Tips Menjadi Mom Blogger yang Produktif Tanpa Mengabaikan Tugas Rumah



Temanss, menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, karena tiap harinya dituntut untuk bisa menjadi seorang multi-tasker. Yup, menjadi seorang ibu berarti mesti bisa mengerjakan banyak hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Mulai dari mengurus anak, keperluan rumah, ngerjain printilan itu ini, juga enggak lupa melakukan hobi-hobi yang disukai.

Nah, daftar kegiatan yang banyak ini, jika tidak diakali dengan manajemen dan pengaturan yang tepat, pasti akan membuat teman-teman kewalahan, dan bisa menyebabkan banyak kegiatan malah tak terselesaikan. Jadi, sekarang PR-nya adalah mengatur seapik mungkin kegiatan-kegiatan yang akan dirampungkan, biar semua berjalan lancar dan enggak bakal ada yang ambyaaar!!


Tips Mom Blogger Produktif


BERANI #JadiAndalan Demi Kenyamanan Hidup di Masa Depan



Gaess, kalau ada yang nanya seperti apa sih MiSSION kamu untuk 10 tahun mendatang, apakah:

⏩ bisa traveling dan keliling dunia
⏩ punya karier dan keuangan yang mapan
⏩ tambah pengalaman diri dengan bekerja di luar negeri, atau
⏩ punya keluarga kecil dan hidup bahagia

????

Nah, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menunjukkan karakter seperti apakah dirimu dan seberapa siap perencanaan masa depanmu.



Mau Tetap Waras Meski #DiRumahAja? Mandi Pakai Vitalis Solusinya!




Mandi pakai Vitalis Body Wash adalah salah satu solusi tetap waras saya meski #DiRumahAja, dalam rangka social distancing penyebaran virus Corona. Ya, seminggu terakhir ini, benar-benar bikin pusing kepala saya. Lelah badani dan hayati makin terasa sejak anak-anak sekolah di rumah dan suami pun menyusul dengan work form home alias ngantor dari rumah kami. Bukannya saya tak bahagia mereka ada di dekat saya, sama sekali bukan yaa...Tapi, konsep di rumah tanpa kemana-mana karena di luar sana virus Corona sedang menghantui siapa saja, sungguh bikin pikiran enggak karuan. Belum lagi saya memang sudah sekian lama di hari kerja biasa sendiri, dari pagi hingga sore hari. Kini, tiba-tiba harus full 24 jam "ngurusi" anak dan suami.šŸ™ˆ




Peran Kebahagiaan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak


"Kebahagiaan merupakan dasar perkembangan yang penting karena menjadi faktor yang akan memengaruhi kesehatan mental, prestasi akademik, kemampuan sosial, cara berpikir, sampai tingkat spiritualitas seseorang

Sebuah survei yang dilakukan oleh tim psikologi Tiga Generasi menyatakan bahwa orang tua di Indonesia ternyata belum menjadikan kebahagiaan sebagai prioritas dalam pola asuh anak-anak mereka. Survei yang dilakukan kepada 1.434 responden orang tua yang tersebar di beberapa kota di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa 93% belum memprioritaskan kebahagiaan dalam mendukung proses tumbuh kembang. Kemudian pada survei yang sama didapatkan hasil juga, 75% orang tua merasa anaknya sudah bahagia dengan indikasi mereka tersenyum dan ceria. Sementara 66 % dari responden ini meyakini jika sumber kebahagiaan anak adalah orangtuanya.



Lombok..., Tunggu Saya Yaaa!!


Lombok adalah salah satu tempat indah di negeri ini yang ingin saya kunjungi! Meski saya sudah pernah ke sana dua kali tapi itu duluuuu banget! Ya, karena saya 8 tahun menetap untuk kuliah lanjut bekerja di Bali, maka saya sudah pernah ke sana dua kali. Pertama, di tahun 1996 saat ada kegiatan karya wisata dari kampus saya, Universitas Udayana. Lalu yang kedua datang untuk urusan pekerjaan di tahun 2000.

((What?? Tahun segitu?))šŸ™ˆ


Tips Liburan untuk Anak Penderita Dermatitis Atopik






Anak saya menderita Dermatitis Atopik. Sebuah peradangan kulit kronis dengan tanda dan gejala yang sangat khas, kulit kemerahan dan rasa sangat gatal serta nyeri yang timbul tenggelam. Dia memiliki Dermatitis Atopik (DA) atau eksema atopik ini karena turunan dari kami, kedua orangtuanya. Memang, dari keluarga besar saya maupun suami, punya riwayat hipersensitivitas. Baik saudara kandung suami maupun saudara saya  ada yang menderita alergi dan asma. Meski pada kami berdua gejala asma tidak muncul, tapi suami memiliki riwayat alergi termasuk Dermatitis Atopik ini.

Mengunjungi Museum Bank Indonesia






Di hari terakhir ajang BI Netifest, seluruh finalis diajak ke Malam Penganugerahan Pemenang Video & Blog Competition yang bertempat di Museum Bank Indonesia, di kawasan Kota Tua Jakarta. Sebagai bintang tamu hadir Sheila On Seven yang menghibur semua finalis dan undangan acara. Tapi sebelum acara puncak, para finalis mengunjungi dulu area Museum Bank Indonesia dan mengenal lebih dekat tentang sejarah dari bank sentral negeri ini.

Mengenang Ibu Inggit Garnasih di Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu







Satu waktu saat sedang online di akun Instagram, saya dikagetkan dengan notifikasi "ibuinggitgarnasih liked your post". Dengan keheranan berbaur rasa penasaran saya pun klik notif tersebut dan menemukan ada tanda love baru untuk postingan saat saya sedang di Rumah Kediaman Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Itu adalah status tanggal 22 Januari 2020 dan baru di "love" oleh akun tersebut pada 10 Maret 2020. Bisa jadi si empunya akun nemu dari hastag yang saya cantumkan yakni #Bengkulu atau dari lokasi yang saya sebutkan itu. Entahlah..

Yang jelas akun @ibuinggitgarnasih tak mungkin dikelola oleh Ibu Inggit Garnasih sendiri. Pasalnya pada 13 April 1984, dalam usia 96 tahun, Beliau sudah berpulang menghadap Illahi Rabbi!

Tapi, notifikasi ini jujur bikin saya tersentil. Saya berhutang menuliskan perjalanan saat mengunjungi "Rumah Kediaman Bung Karno Pada Waktu Pengasingan di Bengkulu 1938 -1942". Ya, kunjungan ke sebuah rumah yang sampai saat ini masih terjaga, yang membuat saya kembali ke satu masa di mana ada seorang perempuan bernama Inggit Garnasih dalam kehidupan Sang Presiden RI pertama.


Review Buku: Bersepeda ke Hatinya





Roda sepeda
Tak akan menyerah
Pada panjangnya perjalanan
Selama dia
Tetap dikayuh

(Wedha)


Sebuah harapan seringkali kita hempaskan lantaran enggak yakin bakal kesampaian. Tak banyak orang yang memiliki kesabaran untuk meraih mimpi yang diyakini. Jarang pula yang mau bersabar pun terus berusaha agar tercapai apa yang dingini. Ya, kesabaran dalam berusaha dan doa adalah dua kunci utama untuk menggapai asa. Sayang, dua hal ini pula yang sering diabaikan hingga di tengah jalan keputusasaan pun meraja. 

Sebuah buku, "Bersepeda ke Hatinya" karya Denik, bisa menginspirasi pembacanya, untuk selalu sabar saat punya cita-cita pun memanjatkan doa untuk mewujudkannya. 

Lalu apa kaitannya dengan sepeda yang adalah "pasangan jiwanya"? Hmmm...

Memang, selalu ada hal unik dan menarik soal Denik!
Tak percaya? Mari kita ulas bukunya....



Mengunjungi Windsor Castle - Tempat Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle






Hari terakhir saya dan suami di London, jadwalnya free time, anggota rombongan yang ingin pergi sendiri dipersilakan. Tapi diumumkan sejak awal, pukul 4 sore kami sudah harus ready di lobby, siap menuju ke bandara untuk penerbangan Emirates pada pukul 19.00 ke Dubai dan selanjutnya pulang ke Jakarta. Saya dan suami yang pada dasarnya lebih menyukai menyusun itinerary sendiri memang berasa kurang puas dengan perjalanan ini. Pasalnya, kami belum coba public transport setempat. Akhirnya, suami punya rencana mengajak saya ke Windsor Castle di hari terakhir kami di sana.

Saya yang sudah mulai tepar, enggak nanya naiknya apa dan lain sebagainya, pokoknya manut saja, karena suami saya sudah pernah ke UK sekali beberapa tahun lalu untuk urusan pekerjaan. Yang saya ingat sih cuma satu, kata dia kami akan jalan kaki menuju stasiun kereta London Paddington terus naik kereta ke stasiun Windsor & Eton Central.

Tapi,....saya enggak nanya seberapa jauh kami harus jalan kaki menuju Windsor Castle, tempat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle!!


Meet Up Collaboration 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC)








Age is just a number!

Itu kata pepatah! Yang bermakna secara harfiah kita tidak pernah terlalu tua. Usia hanyalah angka, dan tidak boleh menghentikan kita melakukan hal-hal yang kita pikir terlambat untuk dicapai atau berpartisipasi di dalamnya. Usia tidak memiliki batasan angka! Makin tua kita harusnya makin matang dari semua segi kehidupan. Demikian juga sebuah komunitas. Sejak didirikan semestinya tumbuh dan berkembang hingga membesar dan makin membawa banyak manfaat untuk anggota dan sesama.

Begitu juga Mom Blogger Community (MBC) sebuah komunitas blogger yang didirikan oleh perempuan yang energik dan penuh semangat, Amallia Sarah (sebagai founder) dan Icha Faizah sebagai co-foundernya, 2 tahun silam. Komunitas yang kini sudah mewadahi sekitar 3000 momblogger di seluruh Indonesia yang memiliki misi mulia: sebagai wadah belajar, berbagi dan berkarya.

Dan saya menjadi anggota di komunitas ini dan banyak mendapat manfaat sejak bergabung hingga kini!

Tips Agar Luka #GakPakePerih







Di tengah guyuran hujan Jakarta yang bikin mager, saya semangat datang ke acara 2nd Anniversary Mom Blogger Community (MBC) yang sekaligus event Kumpul Keluarga Hansaplast, Rabu 5 Maret 2020. Acara seru bertabur ilmu sekaligus teman baru dan...bertabur hadiah tentu.

Dan, di event ini juga, saya jadi tahu bahwa ada banyak jenis luka yang bisa disembuhkan oleh Hansaplast kecuali luka hati pasti hihi.

Acara yang bertempat di Kopitok Kemang ini memang memberikan edukasi terutama tentang pertolongan pertama pada luka.

Yuk Jadi #PahlawanSenyum Bersama Pepsodent Siwak!







"Adik-adik cita-citanya apa?"
"Mau jadi dokter!"
"Jadi TNI!"
"Jadi Pilot!"
"Jadi Polisi!"
"Pinteeer! Semoga cita-citanya tercapai yaaa. Jangan lupa rajin belajar dan berdoa!"
"Aamiiiiiin...!"


Keceriaan anak-anak yatim piatu membahana saat acara gathering Pepsodent Siwak dan Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama Panti Asuhan Andalusia, Rabu 4 Maret 2020 bertempat di Pepsodent Dental Expert Center di Mal Gandaria City Jakarta.

Senang rasanya melihat senyum ceria mereka dan semangatnya saat ditanya cita-cita. Sebuah asa memang boleh digantungkan oleh siapa saja termasuk anak-anak yatim yang bisa saja tak berpunya orangtua dan harta. Namun usaha teriring doa telah membuktikan banyak hal bisa terwujud jadi nyata. Hingga tentunya menjadi harapan kita semua senyum ceria mereka tetap mengembang saat ini sampai nanti. 

Dan karena setiap senyuman begitu berarti, maka mari kita jadi #PahlawanSenyum untuk anak-anak ini!!

Generali Luncurkan Fitur 'Sleep & Stress', Bantu Nasabah Optimalkan Produktivitas dan Kelola Stres







"Berapa banyak orang di sini yang menyapa tubuhnya saat bangun tidur? Haa? Tidak ada? Duh! Saat bangun pagi harusnya Anda menyapa: 'Hey my body, hey my mind, hey my soul!' Lalu lakukan sedikit stretching. Misalnya Anda bisa melakukan yoga sebentar untuk menghilangkan stress di dalam tubuh!" (Anjasmara - Artis & Praktisi Yoga)



Anjasmara menjelaskan, untuk menghindari stres, setiap pagi kita disarankan untuk menyapa diri sendiri dan meluangkan waktu untuk melakukan meditasi. Lakukan dengan durasi 5-10 menit setiap hari dan rasakan manfaatnya bagi tubuh kita. Hal ini ia ungkapkan karena banyak orang yang kerap mengalami stres lantaran tidak mengenali tubuhnya, dan apa yang ada di dalam dirinya sediri. Maka meditasi adalah salah satu solusi untuk bisa mengenal diri sendiri.

Anjasmara yang menekuni yoga sejak tahun 2004 ini kemudian mempraktikkan beberapa pose yoga bersama kedua rekannya. Yoga disebutkannya bisa membantu mengurangi stres, menurunkan ketegangan dan hampir semua orang dapat melakukan posisi yoga yang mudah. Yoga juga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Seperti yang diperagakan Anjasmara: yoga menjelang tidur, setelah bangun tidur, di kursi kantor, maupun di mobil. 

"You can do yoga anywhere, anytime!" tegas Anjas.

Forest Cuisine Blogger Gathering: Menjaga Hutan Indonesia Sebagai Sumber Pangan






Hujan Jakarta yang tak berjeda dan secangkir kehangatan minuman pala menjadi teman sore saya hari ini. Minuman bercita rasa buah pala yang alami tanpa pemanis, pengawet dan pewarna buatan yang datang jauh dari Nagari Kapujan Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sirup Pala yang diproduksi secara terampil oleh Perempuan Minangkabau di Nagari Kapujan Koto Berapak di hulu Sungai Bayang Bungo yang tergabung dalam kelompok perempuan Bayang Bungo Indah dengan menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia tambahan.

Bahan baku buah pala segar ini diproduksi dari Kawasan Hutan Nagari dan Wilayah Kelola Rakyat yang dikelola secara ramah lingkungan. Maka, tak heran Sirup Pala Bayang Bungo Indah terasa nikmat rasanya lantaran hanya berkomposisi air, buah pala dan gula. Apalagi saya menikmatinya sambil mengenang kisah Ibu Tati, Bundo Kanduang yang mengetuai kelompok perempuan ini,


"Saya jadi sedih melihat video keadaan hutan di Kalimantan dan lainnya tadi. Karena sampai saat ini Alhamdulillah kami masih bisa menjaga kelestarian hutan kami. Di daerah kami enggak ada begini, hutan kami lestari, bagus..., enggak ada yang mengganggu. Kami sebagai Bundo Kanduang, bersama adik-adik pemuda, bapak-bapak petani dan semuanya, menjaga hutan. Alhamdulillah hutan kami subur, enggak terbakar.  Kalau ada yang membakar sampai kemana-mana akan kami kejar!!"

10 Hari Mengunjungi 4 Kota di Eropa







Suami saya bekerja di Hassi Messaoud, Algeria selama 2 tahun dengan shift kerja 4 minggu di lokasi 4 minggu balik ke sini. Di bulan terakhir masa tugas di sana, mileage Qatar Airways (poin loyalty airline) sudah numpuk, padahal ada masa berlakunya. Dihitung-hitung cukup untuk ditukarkan beberapa tiket gratis (redeem for free flight). Meski, sebenarnya bisa sih redeem for shopping. Tapi kami lebih pilih tiket saja!

Why?

Coz, we prefer collect moments not things! Lebih baik banyak mencari pengalaman untuk dikenang, daripada beli barang yang ujung-ujungnya usang dan dibuang!

Sejatinya saya penasaran juga dengan Algeria. Cuma Algeria bukan negara yang aman untuk dikunjungi. Akhirnya kami putuskan perginya ke negara tetangganya saja: Spanyol, Perancis dan Italia. Jadi, kami pun mengurus visa Schengen Spain. Dengan alasan, masuk lewat Spanyol (kabarnya) lebih mudah apply visanya.

Dan, petualangan pun dimulai. Kami bepergian ke 4 kota: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma.

Sebelum berangkat, redeem dan beli tiket pesawat, apply Eurail pass dan reserved tiket KA untuk rute kota-kota tersebut. (Ini akan jadi pengalaman pertama ngetrip dengan kereta, karena sebelumnya kami memilih roadtrip, seperti saat traveling keliling hampir semua negara bagian di Amerika - saat tinggal di sana).

Oh ya, selama di sana kami memilih tinggal di private apartment, dengan alasan untuk keluarga tarifnya lebih hemat dibanding dengan di hotel. Memang letaknya di pinggiran kota, tapi experiencing daily life like a local itu menantang. Jadi merasa seperti penduduk yang tinggal di kota tersebut. Juga cocok untuk anak-anak karena merasa seperti di rumah sendiri. Bisa masak kilat, nyuci juga free wifi.

Rata-rata kami pilih walking tour, naik turun metro/bis, meski ada juga yang ambil hop on-hop off/sightseeing bus, biar bisa keliling tempat wisata. Alhamdulillah anak-anak sehat dan senang. Meski kadang saya dan suami harus gantian menggendong si bungsu yang kecapekan/ ketiduran.

Traveling with kids, apa enggak repot? Tipsnya, biar tidak bosan kita bawa mainan kesukaannya. Juga karena di kota-kota tersebut di berbagai penjuru ada playground, singgah saja sebentar agar mereka bisa bermain. Hemat juga, karena naik metro ada potongan harga untuk anak-anak dan di bawah usia 10 tahun tidak dikenakan city tax untuk sewa apartemen. Bahkan beberapa lokasi free entrance untuk anak-anak. Dan yang paling senang, kalau ajak anak itu kadang didulukan saat antrian.