Gambut Tidak Bisa Terbakar Sendiri? Jadiii......






"Dari nenek moyang, orang tua kita dulu, memang bertanam harus dibakar, karena apa, alasannya padi yang kita tanam tidak akan subur kalau tidak ada abu. Itu memang sudah mendarah daging di kita, bahwa kita harus tetap membakarnya. Sejak kejadian 2015 kemarin, stop otomatis kita, tidak da lagi membakar, sedikitpun. Karena apa. di situ kita ada Undang-Undang, harus denda dan lain sebagainya..." (Theti N.A - petani Kalimantan Tengah)


Theti N.A, petani dari desa Mentangai Hilir, Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah nampak bersemangat sekali menceritakan kegiatannya. Pasalnya, lahan gambut yang digarap bersama sekitar 10 orang ibu-ibu lainnya telah menghasilkan dan bisa membantu perekonomian keluarga. Juga, lahan yang dulunya tiap selesai panen harus dibakar untuk menyongsong musim tanam berikutnya, kini tak perlu proses ini lagi. Karena Ibu Theti dan warga telah dibantu oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk bercocok tanam dengan cara perawatan tertentu, tanpa bantuan dari abu. Dan yang terpenting, tak ada lagi bayang-bayang ketakutan jadi korban kebakaran lahan dan hutan seperti tahun 2015 silam. Kejadian kebakaran besar akibat lahan yang dibakar yang berdampak pada asap tebal yang sampai merenggut nyawa warga. Sebuah peristiwa yang membuat mereka sadar bahwa lahan gambut ini mesti dijaga bukan untuk dibakar dengan sengaja.

Top Up GoPay Bisa Kapan Saja dan Dimana Saja! Ini Dia Caranya!






"Totalnya 164 ribu, Bu. Mau bayar pakai kartu atau GoPay?"
"GoPay saja, Mbak"
"Ibu dapat cashback dan voucher cashback ya, Bu. Kalau...setiap...nanti.."
"Iya, Mbak, terima kasih"


Saya manggut-manggut mendengarkan penjelasan si Mbak yang membantu saya memesan makanan di sebuah gerai fast food ternama yang kini sudah dilengkapi dengan counter pemesanan mandiri. Kemudian saya menyelesaikan pembayaran dengan membuka aplikasi Gojek dan klik “Bayar”, scan kode QR pada struk pembelian yang diberikan, memastikan jumlah pembayaran sudah sesuai, memasukkan PIN GoPay. Dan, selesaiiii!👏

See, bayar pakai GoPay tuuuh as easy as a pie!!
Praktis dan ekonomis!

Waiiit!
Bukannya GoPay itu buat bebayaran layanan Gojek ya?

Enggak cuma itu lah ..!
GoPay tuh alat pembayaran elektronik yang bukan cuma bisa untuk jasa layanan Gojek saja tapi juga buat bebayaran yang lainnya baik offline maupun online di ribuan merchant yang ada!

Apa iyaaa?

Review Buku: Lovely Nest - Cerita Tentang Rumah dengan Segala Isinya






"Home is where you hang your heart"


Rumah masa kecil saya sangatlah menyenangkan. Meski sederhana, rumah itu penuh kehangatan. Cuma ada 3 kamar untuk kami berdelapan. Bapak dan ibu di kamar depan, 3 anak di kamar tengah, 3 lainnya di kamar belakang. Ya, saya 6 bersaudara perempuan semua. Bersuara layaknya perempuan kebanyakan yang membuat rumah kami riuh rendah dan selalu meriah. Dan, kenangan akan manisnya kebersamaan terpatri hingga kini. Tersimpan di relung hati, sampai nanti!

Kini, rumah yang penuh cinta, itu yang saya inginkan juga dialami oleh anak-anak saya. Seperti halnya saya yang punya memori indah tentang rumah, harapannya mereka pun juga sama nantinya. Anak-anak akan punya ingatan istimewa tentang rumah orang tuanya sehingga kapan saja dan dimana saja mereka akan ingat semua cerita yang pernah ada.

Ya, setiap rumah punya kisah!

Rumah, tak hanya sebuah bangunan tempat kita berteduh di kala hujan, berlindung dari teriknya sang surya, beristirahat setelah terserang penat pun bergelung mencari hangat. Karena rumah adalah tempat kembali, kemanapun kita pergi. Lantaran rumah akan benar-benar menjadi rumah jika penghuninya merasa betah dan selalu ingin kembali untuk menambatkan hati. Karena enggak ada yang lebih lega selain pulang ke "sarang" kita sendiri.

Creative Content & Social Media







Temaaan, tahukah dirimu jika dari 268 juta jiwa penduduk Indonesia, sebanyak 56% -nya telah mengakses dan menjadi pengguna aktif internet? Dan jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring kemajuan dunia digital yang telah merambah segala bidang. Apalagi penggunanya menyebar merata di semua generasi, baik tua maupun muda, mulai kalangan baby boomers, millenials, generasi X juga generasi Z yang ada. Inilah yang membuat profesi yang berkaitan dengan dunia digital makin diminati. Termasuk diantaranya content creator. Sebuah profesi yang memerlukan tingkat kreatifitas tinggi agar konten makin keren. Meski memang mesti memperhatikan banyak hal agar tercapai apa yang ditargetkan.

Apa sajakah itu? 

Jati Savitri, Head of Content Enrichment & Social Media - Medcomid (anak perusahaan dari Media Group - Metro TV) membagikan kepada semua peserta BI Netifest 2020 pada hari Kamis, 16 Januari 2020 yang lalu di Aryaduta Hotel Jakarta dalam sharing bertajuk "Creative Content & Social Media"

Mau tahu sharing-nya???

Cintai Bumi, Mari Terapkan Ekonomi Sirkular Sehari-hari!




"Dulu saya hanya dianggap sampah. Kini saya dicari-cari orang karena sampah. Dan Allah mengangkat derajat saya lewat sampah!" Dewi Kusmianti - Founder Komunitas My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan)


Pernyataan Bu Dewi terasa pilu sekaligus membuat salut saya ketika mendengarnya. Dewi Kusmianti, perempuan sederhana yang bersuamikan seorang tukang sampah telah mengubah nasib diri dan keluarganya dari yang dulunya berkekurangan dan dicibir orang menjadi sejahtera bahkan berperan mengangkat perekonomian warga sekitarnya. Tak hanya itu, ia kini juga "dicari-cari" banyak orang yang ingin berguru seputar sampah dan pengelolaannya, hingga menjadi pembicara di berbagai forum terkait atas kiprahnya. Hebat!

10 Tips Penting Jika Sakit Saat Traveling






Roadtrip kami ke Sumatera tempo hari memang penuh drama. Yang terberat adalah saat suami saya tiba-tiba demam tinggi ketika kami dalam perjalanan Bandar Lampung - Bengkulu. Yang mana membuat kami 2 hari benar-benar diam di hotel saja, menunggu kesembuhannya. Bahkan saya sempat kepikiran buat balik pulang ke Jakarta dan batal melanjutkan perjalanan. Tapi, setelah istirahat dan mengonsumsi obat dari dokter UGD RSUD Bengkulu, suami yang sudah pulih pun bersikeras melanjutkan perjalanan. Tanggung katanya, sudah nyaris setengah rutenya. Saya yang awalnya ragu pun menyetujui rencana itu. Dan, Alhamdulillah drama itu masih berseri dengan jatuh pingsannya saya di Jambi.

Duhh!!



Cukup Pindai dan Semua Selesai






Tema yang diangkat dalam Video & Blog Competition pada BI Netifest 2020 yang lalu adalah QRIS Pembayaran Digital ala Milenial. Nah, untuk lebih mengenal QRIS, saya dan finalis BI Netifest 2020 bertempat di Ball Room Hotel Aryaduta Jakarta menyimak penjelasan terkait dari pihak Bank Indonesia. Tak itu saja materi tentang QRIS diselipkan juga diantara sesi materi yang kami terima. Pun informasi yang terkait dengan Bank Indonesia. Beneran acara ini bikin melek mata saya. Banyak wawasan yang bisa dibawa pulang dan kini saatnya saya bagikan.

Nah, kamuuuuh, mau baca kan?😍

Empat Hari Jadi Putri di Lomba Blog BI





Ketika Pangeran Harry dan sang istri memutuskan keluar dari Istana, banyak yang pro dengan keputusannya. Meski ada juga yang menyayangkan kenekatannya dengan pemikiran kalau sudah di luar istana mau jadi apa, siap enggak nantinya bekerja seperti rakyat biasa dan lain sebagainya. Meski  sejatinya alasan Sang Pangeran bisa dimaklumi, mengingat Ibundanya, Putri Diana, pernah menjadi "korban" dari aturan Istana Inggris Raya. Ini yang membuatnya tak mau istri tercinta tertimpa hal yang sama. Memang ya, hidup itu sawang sinawang, hal indah yang nampak di mata orang belum tentu bagi yang menjalankan. Seperti kehidupan para Raja, Ratu, Pangeran atau Putri di sebuah kerajaan, yang kelihatan menyenangkan ternyata bagi mereka sendiri terasa membosankan bahkan bisa menjadi tekanan.

Sementara sebagai rakyat biasa kita kadang haluuuu pengin jadi Raja dan Ratu itu. Sampai-sampai ada yang mengklaim diri menjadi pemimpin kerajaan nganu dan mengangkat diri sendiri jadi Raja dan Ratu. Duh!

Padahal sebenarnya kita tak perlu ikutan halu, bekerja saja sebaik-baiknya, berusaha semampu kita, Insya Allah rejeki akan menyertai dan kita bisa jadi Pangeran atau Putri versi kita sendiri.

Atauuuu..ikut saja BI Netifest berikutnya. Sebuah ajang lomba blog dan video yang dihelat Bank Indonesia yang membuatmu diperlakukan layaknya Pangeran atau Putri dalam beberapa hari.

Enggak percaya? Saya sudah alami sendiri bisa ikutan gelaran BI, gara-gara artikel ini!😁

Penasaran?
Ini dia ceritanya!

Catatan Perjalanan Saya Menuju #GenerasiDigitalBankIndonesia







Temaaaan, saat pertama kali memutuskan memiliki blog pribadi sebenarnya saya hanya punya sebuah tujuan sederhana, yakni menjadikannya sebagai sarana menjalankan hobi sekaligus memanfaatkan waktu luang saya. Tapi siapa nyana, blog telah membawa saya mengenal begitu banyak pribadi yang mengagumkan, memperkaya wawasan, menghasilkan pundi-pundi rejeki pun menggapai impian yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Ya, di 3 tahun perjalanan ngeblog ini, begitu banyak hal telah terjadi. Sehingga tak henti-henti rasa syukur terucap atas segala nikmat yang meluap ini. 

Puncaknya, ketika satu hari memeriksa notifikasi, saya menemukan sebuah email yang bikin tak bisa berkata-kata saat membacanya. Pasalnya, email yang dikirimkan oleh NETIFEST ini menyebutkan bahwa saya terpilih menjadi salah satu finalis Video & Blog Competition yang diadakan oleh Bank Indonesia. Email yang disertai undangan acara Penganugerahan Pemenang Video & Blog Competition pada hari Jumat ini juga menyebutkan bahwa akan ada workshop untuk seluruh finalis dari 5 kategori selama 2 hari bertempat di Aryaduta Hotel Jakarta. Jadi kami semua para finalisnya diminta segera mengkonfirmasikan kehadiran karena akan segera disiapkan transportasi dan akomodasi selama acara.

Jujur, saya sempat speechless saat membacanya. Saya bisa jadi salah satu finalisnya? Enggak salah nih, kan yang ikutan lomba BI ini blogger kawakan semua. Apalah saya ini yang cuma remahan rengginang saja. Tapi, karena memang email ditujukan ke alamat saya, berarti ini benar  adanya dan bukanlah sebuah mimpi.

Pengalaman Makan di Kichenette Senayan






Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saat anak sulung saya ulang tahun, seperti biasa kami merayakannya berempat saja dengan makan bersama. Memang saya dan suami tidak pernah secara khusus merayakan peringatan ultah seperti ini. Tidak pernah ada pesta atau perayaan semacamnya. Kami hanya menandai rasa syukurnya dengan makan bersama sekeluarga. Bisa makan di rumah dengan menu istimewa atau makan di restoran yang boleh dipilih oleh yang bersangkutan. Nah, karena anak-anak sudah besar biasanya mereka sudah ogah makan di rumah. Maunya di resto yang mereka mau dengan menu tertentu. Jadilah yang lain manut saja sama yang ultah. Meski Ibuknya berdoa dalam hati, yang penting bayarnya enggak bikin dompet jembol nanti hihihi.

Nah, karena kapan hari saya ada nobar di Senayan City, maka denger saya serita anak-anak pun pengin ke sana juga. Memang jarang-jarang kami hang out ke sini. Padahal jaraknya lumayan dekat, sekitar 6 km saja dari rumah. Tapi ya gitu deh, biasa kita punya tempat favorit dengan kriteria tertentu kan, ya. 

Singkat cerita, sesampainya kami di sana, langsung ngecek directory, ada tempat makan apa saja di sini. Sambil jalan dari lantai ke lantai, akhirnya yang lagi berbahagia minta belok ke Kitchenette saja. Sebuah restoran yang dari penampakannya kelihatan homey meski berlokasi di mal besar.

Nah, setelah greeter mencarikan tempat duduk dan kami memilih di bagian samping - outdoor, buku menu pun diberikan.

Dan saya terpana karenanya! Mengapa?

Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung







Temaaan, wisuda merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh mereka yang sudah berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi di kampus yang dijadikan tempat belajar selama ini. Maka tak heran jika wisuda biasa diidentikkan sebagai momen bahagia. Tak hanya untuk diri sendiri yang berhasil menuntaskan masa belajarnya dengan diwisuda tapi juga bagi keluarga terutama kedua orang tua.

Pasalnya wisuda memang tidak terlepas dari perjuangan diri, orang tua, dosen, juga guru-guru di masa lalu. Apalagi tidaklah mudah mengantarkan seorang anak menuju gerbang kelulusan pendidikan tinggi yang bernama wisuda ini. Sehingga, tidaklah heran jika keharuan orang tua merebak ketika melihat sang anak telah berhasil melewati fase ini. Betap tidak, ikhtiar yang dijalankan beriringan dengan doa yang tak berkesudahan, atas izin dari-Nya menjadi nyata. Begitu juga dengan para pengajar, baik dosen maupun guru di masa sekolah dulu yang pernah dijadikan tempat belajar. Mereka pasti lega dan bangga ketika tahu jika siswanya bisa mencapai gerbang wisuda.

(Ah, keharuan saya membuncah meski hanya ikut meliput acara ini via live streaming saja. Pasalnya, jadi ingat juga saat saya wisuda sarjana 21 tahun yang lalu. Betapa bahagia dan mengharukannya momen itu)😍

Nah, demikian juga suasana ketika 209 wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung menjalani prosesi wisuda pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 lalu. Nampak wajah-wajah bahagia tak hanya dari peserta wisuda tapi juga dari orang tua, para dosen pengajar juga hadirin yang mengikuti acara. Sehingga tak heran acara yang berlangsung khidmat itu berjalan dengan lancar jaya dan sesuai dengan rencana dan diliputi dengan keharuan luar biasa.

Apalagi acara juga dihadiri oleh Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS). Di mana Beliau yang juga putra sulung (alm) BJ Habibie pada kesempatan ini menyampaikan orasi ilmiah bertajuk: "Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0"

Sebuah orasi dengan tema yang tepat sekali disampaikan saat ini untuk memberikan wawasan dan motivasi bagi wisudawan agar mengembangkan potensi dan berbuat yang terbaik untuk negeri.

Review Buku: 99 Tanya Jawab Food Combining






Halo hola, siapa diantara teman-teman yang punya resolusi lebih sehat lagi di tahun ini? Cuuung! Kalau begitu kita sama. Inginnya sehat senantiasa sehingga semua rencana, harapan dan cita-cita bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Apalagi hari gini, sakit itu biayanya mahal sekali. Maka lebih baik kita menjaga kesehatan agar terhindar dari segala penyakit yang mungkin datang. Caranya, dengan menjalankan pola makan yang sehat, cukup beristirahat, mengelola pikiran dengan tepat dan mensyukuri segala nikmat. Tapi ingat resolusi sehat ini butuh konsistensi. Jika cuma sekedar wacana ya enggak bakalan ada hasilnya. Maka, jika memang sudah diniatkan ya mesti dijalankan. Sehingga sehat baik jiwa maupun raga bakal jadi kenyataan

Nah, ngomongin sehat, yang harusnya jadi konsen kita adalah pola makan. Karena asupan yang masuk ke tubuh akan menentukan kecukupan nutrisi yang dibutuhkan. Makananlah yang akan menjadi tenaga bagi aktivitas kita, juga memberikan daya tahan tubuh untuk menghalau penyakit yang mungkin tiba. Sedemikian pentingnya pola makan ini dijaga agar kesehatan yang kita idamkan akan tergenggam tangan. 

Lalu, bagaimana menentukan pola makan yang tepat agar kita sehat?

Pink Beach Labuan Bajo yang Unik dan Cantik






Awal ke Labuan Bajo saya sempat ragu juga, bisa enggak ya seharian saja tur di sana. Pasalnya saya pergi Jumat balik Minggu, jadi full trip cuma di hari Sabtu. Tapi, ternyata kegalauan saya berlalu berkat bantuan paket tur yang telah disiapkan oleh East Cruise Komodo Labuan Bajo. Ya, dalam sehari itu, saya dan rombongan bisa menjelajahi 3 tempat- bahkan seharusnya 4, tapi yang terakhir, kami batalin. Kami bisa ke Pulau Padar, Pink Beach dan Pulau Rinca. Tiga tempat yang wajib didatangi saat mengunjungi Labuan Bajo ini! Aseliiik, puas bangets! Meski malamnya saat tidur di Ayana Beach Resort, badan rasanya remuk redam karena kecapekan..kwkwkwk.

Nah, setelah berbasah-basah keringatan karena trekking di Pulau Padar, maka perjalanan saya dan rombongan pun berlanjut ke Long Beach - Pink Beach. Meski sejatinya ini bukan pilihan terbaik. Pasalnya, saya dan rombongan tiba di pantai yang berpasir merah muda ini pada pukul 11 siang.

Paanaaas poll, gaezz!🙈

Meski beberapa bule yang saya temui, berjemur dengan hepi, saya lebih memilih melipir saja di pinggir. Selain karena takut gosong, juga karena saya memang lagi halangan, jadi enggak bisa ikut basah-basahan. #adaalasankan😁

Etapiii, bagaimana kondisi pantai ini dan apa saja sih yang mesti disiapkan sebelum mengunjungi Pink Beach ini?

Ngirit atau Pelit?





Temaaan, hari ini saya mengunjungi sahabat yang jadi korban banjir Jakarta di tahun baru lalu untuk memberinya semangat sambil menikmati teh hangat. Dan saya bersyukur sahabat saya dalam kondisi sehat jiwa raga tanpa kurang suatu apa. Meski ada beberapa benda kesayangan yang tak lagi bisa digunakan tapi dia sudah ikhlaskan. Dia malah heboh cerita tentang liburannya yang penuh drama. Ya, liburan akhir tahun lalu dia nge-trip barengan temannya berdua saja. Awalnya, sahabat saya hanya bercerita libur mau kemana. Si teman langsung nyamber pengin ikutan. Akhirnya mereka, berdua pergi dengan naik motor, jelajah beberapa kota di Jawa Tengah 5 hari lamanya, untuk mengunjungi beberapa kerabat sahabat saya.

Nah, saya pikir sahabat saya (she is single but happy) bakal bahagia cerita tentang perjalanannya. Ternyata oh ternyata dia malah nyesek cerita. Karena kezel warbiyasaah sama teman dolannya. Pasalnya, si teman hampir enggak mau keluar uang. Dari makan, minum, ongkos transport, ....sahabat saya yang bayar. Kalaupun si teman bayar sendiri itu karena untuk kepentingannya sendiri. Dia, katanya juga enggak mau berbagi. Seperti, saat haus dia beli minum air mineral hanya untuk dirinya sendiri. Padahal sahabat saya saat beli, selalu beli 2, bahkan meawari si teman mau apa. 

Jujur, saat dengar ceritanya saya sebel bukan main. Karena saya tahu, sahabat saya ini berjuang keras untuk menafkahi dirinya sendiri (kedua orangtua sudah meninggal). Pekerjaannya pun "hanya" freelancer. Sementara temannya yang diceritakan, kerja kantoran di perusahaan ternama. Tapi kok bisa kebangetannya kayak gitu ya...Hiks! Mleki (kikir) warbyasaa! Ada ya orang kebangetan begitu pelitnya bahkan sampai enggak sadar kalau jadi beban teman. Mau liburan tapi penginnya gratisan! Traveling sama-sama, tapi enggak mau keluar dana! Duh!

Tips Memilih Tas yang Tepat





"You can't buy happiness but you can buy bags and that's kind of the same thing"



Tas bagi perempuan merupakan pelengkap penampilan yang bisa menunjukkan selera dan kepribadian. Cara berpenampilan akan menjadi cerminan atas penilaian yang kita berikan pada diri sendiri dan orang lain di sekeliling kita. Maka tak berlebihan rasanya, jika dikatakan bahwa penampilan merupakan upaya seseorang dalam menempatkan diri di posisi yang lebih layak, sesuai pandangan lingkungannya.

Cara Indah Menggapai Berkah






“Jeung, Barakallah fii umrik yaa..!”

Ucapan itu biasa bertaburan di akun media sosial kita atau via WA saat hari kelahiran tiba. Merupakan doa yang bermakna: semoga mendapatkan keberkahan dari Allah di usia kita.

Kemudian ada juga, “Barakallahu lakuma..Barakallahu lakuma” 

Penggalan lirik lagu “Barakallah” yang dipopulerkan oleh Maher Zain yang pas banget dinyanyikan saat acara pernikahan, lantaran berisi doa indah untuk mempelai “Semoga Allah memberkahi kalian (sang pengantin) berdua".

Nah, teman-teman, berkah itu apa, sih sebenarnya? 

Review Buku: Bunda Sarjana Rumah Tangga







Manusia boleh berencana, berusaha dan berdoa tapi Allah yang menentukan hasil akhirnya. Demikian juga sebuah cita-cita. Saat muda kita bercita-cita bersekolah setinggi-tingginya, meraih gelar seperti yang diidamkan, berkarya sesuai dengan ilmu yang kita punya, menikah, punya anak kemudian menua dengan bahagia bersama pasangan dan keluarga tercinta. Sebuah jalan hidup yang ideal yang jadi impian banyak orang. 

Tapi, apa mau dikata jika di tengah perjalanan menuntut ilmu, telah ada jodoh menunggu, hingga akhirnya pernikahan terjadi lebih dulu mengakibatkan rencana jadi ambyar dan nyaris kelar?

Wisata Pantai Sari Ringgung Lampung






Provinsi Lampung ternama dengan deretan pantai cantiknya. Ini membuat saya dan suami sampai bingung mau menyambangi yang mana.🙈Tapi, karena lain kali masih pengin balik eksplor Lampung lagi, ya sudah, cari pantai yang enggak jauh dari tempat wisata Puncak Mas saja, tempat yang kami kunjungi pagi harinya.

Dan, ternyata pilihan kami tepat adanya....Enggak nyangka kami nemu spot di ketinggian, di mana dari kejauhan terhampar pantai cantik, masjid terapung, jajaran perahu nelayan, pulau kecil di lautan dan birunya air yang sungguh bikin hati tersentuh. 

Ya, Pantai Sari Ringgung Lampung yang begitu memesona!

Sebuah tempat wisata yang pas benar dikunjungi bersama keluarga.

Mau tahu alasannya? Yuk, baca sampai kelar yaaa....!💓

Wisata Puncak Mas Lampung






Di Lampung, kami menginap selama 2 malam di POP! Hotel Tanjung Karang Lampung. Rencananya, setiba dari Jakarta di malam harinya kami istirahat dulu, esok harinya jalan, nginep lagi semalam baru lusanya melaju ke Bengkulu. Memang hanya transit saja, pasalnya ke Lampung ini begitu mudah dari Jakarta. Rute yang kami tempuh: masuk pintu tol Joglo (Jakarta Barat) - di dekat rumah, perjalanan sampai ke Pelabuhan Penyeberangan Merak sejauh 90 km, lanjut nyebrang (pakai Kapal Reguler) sekitar 3 jam, lanjgsung tol Bakauheni - Hotel POP! Tanjung Karang dengan jarak 90 km. Jadi total dari rumah ke Bandar Lampung hanya sekitar 6 jam saja, bahkan bisa lebih singkat jika nyebrangnya dengan Kapal Eksekutif.  Nah, ini semua bikin saya dan suami berencana lain kali menyambangi Lampung lagi. Khusus roadtrip di sini dan eksplore provinsi ini. Insya Allah.

Maka, di kesempatan roadtrip kali ini, kami hanya menyambangi 2 tempat wisata saja, yakni Puncak Mas dan Pantai Sari Ringgung. Lalu, singgah ke Masjid Agung Al Furqon Bandar Lampung ditutup kulineran ke Mal Boemi Kedaton Bandar Lampung. Wisata sehari yang lengkap, wisata gunung, pantai, religi dan merasakan jadi warga lokal dengan nge-mal.

Review POP! Hotel Tanjung Karang - Lampung






Setelah menyeberangi Selat Sunda menggunakan Kapal Reguler, kami langsung menuju hotel tempat menginap di POP! Hotel Tanjung Karang - Lampung. Jarak yang kami tempuh dari Pelabuhan Bakauheni menuju hotel ini adalah sejauh 90 km dengan waktu satu setengah jam melalui ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar.

POP! Hotel Tanjung Karang - Lampung terletak di lokasi yang strategis, dekat ke tempat makan, pusat belanja dan fasilitas umum lainnya. Untuk fasilitas dan layanan pun cukup memuaskan dan bagi saya sepadan dengan harganya.

Bagaimana review lengkapnya? Ini dia!


Inilah Beda Kapal Reguler dan Kapal Eksekutif di Penyeberangan Merak - Bakauheni






Alhamdulillah tanggal 30 Desember 2019 dini hari, kami sampai di Jakarta lagi setelah mengelilingi Pulau Sumatera selama 11 hari.

Tanggal 20 Des 2019, kami mengawali perjalanan dari Jakarta, menempuh lebih dari 3000 km dengan rute: Jakarta - Bandar Lampung - Bengkulu - Padang - Bukittinggi - Jambi - Palembang - Jakarta dan mengunjungi tempat-tempat indah di Bumi Suwarnadwipa.