak yatim yang bisa saja tak berpunya orangtua dan harta. Namun usaha teriring doa telah membuktikan banyak hal bisa terwujud jadi nyata. Hingga tentunya menjadi harapan kita semua senyum ceria mereka tetap mengembang saat ini sampai nanti. 

Dan karena setiap senyuman begitu berarti, maka mari kita jadi #PahlawanSenyum untuk anak-anak ini!!

Generali Luncurkan Fitur 'Sleep & Stress'

"Berapa banyak orang di sini yang menyapa tubuhnya saat bangun tidur? Haa? Tidak ada? Duh! Saat bangun pagi harusnya Anda menyapa: 'Hey my body, hey my mind, hey my soul!' Lalu lakukan sedikit stretching. Misalnya Anda bisa melakukan yoga sebentar untuk menghilangkan stress di dalam tubuh!" (Anjasmara - Artis & Praktisi Yoga)

Anjasmara menjelaskan, untuk menghindari stres, setiap pagi kita disarankan untuk menyapa diri sendiri dan meluangkan waktu untuk melakukan meditasi. Lakukan dengan durasi 5-10 menit setiap hari dan rasakan manfaatnya bagi tubuh kita. Hal ini ia ungkapkan karena banyak orang yang kerap mengalami stres lantaran tidak mengenali tubuhnya, dan apa yang ada di dalam dirinya sediri. Maka meditasi adalah salah satu solusi untuk bisa mengenal diri sendiri. 




Anjasmara yang menekuni yoga sejak tahun 2004 ini kemudian mempraktikkan beberapa pose yoga bersama kedua rekannya. Yoga disebutkannya bisa membantu mengurangi stres, menurunkan ketegangan dan hampir semua orang dapat melakukan posisi yoga yang mudah. Yoga juga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Seperti yang diperagakan Anjasmara: yoga menjelang tidur, setelah bangun tidur, di kursi kantor, maupun di mobil. 

"You can do yoga anywhere, anytime!" tegas Anjas.

Menjaga Hutan Indonesia Sebagai Sumber Pangan

Forest Cuisine Blogger Gathering: Menjaga Hutan Indonesia Sebagai Sumber Pangan! Hujan Jakarta yang tak berjeda dan secangkir kehangatan minuman pala menjadi teman sore saya hari ini. Minuman bercita rasa buah pala yang alami tanpa pemanis, pengawet dan pewarna buatan yang datang jauh dari Nagari Kapujan Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sirup Pala yang diproduksi secara terampil oleh Perempuan Minangkabau di Nagari Kapujan Koto Berapak di hulu Sungai Bayang Bungo yang tergabung dalam kelompok perempuan Bayang Bungo Indah dengan menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia tambahan.
 




Bahan baku buah pala segar ini diproduksi dari Kawasan Hutan Nagari dan Wilayah Kelola Rakyat yang dikelola secara ramah lingkungan. Maka, tak heran Sirup Pala Bayang Bungo Indah terasa nikmat rasanya lantaran hanya berkomposisi air, buah pala dan gula. Apalagi saya menikmatinya sambil mengenang kisah Ibu Tati, Bundo Kanduang yang mengetuai kelompok perempuan ini,


"Saya jadi sedih melihat video keadaan hutan di Kalimantan dan lainnya tadi. Karena sampai saat ini Alhamdulillah kami masih bisa menjaga kelestarian hutan kami. Di daerah kami enggak ada begini, hutan kami lestari, bagus..., enggak ada yang mengganggu. Kami sebagai Bundo Kanduang, bersama adik-adik pemuda, bapak-bapak petani dan semuanya, menjaga hutan. Alhamdulillah hutan kami subur, enggak terbakar.  Kalau ada yang membakar sampai kemana-mana akan kami kejar!!"

10 Hari Mengunjungi 4 Kota di Eropa

Suami saya bekerja di Hassi Messaoud, Algeria selama 2 tahun dengan shift kerja 4 minggu di lokasi 4 minggu balik ke sini. Di bulan terakhir masa tugas di sana, mileage Qatar Airways (poin loyalty airline) sudah numpuk, padahal ada masa berlakunya. Dihitung-hitung cukup untuk ditukarkan beberapa tiket gratis (redeem for free flight). Meski, sebenarnya bisa sih redeem for shopping. Tapi kami lebih pilih tiket saja!

Why?

Coz, we prefer collect moments not things! Lebih baik banyak mencari pengalaman untuk dikenang, daripada beli barang yang ujung-ujungnya usang dan dibuang!





Sejatinya saya penasaran juga dengan Algeria. Cuma Algeria bukan negara yang aman untuk dikunjungi. Akhirnya kami putuskan perginya ke negara tetangganya saja: Spanyol, Perancis dan Italia. Jadi, kami pun mengurus visa Schengen Spain. Dengan alasan, masuk lewat Spanyol (kabarnya) lebih mudah apply visanya.

Dan, petualangan pun dimulai. Kami bepergian ke 4 kota: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma.

Sebelum berangkat, redeem dan beli tiket pesawat, apply Eurail pass dan reserved tiket KA untuk rute kota-kota tersebut. (Ini akan jadi pengalaman pertama ngetrip dengan kereta, karena sebelumnya kami memilih roadtrip, seperti saat traveling keliling hampir semua negara bagian di Amerika - saat tinggal di sana).

Oh ya, selama di sana kami memilih tinggal di private apartment, dengan alasan untuk keluarga tarifnya lebih hemat dibanding dengan di hotel. Memang letaknya di pinggiran kota, tapi experiencing daily life like a local itu menantang. Jadi merasa seperti penduduk yang tinggal di kota tersebut. Juga cocok untuk anak-anak karena merasa seperti di rumah sendiri. Bisa masak kilat, nyuci juga free wifi.

Rata-rata kami pilih walking tour, naik turun metro/bis, meski ada juga yang ambil hop on-hop off/sightseeing bus, biar bisa keliling tempat wisata. Alhamdulillah anak-anak sehat dan senang. Meski kadang saya dan suami harus gantian menggendong si bungsu yang kecapekan/ ketiduran.

Traveling with kids, apa enggak repot? Tipsnya, biar tidak bosan kita bawa mainan kesukaannya. Juga karena di kota-kota tersebut di berbagai penjuru ada playground, singgah saja sebentar agar mereka bisa bermain. Hemat juga, karena naik metro ada potongan harga untuk anak-anak dan di bawah usia 10 tahun tidak dikenakan city tax untuk sewa apartemen. Bahkan beberapa lokasi free entrance untuk anak-anak. Dan yang paling senang, kalau ajak anak itu kadang didulukan saat antrian.